
BUGH
BUGH
BUGH
Beberapa pukulan mendarat tepat di wajah Dante dan Tiago. Pelakunya tidak lain adalah Xavier. Dugaan mereka salah besar, ternyata anak buah bayangan lebih dulu memberitahukan pada bos besar mereka mengenai hilangnya Helena dan Elie.
Dante dan Tiago hanya pasrah menjadi samsak. Semua bisa terjadi karena kecerobohan mereka, sehingga Nona Helena dan Nona Elie menghilang. Jika saja mereka mengerahkan lebih banyak anak buah, mungkin bisa menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti ini. Dan sungguh, keduanya merasa sangat menyesal dan merasa telah gagal melindungi dua wanita yang begitu berharga di Keluarga Romanov.
"Maafkan kami bos." Keduanya menunduk, tidak berani mengangkat wajah mereka.
"Aku tidak mau tau, cari kedua putriku sampai ditemukan! Jika tidak, kalian sendiri yang akan menanggung akibatnya!" sarkas Xavier penuh dengan ancaman. Sejak tadi ia berpikir bagaimana orang-orangnya menjadi begitu bodoh dan ceroboh. Apa mereka sudah bosan menjadi bagian dari Black Lion?
Ketika anak buah bayangan melapor padanya mengenai kabar buruk yang menimpa Helena dan Elie, tiga anak buah bayangan menjadi sasaran tinju Xavier. Bagaimana tidak, mereka menjadi tidak becus dalam bekerja, meskipun sebelumnya sempat terjadi baku tembak. Tetapi sialnya, mereka kehilangan jejak. Dan sebelumnya anak buah bayangan lainnya sudah terbang ke Dubai, mereka tentu menjaga Arthur dan Austin dari kejauhan.
Xavier mengusap kasar wajahnya. Masalah silih berganti dan kali ini justru datang bersamaan. Sungguh, ia merasakan sakit kepala yang teramat. Kabar mengenai kedua putranya yang mengalami kecelakaan sudah cukup membuatnya frustasi. Kini ditambah kedua putrinya diculik disaat kondisi mereka sedang mengandung. Sungguh ia memikirkan nasib kedua putrinya dan calon cucu-cucunya.
Semua yang menyaksikan bagaimana kemarahan Xavier hanya mampu terbungkam, tidak ada satupun yang berani membuka suara. Suasana teramat mencekam, seolah mereka akan dieksekusi mati hari ini.
"Sebelum matahari terbenam, aku ingin kalian menemukan markas mereka!" Suara Xavier menggelegar di suasana yang begitu hening, sehingga memecah di udara dan membuat mereka menjadi tersentak.
"Mereka?" cicit Black Lion dan Red Dragon bersamaan. Siapa mereka yang dimaksud oleh Paman Xavier?
Xavier mengeluarkan chip dari saku celananya. Lalau melemparkannya dengan asal, hingga Liam menangkap chip tersebut.
"Ar sudah memprediksikan hal ini sebelumnya. Dia sudah mengantongi siapa saja yang harus dihancurkan!" sambung Xavier memberikan jawaban atas kebingungan mereka semua.
Ah, kini mereka mengerti. Arthur tidak mungkin berani meninggalkan London tanpa persiapan apapun. Dan inilah jawabannya.
"Tapi Paman, bagaimana keadaan Kak Ar dan As? Kudengar mereka kecelakaan di Dubai." Dengan mengerahkan keberaniannya, Elden bertanya demikian. Sungguh, ia begitu penasaran dengan kondisi Arthur dan Austin. Tidak hanya Elden saja, semua begitu ingin tahu. Sayangnya mereka minim informasi.
"Mereka keturunanku. Menurut kalian, apa mereka bisa mati dengan mudah, heh?!" Xavier menyahut dingin.
Menyesal sudah Elden bertanya, meskipun ia adalah keponakan Paman Xavier, tetapi tetap saja ia tidak diperlakukan istimewa.
Namun yang sebenarnya, Xavier sendiri tidak begitu yakin dengan kondisi Arthur dan Austin. Terlebih beberapa anak buah bayangan yang mengikuti kedua putranya sejak keberangkatan belum juga memberikan kabar. Terakhir kali ia berkomunikasi dengan Arthur saat tengah malam, putranya yang satu itu berhasil memulihkan nama baik perusahaan hanya dengan satu hari saja. Dan bahkan sudah mengantongi dalang dibalik kekacauan serta memprovokasi para media untuk membuat isu pengalihan. Saat menghubunginya tengah malam itu hanya mengatakan mengenai firasatnya.
Sepertinya akan terjadi sesuatu, Dad. Aku akan mengirim file padamu dan Darren. Di dalamnya ada dua nama yang kucurigai. Aku sudah menyelidiki Jorge, pria tua itu salah satu yang terlibat dalam kekacauan perusahaan.
Tadi malam, Xavier begitu terkejut kala mendengar perkataan Arthur melalui sambungan telepon. Bagaimana tidak, Jorge yang merupakan ayah Helena atau yang sebenarnya adalah Paman dari menantunya itu terlibat dalam kekacauan yang terjadi pada Romanov Group. Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk membayar para media? Dan apakah semua ini sudah diprediksikan oleh Arthur sebelumnya? Jujur saja, ia cukup kesulitan membaca apa yang direncakan oleh Arthur, sehingga Xavier menjadi kesal sendiri karena memiliki dua putra yang begitu tidak terbuka.
"Dan satu hal lagi, aku ingin Hyde Park menjadi milik Romanov bagaimanapun caranya!" Xavier sungguh kesal dengan keamanan di Hyde Park. Karena minimnya CCTV membuatnya dan para anak buah kesulitan mencari petunjuk.
Mereka hanya bisa menyanggupi. Mana mungkin menolak keinginan Xavier yang sudah pasti adalah perintah untuk mereka. Setelah cukup memberikan tekanan kepada mereka semua, Xavier berlalu pergi begitu saja. Ia berjalan menuju mobilnya yang terparkir. Di sisi mobil yang bersisian dengannya, terdapat Daniel, Keil dan juga Nico.
"Kau keterlaluan memarahi mereka bos!" seru Daniel tidak gentar rupanya, meski wajah Xavier dalam mood buas.
Xavier menyunggingkan senyum miring. "Kalian bisa menggantikan putra-putra kalian! Atau jika kalian merasa kasihan, maka solusinya adalah kalian memenggal kepala masing-masing sebagai tanda permintaan maaf karena putra kalian begitu ceroboh!" sahutnya begitu sarkastik.
"Kami sudah tua bos, setidaknya sedikit mengasihani kami." Daniel mencoba memelas.
"Cih, lebih baik kalian enyah!" seru Xavier mendesis. Sudah kepalang dipenuhi amarah, akan tetapi masih saja Daniel memprovokasi dirinya.
BRAK
Xavier yang baru saja masuk ke dalam mobil membanting pintu dengan kasar. Jack yang sedari tadi diam menyaksikan hanya terkekeh kecil. Salah sendiri memancing kemarahan bos yang belum mereda. Jack kemudian masuk ke dalam mobil, karena ia yang mengemudikan mobil. Sebelum kemudian berlalu begitu saja.
Sepeninggalnya Xavier dan Jack, Elden, Gavin dan Liam menghampiri Daddy mereka.
"Dad, bagaimana ini?" Liam mengeluh.
"Lain kali gunakan otakmu dengan benar, Lim. Jangan hanya wanita saja yang ada di dalam isi kepalamu!" Niat hati ingin mendapatkan solusi dari Daddy-nya, justru Daniel menyemburkan kalimat yang malas di dengar oleh Liam.
"Cih, apa kau lupa aku adalah keturunanmu, Dad? Sudah pasti aku yang seperti ini karena menurun dari sifatmu." Tentu Liam tidak terima mendengar perkataan Daddy-nya.
"Jangan mengelak, bodoh!" Daniel memukul kepala Liam. "Sudahlah, lebih baik kalian lakukan tugas dengan benar. Lacak keberadaan mereka, perhatian baik-baik chip yang diberikan oleh Paman Vier!"
"Paman Daniel benar, kalian harus bisa melacak keberadaan mereka. Jangan membuat Paman Vier kecewa untuk yang kedua kalinya." Nico ikut menimpali dengan bijak.
"Tugas kami sudah tidak diperlukan lagi, jadi kami bertiga menyerahkan semuanya pada kalian," sambung Keil kemudian. "Dan ingat, Paman Vier dan Ar tidak menyukai kegagalan, jadi kalian harus mengerahkan kemampuan kalian!"
Yang bisa ketiganya lakukan hanya diam seribu bahasa ketika mendapatkan siraman nasehat dari ketiga Daddy mereka yang tentunya sudah memiliki banyak pengalaman. Sebelum kemudian Liam, Elden dan Gavin mengangguk serentak. Mereka percaya pada kemampuan mereka yang tidak kalah hebat dari ketiga Daddy mereka.
"Kalau begitu kami pergi dulu. Selamat berjuang!" Nico menepuk bahu tegap Elden, memberikan semangat untuk putranya serta yang lainnya.
"Jika kalian gagal, maka kalian yang akan menanggung akibatnya." Bukan bermaksud melepas tangan, tetapi Daniel sudah cukup puas dengan segala hukuman yang diberikan bos mereka di masa muda mereka. Dan kali ini biarlah ketiga keturunan mereka yang menggantikannya.
Setelah memberikan semangat sekaligus mematahkan semangat mereka secara tidak langsung, Daniel, Nico dan Keil pergi begitu saja. Meninggalkan beban di pundak ketiga putra mereka.
Elden, Gavin dan Liam hanya saling bersitatap. Sebelum kemudian mereka bersiap untuk melacak keberadaan musuh-musuh yang entah siapa.
To be continue
Daddy Xavier lagi frustasi
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram @rantyyoona...
...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...