
Hari yang dinanti pun akhirnya tiba. Pesta pernikahan yang dilangsungkan oleh Keluarga Romanov serta Keluarga Jhonson begitu megah dan mewah. Kapal pesiar yang berada di hadapan para tamu undangan membuktikan seberapa kaya kedua keluarga tersebut. Kapal yang memiliki 18 lantai, 23 dek dan memiliki 24 lift. Sangking besarnya, kapal pesiar tersebut dapat menampung 5.000 para tamu undangan dan 2.200 awak kapal.
Para tamu undangan yang hadir dibuat tercengang sekaligus berdecak kagum dengan salah satu kapal terbesar di dunia yang sudah di sulap sedemikian indah. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan memanfaatkan liburan gratis di atas kapal pesiar selama empat hari.
"Aku benar-benar seperti mimpi bisa menaiki kapal pesiar seperti ini."
"Benar. Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan liburan di atas kapal pesiar."
"Oh ya Tuhan. Aku tau jika Keluarga Romanov kaya raya, tapi aku tidak pernah menduga jika mereka benar-benar sangat kaya."
Seperti itulah percakapan para tamu undangan yang sudah memasuki kapal pesiar, dimana acara pernikahan akan dilangsungkan satu jam kemudian dan mereka masih dibiarkan bebas berada di sekitar kabin yang tersebar di semua tempat mulai dari bagian bawah hingga bagian atas dengan fasilitas yang lengkap.
Jika semua para tamu undangan dibuat heboh sekaligus takjub, berbeda dengan kedua wanita cantik yang sudah berada di ruangan khusus. Helena dan Elie sudah dihias sedemikian cantik bak putri kerajaan, tetapi kecantikan mereka nampaknya tidak mengurangi rasa gugup yang melanda keduanya. Dan di ruangan yang lainnya, Arthur serta Mike tidak kalah gugup, tetapi mereka dapat mengatasinya, sebab rasa gugup mengalahkan rasa bahagia yang kedua pria itu rasakan. Mommy Aprille dan Daddy Matthew turut menemani, mereka bertukar cerita dengan Arthur serta Mike.
"Sayang, sebentar lagi acaranya akan dimulai." Mommy Elleana datang memasuki ruangan wanita. Tatapannya penuh kekaguman kepada kedua putrinya. "Astaga, Mommy memiliki dua princess yang sangat cantik."
Perkataan Mommy Elleana membuat Helena serta Elie tersipu malu. "Jika aku dan Helen adalah princess, maka Mommy adalah ratunya," seloroh Elie menanggapi dengan kekehan.
"Tentu saja." Mommy Elleana menyahut bangga. "Aku memiliki raja yang sangat tampan dan dua pangeran yang tidak kalah tampan," serunya. "Oh ya Tuhan, aku tidak sabar menunggu pewaris selanjutnya," lanjutnya penuh permohonan.
Baik Helena dan Elie mengembangkan senyumnya, namun keduanya mengamini perkataan Mommy Elleana.
"Helen sayang, ada apa? Kenapa diam saja, hm?" Mommy Elleana dapat menangkap jelas raut wajah menantunya yang tidak seperti biasanya.
"Aku sangat gugup, Mom. Kalian mengundang banyak tamu undangan." Benar. Helena tidak pernah segugup ini sebelumnya, bahkan ketika tengah menggelar peragaan busana dan berjalan di atas catwalk, ia tidak pernah gugup dan selalu percaya diri.
Mommy Elleana mengulas senyum. "Mommy dan Daddy kalian memang ingin mengenalkanmu dan Mike sebagai bagian dari Keluarga Romanov, agar kedepannya tidak akan ada lagi yang merendahkan dan menghinamu juga Mike." Sebelumnya ia dan suaminya mengetahui ketika Helena dihina seseorang saat di restauran. Tentu ia tidak terima dan memutuskan mengundang banyak tamu undangan atas persetujuan Matthew dan Aprille.
Sungguh Helena begitu terharu, kedua matanya mengembun. Ia sangat bahagia menjadi Keluarga Romanov yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Memiliki keluarga yang utuh memang impiannya dan Tuhan memberikan lebih.
"Terima kasih banyak Mom." Helena beranjak berdiri dan memeluk Mommy Elleana. Pun Mommy Elleana yang membalas pelukan menantunya disertai usapan lembut di punggung Helena.
Elie turut terharu, ia pun beranjak dan bergabung memeluk Mommy Elleana serta Helena. "Aku menyayangi kalian." Air matanya tidak dapat dibendung lagi. Mengalir tanpa permisi dan membiarkannya membasahi pipinya.
"Ada apa ini?" Daddy Xavier memasuki ruangan dan tertegun mendapati mereka saling berpelukan. Lalu mendekati istrinya. "Sweety, apa yang terjadi? Kenapa menangis?"
Mereka saling mengurai pelukan, lalu melemparkan senyum. "Kami hanya terlalu bahagia Hubby, tidak ada yang terjadi." Mommy Elleana menenangkan suaminya, merangkul pinggang kekar sang suami..
Daddy Xavier mengangguk. Ia menyamarkan senyuman, menatap Elie dan Helena bergantian. "Setelah ini kalian harus bahagia. Terutama kau Helen, jangan sungkan mengatakan apapun yang terjadi padamu." Meski nada suaranya terkesan dingin, tetapi perkataan Daddy Xavier penuh perhatian, sehingga membuat hati Helena menghangat.
Wanita itu tidak pernah merasakan kasih sayang ayahnya sejak lahir. Ayah yang selama puluhan tahun hidup bersamanya ternyata bukan ayah kandungnya. Ah, disaat seperti ini ia merindukan Mommy Anna. Sepulangnya mereka berbulan madu, ia akan mengunjungi makam Mommy.
Gemerlap cahaya lampu memenuhi kabin kapal pesiar yang begitu luas. Nuansa berwarna biru dan putih menyebar hingga ke ujung kabin dan cahayanya memantul di sekitar permukaan air laut. Tepat pukul tiga sore, acara yang di tunggu-tunggu akhirnya di mulai. 6.500 tamu undangan sudah duduk di tempatnya masing-masing dan tampak seperti lautan manusia yang tengah merayakan hari bahagia putri dari Tuan Xavier Alexander Romanov dengan Nyonya Elleana Callista Romanov.
Para tamu undanganmu tiada henti memuji kecantikan kedua mempelai wanita. Helena dan Elie memiliki paras yang cantik, banyak kaum adam yang harus menelan kekecewaan karena tidak dapat mempersunting kedua wanita itu dan tentunya tidak akan mampu bersaing dengan Arthur serta Mike.
Dan kaum hawa pun tidak kalah kecewa. Mereka yang menginginkan menjadi wanita Arthur Kennard Romanov maupun Mikel Jhonson mau tidak mau harus merelakan kedua pria itu dimiliki oleh wanita lain. Lagi pula mereka tidak akan mampu bersaing dengan Helena serta Elie. Meskipun mampu, tetapi mereka masih sayang dengan nyawa. Desas-desus yang terjadi beberapa hari lalu sudah sampai di telinga mereka. Cara menjatuhkan saham dan di jebloskan ke dalam penjara sudah diterima oleh kedua wanita yang sudah mengusik wanita milik kedua pria itu. Oleh sebab itu mereka tidak ingin masuk ke lubang yang sama seperti kedua wanita bodoh itu.
Dua MC yang sedari tadi memberikan sambutan memanggil keempat pasangan pengantin secara bergantian. Riuh tepuk tangan menggema di dalam sana, alunan musik Kings And Queens milik Ava Max menjadi backsound menyambut keempat keempat pasangan pengantin. Tidak lupa beberapa stasiun televisi sudah mengambil gambar untuk siaran secara live.
Daddy Xavier melangkah ke atas panggung, menyambut Elie dan mengecup kening putrinya. "Semoga selalu bahagia," lirihnya. Sudut matanya sudah basah, sebelum sempat menyekanya, ibu jari Elie sudah lebih dulu menyeka air mata Daddy-nya.
"Jangan menangis Dad. Kau terlihat lebih tua jika menangis seperti ini." Niat hati menghibur, Elie justru sudah melelehkan air matanya. Sungguh, ia merasa sedih dan bahagia bersamaan. Terlebih untuk pertama kalinya ia melihat Daddy-nya yang dingin itu menitikkan air mata. "Kau adalah Daddy terbaik di dunia. Terima kasih banyak untuk semuanya, Dad." Elie kemudian menghambur ke dalam pelukan Daddy Xavier.
Tangan besar Xavier mengusap kepala Elie lalu bergantian mengusap punggung putrinya itu. Kini ia sudah benar-benar bisa melepaskan putrinya. Putri yang saat kecil selalu duduk di atas pangkuannya dan bermanja padanya, kini sudah tumbuh menjadi wanita yang cantik dan dewasa. Momen yang sangat mengharukan, semua yang menyaksikan turut larut dan menitikkan air mata.
Mengurai pelukan, Daddy Xavier menatap Mike. Pria yang tidak kalah tampan dan gagah darinya. "Aku titipkan putriku padamu. Jaga dia dengan baik dan lindungi dia dengan nyawamu. Selama ini kami menjaganya seperti sebuah berlian yang takut jika akan retak. Maka dari itu jangan pernah kau menyakitinya. Tapi jika suatu saat nanti kau sampai menyakitinya, aku orang pertama yang harus kau hadapi."
Mike mengangguk mengerti. Ia akan selalu berusaha melindungi Elie, wanita yang begitu ia cintai. "Aku sangat mencintai Elie. Menyakitinya sama saja seperti aku menyakiti diriku sendiri. Kau boleh menusukku dengan pisau jika aku tanpa sengaja melukainya, tapi jangan pernah kau memisahkanku darinya."
Keduanya menatap serius dan saling mengangguk paham, hingga berakhir saling memeluk satu sama lain.
To be continue
Ini loh ya kapal pesiarnya. Yang hadir harus bawa undangan hihi ðŸ¤ðŸ¤ Yang nggak bawa undangannya siap-siap di tendang 😂
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...