The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Apa Yang Terjadi Dengan Elie?



Baru saja merasakan ketenangan jika Mikel tidak menemui adiknya. Siang ini Arthur mendapatkan laporan dari salah satu anak buahnya jika Mikel dan Elie bertemu di salah satu restauran. Dari foto yang dikirimkan melalui pesan media, Elie dan Mikel nampak sangat mesra dengan saling bertukar pelukan sebelum akhirnya mereka berpisah di depan restauran tersebut.


Arthur geram, ia pun meremass ponselnya dan membuangnya ke atas sofa. Dengan napas yang memburu ia keluar dari ruangan. Darren mengambil ponsel milik Arthur, ia mengikuti langkah Arthur yang melewati beberapa karyawan tersebut dengan aura gelap yang terpancar. Dilarang pun percuma, Arthur akan mendatangi pria itu dan memberikan ultimatum peringatan kepada Mikel. Setidaknya jika Darren berada disana akan menengahi jika terjadi pertikaian.


Mobil diambil alih oleh Arthur dan kini Darren menjadi penumpang. Ia membiarkan Arthur dalam kemarahannya. Hingga pada akhirnya mereka menemukan mobil tidak asing yaitu mobil milik Mikel. Arthur menambah laju kecepatan mobilnya untuk mencapai mobil Mikel, mendahului hingga Mikel yang tengah mengemudikan mobilnya harus menginjak pedal rem secara mendadak.


Arthur segera keluar dari mobil dengan wajah diselimuti oleh marah. "Keluar!"


Mikel benar-benar keluar dari mobil. Sudah di duga Arthur akan mendatanginya seperti ini, sebab sebelumnya sudah merasa curiga jika ada yang diam-diam mengawasi dirinya bersama Elie.


"Ada apa?!" tanya Mikel berpura-pura tidak tahu alasan kemarahan pria di hadapannya itu.


Dada Arthur bergemuruh penuh emosi, berjalan menghampiri dan kemudian menyahut kerah kemeja Mikel dengan tatapan gelap disertai rahang mengeras. "Aku tidak peduli siapapun dirimu! Jauhi Elie atau kau akan tau akibatnya!"


Mendapatkan ancaman dan peringatan untuk menjauhi Elie, tatapan Mikel menjadi gelap, tidak kalah gelap dari Arthur dan rahang mengetat tidak terima. "Aku juga tidak peduli siapapun dirimu, aku tidak akan pernah menjauhi Elie!" Mikel mengembalikan serangan kalimat Arthur, ia menepis tangan pria yang mencengkram kerah kemejanya.


Arthur berdecak kesal, Mikel adalah lawan yang sulit diintimidasi. "Apa kau pantas bersama Elie setelah apa yang kau lakukan? Kau ingin membunuhnya!"


BUGH


Sungguh Arthur sudah tersulut emosi, ia melayangkan pukulan yang sangat keras di wajah Mikel, hingga membuat tubuh pria itu terhempas di atas kap mobil. Darren yang sedari tadi berdiri di sisi mobil berniat menghampiri, ia tidak ingin ada pertikaian. Namun baru satu langkah, Arthur mengintrupsinya lebih dulu.


"Diam disana Der, atau kau ingin menggantikannya?!" serunya penuh peringatan, hingga Darren mau tidak mau mundur kembali. Lebih baik menjadi penonton alih-alih harus menggantikan Mikel menerima pukulan.


Perhatian Arthur kembali kepada Mikel dengan emosi yang menyala. "Kau mendekatinya karena ingin memanfaatkanya! Kau dan Loz Zetas menginginkan wilayah perbatasan Skotlandia! Apa kau pikir aku tidak mengetahuinya, hah?!" Sembari menunjuk tepat di hadapan Mikel, urat-urat tangannya begitu menonjol, membuktikan seberapa besar kemarahannya.


Mikel tertunduk. Tidak mengelak maupun membenarkan, memang kenyataannya ia ingin menyingkirkan putri dari Black. Namun siapa yang mengira jika Black tidak lain ialah Paman Xavier dan putri yang ingin dilenyapkan itu adalah Elie, wanitanya.


"Jika yang kau inginkan adalah wilayah perbatasan Skotlandia, aku akan memberikannya secara cuma-cuma. Tapi dengan satu syarat!" seru Arthur. Rahangnya mengeras masih bertahan di wajahnya dengan emosi yang menggebu-gebu. "Jauhi Elie! Jangan pernah kau menemuinya lagi dengan alasan apapun atau aku tidak akan segan membunuhmu dan menghancurkan Loz Zetas!"


Mata Mikel membeliak ketika mendengar syarat yang diajukan oleh Arthur. Untuk apa ia harus menuruti pria itu, selama ini ia tidak peduli Loz Zetas hancur atau tidak, keberadaannya di kelompok itu hanya untuk mencari keberadaan Todd dan membalaskan dendamnya kepada pria tua keparat itu!


Mikel berdiri tegak, ia mendorong tubuh Arthur sebab idak terima dengan syarat tersebut. Persetan Arthur menentang dirinya atau tidak, karena ia akan tetap bersama dengan Elie hingga maut memisahkan.


"Aku tidak peduli dengan Loz Zetas! Kau memberikan seribu wilayah apapun aku tidak menginginkannya!" serunya dengan gigi bergemelatuk menahan emosi. "Aku akan tetap bersama dengan Elie karena dia juga ingin bersamaku! Meski kau berhak melarangnya karena kalian saudara sedarah tetapi aku tidak peduli! Yang paling aku inginkan di dunia ini adalah Elie. Ya, Elie adik tercintamu, wanita yang selalu tersimpan di hatiku! Kau tidak akan bisa menyingkirkannya meskipun kau akan memberikan seisi dunia padaku!" Demi Tuhan, tidak ada yang Mikel inginkan selain wanita itu. Ia sanggup kehilangan segalanya, melepaskan MJ Corp demi menukarnya dengan Elie. Wanita itu adalah separuh jiwanya. Jika ia pergi meninggalkan Elie, sudah pasti dirinya akan seperti mayat hidup.


Arthur bergeming, ia tercekat akan seruan Mikel yang hanya menginginkan sang adik di dunia ini. Bahkan jika ia memberikan seisi dunia kepada pria itu agar menjauhi sang adik, pria itu tidak menginginkannya.


"Apa kau pikir aku percaya! Pria sepertimu bisa mengatakan seperti itu kepada siapapun! Kepada wanita lainnya!" serunya kembali mendorong Mikel hingga terhuyung. "Apa kau lupa satu minggu yang lalu kau baru saja bersama dengan Helena. Datang bersama ke Perusahaan Bonham dan merangkulnya seperti dia adalah wanitamu!" Ya, Arthur menyaksikan dengan jelas tayangan di televisi yang menampakkan Mikel merangkul dan melindungi wanita itu.


"Apa aku salah melindunginya, heh?!" Mikel berseru tidak terima. "Meskipun aku dan Helena tidak lagi memiliki hubungan, aku melindunginya sebagai adik. Apa kau cemburu, heh? Kau cemburu karena aku bisa lebih melindunginya ketimbang dirimu!"


"Tutup mulutmu!" Arthur berteriak tidak terima. Tidak. Ia tidak cemburu, hanya saja ia tidak ingin adiknya dipermainkan oleh pria seperti Mikel.


Mikel terkekeh meremehkan. Arthur memang bodoh dalam urusan percintaan. "Apa kau menyukainya heh? Atau kau sudah mencintainya? Kalau begitu temukan Helena! Temukan dia dimanapun dia berada!"


"Apa kau sudah tidak waras?! Untuk apa aku menyembunyikan Helen!" Mikel menghardik tidak terima. "Bukankah satu minggu ini kau menyuruh anak buahmu mengikutiku? Apa kau menerima laporan jika aku pergi ke suatu tempat untuk menemuinya?!" Sungguh tidak habis pikir dengan Arthur. Pria itu selalu mengawasi dirinya dan ia menyadari hal itu. Ia pun mencari keberadaan Helena dan dengan gamblang Arthur menuduhnya. "Aku juga mencari Helena. Kau sangat tau hal itu!"


Bibir Arthur terkatup rapat, tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Mikel. Benar, satu minggu ini Mikel pun berusaha mencari keberadaan Helena.


"Kau dan aku bisa mencari bersama-sama," ujar Mikel pada akhirnya sedikit melembut.


"Tidak. Aku bisa mencarinya sendiri tanpa bantuanmu!" Dan tentunya Arthur tidak ingin mencari bersama-sama dengan pria yang teramat tidak disukainya itu


Arthur hendak berlalu pergi, tetapi langkahnya tiba-tiba berhenti dan membalikan tubuhnya. "Aku tetap pada keputusanku. Kau jauhi Elie atau kau akan tau akibatnya!"


Sorot mata Mikel menajam penuh emosi. Arthur benar-benar keras kepala.


"Apa?? Bagaimana bisa kalian kehilangan Elie!" Pekikan Arthur menyita perhatian Mikel. Pria itu mengurungkan niatnya memasuki mobil. "Temukan Elie dimanapun! Atau kalian akan mengganti kecerobohan kalian dengan nyawa kalian!" Arthur mematikan sambungan telepon dengan kasar. Belum hilang emosinya, kini masalah bertambah kembali.


"Der, lacak terakhir kali keberadaan Elie," titahnya kepada Darren dan lebih dulu memasuki mobil, tanpa menyadari jika Mikel berlari ke arah mobil.


"Apa yang terjadi dengan Elie? Dimana Elie?!" seru Mikel dengan nada panik, menahan pintu yang baru saja di buka oleh Arthur.


"Bukan urusanmu!" seru Arthur tidak peduli kepanikan di wajah Mikel.


"Katakan dimana Elie?!" Namun Mikel bersikeras ingin tahu keberadaan Elie dan apa yang terjadi dengan wanitanya itu.


"Bodoh! Aku juga tidak tau dimana Elie. Jika aku tau, aku tidak mungkin menyuruh Darren melacak keberadaannya!" sahutnya bersungut kesal. "Minggir, aku harus pergi!" Arthur mendorong tubuh Mikel menjauh dari mobilnya.


"Aku akan ikut denganmu!" Namun Mikel tidak peduli, ia masuk ke dalam mobil dengan atau tanpa persetujuan dari Arthur. "Der, cepat jalankan mobilnya!" serunya kemudian memerintah Darren.


Kening Darren mengernyit, ia seperti mengenali suara itu ketika memanggilnya dengan khas. Namun Darren menurut dan menjalankan mobil dengan segera.


"Ck....." Arthur berdecak. Kenapa pria itu justru menaiki mobil bersamanya? Namun ia tidak ingin menghiraukan pria itu. Baginya menemukan Elie lebih penting.


To be continue


Babang Mikel



...Semoga kalian gak bosan dukung Yoona ya 🤗...


...like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...