
Begitu tiba di Hyde Park, Jacob memarkirkan mobilnya dengan asal. Pria itu berlari menyusuri taman untuk mencari keberadaan Licia. Ketika sosok adiknya berada dalam jangkauan mata, Jacob menghentikan langkah.
"Bagaimana kejadiannya? Kenapa mereka bisa menghilang?" tanyanya kepada siapapun yang berada disana. Berharap salah satu dari mereka dapat menjelaskan.
"A-aku benar-benar tidak tau, Kak." Licia nampak kebingungan, wajah gadis itu terlihat pucat.
"Biar aku yang jelaskan padanya." Freya bergerak maju, ia tidak tega melihat Licia yang begitu syok. Tidak hanya Licia saja, mereka semua benar-benar merasa syok sekaligus sulit percaya. "Kejadiannya seperti ini...." Dan gadis itu mulai menceritakan yang terjadi, mulai dari mereka berfoto bersama hingga selang beberapa saat Licia yang lebih dulu menyadari jika Helena menghilang. Lalu tak lama setelahnya Elie pun menghilang.
"Kami benar-benar tidak tau kemana perginya Kak Helen dan Kak Elie. Sejak tadi kami berada di dekat mereka, tapi mereka hilang entah kemana," lirih Freya menghela napas berat saat mengakhiri kalimatnya.
Jacob meraup wajahnya usai mendengarkan cerita Freya. Jika disimpulkan, tidak mungkin Helena dan Elie hilang begitu saja.
"Sebaiknya kita tanyakan pada petugas." Jacob mengusulkan, ia hendak melangkah tetapi Freya lebih dulu menahan lengannya.
Sadar apa yang ia lakukan, Freya melepaskan lengan Jacob. "Aku dan Licia sudah berbicara pada petugas taman. Dan saat ini mereka sedang membantu mencari di sekitar taman Hyde."
Mendengar penuturan Freya membuat Jacob mengurungkan niatnya. "Aku sudah memanggil yang lain, kita akan berusaha mencari mereka."
Freya dan yang lainnya mengangguk. Tak berselang lama, beberapa mobil sport dan beberapa mobil Jeep hitam memenuhi area taman. Segerombolan pria berpakaian serba hitam terlihat berkumpul, yang tak lain ialah Black Lion.
"Apa kau benar-benar sudah mencari disekitar taman, Jac?" tanya Elden, mewakilkan pertanyaan teman-teman yang lain. Saat ia dan yang lainnya diberikan kabar oleh Jacob, mereka segera meluncur. Sungguh mereka sangat panik sekaligus mencemaskan keadaan kedua kakak sepupu mereka.
"Sudah, tapi tidak ada petunjuk apapun," sahut Jacob lesu.
"Kalau begitu kerahkan semuanya untuk mencari!" Elden berteriak tidak sabar. Helena dan Elie adalah kakak sepupunya, tugasnya adalah menggantikan Arthur untuk menjaga mereka saat tidak berada di tempat.
Kemudian mereka segera mengerahkan seluruh anak buah yang berada disana untuk berpencar. Dengan sigap para anak buah mencari ke seluruh area Hyde Park. Sebelumnya taman itu sudah lebih dulu diamankan, sehingga tidak ada pengunjung selain mereka saja.
Devano yang berada disana mencoba menenangkan adiknya, Freya. "Mereka berdua pasti ditemukan." Ia mengusap punggung Freya, untuk menyalurkan ketenangan pada adiknya itu. "Aku akan mencoba menghubungi Bibi Elle, mungkin saja mereka sudah pulang lebih dulu."
Freya hanya mengangguk saja dan memperhatikan kakaknya yang mencoba menghubungi Bibi Elleana. "Bagaimana?" tanyanya memastikan. "Apa Kak Helen dan Kak Elie ada disana?"
Devano menggeleng sebagai jawabannya dan hal itu membuat sekujur tubuh Freya semakin melemah. "Bagaimana ini? Seharusnya aku bisa menjaga Kak Elie dan Kak Helen. Tapi aku terlalu ceroboh."
"Kau tidak salah. Tidak ada yang salah disini. Pasti ada sesuatu yang tidak beres." Devano berusaha kembali menenangkan. Sebenarnya dirinya pun sangat gelisah, sebab selain kejadian hilangnya Elie dan Helena, ia memikirkan Arthur dan Austin yang tidak dapat dihubungi.
Dua anak buah yang baru saja datang dengan mobil ranger rover hitam segera turun, lalu menghampiri. Mereka adalah Dante dan Tiago, dua anak buah kepercayaan Darren. Kabar hilangnya Helena dan Elie sudah sampai di telinga mereka dan dapat dipastikan jika Darren sudah mendengar kabar tersebut.
"Kalian benar-benar sudah mencari ke seluruh taman Hyde?" tanya Dante memastikan. Ia ingin semua yang berada disana mencari hingga ketemu, bahkan jika perlu Danau Serpentine juga harus ditelusuri.
"Mereka sedang berpencar. Lalu bagaimana? Dimana perginya anak buah yang kalian tugaskan?!" Elden menghardik kesal, pasalnya beberapa anak buah dikerahkan oleh Dante dan Tiago. Selama Darren tidak berada di tempat, dua anak buah itulah yang memegang kendali.
"Mereka tidak ditemukan. Ada kemungkinan mereka diberikan gas beracun. Aku dan Dante hanya menemukan beberapa botol gas beracun tidak jauh dari taman." Tiago yang menjawab lebih dulu. Sebelum ke area taman, mereka berdua mencari jejak hilangnya beberapa anak buah yang ditugaskan untuk menjaga.
"What the fucckk!! Kenapa kita bisa kecolongan seperti ini!" Liam berseru marah, meninju udara untuk melampiaskan amarahnya.
"Lalu bagaimana dengan Der? Jika kalian sudah mengetahui hilangnya Kak Elie dan Kak Helen, bukankah seharusnya kalian sudah melapor padanya?" Gavin bertanya memastikan. Tidak menutup kemungkinan jika Darren sudah mengetahui apa yang terjadi. Tetapi sejak tadi ia tidak melihat keberadaan Darren.
Dante dan Tiago saling melemparkan pandangan. Keduanya terlihat enggan untuk menjawab. Dan hal itu dapat disadari oleh Elden, Gavin dan juga Liam.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang tidak kami ketahui, heh?!" seru Liam mendelik penuh curiga, sebab keduanya kompak untuk bungkam.
"Tiago.... Dante.... katakan, apa yang terjadi? Romanov Group baik-baik saja, bukan?" Elden mendesak keduanya untuk segera membuka suara.
"Perusahaan baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir," sahut Dante mencoba menenangkan.
"Lalu, apa yang kalian sembunyikan dari kami, heh?!" sembur Gavin. Rupanya ia tidak cukup puas mendengar jawaban Dante.
"Beberapa jam yang lalu Bos Der dan Tuan Mike meninggalkan London menuju Dubai."
"Dubai?" Kedua alis Elden mengernyit saat mendengar perkataan Tiago. "Untuk apa mereka kesana?"
Tiago tidak langsung menjawab dan justru melirik pada Dante. "Biarkan mereka tau apa yang terjadi."
Karena Dante sudah berkata demikian, sehingga Tiago mengangguk dan hendak membuka suara kembali. "Bos Ar dan Tuan Muda As mengalami kecelakaan di Dubai, mobil yang mereka tumpangi terguling dan sejak pagi buta beberapa anak buah sudah dikerahkan lebih dulu."
"APA?!!" Mereka benar-benar terkejut mendengarnya. Kecelakaan? Austin dan Arthur mengalami kecelakaan di Dubai?
"Sampai saat ini aku dan Tiago belum mendapatkan kabar lagi."
Suasana menjadi hening dalam seketika. Kejadian yang terjadi saat ini benar-benar mengguncang mereka. Bagaimana tidak, Arthur kecelakaan dan istrinya menghilang. Austin juga terlibat kecelakaan yang sama. Lalu Mike menyusul ke Dubai tanpa mengetahui jika istrinya juga menghilang.
***
Selama satu jam lebih menyusuri area taman, tidak ada satu pun berita baik yang mereka dapatkan. Baik Helena dan Elie tidak ditemukan dimanapun. Dan para gadis sudah diamankan terlebih dahulu di tempat yang aman. Mengenai hilangnya Elie dan Helena, mereka sepakat untuk tidak memberi tahu Paman Xavier hingga mereka menemukan petunjuk terlebih dahulu.
"Periksa CCTV yang ada di sekitar taman. Pasti ada petunjuk!" seru Elden memberi perintah yang segera dilaksanakan oleh seluruh anak buah.
Jacob dan Red Dragon turut membantu. Mereka mencari di sekitar area jalan raya. Selang lima belas menit, Jacob dan Albern kembali dengan membawa wanita tua yang nampak ketakutan. Saat sedang mencari di area tepi jalan, wanita tua itu menguntit dirinya dan Albern, sehingga Jacob membawa wanita setengah baya itu ke dalam taman.
"Katakan, kenapa kau mengikuti kami?!" tanya Jacob menekan wanita tua di hadapannya itu.
"A-aku...." Wanita tua itu nampak gugup dan terselip kepanikan pada raut wajahnya. "Ma-maafkan aku, aku benar-benar tidak tau harus berbicara pada siapa lagi."
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan Bibi tua, sebaiknya bicara yang lebih jelas!" Kesabaran Jacob memang tipis, sehingga pria itu begitu tidak sabar menghadapi wanita tua.
Dan benar saja, karena bentakan Jacob membuat wanita tua itu berjalan mundur penuh kewaspadaan pada beberapa pria di sekitarnya.
"A-aku bukan orang jahat. A-aku tidak tau apapun."
Jacob semakin tidak mengerti apa yang dikatakan oleh wanita tua itu, sehingga membuatnya menghela napas kasar. "Sebaiknya kau pergi saja. Jika tidak-"
"Tunggu Jac, biarkan dia bicara. Sepertinya dia takut untuk menyampaikannya." Albern mencegah Jacob yang ingin mengusir wanita tua itu. "Biar aku yang bicara padanya," lanjutnya kemudian melangkah mendekati wanita tua itu.
"Sebenarnya apa yang ingin Bibi bicarakan?" Berbeda dengan Jacob sebelumnya, Albern bertanya dengan begitu lembut.
Wanita itu menelisik wajah pria muda di hadapannya. Raut wajahnya sedikit menunjukkan ketenangan. "Hm, aku... aku takut untuk mengatakannya, ba-bagaimana jika mereka menembakku?" Dalam sekejap saja tubuh wanita tua itu bergetar hebat, bahkan memeluk tubuhnya sendiri.
Albern mencoba mengerti ketakutan wanita tua itu. "Siapa nama Bibi? Dan dimana rumah Bibi? Apa Bibi tersesat?" Ia berusaha untuk tidak menekannya.
"Betty. Namaku Betty." Wanita tua bernama Betty itu meneliti wajah Albern, sepertinya ia tengah menerka-nerka, apakah Albern adalah sekumpulan orang-orang jahat atau bukan. Mengingat saat ini mereka mengepung dirinya.
Menyadari jika Bibi Betty tidak percaya padanya, Albern menyentuh kedua bahu Bibi tua itu. "Bibi tidak perlu takut, mereka adalah orang-orangku. Kami berkumpul disini karena kami sedang mencari keluarga kami yang hilang di taman ini. Tidak hanya Bibi, tapi semua yang ada di sekitar sini kami mintai keterangan."
Kewaspadaan Bibi Betty menurun seiring anggukan kepalanya. "Si-siapa keluargamu yang hilang? Apa dia seorang wanita hamil?"
Albern tertegun mendengarnya. Jacob pun serupa, ia ingin mendekati Bibi Betty karena begitu tidak sabar. Akan tetapi Albern mencoba mengintrupsi Jacob agar tetap diam di tempat. Jacob mendengkus kesal, tetapi menuruti Albern. Sikap Albern dan Jacob serupa dengan Roy yang sedang menahan Zayn jikalau Zayn selalu mengedepankan emosi.
"Bagaimana Bibi bisa tau jika keluarga kami yang hilang adalah wanita hamil? Apa Bibi sempat melihatnya?" tanyanya kembali dengan lembut.
Bibi Betty mengangguk. "A-aku penjual kedai susu yang tidak jauh dari taman. Kebetulan aku sedang mencari putraku yang sudah biasa bermain skateboard di taman ini. Ta-tapi tiba-tiba aku tidak sengaja melihat seorang pria yang sedang menggendong wanita yang sedang hamil besar, lalu memasukkannya ke dalam mobil. Kupikir pria itu adalah suaminya, tapi saat mendengar pembicaraan mereka, aku menjadi tau jika mereka sedang menculik wanita itu."
Albern dan Jacob saling pandang. Jika Bibi Betty adalah saksi jika Helena dimasukkan ke dalam mobil, sudah dapat disimpulkan jika Helena diculik seseorang.
"Apa Bibi melihat wanita lainnya yang juga dimasukkan ke dalam mobil?" Dan Albern kembali mengorek informasi dari Bibi Betty. Ia tidak berharap jika Elie juga menjadi korban penculikan seperti Helena.
Bibi Betty menggeleng keras. "A-aku tidak tau. Aku langsung pergi saat itu juga. Karena aku takut mereka akan membunuhku jika mereka memergokiku, apalagi mereka menyembunyikan senjata di balik pakaian mereka."
Albern mencoba mengerti dan tidak lagi mendesak. "Kalau begitu terima masih untuk kesaksian Bibi Betty. Aku akan menugaskan orang-orangku untuk menjaga Bibi agar tetap aman."
"Te-terima kasih.... terima kasih banyak." Bibi Betty menangkup kedua tangannya sebagai rasa terima kasihnya. "Semoga kalian dapat menemukan keberadaan wanita itu. Aku sangat kasihan jika terjadi padanya dan juga pada bayi yang sedang dikandungnya."
Kembali Albern mengangguk. "Aku juga berharap seperti itu Bibi." Dan setelahnya, Albern benar-benar menugaskan beberapa anak buah untuk menjaga dan mengawal Bibi Betty menuju kedai susu miliknya.
"Tunggu apalagi, kita sampaikan pada El. Aku yakin jika Lim sudah menemukan rekaman CCTV di sekitar sini." Jacob yang sejak tadi sudah tidak sabar menarik bahu Albern, sehingga Albern terpaksa menyeret langkahnya.
Dari kesaksian Bibi Betty dan rekaman CCTV, mereka berharap dapat menemukan keberadaan Helena dan Elie, sebelum Paman Xavier mengetahui jika menantu serta putrinya menghilang.
To be continue
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram @rantyyoona...
...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...