The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Tiba-Tiba Menghilang?



Setelah perlengkapan piknik dibereskan oleh tiga anak buah, Elie dan Helena melanjutkan kegiatan mereka dengan mengitari taman. Meskipun kandungan Elie belum terlihat membesar, tetapi wanita itu merasakan perutnya terasa begitu berat, sehingga ia harus berjalan perlahan. Serupa dengan Helena yang lebih sulit untuk berjalan cepat, keduanya berjalan perlahan-lahan dan tentu saja para gadis mengimbangi langkah Helena dan Elie.


"Kak Helen, pegangan denganku." Tiba-tiba saja Licia mempercepat langkah mendekati Helena dan menggandeng tangan wanita hamil besar itu. "Dan Kak Elie juga harus pegangan denganku." Lalu tangan yang bebas menggandeng tangan Elie. Dan saat ini Licia berada di tengah-tengah mereka.


Baik Helena maupun Elie hanya terkekeh kecil. Mereka bertiga berjalan dengan perlahan dan sesekali menghentikan langkah saat Kimberly, Livy dan Greisy mengabadikan momen mereka.


"Wah, Kak Helen cantik sekali." Kim yang memegang kamera begitu takjub dengan kecantikan Helena yang terlihat berkali-kali lipat dengan perut yang membesar.


"Aura ibu hamil memang luar biasa," sambar Livy membenarkan. "Kak Helen dan Kak Elie benar-benar mengalahkan kecantikan kami yang masih muda ini," sambungnya terkekeh-kekeh.


Mendengar pujian secara terus-menerus membuat Helena menggelengkan kepala. Padahal menurutnya mereka lebih cantik dan lebih fresh tentunya.


"Apa kalian iri dengan kami berdua, hm?" seloroh Elie patut berbangga diri. Meskipun tengah berbadan dua, tetapi kecantikan dirinya dan Helena tidak memudar.


"Ya, kami benar-benar iri." Sahutan Greisy yang terdengar lantang itu membuat beberapa pengunjung teman yang lain menoleh ke arah mereka. Tetapi gadis itu hanya acuh saja, seolah bukan dirinya yang menjadi pusat perhatian.


"Hei, kecilkan suaramu. Lihatlah, mereka melihat kearah kita." Livy menepuk bahu Greisy. Ia merasa malu lantaran mereka menjadi pusat perhatian.


Greisy menampilkan senyumnya. Ia hanya spontan saja dan tidak menduga jika pengunjung lain menoleh ke arahnya.


"Sudah... sudah... sebaiknya kita jalan lagi." Kimberly menengahi. Ia kembali mengalungkan tali kamera pada lehernya, lalu mengajak mereka untuk kembali melanjutkan langkah.


Kali ini Freya menggandeng tangan Elie, sedangkan Licia menggandeng tangan Helena. Mereka mengimbangi langkah kedua wanita yang sedang hamil itu. Sedangkan ketiga gadis yang lainnya sibuk berpose untuk diabadikan di kamera ponsel masing-masing.


Sesekali mereka memotret Helena serta Elie. Freya serta Licia turut berada di dalam frame. Udara di Hyde Park begitu sejuk, membuat Helena serta Elie merasa sangat nyaman dan betah berlama-lama disana.


"Tunggu sebentar, aku ingin beristirahat." Langkah Helena terhenti tepat bersisian dengan kursi besi yang tersedia. Dengan perlahan Helena duduk disana, ia menarik napas dalam untuk memulihkan tenaganya kembali. "Maaf, padahal kita baru saja berjalan lima belas menit, tetapi aku sudah merasa sedikit lelah."


"Tidak apa, Kak. Tidak perlu memaksakan diri," sahut Licia mendudukkan diri di atas rumput bersama yang lain. Mereka memprioritaskan Helena dan Elie duduk di kursi besi itu.


"Pemandangan disini juga bagus, aku harus memotretnya." Kimberly sudah bersiap membidikkan kamera pada objek di hadapannya itu.


"Ah, foto aku juga." Livy beranjak berdiri, lalu mendekati salah satu pohon disana untuk dijadikan background bersamanya.


"Aku juga." Greisy tidak ingin tertinggal. Kapanpun mereka berfoto, maka ia ingin semua gambarnya tersimpan di dalam SD card kamera.


"Licia, kemarilah." Licia yang dipanggil, tentu saja antuasias bergabung.


"Hei, curang sekali!" seru Kimberly mencebik. "Kenapa hanya aku yang menjadi fotografernya?" Ia tidak terima, karena ia juga ingin berpose bersama.


"Kalau kau bergabung, lalu siapa yang akan memotret kami, Kim?" sahut Livy berdecak.


"Kau saja , Liv!" Kimberly meminta agar Livy menggantikan dirinya.


"Enak saja. Aku tidak mau!" Tentunya gadis itu menolak. Ia ingin berpose, bukan menjadi fotografer.


"Tapi...."


"Sudah, biar aku saja." Posisi Freya yang tidak jauh dari mereka, membuat gadis itu melangkah mendekat dan menawarkan diri untuk menjadi fotografer sesaat.


"Ah, Kak Frey memang yang terbaik," seru Kimberly senang karena ada yang menggantikan dirinya menjadi fotografer, sehingga ia bisa bergabung dengan yang lainnya.


Diberikannya kamera miliknya itu pada Freya yang dengan senang hati menerimanya. Saat Kimberly sudah bergabung dengan yang lainnya, Freya mulai memotret mereka. Berbagai macam gaya sudah mereka lakukan tetapi belum membiarkan Freya untuk berhenti memotret.


"Apa Kak Elie dan Kak Helen juga ingin berfoto bersama kami?" Greisy berteriak menawarkan.


Helena tentu menolak. Saat ini ia sedang tidak ingin berfoto. Berbeda dengan Elie yang sudah bergabung dengan mereka. Elie yang seorang model tidak sulit mencari pose yang cocok untuknya.


Kedekatan mereka membuat Helena yang duduk seorang diri terkekeh gemas. Jika dirinya belum hamil besar mungkin tidak akan masalah berdiri dalam jangka waktu lama dan berpose sepanjang hari. Akhir-akhir ini ia memang kesulitan bergerak bebas dan selama mengandung ia selalu dibantu oleh Arthur. Ah, tiba-tiba saja wanita itu kembali merindukan suaminya.


Senyumnya memudar perlahan, raut wajahnya berubah mendung. "Apa kau baik-baik saja disana? Kenapa sejak kemarin sangat sulit dihubungi?" lirihnya bergumam. Namun tiba-tiba telinganya terusik dengan langkah kaki yang mendekat, wanita itu menoleh dan tidak mendapati siapapun disana.


Hap


Pria itu membekap hidung Helena dengan sapu tangan yang sudah diberikan cairan obat tidur, sehingga perlahan-lahan membuat Helena kehilangan kesadaran setelah berusaha memberontak. Lantas pria itu segera menggendong Helena, meninggalkan lainnya yang tidak menyadari apa yang terjadi dengan Helena. Dibantu oleh rekannya, pria itu melesat masuk ke dalam mobil van berwarna hitam.


"Sudah. Aku tidak ingin berfoto lagi." Licia membubarkan diri dari barisan. Sudah cukup ia berpose dan itu sangat melelahkan. "Heh, dimana Kak Helen?" Dan betapa terkejutnya gadis itu ketika tidak mendapati Helena di tempatnya, padahal jelas-jelas sebelumnya Helena duduk disana. "Apa Kak Helen berjalan-jalan disekitar sini?" Ia berpikir jika ada kemungkinan Helena berjalan-jalan disekitar, sehingga memutuskan mencari keberadaan wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu.


Namun sudah dicari kesana-kemari, Licia tidak menemukan keberadaan Helena. "Astaga, dimana Kak Helen?" Seketika ia menjadi panik, mengusap wajahnya dengan gusar. Ia mencoba memanggil nama Helena, sehingga teriakannya itu mampu mengundang perhatian yang lain termasuk, Elie, Freya, Kimberly, Livy dan Greisy.


Dengan segera mereka menghampiri Licia yang nampak panik. Elie yang melangkah perlahan tentu tertinggal oleh mereka.


"Licia, ada apa?" tanya Freya memamgkap kepanikan di wajah Licia.


Licia menoleh. "Aku tidak menemukan Kak Helen."


Semua yang mendengarnya sontak terperangah dan serentak menoleh ke arah tempat duduk besi yang sebelumnya di duduki oleh Helena.


Elie dapat mendengar percakapan mereka, sehingga ia memutari pandangannya untuk mencari keberadaan Helena, tetapi taman itu begitu sepi dan tidak nampak satu orang pun disana, padahal sebelumnya ia melihat orang-orang berlalu lalang.


"Helen..." Ia pun menjadi gelisah. Lalu mencoba melangkah untuk mendekati mereka, akan tetapi dari arah punggungnya, seseorang lebih dulu membekap mulut Elie mengunakan sapu tangan yang sudah diberikan cairan obat tidur. Sama seperti Helena, Elie pun tak sadarkan diri dalam sekejap saja.


Agar tidak ketahuan, pria itu menyembunyikan Elie di balik pohon. Benar saja keberadaan Elie tidak terlihat oleh yang lain.


"Kak Elie? Kak Elie ada dimana?" Greisy yang menoleh ke belakang lebih dulu, tidak mendapati Elie.


"Apa?" Mereka sontak menoleh dan mencari keberadaan Elie yang tidak berada di posisi sebelumnya. Padahal dengan jelas mereka melihat Elie berada di belakang mereka. "Kak Elie juga menghilang?" lirih Kimberly terperangah tidak percaya.


"Mungkin saja Kak Elie mencari Kak Helen." Livy mencoba menebak.


"Kalau begitu kita berpencar saja." Freya memberi saran dan ia sudah berlari lebih dulu untuk mencari keberadaan Elie. Livy pun mengekor di belakang Freya.


Ketika mereka sibuk berpencar dan mencari keberadaan Elie, wanita itu baru saja dimasukkan ke dalam mobil. Samar-samar terdengar deru suara mobil yang baru saja melintas, membuat Licia menoleh. Mobil itu sudah melaju cepat meninggalkan taman.


"Kenapa perasaanku menjadi tidak enak?" Licia menyentuh dadanya yang terasa sesak tiba-tiba. Kemudian dikejutkan dengan kembalinya Kimberly serta Greisy yang menghampiri Licia.


"Aku dan Grei sudah memeriksa mobil. Kak Helen dan Kak Elie tidak berada di dalam mobil." Kimberly memberitahu dengan napas yang terengah-engah. Mereka cukup kelelahan karena berlari.


"Dan kita juga tidak menemukan mereka," sambung Greisy.


"Mereka siapa?" Licia merasa bingung siapa mereka yang dimaksud oleh Greisy.


"Semua anak buah yang ditugaskan untuk menjaga kita." Keterangan Greisy membuat Licia semakin terperangah. Dengan kata lain semua anak buah juga menghilang? Yang benar saja. Sebenarnya apa yang terjadi?


"A-aku akan menghubungi Kak Jac." Licia segera merogoh ponsel di dalam sling bag miliknya, lalu mencoba menghubungi kakaknya itu. "Kak Jac bagaimana ini, Kak Helen dan Kak Elie tiba-tiba menghilang dan kami juga tidak menemukan semua anak buah yang berjaga."


Ckitt


Licia reflek menjauhkan ponsel dari daun telinganya ketika mendengar lengkingan cukup keras di seberang sana. Sepertinya kakaknya itu sedang mengendarai mobil dan mengerem mendadak.


"Kalian jangan kemana-mana. Aku akan segera kesana!" Sambungan telepon diputus sepihak oleh Jacob. Dari posisinya, pria itu memutar arah tujuan mobilnya. Lalu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju Hyde Park.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...