
Prang
Gelas yang baru saja melayang di udara menghantam cermin, sehingga membuat dua benda itu pecah berhamburan. Pagi ini, seorang wanita tengah murka, kantung matanya nampak menghitam karena tidak dapat tidur semalaman penuh. Apa yang baru saja dilaporkan oleh suruhannya benar-benar membuatnya tidak dapat meredam emosinya tersebut.
"Kenapa bisa menjadi seperti ini?! Seharusnya video itu sudah menyebar." Wanita itu meracau sembari menarik rambutnya dengan kasar. Penampilannya sungguh mengerikan, berbeda dengan penampilan biasanya yang selalu anggun dan seksi.
Seharusnya ia mendapatkan kabar yang sangat baik, kabar mengenai kehancuran wanita yang berusaha mengambil pria miliknya. Mulanya video yang ia dapatkan dari orang-orang suruhannya sudah menyebar dan dapat diakses melalui link yang juga sudah disebarluaskan. Akan tetapi tadi malam ia mendapatkan kabar jika video tersebut telah terblokir dan tidak dapat di akses. Tentu saja membuatnya sangat murka hingga melempar gelas yang di genggamnya.
Wanita itu tidak lain ialah Helena. Rencananya yang ingin merusak reputasi wanita yang bernama Elie Cassandra itu sudah gagal. Nyatanya video tersebut sudah hilang dari sosial media lainnya dan bahkan mungkin belum sempat dilihat oleh Mikel.
"Aku harus melakukan sesuatu," ucapnya mengusap wajahnya. Kemudian berjalan menuju kamar mandi. Sudah cukup ia membiarkan penampilannya kacau seperti itu. Sebelum menemui Mikel, ia harus berpenampilan cantik dan menarik tentunya.
Selama satu jam berada di dalam kamar mandi, Helena segera keluar dengan bathrobe yang membungkus tubuhnya. Ia berdiri di depan cermin, menatap pantulan dirinya yang sudah nampak lebih fresh. Hingga kemudian mulai memoles wajahnya dengan berbagai produk kecantikan mahal dan berkualitas, dipadukan dengan tangtop dan memperlihatkan perutnya yang rata, lalu dibalut dengan blazer berwarna hitam.
Percaya dirinya telah kembali, hingga kemudian ia menyambar tas kecil miliknya dan melangkah keluar kamar menuju parkiran mobil mewahnya yang terparkir di halaman.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Helena mengendarai mobilnya mencapai Perusahaan MJ Corp. Begitu tiba di perusahaan besar itu, Helena segera masuk ke dalam lobby, mengabaikan beberapa pasang mata yang menatapnya aneh, ada pula yang saling berbisik. Kedatangan Helena selalu menjadi konsumsi mereka untuk bergosip dan menyebarkan rumor, pasalnya selama ini Helena yang mengejar-ngejar Presdir mereka, Mikel. Bahkan wanita itu dengan percaya dirinya memanggil beberapa wartawan hanya sekedar mengumumkan statusnya dengan Mikel.
Tangan Helena sudah menggapai handle pintu, membukanya dengan perlahan hingga menyembulkan sedikit kepadanya di balik pintu. Senyumnya terbit kala mendapati Mikel berada di kursi kebesarannya seorang diri.
"Selamat siang Mikel...." sapanya membuka pintu dengan lebar lalu mengembangkan senyumnya. Helena berjalan menuju sofa dan membenamkan tubuhnya disana.
Senyumnya masih bertahan meskipun Mikel sedikitpun tidak menoleh kepadanya. "Aku ingin mengajakmu makan siang," katanya kemudian.
"Aku sibuk." Mikel menyahut tanpa mengalihkan perhatiannya dari dokumen tersebut.
"Aku akan menunggumu." Helena tidak peduli, ia akan tetap menunggu Mikel hingga pria itu menerima tawaran makan siangnya.
"Kedatanganmu kemari hanya akan menggangguku, jadi pergilah!" ujarnya dingin dan menunjukkan betapa ketidaksukaan dirinya terhadap wanita yang duduk di sofa tersebut.
Namun Helena begitu tebal muka, ia tidak akan pergi meskipun Mikel mengusir atau bahkan menyeretnya keluar dari ruangan.
"Aku akan diam sampai kau selesai, jadi kau bisa bekerja dengan tenang," sahutnya santai tanpa menoleh ke arah Mikel dan hanya memusatkan pandangannya pada kuku jemarinya yang sudah dihias sangat cantik.
Terdengar helaan napas panjang dari mulut Mikel. Pria itu menutup dokumennya dengan kasar, mood bekerjanya sudah lenyap karena kedatangan wanita yang tidak diinginkan itu. Tatapan nyalang di hunuskannya kepada wanita yang kini menatap dirinya.
"Pergilah atau aku yang akan menyeretmu keluar!" Namun nampaknya ancaman Mikel tidak mempengaruhi keputusan dan tekad Helena. Wanita itu hanya terkekeh, lalu beranjak berdiri bermaksud mendekati Mikel. Dan Mikel segera berdiri sebelum wanita itu berjalan ke arahnya. "Tetap berdiri disana!" bentaknya tegas. Sungguh ingin rasanya ia melenyapkan wanita di hadapannya itu, jika saja ia tidak mengingat jasa wanita itu untuknya.
Helena tersenyum penuh arti, dari tatapannya saja dapat terlihat dengan jelas jika wanita itu berusaha menggoda Mikel. "Kenapa, hm? Apa selama ini kau benar-benar tidak tergoda dengan tubuhku?" ucapnya tersenyum nakal, bahkan tanpa tau malu Helena melepaskan blazer yang dikenakannya, menampakkan bagian atas tubuhnya yang hanya dibalut tangtop, hingga dadanya menyembul sesak di balik dalaman ketat itu.
Reaksi Mikel nampak datar, tidak tergugah ketika melihat pemandangan menggiurkan itu. Justru ia merasa jijik karena Helena tidak ada bedanya dengan wanita jalaang diluar sana.
"Kau pikir semua pria akan tertarik dengan tubuhmu, heh?!" cetusnya meremehkan, hingga membuat raut wajah Helena yang semula nampak percaya diri, kini nampak tertekuk. Namun ia terlalu pandai menyembunyikan ekspresinya.
"Benarkah?" Dan Helena tetap mengulas senyum, ia melangkah untuk mengikis jarak di antara mereka. "Kau berbicara seperti itu karena tidak pernah mencicipinya. Bagaimana jika saat ini kau mencicipinya lebih dulu." Masih dengan senyum nakal, menatap Mikel penuh sensual. Tidak pedulikan pandangan pria itu terhadapnya. Yang ia pikirkan adalah menjadikan Mikel miliknya dan menjauhkan wanita yang diinginkan oleh Mikel.
"Bittchhh!" Suara Mikel yang berat itu bergema, membuat Helena mematung seketika. Ia tahu jika banyak asumsi yang mengatakan bahwa dirinya seperti wanita jalaang, selama ini ia tidak peduli dan hanya menulikan pendengarannya. Namun entah mengapa jika Mikel yang melontarkan kata tersebut, hatinya seperti tersayat-sayat. "Pergi dan jangan datang kembali jika niatmu hanya ingin menggodaku!" Mikel begitu geram. Seumur hidupnya ia begitu membenci wanita murahan seperti apa yang baru saja dilakukan Helena. Dengan langkah kesal, Mikel melewati Helena begitu saja dan segera berlalu dari rusbgnnyt..
Helena hanya mampu melihat pintu yang baru saja tertutup rapat, sosok Mikel sudah lenyap dibalik pintu itu. Akan tetapi matanya tetap menyoroti pintu itu seolah matanya mampu menembus pintu tersebut. Hingga kemudian matanya memanas dan nampak mengembun. Helena segera menyeka sudut matanya yang basah.
Tidak Helen, jangan menyerah. Kau harus bisa mendapatkan Mikel, meskipun tidak bisa mendapatkan hatinya. Bukankah selama ini hanya Mikel yang peduli padamu, jadi kau pasti bisa membuat pria itu selalu berada di sisimu.
Batinnya bergejolak, kewarasannya serta keegoisannya tengah berperang saling mempertahankan. Sebelum kemudian kepalanya nampak mengangguk yakin. Ya, ia yakin tidak akan menyerah untuk mendapatkan Mikel. Ia pasti bisa membuat pria itu bertekuk lutut padanya, meskipun terselip sedikit keraguan jika kedepannya akan semakin sulit mendapatkan pria itu.
To be continue
Helena
Yoona baru bisa up segini dulu yaaa..... 🤗
...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...