The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
The Wedding Party 3



Tepat pukul enam sore, acara pesta pernikahan sudah selesai di tutup dengan kembang api yang menggelegar di udara. Setelah saling bertukar cerita seputar bisnis. Sebagian para tamu undangan memilih beristirahat di kabin mereka masing-masing dan ada pula yang masih ingin berada di hall kabin. Sedangkan para pria dan wanita-wanita lajang memutuskan untuk merayakan malam ini di kapal pesiar tersebut yang memiliki 24 bar, 23 restauran dan lounge. Selama berada di kapal pesiar, Keluarga Romanov, Keluarga Jhonson serta Keluarga Miller membebaskan semua tamu undangan untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Terutama para karyawan Romanov Group, MJ Corp serta Miller Group yang diberikan liburan gratis selama empat hari.


Di ujung hall kabin, seorang pria menyandarkan punggung pada pilar. Sejak tadi sorot matanya tidak berpindah dari sosok wanita paruh baya yang memiliki tempat di hatinya. Meskipun pertemuan mereka begitu singkat, tetapi kelembutan dan perlakuan wanita itu di masa lalu meninggalkan kesan yang begitu mendalam di hatinya.


"Mom, aku dan Kelly akan menyusul Kak Jac dan yang lainnya di Bar." Jolicia mendekati Mommy-nya yang masih bercengkrama dengan Aunty Elleana serta yang lainnya.


"Hm, baiklah. Tapi ingat jangan minum minuman beralkohol jika tidak ingin membuat Daddy-mu marah." Angela memperingati putrinya itu. Meski selama ini Jolicia tidak pernah mabuk, tetapi tidak ada salahnya jika ia mengingatkan kembali.


"Baik Mom," sahut Jolicia mengangguk. Ia kemudian menghampiri Kelly yang sudah menunggu dirinya. Kelly adalah putri semata wayang Lukas Smith dengan Jessie, adik dari Anthony dan Zayn.


Pandangan Jolicia menangkap beberapa gadis di ujung sana. "Frey... Kim...?!!" teriaknya memanggil dua di antara empat gadis yang berjalan bersama itu. Dua gadis lainnya adalah Livy, putri dari Daniel dan Greisy, putri dari Keil. Buru-buru Jolicia menarik tangan Kelly untuk mendekati mereka.


Namun langkahnya terlalu cepat sehingga tanpa sengaja menubruk Freya. Freya yang tidak mampu menjaga keseimbangan terhuyung ke belakang dan nyaris saja terjatuh jika tidak ada tangan kekar yang menangkapnya.


"Maaf...." Freya meminta maaf kepada pria yang sudah menolongnya itu. Ia kembali berdiri tegak seperti semula.


"Disini bukan tempat arena bermain. Sebaiknya kalian jalan yang benar." Setelah mengatakan ucapan yang begitu dingin, pria itu segera berlalu meninggalkan mereka yang tercengang selama beberapa saat.


"Ck, kenapa ada pria sombong seperti itu?" Kimberly berdecak tidak percaya. Sungguh, Kimberly merasa tidak asing dengan sosok pria tersebut. Tetapi ingatannya begitu samar untuk mengingat sosok pria itu.


"Sudahlah, tidak apa Kim," sahut Freya lembut. Sosok Freya serupa dengan Daddy Edward, begitu lembut dan penyayang.


"Sorry Frey, aku terlalu semangat bertemu dengan kalian," seru Jolicia merasa tidak enak.


"Tidak apa Licia," sahutnya. "Memangnya kalian ingin kemana?" tanya Freya kemudian kepada Jolicia serta Kelly.


"Aku dan Kelly ingin ke bar."


"Kalau begitu kita pergi kesana bersama-sama," seru Kimberly cepat yang mendapat tanggapan setuju oleh yang lainnya. Mereka berenam bergegas menuju lift untuk naik dua lantai menuju bar.


Dan di sisi bar terdapat Mike yang menikmati senja. Ia menghirup udara segar dalam-dalam dan memandangi hamparan laut. Ia sudah berganti setelan jas pernikahan dengan setelan jas biasa. Tiba-tiba ada kedua tangan yang melingkar di perutnya, memeluknya dari belakang sehingga menyentakkan dirinya.


"Kenapa kau disini, hm? Tidak ingin bergabung dengan yang lainnya?" Ya, Elie. Mendapati Mike yang memilih keluar dari Bar membuatnya segera menghampiri sang suami. Wanita itu sudah berganti pakaian dengan dress berwarna hitam yang menonjolkan lekukan tubuhnya.


"Aku hanya ingin menghirup udara segar Sweetheart." Mike melepaskan pelukan Elie dan menarik Elie menghadap dirinya. "Apa kau sudah merindukanku, hm?" katanya terkekeh. Padahal ia hanya meninggalkan Bar baru setengah jam saja.


"Ck, jangan bercanda." Elie menepuk dada bidang Mike. "Cepatlah masuk." Kemudian Elie mengapit lengan Mike untuk masuk kembali ke dalam Bar. Bertepatan dengan Arthur serta Austin yang baru saja keluar dari lift.


"Dimana Helen?" Pertanyaan tersebut keluar dari mulut Arthur ketika tidak mendapati Helena bersama dengan Mike dan Elie. Sebelumnya ia menitipkan istrinya kepada sang adik karena ia harus berganti pakaian yang terkena noda minuman.


Sementara Austin melangkah lebih dulu memasuki Bar. Tatapan para wanita seperti ingin menerkam Austin, wajah yang tidak kalah tampan dari sang kakak membuat Austin kini menjadi incaran para wanita. Dan jujur saja Austin begitu risih dan rasanya ingin mencolok mata mereka satu-persatu.


Arthur, Elie dan Mike kemudian menyusul ke dalam Bar. Mereka mendekati tempat duduk Helena. Wanita itu menyambut kedatangan suaminya yang sudah berganti pakaian dengan setelan jas berwarna maroon. Arthur mencium bibir Helena selama beberapa saat. Istrinya begitu cantik dengan dress slim fit putih tulang.


"Apa kau sudah mabuk, hm?" tanyanya lembut. Ia sedikit mencium aroma alkohol dari bibir sang istri.


Helena menggeleng. "Tidak, aku hanya minum beberapa gelas saja." Wanita itu tidak mudah mabuk, terkadang untuk menghilangkan rasa kesepiannya, ia melampiaskannya dengan minuman beralkohol.


Arthur mengangguk, ia pun mendaratkan tubuhnya di sisi Helena. Banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari seputar bisnis ataupun planning kedepannya. Veronica dan Mandy yang turut bergabung sudah tidak merasa canggung berada di antara orang-orang kaya. Berbeda dengan Christy, asisten Helena yang masih tampak canggung dan hanya diam saja. Veronica mengecek ponsel miliknya, ia mencoba menghubungi kekasihnya yang juga belum kembali dari toilet. Ya, Veronica memang menggandeng kekasihnya yang sudah beberapa bulan bersama.


"Elie, aku akan mencari Cade." Veronica berbisik kepada Elie karena temannya itu duduk tepat di sampingnya.


Elie mengangguk mengiyakan, membiarkan Veronica untuk mencari kekasihnya. Selama ini ia hanya mendengar cerita mengenai Cade dari bibir Veronica dan untuk pertama kalinya ia dikenalkan dengan Cade.


Veronica membelah orang-orang yang menari dengan lincah. Melewati segerombolan pemuda yang tidak lain ialah Lion Boys dan Dragon Boys. Bahkan Veronica berpapasan dengan Meisha, adik dari Mike yang baru saja menyelesaikan gerakan tarian bersama enam gadis yang tidak lain ialah Jolicia, Freya, Kimberly, Livy, Greisy dan Kelly. Nampaknya Meisha benar-benar memanfaatkan waktunya yang terbuang banyak dan menikmati masa muda yang selama ini terlewati begitu saja karena berjuang melawan depresi.


Darren yang tengah berbicara dengan Nathan di luar Bar melirik ke arah Veronica yang melangkah keluar dari Bar. Entahlah, sepertinya mengikuti wanita dan pria yang baru saja keluar. Wajah wanita itu menahan amarah seolah sudah menangkap sesuatu yang menyakitkan. Darren mengangkat kedua bahunya acuh, ia kembali fokus kepada Nathan.


To be continue


Babang Arthur



Babang Mike



Kalian bisa liat cuplikan videonya di Instagram Yoona ya 🤗


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...