
Semua mata menatap sosok Veronica yang kini dalam keadaan canggung. Tentunya mereka tidak pernah membayangkan jika wanita yang berhasil menarik perhatian Darren tidak lain dan tidak bukan adalah Veronica. Mereka kenal baik siapa Veronica, seorang model di Romanov Ent yang merupakan teman baik dari Elie.
"Ah, syukurlah jika kekasih Der adalah Vero." Mommy Elleana menghembuskan napas penuh kelegaan. Sejak tadi ia sudah dibuat penasaran oleh calon tunangan keponakannya.
"Benar, aku sudah sempat khawatir sebelumnya," timpal Mommy Olivia yang juga nampak lega.
"Der memang tidak sembarangan memilih wanita," sambung Mommy Jennie.
"Vero sangat cantik, mana mungkin Der bisa menolak pesonanya," seru Mommy Emely.
"Benar. Jika saja Vero masih sendiri, aku akan menjadikannya sebagai calon menantuku," ucap Mommy Ashley tertawa.
"No Ash, Vero sudah menjadi menantuku," sahut Mommy Millie tidak terima. "Lebih baik kau mencari calon menantu yang lain." Karena ia percaya pada pilihan putranya. Dan ia tidak akan memberikan kesempatan untuk menjadikan Veronica sebagai menantu orang lain.
Mommy Ashley cekikikan. Ia tidak benar-benar serius ingin menjadikan Veronica sebagai menantunya. "Sayang sekali Lim belum memiliki kekasih," keluhnya resah. Padahal putranya sangat tampan, tetapi entah kenapa tidak pernah membawa satu wanita pun ke hadapannya.
"Ash, kekasih Lim ada dimana-mana. Kau hanya perlu memilih salah satu wanita yang cocok dengan Lim." Mommy Emely mengingatkan. Di antara Gavin dan Elden serta Dean, Liam yang selalu berganti wanita, bahkan mungkin bulan ini sudah ada lusinan wanita yang dikencani keponakannya itu.
"Ah kau benar, Eme. Aku hampir saja lupa jika putraku itu playboy." Mommy Ashley menggeleng-gelengkan kepala disertai hembusan napas lelah. Berulang kali ia sudah memperingatkan putranya itu, akan tetapi tidak pernah di dengar. "Entah kenapa Daniel mewariskan sifat playboynya pada Lim," gerutunya kesal. Jika ingat bagaimana kelakuan sang suami di masa lalu membuatnya geram.
Gerutu kekesalan Mommy Ashley mengundang gelak tawa para Mommy yang lain. Tidak sengaja berkontak mata dengan Daniel yang berada di tempat duduk lain bersama para Daddy di seberang sana. Ia memberikan tatapan tajam kepada suaminya itu.
Daddy Daniel yang tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya hanya mengernyit bingung. "Bukankah aku sudah memberinya jatah tadi malam? Kenapa galak sekali?" batinnya.
Suasana hangat yang membahagiakan. Ah, Veronica benar-benar merasa beruntung bisa berada di tengah-tengah mereka. Kaya raya dan status yang tinggi tidak membuat mereka menyombongkan diri dan bisa menghormati seseorang yang strata sosialnya dibawah mereka.
"Vero, kau harus mencoba cake ini." Mommy Millie memberikan piring kecil yang diatasnya terdapat sepotong caramel cake kepada Veronica. "Aku membuatnya sendiri," lanjutnya bangga.
"Wah, sudah pasti rasanya sangat enak." Dengan suka cita Veronica mencicipi cake buatan calon mertua. Dari reaksinya sudah mewakili jawaban wanita itu. "Cake buatan Bibi selalu enak. Aku menyukainya." Ia berkata dengan jujur. Penikmat makanan sepertinya selalu bisa menilai cake yang lezat atau biasa saja.
"Benarkah?" Dipuji oleh calon menantunya, Mommy Millie berseru senang. "Padahal aku sempat khawatir dengan rasanya, karena ini pertama kalinya aku membuat resep caramel cake," cicitnya menjelaskan. Awalnya memang ia hanya ingin mencoba resep yang baru dan ternyata semua menyukainya tentu ia merasa puas.
"Baru pertama kali membuat resep ini saja sudah sangat enak. Rasanya aku ingin belajar memasak dengan Bibi."
Mommy Millie tersenyum. "Jangan panggil Bibi lagi, panggil Mom saja." Meski sungkan, Veronica mengiyakan saja. "Lain kali Mom akan mengajarimu memasak. Katakan saja apa yang ingin kau masak, Mom akan membantumu."
"Terima kasih banyak Mom." Tidak bisa berkata-kata, perlakuan ibu dari kekasihnya itu benar-benar menyentuh hati. Ia seperti memiliki seorang ibu kembali.
"Sama-sama sayang," sahutnya. "Ini tambah lagi." Lalu meletakkan potongan cake kedua di atas piring Veronica. Lalu pandangan Mommy Millie beralih pada wanita yang duduk bersebrangan meja dengannya. "Kei, kau juga harus menghabiskan cake buatan Bibi."
Wanita yang sejak tadi berada di sana. Yang sejak tadi diam menyaksikan cara Mommy Millie memperlakukan Veronica dengan penuh kasih sayang hanya mengangguk dan menjawab, "Terima kasih Bibi. Cake buatan Bibi benar-benar enak." Dengan menyematkan senyum tipis yang ia tampilkan dengan paksa.
"Kalau begitu kau bisa menghabiskan semuanya." Mommy Millie tersenyum lembut. Sebenarnya ia tidak tega dengan Keiko, ia tidak bisa menutup mata melihat kesakitan yang dirasakan wanita Asia itu. Tetapi apa daya, ia tidak bisa memperlakukan Veronica dengan tidak baik, sebab sebelum mengenal Keiko, ia sudah lebih dulu menyukai Veronica.
Keiko mengangguk. Pandangannya bertemu dengan Veronica. Meski canggung dan merasakan sesak di hati. Tentunya ia harus terlihat baik-baik saja. Saat melihat sosok wanita yang akan menjadi calon istri Darren, ia tidak terkejut sebab sebelumnya ia sudah mengenali Veronica.
Berbeda dengan Veronica yang baru mengetahui jika wanita yang ditolongnya saat di toilet The Ivy Restauran adalah Keiko, wanita Asia itu. Pantas ia merasa tidak asing, ia pernah melihat foto Keiko di ponsel milik Elie. Veronica tersenyum pada Keiko, tidak ada alasan untuk dirinya membenci wanita itu. Semua yang disini pun memperlakukan Keiko dengan baik, tidak menyinggung masalah gagalnya perjodohan Keiko dengan Darren. Sehingga ia tidak terlalu memusingkan keberadaan wanita itu.
***
Suasana kembali heboh setelah kedatangan Elie, Mike, Arthur serata Helena. Keduanya baru saja kembali dari Paris. Selain karena Helena mengidam ingin berlibur bersama Elie, wanita itu juga ingin melihat perkembangan Valentine Carl yang sudah lama tidak ia kunjungi.
"Ar, perutku penuh. Aku tidak bisa menghabiskan semuanya." Helena membiarkan cake tersisa, ia tidak sanggup menghabiskannya. Kehamilan yang mulai memasuki Minggu ke-empat membuat perutnya sudah terlihat jelas dan semakin bertambah cantik serta sexy.
"Jangan dipaksakan. Kau bisa makan lagi nanti," sahut Arthur memberikan air minum pada istrinya.
Helena mengangguk. Ia membiarkan Arthur membersihkan sisa cream di sudut bibirnya. "Terima kasih Honey," ucapnya tersenyum. "Kau juga harus makan cake. Sejak tadi aku tidak melihatmu memakan cake." Yang ia lihat, cake di atas piring Arthur masih utuh karena suaminya itu hanya sibuk mengurusi dirinya. Dengan sigap ia menyuapi Arthur dark chocolate cake pada Arthur. Suaminya itu memang tidak menyukai makanan yang terlalu manis.
Pasangan lainnya, Elie dan Mike juga tidak kalah romantis. Elie sudah menghabiskan beberapa potong cake buatan Mommy Millie, tidak lupa ia juga baru saja menghabiskan Mille Feuille, cake klasik yang berasal dari Perancis dengan beberapa lapis cake yang memiliki aroma serta rasa mentega yang kuat.
"Sweetheart, apa kau juga ingin menghabiskan cake yang lain?" Sungguh Mike dibuat meringis melihat sang istri yang saat ini masih ingin menghabiskan beberapa potong cake yang lain.
"Semuanya lezat, Mike. Aku benar-benar tidak tahan untuk memakannya." Elie terus mengunyah cake yang langsung lumer di dalam mulutnya.
Mike hanya tersenyum. Akhir-akhir ini napsu makan Elie sangat baik. Ia pun tidak mencegah Elie memakan makanan jenis apapun selama bukan makanan yang dijual bebas di tepi jalan.
"Jangan dipaksakan jika sudah tidak sanggup lagi." Ia mengusap lembut puncak kepala Elie yang terlihat menggemaskan. Jika saja mereka berada di Mansion sendiri, sudah pasti ia akan membopong istrinya itu ke atas ranjang.
Karena fokus menguyah, Elie mengangguk saja. Hingga suara Mommy Elleana dan Mommy Millie yang menawarkan ice cream mengalihkan perhatiannya.
"Mom, aku juga ingin ice cream."
Mommy Elleana tersenyum, lalu meletakkan mangkuk kristal berukuran sedang di atas meja. "Kau sudah makan banyak sayang, apa perutmu tidak sakit?"
"Tidak Mom, aku masih lapar."
"Astaga, kau ini." Mommy Elleana menggeleng, lalu memberikan mangkuk kecil berisi ice cream pada sang putri.
"Terima kasih, Mom." Dengan lahap, Elie mulai menikmati ice cream bervariasi rasa buah-buahan. Menyegarkan menurutnya. "Mike sayang, suapi aku lagi." Tentu ia ingin jika Mike kembali menyuapi dirinya. Mike melakukannya dengan senang hati, apapun akan dilakukan untuk istri tercinta.
Melihat kebahagiaan putra serta putrinya, Mommy Elleana mengembangkan senyum senang. Tidak akan lama lagi ia akan menimang cucu dan ia berharap jika Elie akan segera hamil. Dan Austin, pandangan Mommy Elleana terjatuh pada sosok putra bungsunya itu. Entah kenapa akhir-akhir ini Austin terlihat bermuram durja. Apa putranya itu baru saja patah hati? Tapi pada siapa?
Veronica berpamitan ingin ke kamar mandi. Ia melangkah masuk ke dalam Mansion yang luas itu menuju toilet. Sepertinya ia harus menghafal setiap sudut-sudut ruangan agar nantinya tidak tersesat jika kembali berkunjung. Kelegaan baru saja dirasakan ketika baru selesai buang air kecil. Ia segera keluar setelah memastikan penampilannya masih sempurna.
"Kenapa kau disini?" Ia bingung mendapati Darren sudah menunggu dirinya.
"Apa kau nyaman?" Alih-alih menjawab, Darren justru melayangkan pertanyaan. Ternyata pria itu mencemaskan kekasih hati.
"Kenapa kau bertanya seperti itu. Aku nyaman dan baik-baik saja, Mommy Millie menyukaiku seperti biasanya." Veronica terkekeh, menampilkan gigi putihnya.
Kedua alis Darren menyatu. Ada yang berbeda dengan panggilan Veronica pada Mommy-nya. Tetapi kemudian ia bernapas lega, baguslah jika hubungan keduanya jauh lebih dekat.
Karena Darren diam saja, Veronica melangkah mendekat, berjinjit lalu mengecup singkat bibir Darren. Seperti sudah biasa mendapatkan serangan secara tiba-tiba, Darren menarik dan menahan tengkuk Veronica. Dalam sekejap saja kecupan singkat berubah menjadi sebuah lumataan dalam penuh cinta. Karena mengetahui letak CCTV setiap sudut Mansion, Darren mendorong dan memerangkap Veronica di dinding. Tentu Daddy Jack tidak akan bisa melihat aksi mereka yang tengah berciuman di Mansion.
Mereka memang terhindar dari CCTV, tetapi terdapat sepasang mata sedang menyaksikan keduanya tengah berciuman. Sehingga membuat wanita itu memejamkan mata untuk menetralisir rasa sakit di hatinya.
Sepertinya untuk menyewa apartemen di tempat yang lain adalah keputusan yang tepat. Sebab ia tidak ingin terus-menerus terperangkap pada cintanya yang tak berbalas. Ya, Keiko memutuskan benar-benar menyerah.
To be continue
Bumil Helena
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram @rantyyoona...
...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...