The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
First Night



Bertahun-tahun lamanya Mike menantikan hari ini, dimana ia bisa menjadikan Elie sebagai milik dirinya seutuhnya. Bertahun-tahun lamanya juga ia hanya fokus mencapai kejayaan dan mencari Sang Paman yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di masa lalu hingga mengakibatkan dirinya harus kehilangan kedua orang tuanya serta adiknya yang menjadi depresi selama belasan tahun. Dan kini ia memetik dari buah kesabarannya, tekadnya dan kesetiaannya pada satu wanita membuahkan karma yang baik. Padahal jika ia ingin, sudah sejak dulu berkencan dan melakukan free sexx dengan wanita lain. Tetapi ia mampu menekan hasrat itu, hanya demi menjaga satu nama di hatinya.


"Mike, aku....." Napas Elie terengah-engah ketika mengakhiri ciuman mereka. Elie masih belum mahir berciuman sehingga ia menahan napas saat bibir dan lidah mereka saling menyesap.


Berbeda dengan Mike yang seperti sudah ahli, padahal ia hanya berciuman dengan Elie saja. "Duduklah disini, Sweetheart." Sembari menepuk-nepuk pahanya.


"Eh apa?" Elie yang masih mengatur napasnya terpekik.


Mike tersenyum, kemudian segera mengangkat tubuh Elie ke atas pangkuannya.


"Mike...." Dalam keterkejutannya, Elie mencengkram kedua bahu Mike yang masih di lapisi kemeja putih, hanya saja tidak mengancingkan kemejanya, sehingga dada bidang Mike bersentuhan dengan perut Elie yang masih terlapisi tangtop hitam.


"Aku menginginkanmu, Sweetheart." Mike tidak mengindahkan pekikan istrinya itu, ia menelusupkan jemarinya pada sela-sela rambut, lalu menarik tengkuk leher Elie dan kembali mendaratkan bibirnya pada bibir wanita yang duduk di atas pangkuannya.


Elie membalas ciuman Mike, ia sadar jika kini Mike sudah dikuasai oleh gairah dan ia pun ingin menyerahkan tubuhnya kepada pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Ciuman menggebu-gebu itu di akhiri sepihak oleh Mike, membuat Elie yang sudah terbakar gairah menatap kecewa.


"Aku akan melepaskan semua yang berada di tubuh kita lebih dulu." Suara Mike terdengar serak berkabut gairah.


Dan Elie hanya mengangguk kecil, membiarkan Mike menarik tangtop yang melekat di tubuhnya hingga lolos dari kepala serta lengannya. Selanjutnya Mike melepaskan kemejanya dan membuangnya dengan asal.


Pria itu segera menggendong Elie ala baby koala dengan pakaian dalam masih menutupi kedua aset bawah serta berwarna hitam senada. Dada yang membusung hendak tumpah dari cup penyangga itu tepat berada di hadapan Mike. Ingin segera Mike melahap keduanya, sehingga ia menjatuhkan tubuh Elie di atas ranjang.


Keduanya saling memandang penuh damba, Elie meraba dada bidang Mike, membuat pria itu mendapatkan rangsangan pada titik sensitifnya. Terlebih jemari Elie dengan sengaja memelintir puncuk dadanya.


"Kau akan menyesal sudah menggodaku seperti ini, Sweetheart." Mike mengukung tubuh Elie di bawahnya, menahan tubuhnya yang besar dengan menyangga salah satu sikutnya di atas ranjang.


Alih-alih takut dengan peringatan Mike, Elie justru tersenyum. Menahan gejolak dalam tubuhnya yang sudah terasa panas, terlebih aroma maskulin dari tubuh Mike sungguh memabukkan.


Mike mengerang, sungguh ia sudah tidak tahan lagi. Wajah sensual Elie di bawah tubuhnya membuatnya kacau dan tidak dapat berpikir apapun, selain menyambar bibir kenyal dan lembut yang sudah menjadi candu untuknya. Lagi-lagi Elie membalas ciuman Mike dengan suka cita, ia pun sangat menyukai bibir Mike yang terasa manis menurutnya.


Tangan Mike tidak tinggal diam, membelai leher hingga turun ke bawah, menyentuh dada Elie yang tidak terbungkus sepenuhnya, lalu meremassnya untuk memberikan rangsangan terlebih dahulu, agar Elie menikmati permainannya.


Remasaan lembut itu berubah menjadi lebih kencang ketika gairah Mike sudah memuncak. Dan tiba-tiba saja meninggalkan dada besar milik sang istri, ia sedikit menarik tubuh Elie ke samping, meraba punggung hingga mencapai apa yang ingin ia lakukan, yaitu melepaskan pengait yang membungkus dada Elie. Seolah sudah ahli, Mike berhasil melepaskan pengait braa tersebut lalu dicampakkan ke lantai dengan asal.


Kini dua buah dada Elie yang membusung dengan puncak menantang itu kembali diremass oleh Mike, hingga berhasil membuat wanita itu melenguh. Meski awalnya Elie merasa geli, tetapi ia merasakan ada sengatan listrik pada tubuhnya.


"Eeuughh..." Elie mendesaah ketika puncak dadanya dimainkan dan dengan lihai Mike mememelintir benda kecil cokelat kemerahan itu.


Mike tidak sabar untuk mencicipi dada Elie yang begitu menggiurkan, bibirnya berpindah ke dagu wanita itu, merambat turun ke leher dan memberikan tanda kemerahan disana. Puas bermain di leher, bibir Mike menyapu di sekitar dada Elie, hingga sorot mata yang sudah berkabut gairah itu menatap dua buah dada yang mulus dengan ukuran cukup besar, bahkan cukup pas di genggamannya dan ia akan membuat dua gundukan kenyal itu lebih besar dan lebih mengembang lagi.


"Mike, jangan memandangnya seperti itu," lirih Elie menatap Mike yang berada di atasnya menghentikan kegiatannya dan justru memandangi dua dadanya. Sungguh ia sangat malu tubuhnya di tatap seperti itu, sehingga ia reflek menutup kedua dadanya dengan satu tangan.


"Aku menyukai tubuhmu, Sweetheart. Jangan di tutupi, aku akan menikmati ini bergantian." Mike menyingkirkan tangan Elie, lalu meremass satu dada Elie yang seperti jelly, kenyal dan padat. Lantas tanpa membuang waktu lagi, Mike memasukan satu dada Elie ke dalam mulutnya, mengulum dan bahkan memilin dengan nikmat. Elie mengerang, matanya terpejam untuk menikmati cumbuan suaminya, kedua tangannya meremmas rambut Mike yang semakin kuat menghisap dadanya, memberikan banyak kissmark, lalu berpindah pada dada yang lain lalu segera mengeksekusi puncuknya dengan lidah yang menjulur.


Tubuh Elie bergetar, antara geli dan nikmat. Mike benar-benar memberikan rangsangan yang luar biasa, memberikan kissmark yang sama hingga nyaris memenuhi dua dada Elie. Tangan Elie tidak tinggal diam, berpindah meremass punggung kekar Mike.


"Akkhh, Mike.... Sayaaang....." Elie menggeliat ketika bibir dan lidah Mike menyapu tubuhnya. Tidak lupa suaminya itu juga memberikan banyak kissmark di sekitar perut.


Letupan gairah Mike memuncak, terlebih lenguhan lembut yang keluar dari bibir Elie semakin membakar tubuhnya. Dan ia mengikuti insting gairahnya untuk memberikan kenikmatan lebih dari ini. Satu tangannya menyusup ke dalam kain yang menutupi bagian inti sang istri, sedangkan tangan yang lainnya mencekal pinggang Elie ke atas. Elie pun mengikuti nalurinya, ia mengangkat tubuhnya agar Mike dapat leluasa melepaskan kain yang membungkus di bawah sana yang sudah nampak lembab. Dalam sekali sentakan, Mike berhasil menurunkan underwearr yang melekat di bagian inti Elie hingga terlepas dan mencampakkannya entah kemana.


Seketika tubuh Elie benar-benar sudah polos. Mike terpaku pada pemandangan di hadapannya yang sudah indah dan menggiurkan. Kacang kecil yang terhimpit itu terlihat merah merekah dan lagi-lagi Mike menyukainya, mengagumi kemolekan tubuh wanita yang sudah tergolek pasrah dengan napas yang memburu penuh gairah.


Mike membuka lebar kaki Elie yang ditekuk itu, lalu memposisikan wajahnya di hadapan inti Elie. Sebelum kemudian membenamkan kepalanya diantara kedua paha Elie dengan bibir dan lidah yang sudah menyapu di bagian bawah sana.


"Arrgghh Mike....." Seperti terkena sengatan listrik bertegangan tinggi, tubuh Elie menggelinjang hebat. Kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan sungguh menghilangkan akal sehatnya. Elie tidak ragu untuk meloloskan desahaannya. Ia tidak peduli, yang ia lakukan adalah sebagai bentuk menikmati permainan lidah Mike yang semakin lama sekali liar menyesap di bawah sana. Kedua tangan Elie meremmas sprei ketika desakan dari dalam tubuhnya hendak keluar dan mencapai pelepasan pertamanya.


Mike tersenyum, ia melummat habis cairan yang keluar dari dalam tubuh Elie. Rasanya sungguh manis dan nikmat. Mike kemudian bangkit berdiri, turun dari ranjang sembari memperhatikan istrinya yang terengah-engah. Ia melepaskan celana yang masih melekat di tubuhnya hingga kini tubuhnya sudah polos dan mempertontonkan miliknya yang besar dan mengacung. Elie dapat melihat milik suaminya yang besar. Ia tidak dapat membayangkan benda besar itu ketika masuk ke dalam tubuh, pasti terasa menyakitkan.


Mendengar ucapan Mike, Elie mengangguk pasrah. Ia merasakan milik Mike yang mengacung itu berada di intinya yang basah. Mike memang sengaja menggesek-gesek miliknya agar Elie terbiasa terlebih dahulu dan agar miliknya menjadi basah dan tidak terlalu membuat bagian inti sang istri kesakitan. Milik Mike sudah siap untuk membobol masuk dinding inti Elie, ia melakukannya sangat perlahan.


"Ssshhh...." Elie meringis sakit ketika benda asing memaksa masuk ke dalam tubuhnya. "Mike.... arrggh.... saaakiiiitt....." lirihnya dengan lelehan air mata.


"Maafkan aku Sweetheart. Sebentar lagi akan berhasil." Mike tidak tega melihat wajah kesakitan istrinya, tetapi ia tidak mungkin berhenti begitu saja. "Lampiaskan rasa sakitnya pada punggungku Sweetheart."


Elie mengangguk, namun detik kemudian ia kembali mengerang karena rasa sakit pada a bagian bawahnya. Ia mengikuti saran Mike, meremass punggung kekar suaminya. Sedangkan Mike melummat bibir Elie, menyesapnya dengan kuat hingga miliknya berhasil menerobos dinding selaput darah milik Elie, ia merasakan ada sesuatu yang hangat memenuhi senjatanya. Dalam hati, ia tersenyum bangga karena ia menjadi pria pertama yang menyentuh dan menjamah tubuh Elie. Pinggul Mike kemudian bergerak secara perlahan, rasa sakit masih menghujam tubuh Elie, tetapi wanita itu mencoba untuk menahannya. Dan detik berikutnya rasa sakit yang di rasakan menjadi rasa nikmat yang luar biasa.


Mike menambah kecepatan temponya ketika mendapati tubuh Elie sudah mulai terbiasa. Bahkan suara desahann yang merdu itu memenuhi pendengaran dan menggema di dalam sana.


"Mikee, aku se-seperti ingin mengeluarkan sesuatu." Tubuh Elie terhentak naik turun sesuai dengan irama pinggul Mike.


"Keluarkan saja sayang....." Mike mengecup singkat bibir Elie sembari memompa pinggulnya lebih cepat lagi. Ia pun mulai merasakan miliknya yang membengkak, siap untuk menumpahkan lahar panas di dalam rahim Elie.


"Mikeeeee......" Tangan Elie kembali meremass punggung Mike saat wanita itu mencapai pelepasan untuk yang kedua kalinya.


"Aku juga akan sampai.....aarrghhh..... Sweetheart, aku mencintaimu," rintih Mike bersamaan dengan pelepasannya memuntahkan lahar yang keluar begitu banyak.


Napas keduanya memburu. Mike tersenyum menatap wajah Elie yang dipenuhi peluh keringat. "Kau sangat cantik Sweetheart. Terima kasih." Kemudian kembali memberikan kecupan di bibir Elie. Lalu menjatuhkan tubuhnya di sisi istrinya itu.


"Beristirahatlah Sweetheart. Aku hanya memberimu waktu lima menit saja untuk beristirahat." Mike mendekap tubuh Elie dan mengecup bahu polos istrinya.


Elie tidak menjawab karena ia masih mencoba mengatur napasnya. Namun baru saja napasnya kembali normal, Mike sudah membuatnya kembali terlentang dan suaminya itu sudah berada di atas tubuhnya. Elie pasrah dan ternyata Mike benar-benar hanya memberinya waktu lima menit saja, hingga lima menit terlewat, Mike membungkam bibirnya dengan ciuman panas yang menggebu-gebu disertai sentuhan-sentuhan pada titik sensitifnya. Mike berhasil membangkitkan gairahnya dan mereka pun melebur menjadi satu kembali.


"Mike, sudah..... Ini sudah yang keempat kalinya." Suara Elie terputus-putus. Sungguh ia lelah karena sajak tadi Mike tidak melepaskannya.


"Tidak Sweetheart. Aku akan melakukannya sampai pagi."


"Apa??" Elie terpekik. Ia merasa tubuhnya sudah remuk dan benar-benar tidak sanggup lagi untuk meladeni napsu suaminya yang begitu besar.


Gairah Mike masih menyala, ia harus menyalurkan hasrat yang terpendam selama ini dan rasanya ia tidak akan pernah puas. Ia sungguh ketagihan dengan tubuh Elie yang begitu candu. Sehingga kini ia masih menghetakkan pinggulnya dengan tempo yang lebih cepat. Sementara desahaan Elie sudah melemah, wanita itu membiarkan Mike bermain-main pada tubuhnya hingga gelombang kenikmatan itu kembali datang dan Mike kembali mencapai pelepasan untuk yang kelima kalinya.


"Terima kasih sayang. Sekarang tidurlah." Tentu Mike tidak tega melihat istrinya yang begitu kelelahan, sehingga ia melepaskan Elie. Dan membiarkan wanita itu memejamkan matanya. Lagi pula waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, sudah selama itu mereka bercinta dan bertukar peluh.


Tangan Mike mendekap tubuh Elie yang menyamping. Ia memberikan kecupan di puncak kepala Elie. Sebelum kemudian menyusul sang istri ke alam mimpi. Mike sungguh menikmati Firs Night mereka dan menghujami Elie dengan miliknya.


To be continue


Babang Mike



Elie



Jujur, Yoona deg-degan. Semoga bab ini gak di tolak dan lama direview ya 😂😂


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...