The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Kami Saling Mencintai



Beberapa pria berjas hitam berdiri mengitari bangunan Mansion. Mereka yang di tugaskan untuk menjaga Mansion hanya diam memperhatikan sosok putri dari bos mereka dengan seorang pria yang tidak asing.


Siapa lagi jika bukan Elie yang tengah menatap bangunan megah di hadapannya. Langkahnya mendadak ragu, padahal sebelumnya ia sudah bertekad akan menjadi kekuatan dan tameng untuk Mike. Namun sepertinya akan sulit, mengingat nyalinya saja sudah menciut terlebih dulu sebelum menghadapi kedua pria posesif di keluarganya. Dan baru kali ia bergidik ngeri untuk memasuki Mansion yang selama dua puluh tahun di singgahinya. Elie sudah bisa merasakan jika begitu kedatangan mereka akan menjadi pusat perhatian beberapa pasang mata yang menatap begitu horor di dalam sana. Hah, membayangkannya saja membuat sekujur tubuh Elie merinding.


Berbeda dengan Elie yang nampak gusar sedari tadi, Mike terlihat biasa saja, pria itu justru tersenyum melihat kegugupan istrinya. Untuk mengurangi kegelisahan yang tengah menyergap sang istri, tangan Mike merangkul pundak Elie lalu mengusapnya berulang kali.


"Tidak akan ada yang terjadi. Mereka tidak akan menyakitimu, tapi mereka hanya akan menyakitiku." Benar, Mike sangat mengenal Keluarga Romanov yang tidak akan mungkin melakukan kekerasan kepada garis keturunan mereka.


"Itulah yang sejak tadi aku cemaskan. Aku takut Daddy dan Kak Ar tidak bisa menahan diri dan memukuli wajahmu yang tampan hingga babak belur. Tidak lucu bukan jika suamiku dikalahkan oleh Kak As dan Dad."


Wajah Mike yang semula serius mendengar perkataan Elie berganti dengan kekehan kecil. Rasanya memang lucu jika ia harus dikalahkan oleh kedua pria berbeda generasi itu, akan tetapi mengingat dirinya yang salah, ia akan menerima konsekuensinya apapun itu. Sekali pun dihajar habis-habisan oleh mereka.


"Sudah kukatakan aku tidak akan mengambil hati tindakan apapun yang akan Ar dan Paman Vier lakukan padaku. Aku akan menghadapi mereka." Mike kian merapatkan tubuh Elie padanya, wanita yang sepertinya masih belum mendapatkan ketenangan setelah ia berusaha menenangkan.


Mike beralih menggenggam tangan Elie lalu menggandeng tangan wanita itu untuk masuk bersama-sama ke dalam Mansion. Langkahnya mereka mengayun seirama menghubungkan antara pintu masuk dengan foyer sebelum akhirnya samar-samar terdengar suara kegaduhan di ruang tamu.


Merasakan ketegangan dalam genggaman tangan Elie, Mike kian merematkan genggamannya. Melangkah lurus ke depan hingga semua yang berada di dalam sana menoleh ke arah suara tapak kaki dan berhenti begitu sudah mencapai ruang tamu.


"Mike?" seru Aprille terkejut. Ternyata putranya benar-benar datang dan membuktikan ucapannya untuk datang bersama Elie jika sudah berhasil menikahinya. Apa Mike dan Elie benar-benar sudah menikah? batinnya bertanya-tanya dengan gelisah.


"Aprille, kau memanggilnya Mike?" Elleana mendadak bingung. Setau dirinya pria itu bernama Mikel bukan Mike. Dan secepat kilat otaknya mulai mencerna. "Apa dia Mike putra kalian?" tanyanya memastikan. Melihat kebungkaman panjang dari Aprille, Elleana sudah mendapatkan jawabannya. "Oh ya Tuhan, jadi selama ini Mike berada di sekitar kita dan..." Elleana tidak mampu berkata, ia mengusap wajahnya tidak percaya. Ternyata Mikel adalah Mike yang setahu dirinya menjalin hubungan dengan putrinya Elie. Dan artinya Elie sudah mengetahui identitas pria itu yang sebenarnya, sebab itu Elie yang biasanya hanya bermain-main saja dengan pria, mulai menjalin hubungan serius dengan pria yang bernama Mikel.


Berbeda dengan keluarga Zayn dan istrinya, mereka tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi. Tetapi Zayn cukup tahu apa yang dilakukan oleh pria yang bernama Mike itu. Karena sebelumnya dirinya, Xavier dan Arthur terlibat percakapan yang serius.


Dan sejak tadi Matthew dan Aprille terlihat tegang. Bagaimana tidak, mereka dapat melihat sorot mata teman mereka, Xavier yang menatap tajam putranya, meski sedang duduk dengan tenang.


"Elie, kemarilah."


Elie terkesiap ketika suara Xavier terdengar lembut tetapi di pendengarannya justru terdengar mengerikan. Elie menatap Mike yang mengangguk padanya, hingga genggaman tangan mereka terlepas.


BUGH


Tubuh Mike terhempas begitu menerima pukulan di wajahnya dari pria yang sudah menjadi kakak iparnya, yang tidak lain adalah Arthur. Entah datang dari mana, karena Mike tidak melihat Arthur bergabung di ruang tamu.


"Keparat! Kau pikir kau siapa berani bertindak semaumu?!" Arthur menyambar kerah pakaian Mike. Ia yang sudah menerima laporan dari Darren mengenai apa yang dilakukan oleh Mike, sehingga menjadi begitu murka. "Apa kau sudah tidak menganggap kami sebagai keluarganya, hah? Apa kau menganggap kami semua sudah mati sehingga kau bisa menikahi Elie tanpa persetujuan dari kami?! Katakan, berengsek!" BUGH. Satu pukulan kembali mendarat di wajah Mike yang sebelumnya sudah mendapatkan pukulan pertama.


Melihat Arthur yang tiba-tiba memukul Mike, Elleana yang tidak mengetahui apapun berteriak. "Ar, apa yang kau lakukan?" Wanita paruh baya itu beranjak dan hendak menghampiri putranya, tetapi tubuhnya tertahan oleh Xavier yang juga beranjak dari duduknya.


"Sweety, biarkan Ar melakukan apa yang seharusnya dia lakukan."


"Tapi Hubby. Ar, dia...."


"Jangan membantah apa yang kukatakan!" Elleana sontak terdiam. Untuk pertama kalinya Elleana mendengar suara Xavier yang penuh penekanan padanya.


Sedangkan Elie memilih untuk diam. Mommy-nya yang biasanya dapat mengendalikan Daddy Xavier nampak tidak berkutik setelah menerima sedikit bentakan.


Nathan yang baru saja datang pun begitu terkejut, tetapi ia tidak bisa melakukan apapun. Membiarkan Arthur memukuli Mike yang tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Nathan kemudian mengayunkan kaki menuju Meisha yang berdiri bersisian dengan Mommy Aprille. Suasana semakin menegang, ketika mereka tidak ada yang terlihat duduk dan justru menatap cemas dengan pertikaian yang terjadi antara Arthur dengan Mike.


"Lawan aku bodoh. Jangan diam saja! Kau pikir aku akan berhenti menghajarmu hanya karena kau tidak membalas pukulanku!" Arthur kembali menyambar pakaian Mike. "Dengar, bahkan aku bisa mematahkan tangan dan kakimu!"


"Lakukan apapun yang kau inginkan Ar, tapi kali ini aku tidak akan tinggal diam. Aku membiarkan dirimu menghajarku sampai puas. Tapi jika kau ingin mematahkan tangan dan kakiku, aku tidak akan menahan diriku lagi. Aku tidak ingin menjadi pria cacat karena aku bertanggung jawab melindungi istriku!" Mike kemudian menghempaskan cengkraman tangan Arthur dengan kasar. Ia mundur satu langkah agar dapat leluasa saling berhadapan. Ia menyeka aliran dari darah yang keluar dari sudut bibirnya yang pecah.


"Tapi Elie sudah menjadi istriku. Aku sudah menikahinya, suka atau tidak suka kau harus menerimanya!"


Elleana dan Angela yang tidak mengetahui mengenai pernikahan mereka menatap tidak percaya kepada Elie. Dan bahkan Jolicia menatap Austin yang berdiri di hadapannya, tatapannya menuntun penjelasan. Tetapi Austin hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Meskipun ia menguping pembicaraan serius antara Arthur, Daddy Xavier dan Paman Zayn, tetapi ia tidak ingin ikut campur.


"Sampai kapanpun aku tidak akan merestui pernikahan kalian! Kau bukan bagian dari keluarga kami!" Arthur mengerang titik lemah Mike, hingga berhasil membuat Mike terjatuh dan menumpu satu lututnya pada lantai. "Dan sebaiknya kau segera pergi karena kau tidak diterima disini" Pada akhirnya Arthur mengusir Mike. Lalu tatapannya beralih kepada Matthew dan Aprille. "Maaf Paman... Bibi... aku mengusir putra kalian, karena dia sudah lancang menikahi adikku."


"Maafkan Mike, dia hanya terlalu mencintai Elie." Sebagai seorang ibu, tentu Aprille menginginkan kebahagiaan untuk putranya, meskipun yang dilakukan Mike sekalipun salah.


"Apapun alasannya dia harus meminta izin padaku dan kedua orang tua kami. Tetapi dia begitu lancang dengan menikahi Elie tanpa sepengetahuan kami." Tanpa mengurangi rasa hormat Arthur kepada Matthew dan Aprille, Arthur mengungkapkan kekecewaannya.


Matthew dan Aprille terdiam. Ya, Mike memang salah. Tetapi mereka pun tidak dapat menahan tindakan nekad yang dilakukan putra mereka.


Mike mencoba bangkit, ia menatap singkat ke arah kedua orang tuanya yang menatap prihatin padanya. Tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun, karena kesalahan murni ada pada putra mereka.


Kau harus bisa menyelesaikan semuanya Mike dan meyakinkan mereka bahwa kau pantas menjadi pendamping Elie.


Matthew hanya bisa memberikan dukungan penuh melalui tatapannya. Dan Mike dapat melihat hal itu hingga sudut bibirnya tertarik tipis, nyaris tidak terlihat.


"Aku mengaku salah karena menikahi Elie tanpa persetujuan kalian. Aku bertindak seperti itu karena aku tau kau akan mempersulit hubunganku. Dan aku tidak ada pilihan lain selain menjadikan Elie menjadi istriku agar kau atau siapapun tidak akan bisa memisahkan kami."


"Ck." Arthur berdecak mendengarnya. "Atas dasar apa kau menuduhku ingin memisahkan kalian?!" seru Arthur nyalang.


"Kau pikir aku tidak tau apa yang lakukan? Kau membiarkan Elie di dekati oleh pria lain. Tidak hanya satu tetapi dua sekaligus, apa kau ingin menjodohkan mereka, heh?!" Bukan tanpa alasan Mike menuduh Arthur demikian, sebab ia menerima laporan beserta dengan buktinya mengenai pertemuan Arthur dengan pria yang diberitakan dengan Elie dan menjadi perbincangan hangat saat itu.


Kening Arthur mengernyit, ternyata Mike mengawasi dirinya setelah kepulangannya dari Amsterdam. "Ck, seorang Mike menjadi bodoh seperti ini?" Dan ia mengejek Mike yang pintar tetapi juga bodoh.


"Kau....!!" Mike geram dan hendak melayangkan pukulan.


"Sudah cukup. Hentikan!" Elie berseru menengahi hingga pusat perhatian Arthur dan Mike tertuju pada wanita itu. "Aku benar-benar minta maaf. Aku tau Mike salah tetapi tidak semua kesalahan ada padanya, aku juga bersalah karena bersedia menikah dengannya. Kami saling mencintai, karena itu tanpa berpikir panjang aku menerima ajakannya menikah hari ini."


"Elie, Dad tidak menyuruhmu untuk bicara!" sentak Xavier menegur putrinya. Elleana segera menahan lengan Xavier agar tidak lepas kendali.


"Aku berhak bicara Dad. Aku berhak menentukan hidup dan pilihanku, bukankah selama ini aku selalu menuruti perkataan Daddy dan juga Kak Ar. Lalu kenapa disaat Kak Ar memutuskan menikahi Helen, kalian tidak mempersalahkannya? Tetapi kenapa kalian mempermasalahkan Mike yang menikahiku? Kenapa kalian membedakan Mike dan Helen?" Kedua matanya Elie memanas. Jujur saja ia tidak terima Mike diperlakukan seperti itu, terlepas pria itu bersalah atau tidak. Terlebih Helena begitu diterima di keluarga mereka, sementara Mike yang sudah mereka kenal puluhan tahun begitu di tentang.


"Elie, jangan membawa Helen dalam masalah ini!" bentak Arthur tidak terima. Helena tidak ada hubungannya dalam permasalahan mereka saat ini, tetapi Elie justru membawa istrinya yang tidak ada sangkutpautnya.


Helena yang sejak tadi bersembunyi di balik dinding pembatas ruang tamu dan ruang tengah berdegup kencang jantungnya ketika namanya disebut oleh Elie.


Apa Elie akan memusuhinya jika suaminya serta yang lainnya tidak merestui hubungan mereka? Pikiran Helena mulai kalut, tentu ia tidak ingin hubungannya dengan Elie menjadi tidak baik. Selama ini ia baru merasakan memilki teman yang begitu dekat.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...