The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Menyelamatkan 1



Seorang pria tergesa-gesa turun dari helikopter. Pria itu tidak menghiraukan sapaan para anak buah, ia lantas memasuki mobil dan segera meninggalkan landasan pribadi milik Black Lion. Ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, tidak peduli akan keselamatan dirinya sendiri. Karena saat ini yang lebih penting adalah menemukan keberadaan istrinya.


Beberapa jam yang lalu ia mendapatkan kabar mengenai hilangnya istrinya bersama dengan Helena. Laporan yang tentu saja membuatnya sangat terkejut. Bahkan membuat Darren diambang dilema, sebab harus memilih antara mencari keberadaan Arthur dan Austin atau Helena dan Elie?


"Kau harus mencari Ar dan As. Aku akan kembali ke London ." Mike tidak memberikan pilihan untuk Darren berpikir. Saat ini keadaan tidak sedang berpihak pada mereka, sehingga masalah datang bersamaan.


Tanpa banyak berpikir, Darren mengiyakan. Saat ini mereka harus berbagi tugas. Darren harus mencari keberadaan Arthur dan Austin yang sampai detik ini tidak dapat dihubungi setelah mengalami kecelakaan. Sedangkan Mike akan mencari Elie dan Helena. Keduanya memutuskan untuk transit di Bandar Udara Internasional Henri Coanda di Kota Bukares, Rumania.


Darren melanjutkan perjalanan udara dengan Bastian dan beberapa anak buah lainnya menggunakan jet pribadi. Sedangkan Mike dan dua anak buah akan kembali ke London menggunakan helikopter yang sudah disediakan sebelumnya oleh anak buah. Mereka harus menempuh perjalanan setidaknya tiga jam, tetapi anak buahnya mampu menempuh jarak hanya dua jam saja. Kondisi apapun akan mereka hadapi, sebab Helena dan Elie lebih penting untuk segera ditemukan, mengingat mereka sedang mengandung.


Dan saat ini mobil yang dikendarai Mike sudah tiba di Markas Loz Zetas yang diketuai oleh Sid. Sebelumnya Mike menolak menjadi ketua Loz Zetas lantaran dirinya ingin fokus mengurus perusahaan sekaligus keluarga kecilnya nanti. Akan tetapi Mike tetap bagian dari Loz Zetas dan masih sangat dihormati oleh kelompoknya.


"Bagaimana Sid? Kau sudah menemukan dimana keberadaan istriku dan Helen?!"


Sid terjingkat kaget lantaran Mike tiba-tiba saja sudah ada di Markas, padahal beberapa menit lalu, Mike mengatakan jika dirinya masih berada di perjalanan.


"Sedikit lebih sulit dari yang kubayangkan, tapi aku berhasil menemukan rekaman CCTV di sekitar jalan raya glaton way. Beberapa mobil sedan terdeteksi menuju perbatasan North Yorkshire."


"Kalau begitu, kita pergi kesana!" Tanpa menunggu jawaban dari Sid, Mike berlalu begitu saja. Padahal Sid belum menjelaskan lebih detail, tentu mereka tidak boleh gegabah.


Namun mau tidak mau Sid mengejar Mike keluar Markas, pria itu terlihat tengah memasukkan beberapa senjata ke dalam pakaiannya. Lalu menunju motor yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Kau yakin ingin menggunakan motor, Mike?" Sid bertanya memastikan.


"Jalan pintas menuju perbatasan North Yorkshire tidak jauh dari Markas Loz Zetas. Menurutmu, apa kita harus menggunakan mobil dan aku akan terlambat menyelamatkan istriku dan juga Helen, heh?!" Mike menyahut sengit. Jelas-jelas mereka sudah tahu jalan pintas menuju North Yorkshire harus ditempuh menyusuri hutan.


Sid menghela napas, yang dikatakan Mike benar adanya. Jika mereka menggunakan mobil, maka harus melalui jalur jalan raya dan harus menempuh perjalanan setidaknya dua jam.


"Baiklah, aku ikut denganmu." Tentu Sid tidak akan membiarkan Mike berkendara menggunakan motor, menyisir hutan. Bisa saja di tengah hutan, mereka akan dihadapkan dengan hewan buas. "Kalian, bersiap-siaplah, kita akan menyusuri hutan dan sisanya melalui jalur jalan raya dan udara!" teriaknya kemudian pada seluruh anak buah. Para anak buah membelah menjadi beberapa kelompok, beberapa anak buah menggunakan mobil dan beberapa lainnya menggunakan hondajet.


"Baik....!" Para anak buah Loz Zetas menjawab serentak. Lalu berbondong-bondong menyiapkan berbagai senjata dan menyelipkannya ke dalam pakaian mereka masing-masing. Bagi yang menggunakan motor, tidak lupa menyembunyikan granat dan senjata lainnya pada bagian motor yang tidak terlihat.


Mike mulai menaiki motor disusul oleh Sid setelahnya. Keduanya mengendari motor masing-masing menuju pembatas Markas. Gerbang markas yang terhubung dengan hutan sudah terbuka dengan lebar. Sebelum kemudian gerbang itu ditutup kembali setelah Mike, Sid beserta beberapa anak buah sudah memasuki kawasan hutan.


Mike mengendarai motor dengan kecepatan penuh, sehingga Sid dan beberapa anak buah lainnya mengimbangi kecepatan motor Mike. Meski sedikit kesulitan karena dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi dan terdapat tanah yang terjal, tidak membuat Mike dan yang lainnya menyerah. Agar motornya tidak terguling, kali ini Mike melaju dengan perlahan. Kedua matanya begitu awas pada sekitar. Berulang kali kepulan asap tebal menghalangi pandangannya.


Merasa ada sesuatu pada arah berlawanan, Mike merogoh senjata di balik pakaiannya.


"Mike, hati-hati. Aku rasa ada hewan yang sedang mendekat." Sid berteriak. Karena berada di dalam hutan suaranya begitu menggema di udara.


Mike mengerti. "Kalian harus berhati-hati!" serunya tanpa menyurutkan kecepatan laju motornya.


Suara hewan mengaum itu terdengar lebih jelas dari sebelumnya. Sudah dapat mereka pastikan jika hewan itu semakin mendekat, dan.... Beberapa motor keluar barisan guna menghindari serangan macan. Dan mereka sudah memegang senjata di tangan masing-masing.


"Tembak!" ujar salah satunya.


Dor


Dor


Beberapa peluru dilesatkan saat macan itu hendak menyerang mereka bersamaan. Mike lebih dulu menghindar, sehingga macan itu gagal menyerang.


Auman macan menggelegar di udara, sebab beberapa peluru tepat menghantam tubuh hewan buas itu. Sungguh miris saat macan itu tergelatak tidak berdaya di atas tanah, tetapi mereka tidak memiliki pilihan lain. Jika macan itu dibiarkan, maka mereka yang akan tewas diterkam.


"Tinggalkan macan itu, kita lanjutkan perjalanan!" Mike menarik tuas gas dan mulai menjalankan motornya kembali. Sid dan anak buah mengikuti kembali di posisi belakang. Mereka harus mengikuti barisan, sebab banyaknya pohon membuat mereka kesulitan mengendari motor jika harus saling bersisian.


Selama hampir satu jam, akhirnya Mike dan yang lainnya mencapai tempat tujuan. Begitu berhasil keluar dari hutan, mereka disuguhkan dengan dinding menjulang tinggi perbatasan North Yorkshire.


Tanpa ragu, Mike mendobrak pagar besi itu. Seketika pagar besi tersebut tumbang dan mereka bisa melewati perbatasan North Yorkshire. Sebelumnya baik Mike dan Sid tidak pernah ke perbatasan North Yorkshire, sehingga mereka cukup asing dan hanya mengikuti insting, berkendara mengikuti jalur hingga bangunan tua berlantai tiga terjangkau di depan mata.


Mike menepikan motornya, lalu turun dan mencoba mendekati pagar besi pembatas bangunan tua itu.


Dor


Dor


Baru saja Mike mencoba untuk membuka pagar pembatas, dua peluru melesat kearahnya. Beruntung pria itu berhasil menghindar.


"Sialan!!" Mike tentu saja kesal. Apa kedatangannya sudah diketahui oleh mereka? pikirnya.


Karena terdengar suara letupan senjata, beberapa pria mulai berhamburan keluar dengan bersenjatakan masing-masing. Mengepung kelompok Loz Zetas yang menodongkan senjata. Mereka bersiap memuntahkan peluru jika musuh-musuh mereka menyerang lebih dulu.


Masing-masing peluru sudah dilesatkan dan meraka sudah mulai saling menyerang. Mike menghamburkan diri menjauh dari dua kelompok yang saling menyerang. Saat ini yang lebih penting adalah Elie. Ia harus segera menemukan keberadaan istrinya. Sungguh, Mike berharap jika Elie dan calon kedua bayinya dalam keadaan baik-baik saja. Dan ia bersumpah akan menghabisi musuh-musuhnya jika sesuatu yang buruk terjadi pada istri beserta kedua calon bayinya.


"Serahkan pada kami! Kau harus mencari istrimu di dalam sana!" Ternyata Sid sangat mengerti Mike. Ia dan beberapa anak buah akan mengurus bajingan-bajingan di hadapan mereka terlebih dahulu.


Mike mengangguk. Ia mendorong pintu kayu dengan satu kakinya, lalu melesat masuk. Matahari mulai tenggelam, sehingga membuat bangunan itu minim akan pencahayaan. Mike menyusuri setiap lorong dan berjalan menuruti instingnya. Ia berharap dari banyaknya ruangan, akan segera menemukan keberadaan Elie. Namun nihil, setelah mendobrak beberapa ruangan, Mike tidak menemukan Elie dimana pun. Seketika Mike mulai gelisah, harus kemana lagi ia mencari istrinya?


Saat sedang memikirkan keadaan Elie, seseorang melesat masuk ke dalam ruangan itu. Satu tangannya memegang katana. Pedang itu berasal dari Jepang dan biasanya menjadi senjata kaum samurai. Mike menyadari keberadaan seseorang itu, ia lantas melompat untuk menghindari serangan.


Seseorang berpakaian serba hitam seperti sosok ninja menyunggingkan senyum remeh.


"Kau benar-benar pemberani, masuk seorang diri dikawasan kami."


Mike tidak mengindahkan perkataan pria berpakaian ala ninja itu. Yang ia perhatikan adalah wajah pria itu yang sangat asing menurutnya. Sebelumnya ia tidak pernah melihat kelompok apapun yang menggunakan pakaian ninja.


"Siapa kau??" tanya Mike. Ia ingin tahu siapa yang dihadapinya saat ini.


Alih-alih menjawab, pria berpakaian ninja itu terkekeh. "Kau tidak perlu tau siapa kami!"


Mike sungguh merasa jengah. Ia ingin segera mengakhiri semuanya. "DIMANA ISTRIKU, HAH?!" serunya berteriak.


"Istrimu?" sahut pria itu mengulangi ucapan Mike. Kemudian teringat akan sosok wanita yang baru saja dibeli oleh tuannya. "Ah, maksudmu wanita berambut pirang yang baru saja dibeli oleh tuanku?!"


Deg


Dibeli? Apa maksudnya? Apa istrinya itu dijual?


"Keparat!!!" Emosi Mike membuncah. Tentu ia tidak terima jika istrinya diperlakukan layaknya seperti barang. Dor. Hingga Mike melesatkan beberapa peluru pada pria di hadapannya itu.


Namun pria ninja itu berhasil menghindar. Gerakannya terlihat seperti seorang yang profesional. Mengayunkan katana di tangannya itu guna menghindari serangan. Mike tidak menyerah dan terus-menerus memuntahkan pelurunya. Hingga ia kehabisan peluru dan membuang senjatanya dengan asal, lalu merogoh kembali senjata cadangan yang lain. Pria itu tidak menggunakan senjata api untuk membalas serangan peluru, melainkan mengayunkan katana ke arah Mike secara terus-menerus. Mike berulangkali menghindar, meski benda tajam itu nyaris mengenai bagian tubuhnya.


Sshhhh


Dan benar saja, benda tajam itu mengenai dadanya. Percikan darah terlihat keluar dari dada kirinya. Mike meringis. Sial.


Tidak tinggal diam, Mike membalas pria itu. Dan berhasil, satu pelurunya menembus mengenai lengan pria itu. Pria ninja itu terduduk di lantai ketika Mike kembali melesatkan peluru pada kakinya.


Mike terkekeh puas. Namun kekehannya tidak bertahan lama, lantaran tiba-tiba saja merasakan sakit pada bagian dadanya yang terluka.


Kali ini pria berpakaian ninja itu yang terkekeh, lalu mengumpulkan tenaga untuk beranjak berdiri. "Aku mengakui kehebatanmu, kau satu-satunya yang bisa mengembalikan seranganku." Terjeda sejenak lantaran meringis kesakitan. "Tapi kau sungguh sial, karena katana milikku sudah diberikan racun sebelumya. Menurutmu apa yang akan terjadi padamu, heh?!"


Mendengar perkataan pria berpakaian ninja itu, Mike terkejut. Racun? Apa rasa sakit yang ia rasakan saat ini adalah efek dari racun yang sudah mulai bekerja? Untuk membuktikannya, Mike segera membuka jaketnya beserta t-shirt yang dikenanya. Dadanya terlihat mengeluarkan darah kental dan nampak kebiruan.


Mendapati reaksi Mike yang tidak bisa berkata-kata, membuat pria itu tergelak di sela-sela kesakitannya. "Racun itu ada penawarnya, tapi aku tidak ingin memberikannya padamu. Kau akan segera-"


BUGH


Mike yang sudah sangat geram menendang perut pria itu. Sehingga membuat pria itu terpental menghantam dinding. Tetapi masih berusaha untuk bangkit berdiri dengan napas yang tersendat-sendat, sebelum kemudian mengeluarkan batuk darah. Tendangan Mike sangat luar biasa, membuat pria itu semakin tidak berdaya dan pada akhirnya terkapar di lantai.


Melihat musuh dihadapannya tidak lagi bergerak, Mike berinisiatif mencari obat penawar yang sebelumnya di katakan oleh pria itu. Namun sialnya, tidak ia temukan di tubuh pria itu.


Mike mendesis kesal, ia bangkit berdiri bersamaan dengan kepalanya yang tiba-tiba saja mulai berputar. Segera Mike keluar dari ruangan tersebut, ia harus mencari Elie bagaimanapun keadaannya.


Namun perlahan pandangannya mulai kabur. Mike bahkan meraba sekitarnya guna menuntun jalannya. Saat memasuki salah satu ruangan, Mike yang tidak jelas melihat justru berjalan menuju kolam renang, hingga ia berdiri diatas pembatas sebelum kemudian,


Byurrr


Mike terjun bebas ke dalam kolam renang. Jika biasanya ia pandai berenang, tidak dengan kali ini. Tubuhnya perlahan kehilangan kesadaran dan tenggelam ke dasar kolam. Seseorang yang mendapati Mike tenggelam, segera melompat untuk menyelamatkan pria itu. Padahal ia sendiri terluka di bagian kepalanya. Tetapi tidak pedulikan lukanya, karena yang terpenting adalah menyelamatkan adik iparnya.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...