The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Bonus Chapter (Drama Sebelum Acara Pernikahan)



The Palais Garnier, Opera nasional de Paris



Beberapa tamu undangan sudah terlihat memadati gedung The Palais Garnier. Gedung yang biasanya digunakan untuk pertunjukan Opera sudah disulap sedemikian indah dengan sentuhan bunga rose putih yang bertebaran dimana-mana. Banyaknya tamu undangan membuktikan seberapa besar nama Keluarga Romanov di Eropa, Amerika dan bahkan Asia. Para tamu dari berbagai kalangan itu terlihat mengenakan gaun mewah dengan aksesoris berlian, sedangkan para pria mengenakan jas dari merek ternama.


Tentunya mereka akan berlomba-lomba untuk menarik perhatian para perusahaan besar lainnya agar tertarik menjalin kerjasama. Oleh karena itu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk datang ke acara besar Keluarga Romanov.


Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki oleh Keluarga Romanov serta Keluarga Scott tidak membuat mereka heran jika mengadakan pesta besar-besaran di gedung mewah yang memiliki sejarah serta merupakan rumah pertunjukan opera terbesar di dunia. Eksteriornya terkenal dengan patung di atap gedung, sedangkan interiornya penuh dengan hiasan dinding, mosaik dan dekorasi yang berlapis marmer serta emas.


Untuk acara pemberkatan dan janji suci hanya 300 tamu undangan dari 3000 tamu undangan yang diperkenankan untuk menyaksikan secara langsung acara janji suci serta pemberkatan tersebut. Sedangkan sisanya dipersilahkan menunggu dilantai dua dan dapat menyaksikan dari layar monitor raksasa yang sudah tersedia.


Saat ini Licia yang sudah berbalut gaun pengantin nampak begitu cantik. Tak henti-hentinya para perias memuji kecantikan yang dimiliki sang mempelai wanita.


"Astaga Kak Licia, kau sangat cantik." Kimberly begitu takjub dengan kecantikan Licia. Gadis yang tidak akan lama lagi menjadi sepupunya.


"Benar, Kak Licia sudah seperti seorang putri," timpal Livy membenarkan. Greisy dan Freya pun berkata demikian sehingga membuat wajah Licia. bersemu merah.


"Kalian ini..." Licia menyahut malu-malu disertai wajah yang semakin memerah lantaran mereka kian menggodanya.


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan sosok Elie serta Helena berjalan menghampiri calon adik ipar mereka yang menatap melalui pantulan cermin.


"Kau sudah siap, Licia?" Elie menyentuh kedua bahu Licia dan bertanya memastikan.


Licia mengangguk pasti. Meskipun ia tengah dilanda kegugupan, tetapi tak dipungkiri jika ia merasa sangat bahagia karena akan bersanding dengan pria yang dicintainya.


Sedari tadi Helena memperhatikan Licia diiringi bibir yang dikulum menahan senyum. "As pasti akan sangat terpesona dengan calon istrinya," ucapnya menggoda. "Dan dia tidak akan melepaskanmu malam ini," lanjutnya dengan kekehan kecil.


"Ah, kau jangan menakut-nakuti adik kita, Helen." Elie nampak protes akan tetapi terselip nada godaan untuk calon adik iparnya itu. Sama saja bukan? Membuat Licia sempat tercengang sesaat karena keduanya yang sudah berpengalaman itu.


Kekehan Helena dan Elie menyurut seketika dan mereka kembali memasang wajah serius. "Baiklah, jangan dengarkan kami. Sebaiknya kita segera menuju hallroom, acara akan segera dimulai," ucap Helena yang diangguki kepala oleh Elie.


"Frey, Kim... bantu Licia mengangkat ekor gaunnya," seru Elie kemudian kepada kedua adik sepupunya itu.


"Baik Kak." Freya dan Kimberly menjawab serentak dan keduanya segera membantu mengangkat ekor gaun yang dikenakan oleh sang pengantin. Sedangkan Livy dan Greisy mendengar komando Helena untuk berada di belakang Freya dan Kimberly.


Dengan dijaga oleh beberapa anak buah wanita maupun pria, Licia berjalan perlahan-lahan menuju hallroom. Pandangannya kini di penuhi oleh para tamu undangan yang sudah memadati hallroom dan sebagian tamu lainnya sudah berada di lantai dua. Seketika rasa gugupnya kembali menyergap dan untuk menyamarkan kegugupannya, Licia mencoba untuk menarik napas dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan.


Tak terasa kedua mata cokelat bak kacang kenari itu berkaca-kaca. Hanya hitungan menit saja ia akan menjadi seorang istri dan Austin? Ah, pria itu benar-benar mengetahui dream wedding yang ia inginkan. Disepanjang sudut dan bahkan keseluruhannya dipenuhi oleh bunga rose putih. Benar-benar pria idaman bukan?


"Sayang??" Lamunan Licia tersentak kala suara Mommy Angela yang terdengar jelas dan sudah berdiri dihadapannya. "Mom benar-benar seperti sedang bermimpi melihatmu yang mengenakan gaun pengantin." Mommy Angela mengulurkan telapak tangannya di wajah Licia. Meski tersenyum, akan tetapi kedua matanya mengembun. Terlihat jelas jika wanita paruh baya itu bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena putrinya akan menikah dengan pria yang dicintainya dan sedih karena Licia tidak akan lagi tinggal bersama dengannya serta sang suami. "Sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri. Apa kau bahagia, sayang?" Diusapnya wajah Licia dengan lembut, menyalurkan rasa sayangnya disana.


Licia mengangguk penuh haru. Sejujurnya gadis itu dilanda rasa bahagia sekaligus sedih. "Terima kasih untuk semuanya, Mom. Mommy dan Daddy adalah orang tua terbaik. Aku menyayangi kalian." Air mata Licia hendak tumpah, namun buru-buru gadis itu menyekanya agar tidak merusak riasannya.


"Oh sayang, jangan menangis. Riasanmu bisa rusak." Mommy Angela menjadi panik. Ia tidak ingin percakapan mereka membuat putri tercintanya menangis.


Daddy Zayn tersenyum saat tatapan sang putri mengarah padanya. Ia jelas tidak dapat berkata-kata, sebab kecantikan putrinya setara dengan istrinya saat masih muda. Meski saat itu pernikahan mereka karena sebuah paksaan darinya. Akan tetapi ia tidak dapat memungkiri jika dirinya sangat terpesona dengan kecantikan Angela yang mengenakan gaun pengantin.


"Putri Daddy sangat cantik," ujar Daddy Zayn mengulas senyum. Lalu satu tangannya terulur untuk memberikan usapan dikepala putrinya itu. "Berbahagialah bersamanya. Setelah ini As yang akan selalu melindungimu." Licia mengangguki perkataan Daddy-nya itu. "Tapi, dia akan kehilangan satu kakinya jika berani menyakitimu!" sambungnya dengan menekankan perkataannya untuk calon menantunya.


"No Daddy. Kenapa bicara seperti itu?" seru Licia memprotes apa yang baru saja dikatakan oleh Daddy Zayn. "Aku tidak akan membiarkan Daddy melukai As!" Kedua mata gadis melebar penuh peringatan agar Daddy Zayn tidak benar-benar merealisasikan perkataan yang menjurus sebuah ancaman.


Daddy Zayn berdecak kesal. Belum menjadi istri dari pria itu saja putri kesayangan sudah membela. Lalu bagaimana jika ia benar-benar melakukan? Apa putrinya akan memusuhi dirinya?


"Sekarang kau sudah membelanya dan mulai ingin melupakan Daddy-mu ini, heh?!" Daddy Zayn mulai memprotes. Tentu ia tidak suka. Biar bagaimana pun putrinya akan tetap selalu menjadi putri kecilnya, meski sudah menjadi seorang istri sekalipun.


Mulai jengah? Tentu saja, bahkan Licia memutar bola matanya karena Daddy-nya kembali mendramatisir. Meskipun begitu, ia sangat menyayangi Daddy Zayn.


"Daddy tenang saja, aku tidak akan pernah melupakan Daddy. Karena Daddy adalah cinta pertamaku," sahutnya menyakinkan dan penuh kesungguhan. Meskipun kadang kala sang daddy bertingkah menyebalkan tetapi Daddy-nya selalu menyayangi dirinya dan memanjakannya.


Daddy Zayn tersenyum, ia senang mendengarnya. Jikalau putrinya itu melupakannya, maka ia memiliki cara sendiri untuk membawa kabur putrinya dari suaminya, hohoho.


"Ah, rupanya kau menahan calon putriku disini." Suara bariton pria lainnya menginterupsi percakapan ayah dan anak itu. Berbeda dengan Licia yang menyapa calon Daddy mertuanya melalui senyuman, Daddy Zayn justru merotasi kedua bola matanya lantaran malas melihat pria tua itu. "Kau tidak bermaksud membawa kabur calon istri putraku, bukan?!" imbuhnya dengan nada sinis.


Tentu Daddy Zayn tidak senang mendengar perkataan Daddy Xavier, pria tua yang entah disebut teman baik atau justru musuh bebuyutan. Dikatakan musuh, tetapi mereka nampak akur dan terkadang kompak menghadapi para musuh. Dan dikatakan teman, tetapi lebih sering kali berdebat. Lalu hubungan seperti apa yang lebih pantas disematkan untuk mereka? Katakan, Zayn ingin tahu jawabannya!


"Jangan lupa jika calon istri putramu adalah putriku. Jadi tidak masalah jika aku ingin membawa kabur putriku sendiri!" sahut Daddy Zayn tidak kalah sinis. Jika Zayn sudah menanggapi, bukan tidak mungkin jika Xavier tidak tersulut. Bahkan pria paruh baya yang masih sangat tampan itu sudah melayangkan tatapan penuh permusuhan.


Oh tidak, jangan sampai ada pertikaian disaat acara sakral dan membahagiakan ini. Mommy Angela dan Mommy Elleana sudah merasakan atmosfer suami mereka yang mengeluarkan percikan api. Keduanya harus buru-buru menengahi, karena tidak hanya mereka saja yang menegang. Semua yang berada disana pun turut merasakan ketegangan. Terutama Licia yang menjadi bahan perdebatan mereka. Mau bagaimana lagi, mereka memang seperti air dan minyak yang tidak akan pernah menyatu.


"Ah Zayn, acaranya akan segera dimulai." Mommy Angela merangkul lengan suaminya itu, bertepatan dengan MC pria yang menginformasikan jika mempelai wanita sudah harus memasuki hallroom.


"Hubby, kita juga juga harus bersiap-siap berada di belakang bridesmaid," ucap Mommy Elleana menarik lengan suaminya agar mengikuti langkahnya.


Meski tatapannya terhunus tajam mengarah pada Zayn, Xavier mengikuti perkataan sang istri. Suasana yang menegang itu perlahan berubah menjadi haru saat suara musik indah mengalun memenuhi hallroom. Daddy Zayn dan Daddy Xavier yang sempat terbakar emosi pun kembali melembutkan hati mereka.


Ya, hari ini adalah hari bahagia untuk putra dan putri mereka. Mereka harus menekan ego dan emosi masing-masing demi kelangsungan acara yang akan berjalan meriah hingga malam menjelang. Meski sempat ada drama, tetapi kedua sosok Daddy berwibawa itu akan saling bekerja sama untuk mengiringi sang mempelai wanita melangkah memasuki hallroom.


See you next bonus chapter


Ya ampun hallo. Long time no see. Udah lama ya yoona baru up lagi. Banyak kendala soalnya, dari Yoona yang sakit, terus laptop rusak dan HP yoona juga rusak pas yoona lagi pulang ke kota kelahiran. Jadi baru bisa ganti HP pas udah balik. Dan ini belum terbiasa sama HP nya jadi dimaklumi dulu kalau ada typo ya 😅


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...