
Elie sudah kembali bekerja setelah dua hari beristirahat pasca honeymoon. Wajah wanita itu semakin bersinar, rona kebahagiaan begitu terpancar di wajahnya. Setiap langkahnya yang riang itu mengundang kulumann senyum bagi siapa yang melihat dirinya. Karena bukan rahasia umum lagi jati diri Elie yang sebenarnya dan mereka mengagungkan kehidupan wanita itu yang sempurna. Terlahir dari keluarga kaya raya dan memiliki suami yang juga tidak kalah kaya serta memiliki ketampanan luar biasa.
"Elie....?!" Teriakan Veronica mengundang perhatian setiap staf maupun model lain yang berlalu lalang di sekitar studio. Namun Veronica mengabaikan sekitarnya, ia terlalu senang menyambut teman baiknya yang baru saja pulang dari honeymoon.
"Astaga Vero, kau berisik sekali." Elie menggeleng akan sikap teman baiknya yang selalu berteriak tanpa melihat situasi.
Veronica terkekeh, ia mengabaikan tatapan jengah teman baiknya itu, lalu mengapit lengannya. "Katakan bagaimana bulan madumu? Pasti menyenangkan karena kau berbulan madu bersama suami yang kau cintai."
"Ya, seperti itulah. Bulan madu kami sangat menyenangkan, Mike mengajakku ke beberapa negara."
"Waah, selain tampan ternyata Tuan Mikel sangat romantis." Veronica tidak dapat menutupi kekagumannya, dan Elie pun tidak mempermasalahkannya karena Veronica memang selalu terang-terangan memuji ataupun mencela seseorang. "Aku benar-benar iri padamu, apa aku bisa mendapatkan pria yang bisa menerimaku apa adanya dan mencintaiku seperti Tuan Mikel yang mencintaimu."
Mendengar celotehan Veronica, Elie mengulas senyum. "Bukankah kau memiliki Cade. Kekasihmu itu pasti sangat mencintaimu."
"Hmm, itu...." Veronica menggigit bibir bawahnya. Ia memang belum menceritakan mengenai Cade yang berselingkuh hingga hubungan mereka harus berakhir. "Aku sudah putus dengan Cade karena dia berselingkuh."
"Cade selingkuh darimu?" Meskipun sudah menebak jika hubungan Veronica dan Cade bermasalah, tetapi ia tidak pernah menduga jika pria itu mengkhianati Veronica begitu saja. Teman baiknya itu memiliki wajah dan pribadi yang menarik, sehingga ia merasa tidak terima jika pria itu berselingkuh dari Veronica. Kemudian ia melepaskan tangan Veronica dari lengannya, menatap teman baiknya itu. "Katakan padaku siapa wanita yang menjadi selingkuhan Cade?"
"Barbara," jawab Veronica tanpa ditutup-tutupi. Lagi pula menurutnya Elie memang harus mengetahui wanita yang sudah merusak hubungannya dengan Cade.
"Barbara Liu? Wanita angkuh yang menjadi brand kosmetik kecantikan itu?" Elie bertanya memastikan. Setahu dirinya ia hanya mengenal wanita bernama Barbara Liu yang juga bekerja di bawah naungan Romanov Ent.
"Benar, wanita menyebalkan itu."
Elie menelisik raut wajah Veronica yang tidak menampakkan kesedihan. Padahal temannya itu baru saja dikhianati tetapi jika dilihat dari kacamatanya Veronica justru terlihat tenang sekaligus lega.
"Apa kau tidak merasa sedih?" tanyanya pada Veronica untuk memastikan apa yang dirasakan olehnya.
"Tidak. Untuk apa aku menangisi pria bajingan sepertinya. Air mataku terlalu berharga untuknya."
Meskipun merasa aneh, tetapi Elie mengangguk setuju. Ia menyukai cara pemikiran Veronica yang sebenarnya tanpa ia ketahui jika wanita itu sudah menaruh hati pada pria lain.
"Kalau begitu aku akan mentraktirmu makan siang." Elie menggandeng tangan Veronica. Ia ingin menghibur temannya yang sedang patah hati.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Aku akan memilih menu makanan yang paling mahal," seru Veronica antusias. Ia memang tidak pernah menutup-nutupi kepribadian dirinya dari Elie.
"Tidak masalah. Kau bisa pesan makanan apapun yang kau inginkan."
"Ck, aku hampir lupa jika kau adalah putri dari Keluarga Romanov." Padahal niat hati ingin menguras uang Elie, tetapi ia baru saja ingat jika temannya itu berasal dari Keluarga Kaya Raya, harta serta uangnya sudah pasti tidak terbatas.
"Hahaha...." Elie tergelak. Ia menikmati wajah kesal Veronica.
"Ehm, Elie...." Sebenarnya Veronica ragu untuk mengatakannya, tetapi jika ia menelan kembali apa yang ingin ia katakan, maka akan membuatnya resah setengah mati. "Apa aku boleh bertanya padamu?"
"Ya, katakan saja." Elie menyahut sembari membenamkan tubuhnya di sofa, saat ini mereka sudah berada di ruangan ganti.
"Apa kau sering mengunjungi Perusahaan Romanov Group?" Wanita itu bertanya dengan hati-hati sembari menelisik reaksi Elie.
"Tidak. Aku jarang kesana karena memang tidak ada kepentingan, tetapi setelah jam makan siang nanti, aku akan ke perusahaan untuk mengantarkan dokumen Kak Ar yang tertinggal." Elie menjawab seadanya tanpa mencurigai Veronica yang memiliki maksud terselubung akan pertanyaannya itu.
Elie sontak menoleh, ia merasa heran dengan Veronica yang berseru dengan semangat. "I-iya, aku akan kesana. Memangnya ada apa?"
"Apa aku boleh ikut denganmu, Elie?" Perkataan Veronica membuat Elie menyatukan kedua alisnya.
"Kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba ingin ikut denganku? Biasanya jika aku mengajakmu untuk menemaniku ke perusahaan, kau selalu menolak, tetapi sekarang kau ingin ikut tanpa kuminta." Dan kini tatapan Elie kepada Veronica mendelik penuh selidik. Karena ia merasa heran dengan sikap Veronica yang menggebu-gebu itu. Apa temannya itu begitu merindukan dirinya sehingga ingin mengikuti kemanapun dirinya pergi? pikirnya menduga-duga.
Veronica terkekeh kecil. "Tidak, aku hanya bosan saja. Kebetulan sekali setelah makan siang aku tidak memiliki jadwal lain. Jadi tidak ada salahnya jika aku ikut denganmu." Untuk meyakinkan Elie, Veronica mengulas senyum dengan binar mata yang penuh permohonan.
"Ya, baiklah. Aku tidak masalah jika kau ingin menemaniku," sahutnya tanpa curiga.
"Yes, terima kasih. Kau memang teman terbaikku," seru Veronica memeluk singkat Elie, lalu kembali duduk dan mulai mengeluarkan peralatan make up.
"Astaga Vero, kenapa sejak tadi kau berlebihan sekali." Semakin dibuat bingung saja Elie akan sikap Veronica hari ini. Apa temannya itu salah makan atau mungkin kepalanya terbentur sesuatu?
"Tidak apa, aku hanya sedang senang saja." Ya, senang karena akan bertemu dengan pria pujaan hatinya. Sebenarnya sudah sejak beberapa hari yang lalu kala dirinya nekad datang ke perusahaan membawakan makan siang untuk pria itu, Veronica ingin mengajak pria itu makan siang di tempat lain. Tetapi selama beberapa hari ini ia begitu sibuk dan tidak memiliki waktu sekedar untuk makan siang. Sehingga pada saat mendengar Elie akan datang ke perusahaan Romanov Group, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk melihat pria yang sudah berhasil menarik perhatiannya.
"Ah, sebaiknya aku mengganti pakaian lebih dulu." Dengan perasaan senang, Veronica beranjak berdiri, ia kemudian bersenandung kecil.
Elie yang merasa tidak wajar dengan sikap temannya itu terus memperhatikan melalui ujung matanya. Veronica memang nampak berbeda, terlihat seperti wanita itu sedang jatuh cinta. Tetapi jika dikatakan jatuh cinta, bukankah lebih tepat di katakan sedang patah hati? Ah, entahlah. Elie tidak ingin memikirkannya. Lebih baik ia memikirkan suami tampannya, lalu mengirim pesan untuk Mike dan memberikan semangat.
Mike sayang, semangat. Aku mencintaimu.
Elie tersenyum membaca isi pesan yang baru saja diketik olehnya dengan tanda love di akhir isi pesan itu, sebelum kemudian mengirim pesan tersebut kepada Mike. Tidak berselang lama ponselnya mendapatkan balasan dari Mike.
Terima kasih Sweetheart. Aku lebih mencintaimu dan aku tidak sabar untuk pulang dan memelukmu di atas ranjang.
Bagaikan terdapat jutaan kupu-kupu di hatinya, Elie berseru senang dengan rona merah di wajahnya.
Veronica yang sudah bisa menebak jika Elie tengah bertukar pesan dengan Tuan Mikel hanya mencebik kesal.
Ck, kapan aku bisa saling mengirim pesan dengannya. Ah, sepertinya sangat menyenangkan jika aku bisa mengirimkan ribuan pesan cinta untuknya.
Membayangkan hal itu saja sudah membuat Veronica cekikikan seorang diri. Lalu ia pun mengambil ponselnya di dalam tas dan mulai mengetikan sesuatu.
Tuan Darren, jangan lupa kau masih berhutang untuk menemaniku makan siang.
Send. Begitu pesan itu terkirim, Veronica hanya mengumbar senyumnya. Ia berharap jika Darren akan membaca pesan cinta darinya dan sudi untuk membalas pesannya itu, meskipun terkesan mustahil mengingat perangai pria itu yang bagaikan lemari es.
To be continue
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...