The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Bertanggung Jawab Untuk Memenuhinya




Salah satu pesawat pribadi milik Keluarga Romanov baru saja mendarat sempurna di Kota Westminster, Inggris. Arthur serta Darren baru saja kembali dari Istanbul setelah tiga hari berada di Negara Timur tengah itu. Selama disana, Arthur hanya fokus pada pembangunan Cluster sehingga beberapa hari ini ia tidak menyentuh ponselnya. Pria itu tidak ingin fokusnya terpecah, menyerahkan semuanya kepada adik-adiknya yang ia percayai untuk memberikan pelajaran kecil kepada orang-orang yang sudah berani menghina adik kembar kesayangannya.


"Der, dimana Elie saat ini?" tanyanya tanpa menoleh. Berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir dengan posisi Darren yang mensejajarkan langkahnya.


"Satu jam yang lalu Nona Elie berada di apartemen," sahutnya. Sejak pagi Darren memang memantau keberadaan Elie melalui anak buah mereka.


"Aku akan menemuinya nanti. Kau pergilah lebih dulu ke perusahaan. Aku harus ke suatu tempat terlebih dahulu." Tangan Arthur menggapai handle pintu mobil dan membukanya.


"Baiklah." Darren mengangguk. Sebelum kemudian keduanya sama-sama memasuki mobil yang berbeda.


Arthur mengendarai mobilnya seorang diri menuju suatu tempat. Sementara Darren menuju perusahaan, namun di tengah perjalanan Darren memutar arah mobilnya karena menerima telepon dari salah satu anak buah mereka. Bahwa Nona Elie keluar dari apartemen dan ada sebuah mobil yang mengikutinya.


Arah GPS anak buahnya berada tidak jauh dari posisinya saat ini. Darren meluncur dengan kecepatan tinggi, hingga tiba di lokasi pria itu menepikan mobilnya di pinggir jalan.


Turun dari mobil dan menghampiri dua anak buah yang sudah menunggunya. "Dimana Nona Elie saat ini?" tanyanya kepada dua anak buah.


"Di dalam sana Bos Der." Satu di antara mereka menunjuk bangunan bertingkat dua yang merupakan supermarket terbesar di Kota London.


"Apa kau yakin jika ada yang mengikuti mobilnya?" Darren bertanya memastikan.


Keduanya serempak mengangguk. "Benar. Tapi mobil itu menghilang setelah menyadari jika kami juga membututi mobilnya."


Darren hanya mengangguk saja. Untuk memastikannya dengan kepala matanya sendiri, ia mengayunkan langkah masuk ke dalam supermarket besar tersebut.


Kepergian Darren ternyata sudah dipantau oleh dua pria bertubuh kekar, tidak jauh berbeda dengan dua anak buah Black Lion. Dengan mengendap-endap, dua pria itu menghampiri mobil Darren yang terdapat anak buahnya menunggu disana.


"Siapa kalian? Kenapa mengikuti mobil Nona kami?!" ujar salah satu dari pria yang sejak tadi memang membututi Aurelie.


Keduanya nampak bingung dengan wajah mereka yang sangar. "Seharusnya kami yang bertanya siapa kalian? Kenapa kalian mengikuti mobil Nona Elie?!" Kini mereka mengetahui ternyata yang mengikuti mobil Nona mudanya adalah dua pria bertubuh besar di hadapannya.


"Tugas kami memang melindungi Nona kami dari kejauhan."


"Siapa yang memerintahkan kalian?!" Tentu anak buah yang Darren tugaskan tidak mudah percaya begitu saja.


"Seseorang yang merupakan kekasih dari Nona kami." Mereka hanya memberitahukan tanpa menyebutkan nama tuan mereka.


Kedua anak buah Black Lion saling pandang disertai dahi yang mengernyit heran. "Nona Elie tidak memiliki kekasih!" sentak keduanya menegaskan. "Jadi kalian tidak perlu mengada-ada!"


Kedua anak buah itu saling berdecak. "Kami tidak mengada-ada. Justru kalian berdua yang berbohong. Kalian ingin berniat buruk kepada Nona kami bukan?!" Dan pada akhirnya keempat anak buah itu hanya saling menuduh tanpa ada yang ingin mengalah.


Hingga mereka menjadi pusat perhatian beberapa penjaga di depan supermarket, karena melihat gelagat adanya perkelahian di daerah mereka.


"Hei, hentikan. Kalian hanya akan mengganggu kenyamanan pengunjung disini!" Ketiga penjaga keamanan itu melerai pertikaian yang baru saja akan terjadi.


"Kalian jangan ikut campur, ini masalah kami!" seru anak buah Black Lion dengan sengit.


"Kalau begitu berkelahilah di tempat lain. Disini bukan arena tinju, jadi cari tempat untuk kalian menyelesaikan masalah kalian." Meskipun sedikit takut karena tubuh keempat pria bertubuh kekar itu melayangkan tatapan tajamnya, salah satu penjaga keamanan tersebut memberanikan dirinya berbicara demikian.


Keempatnya saling menimbang-nimbang. Tentunya mereka tidak ingin menjadi pusat perhatian publik yang akan memacu kemarahan Bos Arthur sehingga keduanya lebih baik mengalah dan masuk ke dalam mobil.


***


Beberapa makanan ringan serta buah-buahan memenuhi troli Aurelie yang masih sibuk memilih beberapa makanan ringan lainnya. Tidak lupa wanita itu memasukan beberapa kaleng minuman bersoda di dalam troli, sayur-sayuran juga nampak terlihat bertengger di sana. Karena kesibukannya berkurang, wanita itu memutuskan memasak sendiri untuk membunuh kebosanannya.


Aurelie sengaja tidak pulang ke Mansion karena tidak ingin kedua orang tuanya mencerca berbagai pertanyaan. Karena ia tidak pandai berbohong, terlebih kakak kembarnya pasti sudah mengetahui apa yang sedang menimpa dirinya. Untuk sementara ia hanya ingin menghindar, meskipun ia tidak mungkin bisa menghindar dari para anak buah yang Arthur siapkan untuknya.


Tangan Aurelie tidak sengaja bersentuhan dengan tangan seseorang yang juga ingin mengambil salah satu botol wine. Tangan keduanya reflek saling menjauhi dan menatap satu sama lain. Mata Aurelie dibuat membola tatkala mengetahui pria itu adalah Mikel. Pria yang belakangan ini selalu mengakui dirinya sebagai kekasihnya.


"Kenapa katamu?" Mikel tersenyum, seolah sikap ketus wanitanya itu sudah terbiasa baginya dan justru terdengar sangat merdu. "Aku juga berbelanja sepertimu, Sweetheart. Apa kau lupa jika ini adalah supermarket?" Ingin sekali rasanya ia mencubit pipi wanitanya dan memberikan kecupan bertubi-bertubi disana jika saja saat ini mereka berada di tempat yang tertutup.


Diamnya Aurelie menandakan jika ia tidak bisa lagi membantah. Karena tempat mereka saat ini adalah tempat umum, sehingga sudah sewajarnya ia tidak perlu menghakimi keberadaan pria itu.


"Baiklah, aku anggap kau sedang berbelanja. Tapi dimana troli belajaanmu?" Kedua tangan Aurelie bersedekap di depan dada, matanya bergulir kesana kemari mencari letak troli yang mungkin saja berada di belakang pria itu, akan tetapi tidak ada troli dimanapun selain miliknya.


"Ehm... itu...." Mikel menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, sedikit nampak bodoh di mata Aurelie. Dan hal itu baru pertama kali dilihat olehnya dan tentu saja merasa lucu, mengingat selama ini Presiden dari MJ Corp selalu terlihat beribawa dan penuh ketegasan.


"Jangan katakan jika kau mengikutiku?" Semakin dibuat gelagapan saja Mikel atas pertanyaan Aurelie yang terkesan menuduh.


"Tidak," jawabnya tegas. "Aku tidak perlu menggunakan troli jika hanya membeli satu botol saja." Menepis tuduhan wanitanya itu padanya, meskipun faktanya adalah ia memang langsung meluncur begitu anak buahnya memberi kabar keberadaan wanita itu setelah dua hari hanya mengurung diri di apartemen.


Antara rindu dan cemas, itu yang dirasakan oleh Mikel. Sehingga ia tidak berpikir panjang jika saja wanita itu curiga dengan keberadaannya yang tiba-tiba berada di tempat yang sama.


Malas memusingkan masalah kecil, Aurelie mengangguk saja. "Kalau begitu aku akan membayar semua ini. Kau pilihlah minuman yang ingin kau beli." Aurelie menyematkan senyuman sebelum kemudian mendorong trolinya menuju kasir. Mikel terburu-buru mengambil botol wine dengan asal, tidak peduli berapapun harga yang tersemat disana.


"Biar aku yang membayarnya." Tiba-tiba Mikel meletakkan botol wine miliknya ke dalam troli Aurelie, lalu mengambil alih troli tersebut dan mendorongnya.


"Tidak perlu." Aurelie menahan troli miliknya. "Aku bisa membayarnya, apa kau pikir aku tidak bisa membayarnya karena aku baru saja dikeluarkan dari agensi?" Sedikit tersinggung karena pria itu menganggap dirinya tidak bisa membayar setelah kejadian beberapa hari lalu yang membuatnya harus dikeluarkan.


Kedua alis Mikel bertaut bingung, tidak sedikitpun Mikel bermaksud menyinggung, terlebih merendahkan wanitanya itu. Ia hanya ingin apapun yang diinginkan oleh Aurelie menjadi tanggung jawabnya untuk memenuhinya, termasuk kebutuhan wanita itu.


"Dengar Sweetheart, aku tidak bermaksud merendahkanmu. Aku tau kau sanggup membayarnya dari gaji yang kau kumpulkan selama ini, tapi aku hanya ingin membayar semua kebutuhanmu karena kau adalah kekasihku. Jadi tidak ada salahnya jika aku membayar semua yang dibeli oleh kekasihku. Apa ada larangannya seorang pria tidak boleh membayarkan semua kebutuhan kekasihnya, hm?"


Aurelie mendesahkan napasnya ke udara, tidak bisa mengelak maupun membenarkan hubungan mereka. "Tapi aku bukan kekasihmu Mikel." Sungguh gemas menanggapi setiap perlakuan dan sikap pria di hadapannya itu.


Perkataan Aurelie tidak mengubah apapun, pria itu menanggapinya dengan seulas senyum. "Jika aku sudah memutuskan, maka sampai kapanpun kau adalah kekasihku!" Dan tetap bersikeras kepada wanitanya itu jika mereka adalah sepasang kekasih. Detik kemudian terkekeh gemas lantaran mendapati bibir wanitanya yang mencebik, lalu meninggalkan Aurelie yang kesal karena tidak bisa menolak dan membatah.


Menyeret langkahnya dengan terpaksa, Aurelie terus menggerutu di balik punggung Mikel, hingga langkahnya terjeda di kasir. Seorang kasir wanita hanya tersenyum manis melihat seorang pria yang tengah menggoda kekasihnya itu.


Dan baik Aurelie maupun Mikel tidak menyadari jika sepasang mata menatapnya dengan tajam. Ya, siapa lagi jika bukan Darren. Meski tidak terlihat jelas siapa pria yang bersama dengan Nona Elie-nya, tetapi ia bisa menyimpulkan jika mereka memiliki hubungan khusus. Karena pada saat bersama dengan Brandon, tidak pernah dirinya melihat wanita itu bersikap begitu manja, sudah pasti jika Nona Elie merasa nyaman berada di sisi pria yang entah siapa.


Sepertinya Darren harus kembali mengubur perasaanya. Ia tahu jika kebahagiaan Nona Elie tidak terletak padanya. Karena itu ia hanya menyimpan, meski berulang kali terluka.


Sepertinya ada yang aku lewati, batinnya.


Darren lantas segera pergi dari sana, selama tiga hari ini ia belum mendengar laporan apapun dari adik-adiknya. Bisa dikatakan ada yang mereka sembunyikan darinya. Tidak mungkin kedekatan Nona Elie dengan seorang pria tidak diketahui oleh mereka, pikirnya.


To be continue


Babang Mikel



Elie



Yoona baru bisa up karena kemarin Yoona ada kegiatan bagi2 takjil muter-muter di pinggir jalan... jadi pulang malem dan kecapean terus tidur wkwk 🤭😂


...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...