
"Kau terlalu lama menikmati kemewahan yang bukan milikmu."
"Jika kau tidak bisa mengembalikannya, maka nikmatilah bersama kehancuranmu."
Arthur melangkah semakin menjauhi Mansion, satu tangannya di masukan ke dalam saku celana, sementara tangannya yang lain merogoh saku jas untuk meraih pemantik. Membuka penutup pemantik tersebut dan memutar tuasnya hingga mengeluarkan api. Sebelum kemudian melemparkannya ke sembarang arah.
Wuushh
Api tersebut menyambar sebagian rumput-rumput hijau yang memenuhi pekarangan kediaman Jorge. Menyambar pohon-pohon lainnya dan api itu lebih mudah menyambar karena sebelumnya beberapa anak buah Arthur yang menyamar telah menyebarkan bensin ke beberapa bagian. Pekarangan yang begitu luas kini dilahap oleh api, pekarangan yang semula indah di pandang dengan pohon-pohon rindang yang berjajar berwarna hijau, kini berubah kemerahan saat api mulai menyambar satu persatu.
Ya, Arthur adalah pria yang tidak memiliki kesabaran lebih kepada seseorang yang tamak. Mulai saat ini siapapun musuh dari wanitanya, maka akan menjadi musuhnya juga dan jika ada yang menyakiti wanita itu, maka ia akan membalas berkali-kali lipat, bahkan hingga kematian pun datang menjemput dengan sendirinya.
Jorge berlari menuju balkon ketika menyadari kepulan asap di udara. "Apa yang terjadi?" Jorge panik melihat kediamannya di lahap oleh api. "Kenapa bisa terbakar?!" Wajahnya semakin panik ketika api itu kian menjalar, hingga menumbangkan beberapa pohon yang terkoyak habis oleh api. Bahkan beberapa penghuni disana tidak kalah terkejut seperti Jorge.
"Hei, kalian! Cepat bantu padamkan apinya!" teriaknya. Memerintahkan seluruh penjaga dan pada pekerjanya untuk segera memadamkan api. "Cepat padamkan sebelum membakar Mansionku!"
Seluruh penjaga serta para pekerja di kediaman Bonham berhamburan keluar untuk memadamkan api. Namun naas, api itu terlalu besar hingga sulit sekali dipadamkan. Semakin menjalar dan membumihanguskan pekarangan yang luas itu secara perlahan.
Jorge menatap nanar pekarangan luas yang di lahap api. Pria tua itu tidak ingin kehilangan seluruh harta adiknya yang telah ia rampas dengan susah payah. Jorge bertanya-tanya kenapa pekarangannya bisa terbakar. Rasa curiganya mengarah pada Arthur, sebab hanya pria itu yang mampu melakukan hal gila seperti ini.
"KEPARAT! ARTHUR, PASTI INI PERBUATANMU!" teriaknya murka. Giginya bergemelatuk mengeram amarah. Ia tidak pernah menduga jika Arthur benar-benar membuktikan perkataannya. "AKU AKAN MEMBALASMU DAN KELUARGA ROMANOV!" Ia bersumpah akan membalas dendam kepada Arthur beserta seluruh Keluarga Romanov.
"AARRGHH!!!!" Menyaksikan kediaman mewahnya sudah dilahap oleh api hingga nyaris menjalar ke Mansion, Jorge mengerang frustasi.
"Mom, ada apa ini? Arrghh... Mom apa yang terjadi?!" Caroline dan Margareth berhamburan ke balkon, keduanya terkejut mendapati api yang nyaris memenuhi pekarangan kediaman mereka.
"Jorge, apa yang terjadi?!" Margareth tidak bisa membendung air mata yang meluruh, ia tentu tidak ingin kehilangan seluruh harta kekayaan suaminya jika api itu berhasil melahap Mansion yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka.
Caroline mengusap kasar wajahnya, air matanya pun meluruh seperti Margareth. Tidak bisa membayangkan nasibnya jika api itu melahap kediamannya.
Jiwa Jorge terlalu terguncang, sehingga tidak menyahuti perkataan istri serta putrinya. Di dalam hati terus mengutuk Arthur beserta keturunan pria itu.
***
Arthur meninggalkan kediaman Jorge dengan api yang sudah membesar. Bahkan mobil yang melaju dengan kecepatan penuh itu berlomba dengan kecepatan api yang menyambar pohon-pohon disekitar jalan menuju Mansion Jorge. Di sepanjang jalan, Arthur tersenyum puas, bahkan anak buah yang menyupirinya turut menyunggingkan senyum kepuasan. Melirik ke arah spion, dimana api besar itu terpampang nyata di belakang mobil yang tengah di kendarainya dengan kecepatan penuh.
Kini Jorge harus kehilangan segalanya, mulai dari perusahaan beserta harta benda lainnya. Itulah harga yang harus dibayarkan jika berani berurusan dengan Arthur dan menyakiti psikis wanita yang di cintainya. Belum seberapa, karena nyawa harus dibayar dengan nyawa!
Karena tugas menghancurkan Jorge yang juga sudah pasti merupakan kehancuran bagi Margareth beserta Caroline. Kini Arthur akan kembali menemui wanitanya yang sudah pasti tengah menunggu dirinya. Wanita yang sudah resmi menjadi istrinya enam hari yang lalu.
Namun Arthur melipir sejenak ke penthouse, mengambil beberapa barang yang diperlukan. Sebab ia akan berlama berada di Ibiza Spanyol, tentunya untuk menemani wanita itu hingga pulih sepenuhnya.
Berkendara seorang diri selama empat puluh menit menuju Kota Westchester, landasan pribadi wilayah Black Lion, sebuah jet pribadi miliknya sudah siap lepas landas. Arthur segera keluar dari mobil dan disambut oleh anak buah yang akan menemaninya selama di perjalanan.
Duduk manis di dalam jet pribadi, Arthur menghubungi Darren terlebih dahulu. "Der, aku akan kembali ke Spanyol."
"Hem, aku mencemaskannya Der," sahutnya lirih.
"Baiklah, bersenang-senanglah disana. Aku akan mengurus perusahaan."
"Hem, katakan pada Daddy agar tidak perlu menggangguku. Ada Mommy dan Elie yang bisa kapanpun di ganggu olehnya!" keluhannya memijat pangkal hidung.
Darren mengulum senyum di seberang sana meskipun Arthur tidak dapat melihatnya. Ia mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh Arthur. Sebelum kemudian keduanya saling memutuskan sambungan telepon. Arthur kembali menyimpan ponsel di dalam saku jas, menyandarkan kepala pada kursi yang di duduknya disertai mata yang terpejam.
Ingatan Arthur berputar pada kejadian satu bulan yang lalu. Dirinya datang ke Paris untuk menemui Helena. Namun dugaannya melesat karena wanita itu menolak kehadirannya. Tetapi pada akhirnya ia bisa menjinakkan wanita itu kembali dengan segala macam hambatan. Dan sejak pernikahan dadakan itu di langsungkan, kerap kali Daddy Xavier menghubungi dirinya, hanya sekedar menanyakan keadaan menantunya itu. Bahkan Mommy Elleana memaksa ingin menyusul mereka, tetapi dilarang keras olehnya. Sebab Helena belum dapat ditemui oleh siapapun. Dirinya saja harus berusaha keras ketika mengunjungi wanita itu untuk pertama kali di rumah sakit. Wanita itu menolak kehadirannya dan bahkan berteriak histeris ketakutan. Dokter yang menangani Helena mengatakan jika cairan asing di tubuh Helena membuat Helena berhalusinasi tinggi. Menganggap semua pria yang mendekatinya akan membunuh dirinya serta Mommy Anna.
Arthur merasakan bahunya sedikit terguncang ketika anak buah membangunkan dirinya.
"Bos Ar, sebentar lagi kita akan sampai," katanya dan Arthur hanya mengangguk, ia menyeka kedua sudut matanya. Sudah beberapa hari ini ia tidak bisa tidur dengan pulas dan baru saja ia tertidur dua jam, tetapi anak buahnya itu sudah membangunkan dirinya.
Begitu jet pribadinya mendarat sempurna, buru-buru Arthur segera keluar menuju mobil yang sudah terparkir disana. Ia memasukan koper ke dalam bagasi mobil, lalu masuk ke dalam mobil. Mengemudikan mobil seorang diri, tanpa pengawalan apapun.
Isla de sa ferradura, sebuah pulau pribadi milik Arthur. Di pulau tersebut, ia membiarkan Helena menenangkan diri. Pemandangan laut biru yang tenang dan indah itu bisa memanjakan mata Helena serta menjernihkan pikiran wanita itu dari hal-hal yang buruk.
Arthur tiba di villa mewah yang berada di pulau tersebut. Ia segera masuk ke dalam dan melucuti pakaiannya, menggantinya dengan pakaian yang lebih casual. Lalu menghampiri wanita yang memandangi langit orange kemerahan, dimana semburat senja menyapu wajah cantik istrinya itu.
Wanita pemilik mata perak kebiruan itu menoleh ketika mendengar suara langkah kaki seseorang. Ya, Helena Bonham sudah menyandang status baru menjadi istri dari Arthur Kennard Romanov. Wanita itu tersenyum tulus menyambut suaminya dengan suka cita dan disambut oleh Arthur dengan hangat.
"Jangan terlalu lama berada diluar dengan pakaian seperti ini." Arthur meneliti penampilan Helena yang hanya mengenakan dress tipis bertali spaghetti. Mengusap helaian rambut yang membingkai wajah cantik wanita itu. Helena hanya mengangguk patuh dengan rona merah di sekitar wajahnya.
Arthur lantas menggendong istrinya ala bridal style, menyapa langit senja, sebelum kemudian masuk ke dalam villa.
To be continue
Helena
Nanti ada flashback nya ya, babang Arthur nyusul ke Paris 🤗 Btw ada cuplikan video bab ini di Instagram Yoona, yang belum follow bisa follow dulu 🤗
...Pokoknya jangan pernah bosan ya dan tetap dukung Yoona 🤗...
...like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...