The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Bonus Chapter (Drinking Party)



Kini Licia serta Austin sudah berganti pakaian. Masih dengan gaun pengantin berwarna putih, tetapi kali ini gaun yang dikenakan Licia tanpa ekor yang membuat gadis itu kesulitan berjalan. Sedangkan Austin mengenakan tuxedo putih, berbeda dengan tuxedo sebelumnya yang berwarna hitam.


Semua tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia. Sebagian memilih untuk berdansa dan sebagian lainnya saling bercengkrama. Dan ketika musik dansa sudah diakhiri oleh peserta dansa sebelumnya, Albern putra dari Roy melangkah maju menuju piano hitam yang berada di sudut ruangan.


Ting


Ting


Mendengar not piano yang dimainkan, semua orang yang sebelumnya fokus pada aktivitas masing-masing, mengalihkan perhatian mereka dan memusatkan pandangan pada sosok pria gagah dan tampan yang sedang mencoba memainkan beberapa not disana. Sebelum kemudian terdengar alunan not bernada, nada yang tidak lain adalah lagu dari penyanyi terkenal Stephen Sanchez yang berjudul Until I Found You.


Semula nampak biasa saja, namun saat seseorang hadir dan mulai bernyanyi membuat semua orang nampak tercengang. Sungguh suara yang begitu merdu, wajah tampan dengan postur menjulang tinggi itu menghipnotis semua para yang undangan.


I would never fall in love again, until I found her


I said, I would never fall, unless it's you I fall into


I was lost within the darkness, but then I found her


I found you


Ya, Austin. Pria itu sedang menyatakan perasaannya melalui lagu Until I Found You, tangan kirinya memegang satu tangkai bunga merah. Dan mereka sudah dapat menebak jika bunga tersebut untuk Licia, istri pria itu.


Bisa dibayangkan bagaimana wajah Licia, sangat merah bagaikan kepiting rebus. Licia bahkan menutupi wajahnya dengan satu tangannya. Jantungnya berdegup dua kali lipat lebih cepat, Austin benar-benar membuatnya malu, akan tetapi bahagia sekaligus. Romantis sekali, pikirnya.


Apa yang dilakukan oleh Austin membuat Jacob hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala dengan tindakan pria itu yang tidak diduga. Tetapi ia mengakui sikap pria yang sudah menjadi adik iparnya itu. Noble intention atau sikap mulia. Sikap yang memuliakan sang adik tercinta, tentu ia pun terenyuh menyaksikan.


Dan reaksi serupa diberikan oleh beberapa teman-teman Austin yang hadir. Mereka seperti sedang reuni karena terdapat Darren serta Devano di tengah-tengah sekumpulan pria-pria tampan. Mereka adalah alumni dari Universitas Oxford, meskipun Devano bukanlah bagian dari Universitas tersebut, akan tetapi pria itu sudah mengenal mereka cukup lama.


Gavin, pria yang memiliki perasaan terhadap Licia, terlihat mengembangkan senyum lebar lantaran melihat kedua orang terkasihnya bahagia.


"Jaga Licia dengan baik As. Aku bahagia untuk kalian," gumamnya sendu memperhatikan kedua pengantin yang saling menatap penuh cinta.


"Kau hebat, kawan. Aku sangat bangga memiliki saudara sepertimu." Liam tiba-tiba saja datang menghampiri, merangkul dan bahkan berkata demikian. Ia adalah salah satu yang mengetahui perasaan Gavin untuk Licia. Merelakan seseorang yang dicintai itu sangatlah sulit, akan tetapi Gavin berhasil. Pria itu mampu merelakan gadis itu berbahagia dengan pilihannya.


Mendengar perkataan Liam, Gavin hanya menyimpulkan senyumnya. Hingga kemudian Elden datang menengahi keduanya, berdiri di antara mereka.


"Come on, jangan bersedih di hari bahagia seperti ini. As adalah segalanya bagi kita, kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita juga. Jadi jangan membuatnya merasa bersalah." Sebenarnya Elden tidak ingin berkata demikian, tetapi ia harus mengingatkan Gavin untuk tetap tersenyum.


Gavin mengangguk samar. Apa yang dikatakan oleh Elden benar dan ia harus memasang wajah baik-baik saja agar Austin tidak merasa bersalah padanya.


"Malam ini berpesta. Aku ingin minum!" seru Gavin kemudian. Kini wajahnya lebih enak dipandang karena terdapat sebuah senyuman disudut bibirnya.


"Oke!" Elden menyahut senang. "Yang lebih dulu mabuk, tandanya dia kalah dan harus memberikan rolls royce untuk yang menang. Bagaimana?" lanjutnya memberikan tantangan.


"Heh, kau ingin aku dikebiri oleh Daddy?!" Liam merasa keberatan. Ia tidak ingin Daddy Daniel murka karena lagi-lagi ia akan menghabiskan uang.


"Haha katakan pada Paman Daniel jika uangnya tidak akan habis hanya memberikan satu mobil rolls royce." Elden tertawa. Ia tahu seberapa banyak kekayaan Paman Daniel.


"Baiklah, terserah kau saja." Liam pasrah. Karena ia pun tak berniat untuk kalah. Gavin dan Elden mengangguk setuju, mereka pun tidak ingin kalah.


Dan mereka benar-benar melakukan pesta minum. Terdapat Arthur dan Helena, Mike dan Ellie, Darren dan Veronica, serta Nathan dan Meisha. Dragon boys bergabung dalam taruhan yang dilayangkan oleh Elden. Mereka begitu semangat. Bahkan Jacob akan memberikan satu mobil sport miliknya jika diantara mereka ada yang bertahan dan mampu mengalahkan dirinya. Semuanya pun mengetahui jika toleransi Jacob terhadap alkohol sangat tinggi. Putra dari Daddy Zayn itu tidak mudah mabuk dan apakah itu diwariskan oleh Daddy Zayn? Entahlah.


"Jangan minum terlalu banyak, hm." Arthur sudah menegur Helena lebih dulu. Ia tidak ingin sang istri mengikuti taruhan tersebut.


Helena mengangguk saja. Lagi pula ia tidak bisa minum banyak karena ia mudah mabuk. "Aku hanya akan minum sedikit saja," ucapnya patuh.


Elie mengangguk. "Hanya dua gelas. Ah tidak, tiga gelas atau empat gelas." Masih saja wanita itu bernegosiasi. Dan Mike hanya bisa terkekeh gemas.


Pasangan yang belum genap dua tahun menjalani pernikahan itu nampak canggung. Masih saja Nathan merasa canggung dengan mereka. Ia yang sebelumnya hanya asisten, kini menjadi bagian dari mereka dan bahkan telah dianggap menjadi keluarga. Sungguh ia benar-benar merasa beruntung.


"Nath, apa aku boleh mencicipinya sedikit?" Meisha berbisik tepat ditelinga Nathan.


Nathan yang tertegun tentu saja menoleh. Ia tidak akan membiarkan istrinya itu minum alkohol. "Tidak!" jawabnya tegas.


"Tapi aku ingin mencobanya." Meisha menjadi kecewa. Pasalnya ia tidak pernah diizinkan untuk minum minuman beralkohol.


Mengerti akan kekecewaan yang tergambar di raut wajah istrinya, Nathan menggenggam tangan Meisha. "Kau sedang masa pengobatan, sayang. Apa kau ingin perjuangan kita untuk memiliki baby menjadi sia-sia, hm?"


Begitu lembut Nathan menjelaskan kenapa ia melarang Meisha minum minuman beralkohol, sebab istrinya itu sedang melakukan pengobatan agar mereka memiliki buah hati, dikarenakan efek samping dari obat yang selama dikonsumsi pasca penyembuhan dari depresi. Nathan dengan sabar merawat dan menjaga Meisha dengan baik. Nathan mengerti jika istrinya itu berbeda dengan wanita lainnya dan tidak pernah mengeluh sekalipun. Karena pria itu benar-benar mencintai istrinya.


Kedua mata Meisha berkaca-kaca menahan tangis. Nathan benar dan ia tidak boleh egois. Selama ini suaminya itu sudah menjaga, merawat dan mencintainya dengan sepenuh hati. Tidak seharusnya ia keras kepala seperti ini.


"Aku berharap akan ada bayi yang tumbuh di rahimku," cicitnya sendu. Ingin sekali ia mengandung, ia ingin memiliki buah hati bersama Nathan. Jujur saja ada ketakutan dalam hatinya, rasa takut jika ia tidak akan diberikan kesempatan untuk mengandung dan melahirkan.


Nathan membawa Meisha ke dalam pelukannya. Sungguh, ia begitu mencintai wanita yang ada di dalam dekapannya ini dan akan selalu menemani dalam keadaan apapun.


Berbeda dengan Veronica yang sedari tadi berbinar menatap botol alkohol yang berada di hadapannya. Tetapi tidak bisa meminum alkohol kesukaannya itu, hanya bisa menatap. Meskipun sesekali tatapannya penuh permohonan kepada sang suami.


Darren kembali menggelengkan kepala. Ia tetap tidak akan mengizinkan istrinya itu untuk meneguk alkohol barang setetes saja. Kali ini tatapan penuh permohonan wanita yang dicintainya itu tidak dapat mempengaruhinya.


"Sekali aku katakan tidak, maka tetap tidak, Vero." Darren kembali menegaskan. Jika ia sudah menyebut nama istrinya, tandanya pria itu sudah sangat kesal. Biasanya Darren memanggil Veronica dengan sebutan 'sayang'.


"Ingat, kau sedang hamil muda dan aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu dan juga bayi kita," imbuhnya kembali mengingatkan. Terkadang istrinya itu memang selalu tidak bisa mengendalikan diri jika melihat makanan atau minuman yang menjadi favoritnya sebelum mengandung untuk yang kedua kalinya. Jika saja Veronica tidak sedang mengandung, maka ia akan mengizinkan. Akan tetapi saat ini kandungan istrinya masih sangat muda dan rentan keguguran.


Bibir Veronica mencebik maju. Ia tahu, sangat tahu, akan tetapi ia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya setiap saat melihat makanan dan minuman yang menjadi favoritnya selama ini.


Diusapnya perut yang masih rata itu. "Baby, maafkan Mommy, oke? Mommy tidak bermaksud buruk dan ingin menyakitimu. Hanya saja Mommymu ini tidak bisa mengontrol diri saat melihat minuman kesukaan Mommy." Entah baby yang didalam kandungan Veronica mendengar atau tidak, akan tetapi ia seperti merasakan pergerakan di dalam sana, padahal janin saja belum terbentuk. "Ah, kau memang pintar seperti Daddy-mu. Mommy benar-benar tidak sabar ingin kau segera lahir dan bermain bersama kakak Jo." Gerakan usapan telapak tangannya itu semakin cepat karena Veronica begitu gemas. Belum keluar saja sudah membuatnya gemas setengah mati, lalu bagaimana jika bayi kedua mereka lahir? Mungkin ia akan mengigit pipinya seolah pipi bayi mereka adalah bakpao.


Darren tersenyum tipis mendengar perkataan Veronica pada baby mereka. Setiap hari mereka memang selalu mengajak baby berbicara dan direspon dengan baik melalui gerakan-gerakan yang seolah menonjol di permukaan perut. Entahlah, Darren hanya mengiyakan saja perkataan istrinya kepada putra pertama mereka.


Lion Boys dan Dragon Boys tidak pedulikan sekitar. Mereka tetap minum dan berharap masing-masing dari mereka akan menang dan akan mendapatkan dua mobil mewah sekaligus. Bahkan Austin tidak ingin tertinggal, sehingga membuat Licia kesal dan berdecak sinis.


"Apa dia melupakan istri yang baru saja dinikahinya?" gerutunya kesal.


Jangan salahkan Austin, Licia. Salahkan saja Jacob yang menyeret suamimu itu. Hohoho.


See you next bonus chapter


Cuplikan videonya ada di instagram Yoona ya. Cuss merapat 😄


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...