The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Hanya Orang Bodoh Yang Tidak Bisa Menyadari!



Sementara sudah dua hari Mikel dan Sid mencari hampir ke seluruh kota di Amsterdam dan tidak menemukan jejak keberadaan Todd. Tetapi mereka sangat yakin jika Todd tidak mungkin berada jauh dari Amsterdam. Dan dari laporan yang mereka dapatkan bahwa Todd sudah meninggalkan Amsterdam. Pria itu ternyata kembali ke markas Mocro Mafia. Sehingga Mikel memutuskan meluncur menuju Todd berada yang berjarak tiga jam saja dari Amsterdam. Dari beberapa anak buah yang menyebar ke setiap penjuru negara di Eropa, Mikel mendapatkan laporan jika Todd berada di Rusia.


Kini Mikel, Sid serta Josh sudah berada di Rusia. Semula Mikel melarang Josh untuk ikut bersama dengannya, sebab kondisi Josh sudah tidak prima seperti dahulu dan ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan pria yang sudah banyak berjasa kepadanya dan juga Meisha. Namun Josh bersikukuh untuk turut serta, terlebih ketika Mikel mengatakan jika kemungkinan kedua orang tuanya masih hidup, Josh begitu senang dan memiliki harapan untuk bertemu dengan tuannya kembali. Mikel tidak memilih pilihan lain, mau tidak mau ia mengajak Josh ikut bersamanya. Sementara ia tidak membawa turut serta Nathan, sebab mempercayakan Nathan untuk menjaga Meisha selama dirinya pergi.


Dan benar saja, beberapa anak buah yang memantau di daerah perbatasan wilayah Mocro Mafia, mengatakan jika Todd memiliki markas baru di Rusia. Selama ini pria itu selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari penyelidikan pihak militer. Sebab bisnis kriminal yang di lakukan oleh Todd mulai dari prostitusi, menjual obat-obatan dan pembunuhan sudah menyebar di kalangan kemiliteran dan Mikel baru mengetahuinya satu hari sebelumnya. Sebab itu ia harus menemukan Todd terlebih dahulu sebelum pihak kemiliteran menangkap pria tua itu. Tidak, Mikel tidak rela jika Todd mendapatkan hukuman dari negara. Ia harus menghukum Todd dengan caranya, bahkan akan membuat pria tua itu tersiksa tanpa membiarkannya mati terlebih dahulu.


Mikel, Sid dan Josh memasuki mobil mereka masing-masing. Mobil yang diikuti oleh beberapa anak buah yang melaju itu menuju Kota Vladivostok, kota pelabuhan terbesar di Rusia yang berada di wilayah Rusia Timur. Perjalanan mereka nampaknya tidak memiliki hambatan, hingga pada akhirnya sebuah ledakan persisnya di depan mobil mereka menghantam beberapa mobil anak buah, bahkan mobil yang di tumpangi oleh Mikel, Sid serta Josh tergelincir dan terguling cukup jauh.


Pelipis Mikel mengeluarkan bercak darah, ia menyentuh kepalanya setelah berhasil keluar dari dalam mobil yang terbalik.


"Sialll!!" umpat Mikel melihat bagaimana para anak buah berusaha keluar dari dalam mobil dan Sid tengah membantu Josh untuk berdiri. Belum apa-apa mereka sudah diserang lebih dulu. Ia yakin jika kedatangan mereka sudah di prediksi dan Todd sudah merencanakan semua ini dengan matang.


Sid dan Josh menghampiri Mikel. Tidak lupa mereka sudah menggenggam senjata masing-masing. Pandangan mereka mengedar ke sekitar dimana segerombolan pria berdatangan dengan bersenjatakan di tangan masing-masing.


Baik Mikel dan Sid terkejut mendapati segerombolan yang tidak asing, salah satunya pria yang berjalan di tengah-tengah, nampak menyunggingkan senyum meremehkan. Tidak salah lagi mereka adalah Pablo beserta Loz Zetas.


"Pablo?" Mikel dan Sid berseru tidak percaya. Sebab semenjak penyerangan terakhir kali Pablo telah menghilang, namun kini pria itu berada di hadapan mereka.


Pablo tersenyum miring, ia menyoroti Mikel dan Sid bergantian. Tatapannya meremehkan kedua pria pengkhianat itu.


"Akhirnya kalian masuk ke dalam jebakan kami!" ujar Pablo diiringi gelak tawa.


"Kami?" sahut Mikel dan Sid serentak.


"Ya, Loz Zetas dan Mocro. Kami bergabung untuk menghancurkan kalian!"


Mikel dan Sid saling pandang. Pantas saja Todd mengetahui segala tentang dirinya, ternyata pria tua itu bergabung bersama dengan Pablo.


"Cih, apa kau tidak bisa mengalahkanku hingga bergabung dengan Mocro? Apa kau tidak mampu menghadapiku seorang diri?!" seru Mikel mencibir namun sangat menusuk untuk Pablo, membuat pria itu mengeraskan rahangnya dengan tangan yang mengepal kuat.


"Keparaatt!!!!!!" Teriakan Pablo menggelar di udara. "Habisi mereka dan sisakan Mikel, karena Todd yang akan melenyapkan pria itu!" perintahnya kemudian yang segera di patuhi oleh mereka. Sehingga kemudian Loz Zetas serta anak Mocro menyerang Mikel dan kelompok pria itu itu bersamaan.


Karena mereka menyerang secara bertubi-tubi, bahkan melemparkan dua granat, membuat Mikel terpisah dengan Sid dan Josh. Mikel seorang diri menghadapi beberapa anak buah Loz Zetas dan bahkan Pablo sudah menargetkan dirinya sedari tadi.


Pablo tersenyum devil, ia mengeluarkan sesuatu dari balik pakaian, kemudian melemparkan satu granat ke arah Mikel.


Duuuarr!


Mikel terpental, ia tidak siap menerima serangan granat yang tiba-tiba saja datang ke arahnya.


"Damn!!!" Mikel terbatuk-batuk, beruntung granat itu tidak mengenai dirinya dan ia hanya terkena puing-puing dari granat tersebut sehingga mengoyak beberapa bagian kulitnya yang seperti tersayat-sayat dan meninggalkan rasa sakit yang teramat.


Dalam keadaan Mikel tersudut seperti itu, Pablo tertawa puas. Sedari tadi ia tidak mengalihkan pandangannya dari Mikel yang kini begitu tidak berdaya dan terpojok.


"Sebelum aku menyerahkanmu kepada Todd, aku akan mematahkan satu tanganmu terlebih dulu!" ujar Todd mendekati Mikel yang nyaris kewalahan menghadapi musuh-musuhnya.


BUGH


Pablo memberikan tendangan di perut Mikel, pria itu memekik kesakitan dan berusaha untuk melawan Pablo. Namun Pablo semakin beringas menghajar dan menendang Mikel, sehingga membuat Mikel jatuh tersungkur di tanah.


"Lihatlah Mikel, bagaimana aku mematahkan tanganmu ini!" Satu kaki Pablo kemudian menginjak tangan Mikel.


"Aarrgghhhh!!" Teriakan Mikel mewakili rasa sakit pada tangannya yang ditekan dalam oleh Pablo.


Dor!


Peluru dari arah lain menghantam kaki Pablo yang berada di atas tangan Mikel, sehingga kini teriakan melengking berasal dari mulut Pablo.


Seseorang yang baru saja menghantamkan peluru pada kaki Pablo segera mendekati Mikel yang tersungkur di tanah. Lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Mikel beranjak berdiri.


"Bangunlah, bukan saatnya kau tertidur seperti ini!" ujarnya sembari membantu Mikel yang sudah menjadikan tangannya sebagai tumpuan pria itu. "Ck, kau masih saja lemah seperti beberapa tahun yang lalu!" katanya mencibir.


Alih-alih tersinggung, Mikel justru terkekeh. "Aku sudah ketahuan."


"Hanya orang bodoh saja yang tidak bisa menyadari bahwa itu adalah kau!"


Mikel tersenyum mendengarnya. Ternyata selama ini ia tidak pandai menyembunyikan penyamarannya, meski wajahnya sudah berubah sekalipun. Kakak beradik itu dapat mengenali dirinya, tanpa ia harus memberitahu identitas yang sebenarnya.


To be continue


Babang Mikel



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...