The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Jangan Banyak Bermimpi!



Mommy Elleana menyematkan senyuman meski pria yang sedang berbicara dengan putranya itu masih memunggungi dirinya. Berbeda dengan Mikel yang masih terlihat menegang, lantaran tidak menduga jika ini adalah saatnya ia menampakkan wajahnya di depan wanita setengah baya, sahabat Mommy Aprille. Hingga seperkian detik lamanya Mikel memutar tubuhnya menghadap Mommy Elleana.


Senyum Mommy Elleana semakin melebar mendapati teman putra sulungnya itu begitu tampan, sangat persis seperti suaminya saat muda.


"Perkenalkan, aku Mikel Jhonson, Nyonya." Sebagai bentuk sapaan, Mikel mengulurkan tangannya. Ia sangat menghormati wanita setengah baya yang masih nampak cantik itu. Tidak ada yang berubah, baik dulu maupun saat ini Bibi Elleana sangat ramah.


Mommy Elleana terkejut ketika mengetahui jika pria itu adalah pria yang memiliki reputasi baik di dunia bisnis. Membangun bisnis dari nol hingga besar seperti saat ini. "Aku sudah banyak mendengar tentangmu tapi aku tidak pernah menyangka kau dan putraku berteman baik."


"Aku tidak berteman dengannya, Mom!" sanggah Arthur cepat. Ia tidak ingin Mommy-nya itu semakin salah paham.


Mommy Elleana memudarkan senyumnya tatkala mendengar penuturan Arthur jika putranya itu tidak berteman dengan pria tampan di hadapannya.


"Dia.... maksudku, Elie pernah menjadi brand ambassador di perusahaannya." Arthur menjelaskan apa yang sebenarnya.


Mendengar penjelasan Arthur, Mommy Elleana mencoba mencerna, sebelumnya kemudian mengangguk-anggukan kepalanya. "Jadi kedatanganmu kemari karena ingin menjenguk Elie?" tanyanya memastikan. Karena jika mereka tidak berteman dan saling mengenal, untuk apa pria itu berada di tempat ini. Apa mungkin ada kerabatnya yang dirawat di rumah sakit dan lantai yang sama dengan putrinya? batinnya.


"Benar Nyonya." Mikel menyahut setelah lama terdiam, sepertinya memang tidak ada alasan lain untuknya menghindar. Terlebih ia benar-benar ingin bertemu dengan wanitanya itu setelah beberapa hari tidak dapat mendengar suaranya. "Apa aku boleh menjenguk Elie?" Suara bariton Mikel terdengar penuh harap.


Mommy Elleana tertawa ringan, untuk apa bertanya seperti itu. Ia akan mengizinkan siapapun yang ingin menjenguk putrinya. "Tentu saja boleh. Elie pasti senang bertemu dengan Presdir tampan sepertimu."


"Sweety?" Suara bariton yang baru saja keluar dari ruangan menyentakkan telinga ketiganya. Namun tubuh Mommy Elleana mendadak menegang, seperti seseorang yang kedapati berselingkuh. Tentu saja karena ia baru saja memuji pria lain selain suaminya itu.


Mommy Elleana menyimpulkan senyuman ketika suaminya itu berjalan ke arahnya dengan tatapan tidak suka.


"Sudah ku katakan jangan pernah memuji pria lain, baik di depan maupun di belakangku." Daddy Xavier memerangkap tubuh mungil istrinya di dalam dekapannya. Rasanya ia tidak rela jika istrinya memuji pria lain meski pria itu berusia seperti putranya.


"Astaga Hubby, jangan seperti ini. Apa kau tidak malu memelukku di depan putramu dan Tuan Mikel?" serunya berusaha melepaskan lilitan tangan besar suaminya dari pinggulnya itu.


"Aku tidak peduli," sahut Daddy Xavier. Sedari tadi ia sudah merasa tidak nyaman di dalam ruangan saat mendengar Mommy Elleana cekikikan bersama pria muda. Pandangan Daddy Xavier kemudian dialihkan kepada Mikel tanpa keramahan. "Istriku memang sangat cantik tapi jangan harap kau bisa memandanginya lebih dari 5 detik." Nada penuh peringatan itu sedikit meninggi, bahkan terkesan sangat angkuh.


"Maaf Mr. Romanov, aku tidak bermaksud seperti itu." Meski sebenarnya Mikel tidak bermaksud apa-apa, ia tetap meminta maaf. Ia memang menatap Mommy Elleana, karena sosok Mommy-nya seperti ada di dalam diri wanita setengah baya itu.


"Dad, kau terlalu berlebihan." Arthur menyambar percakapan tidak penting itu. Mengapa Daddy-nya benar-benar mempermalukan diri sendiri di hadapan orang lain.


"Dia istriku Ar. Wajar saja aku marah jika ada yang menatapnya lebih dari lima detik," seru Daddy Xavier kesal.


"Dia juga Mommy-ku jika kau lupa Dad." Arthur tidak ingin kalah.


"Cih, jangan karena dia Mommy-mu, kau juga bisa menatapnya lebih dari lima detik."


Kepala Mommy Elleana menggeleng. Situasinya benar-benar akan bertambah runyam jika putranya dan suaminya itu saling bersilang pendapat.


"Kenapa kalian menjadi bertengkar?" Mommy Elleana menengahi keduanya. Sungguh perdebatan dua pria kesayangan itu hanya akan mengundang sakit kepala saja, pikirnya.


"Tuan Mikel, maafkan sikap suamiku dan putraku. Mereka memang selalu seperti ini." Mommy Elleana tersenyum untuk mencairkan suasana.


"Sweety, tidak perlu minta maaf padanya," seru Daddy Xavier tidak suka.


"Tapi tetap saja tidak boleh seperti itu Hubby. Kita harus menyambut tamu yang ingin menjenguk Elie dengan baik," Mommy Elleana memberitahu dengan lembut.


"Putri kita," koreksi Mommy Elleana.


"Ah, iya putri kita." Sungguh Daddy Xavier gemas dengan istrinya itu, masih saja mengoreksi perkataannya yang salah. Wajah Daddy Xavier yang melunak itu kembali dingin begitu menemui Mikel. "Apa hubunganmu dengan putriku? Dengar, kau mungkin bisa mendekati Elie tapi kau tidak bisa menjilatku, jadi jangan berharap kau akan mendapat restu dariku!" Daddy Xavier menunjuk tepat di depan wajah Mikel.


"Astaga Hubby, mereka tidak memiliki hubungan apa-apa." Mommy Elleana memelintir perut sang suami ketika suaminya itu terus berceloteh tanpa membiarkan Mikel memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. "Putri kita pernah menjadi brand ambassador di perusahaannya," imbuhnya menjelaskan.


"Oh, jadi pria itu adalah kau. Pantas saja Ar mencari tau semua tentangmu." Daddy Xavier berceloteh tanpa jeda, sehingga membuat Arthur merasa jengah.


"Dad, hentikan!" seru Arthur dan kemudian menatap Mommy-nya. "Mom, sebaiknya bawa suamimu ke dalam." Arthur tidak ingin Daddy-nya semakin memperlakukan diri sendiri.


"Iya Ar..." Mommy Elleana mengulas senyum tipis, ia pun merasa heran dengan sikap suaminya yang semakin dimakan usia semakin dirasa menyebalkan.


Mikel benar-benar seperti berada di dunia yang berbeda. Sedari tadi ia hanya menjadi penonton dan tidak dibiarkan bicara. Sedari dulu keluarga itu memang selalu heboh dan.... hangat tentunya. Entah sudah berapa lama ia tidak berada di tengah-tengah sebuah keluarga yang lengkap. Seketika ada rasa hangat yang menjalar, sudah sekian lamanya ia selalu merasa kesepian. Tapi hanya karena menyaksikan berdebatan tidak penting itu membuat hatinya menghangat.


"Sweety, tunggu sebentar. Aku baru mengingat sesuatu." Tangan Daddy Xavier yang besar itu menahan pundak istrinya yang berusaha menarik dirinya masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa lagi Hubby? Kita harus mempersilahkan Tuan Mikel masuk." Mommy Elleana berpikir jika suaminya itu hanya ingin mengulur waktu, lantaran kentara dengan jelas bahwa suaminya itu tidak berkenan jika ada seorang pria yang dekat dengan putri mereka.


Daddy Xavier mengabaikan perkataan sang istri, ia kembali menghampiri Mikel dengan tatapan penuh selidik.


"Aku seperti pernah melihatmu. Kau memiliki mata yang sama dengan teman baikku dan putranya."


Wajah Mikel menegang seketika saat mendengar penuturan Daddy Xavier. Bahkan Arthur dapat melihat otot-otot wajah Mikel yang nampak menonjol dan penuh ketegangan disana.


"Aku....."


"Tapi sepertinya kalian hanya mirip. Di dunia ini memang tidak hanya kau saja yang memilki mata hazel hijau," ujar Daddy Xavier, memberikan sedikit ruangan yang sempat menghimpit dada Mikel. Daddy Xavier tidak ingin banyak berpikir, terlebih sang istri sudah menarik lengannya agar segera masuk ke dalam ruangan.


"Ah iya, kau benar." Mikel menyematkan senyuman tipis dan berusaha menyembunyikan ketegangan pada otot wajahnya karena ia sempat berpikir bahwa identitasnya sudah ketahuan. Namun dugaannya salah sehingga Mikel menghela napas penuh kelegaan begitu melihat punggung Paman Xavier yang sudah lenyap di balik pintu ruangan bersama Bibi Elleana.


"Kau sudah mendengarnya, bukan? Tidak akan mudah menjadi bagian dari keluargaku. Jadi jangan banyak bermimpi!" Arthur menyunggingkan senyum meremehkan. Siapapun yang ingin mendekati Elie dengan sungguh-sungguh, memang harus melalui serangkaian penolakan.


Arthur kemudian melewati Mikel dan melesat masuk ke dalam ruangan tanpa mempersilahkan Mikel untuk mengikuti langkahnya. Ia tidak peduli jika pria itu pergi dari sana dan berpikir ulang untuk menjadi bagian dari Keluarga Romanov.


To be continue


Xavier dan Elleana



...Terima kasih dukungan kalian selama ini 🤗❤️...


...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...