The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Mikel Dan Mike Adalah Pria Yang Sama



Beberapa jam sebelumnya


"Percayalah, aku akan membunuh siapapun pria yang berusaha mendekati atau menyentuhmu!"


"You have to let me let you go....? (Kau membiarkan aku yang membiarkanmu pergi)?"


"Jaga dirimu baik-baik, Sweetheart."


Rekaman video tersebut berulang kali diputar, ketiga pria di dalam ruangan kerja hanya saling melemparkan pandangan, hingga durasi video di dalam iPad tersebut berakhir. Dari mana video itu bisa berada di tangan mereka? Tentu saja pelakunya adalah Veronica, dengan ancaman yang dilayangkan oleh Darren, wanita itu tidak memiliki pilihan lain selain merekam pertemuan Mikel dengan Elie. Sebelumnya Arthur sudah memprediksikan kedatangan Mikel di apartemen Veronica, sehingga melonggarkan pengawasan disana agar Mikel mudah menemui Elie.


"See? Dia benar-benar tidak berubah dan bersungguh-sungguh dengan Elie, Son. Mau sampai kau tidak membiarkan mereka bersama?" Pria paruh baya yang tampan dan masih gagah itu duduk menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Tatapannya tidak berpindah dari putranya yang nampak terdiam sejenak. "Kau marah karena dia menyembunyikan segalanya darimu? Dari kita semua?" tambahnya mencecar sang putra yang masih belum memberikan respons apapun.


"Aku tidak marah Dad. Dia sudah pasti memiliki alasan untuk tidak memberitahukan semua yang dia alami. Tapi yang membuatku kesal karena dia bersikeras mendekati Elie tanpa berpikir panjang dan bisa membahayakan nyawa Elie," tekan Arthur mengingatkan. Untuk pertama kalinya Arthur berbicara lebih dari beberapa kata.


"Aku tau dan aku mengerti. Aku juga kesal dengannya karena dia begitu ceroboh. Aku tidak ingin putriku terluka dan lihatlah dia gagal melindungi Elie karena terlalu fokus mencari keberadaan Mateo." Xavier sependapat dengan Arthur. "Apa kau lupa jika sejak dulu Mike tidak suka terlibat perkelahian, dia selalu menghindari kekerasan. Tapi selama ini dia mengalami sesuatu yang mengerikan dan menghadapinya seorang diri. Karena itu kau harus membantunya Son, demi teman baikku Matt dan Aprille. Kau harus membalaskan kematian kedua teman baikku." Sebagai seorang teman, Xavier benar-benar tidak terima. Namun ia selalu teringat janjinya kepada Elleana untuk tidak kembali ke dunia bawah, sehingga mau tidak mau ia membiarkan Mikel dan Arthur yang membalaskan kematian mereka.


"Tanpa kau menyuruhku, aku akan melakukannya Dad. Aku dan Darren sudah menyuruh beberapa anak buah untuk mengikutinya dan saat ini mereka mengatakan jika Mike berada di Amsterdam dan akan pergi Rusia," ucapnya. "Dan asal Dad tau saja meskipun Mike sangat pintar dalam berbisnis tetapi dia sungguh bodoh menyusun strategi seperti ini. Lihatlah saja bagaimana kita bisa mengetahui jika Mikel dan Mike adalah pria yang sama."


"Ya, sejak bertemu dengannya di rumah sakit, aku juga sudah mengenalinya. Meskipun wajahnya berubah, tapi mata tidak akan pernah bisa menipu dan Mike memiliki mata yang sama dengan Matt," ujar Xavier. Ia memang sudah merasa tidak asing dengan sosok Mikel saat pertemuan pertama mereka di rumah sakit. Mikel selalu menghindari kontak mata dengannya meskipun pembawaan pria itu sangat tenang, tetapi tidak ada yang bisa terlewati oleh pengamatannya.


"Kau benar Dad." Arthur mengangguk setuju. Ia pun sudah lama mencurigai Mikel, sebab tidak ada identitas Mikel yang ia dapatkan. Darren kesulitan mencari tahu informasi mengenai pria itu dan kecurigaan semakin kuat ketika mereka membantu Elie saat dipermalukan oleh Carmela di pesta wanita itu. Dan itu sebabnya selama ini mereka berusaha menggali informasi dan selalu mengamati gerak-gerik Mikel. Seiring berjalannya waktu keyakinan mereka semakin bertambah jika Mikel tidak lain ialah Mike pada saat Arthur mendapatkan laporan dari anak buah jika Mikel berada di rumah sakit dan perawat mengatakan bahwa pria itu adalah kakak dari pasien yang bernama Meisha Jhonson. Arthur, Xavier serta Darren mencocokan kepingan-kepingan kesamaan antara Mikel dengan Mike. Benar saja, mereka menemukan jawaban yang mereka harapkan bahwa Mikel dan Mike adalah pria yang sama. Sejak mengetahui identitas Mikel yang sebenarnya, Arthur tidak bertindak tegas kepada Mikel, hanya memberikan gertakan agar pria itu menjauh dari Elie dan ia hanya ingin menjauhkan mereka sementara bukan untuk selamanya. Jika pria lain, Arthur benar-benar akan membuat siapapun pria yang menginginkan Elie mundur dan menghilang sejauh mungkin.


Xavier mengangguk-anggukkan kepala. Ia selalu menyukai cara Arthur yang sama sepertinya ketika masih muda. Ia teringat ketika dirinya melakukan sandiwara untuk melihat kesungguhan cinta Nico untuk adiknya Jennifer dan ingin memastikan seberapa besar keinginan mereka untuk bersama. Dan kini Arthur melakukan seperti yang ia lakukan kala itu, mengingat hal itu Xavier terkekeh di dalam hati. Sementara Darren duduk diam, sejak tadi menjadi pendengar yang baik dan sesekali menyahut jika dilibatkan dalam percakapan ayah dan anak tersebut.


Tiba-tiba ponsel Darren berdering, pria itu segera menjawab panggilan tersebut agar tidak mengganggu Arthur dan Xavier yang masih terlibat dalam percakapan. Dan keterkejutan Darren yang mendengar laporan di ujung telepon menyita perhatian Arthur serta Xavier. Keduanya kompak melihat dan menuntut penjelasan dari Darren.


"Apa yang terjadi Der?" Arthur bertanya usai Darren memutuskan sambungan telepon.


"Ternyata Mocro dan Loz Zetas bekerja sama untuk melenyapkan Mike dan pengikutnya," sahut Darren memberitahu. "Dan selama ini Todd yang merupakan ketua dari Mocro berusaha melarikan diri dari kejaran kepolisian, sehingga sekarang ini kasusnya dilimpahkan pada kemiliteran."


"Sejak dulu Todd memang licik, saat itu aku sudah sering kali memperingatkan Matt untuk berhati-hati dengannya. Dan terbukti pria itu menghabisi Matt dan Aprille." Xavier menimpali, ia sudah mendengar banyak mengenai adik tiri dari Matthew. Hanya saja takdir tidak berpihak kepada Matthew dan juga Aprille, sehingga keduanya harus tewas di tangan Todd.


"Aku dan Darren akan menyusulnya, Dad!" seru Arthur tiba-tiba. Jujur saja ia mencemaskan teman masa kecilnya itu.


"Ya, kau memang harus pergi kesana, Son. Hanya kau yang bisa membantunya. Tapi jangan sampai kau terlibat dengan orang-orang kemiliteran," ujar Xavier menyarankan. Akan sangat sulit menghadapi pihak kemiliteran, meskipun Xavier tahu jelas jika Black Lion tidak pernah masuk ke dalam buku hitam pihak kepolisian ataupun kemiliteran. Sebab Black Lion selama ini sudah banyak membantu Louis dan bahkan Pier dalam menuntaskan beberapa kejahatan yang tidak bisa disentuh oleh orang-orang seperti mereka.


"Aku akan menghindari hal itu," sahutnya. Lagipula, mereka tidak akan menimbulkan kecurigaan pihak kemiliteran Rusia. Kedatangan dirinya hanya murni untuk pertemuan bisnis.


Xavier mengangguk, mempercayakan segalanya kepada Arthur. "Sekarang kalian pergilah sebelum hari mulai siang."


"Aku harus mengatakan pada istriku lebih dulu, Dad."


"Ah, aku lupa jika saat ini kau sudah memiliki istri."


"Ya, karena yang Dad ingat hanya istrimu saja!" ujar Arthur menatap Daddy Xavier yang ekspresi wajahnya mengejek dirinya.


"Hei, istriku adalah Mommy-mu." Xavier menggeleng heran. Apa putranya itu lupa jika istrinya adalah wanita yang sudah melahirkan pria di hadapannya itu.


Xavier terkekeh melihat wajah Arthur yang kesal sambil berlalu. Sedangkan Darren mengulum kesal, sebab baru saja menerima pesan dari seorang wanita yang kemarin baru saja mendapatkan ancaman olehnya.


***


Arthur baru saja memasuki kamar, tetapi ia tidak menemukan keberadaan Helena di dalam sana. Kemudian mencari ke dalam kamar mandi dan tidak juga menemukan istrinya itu. Arthur memutuskan mencari di lantai bawah, mungkin saja Helena bersama dengan Mommy Elleana. Namun langkahnya terhentikan saat baru saja membuka pintu, bertepatan dengan Helena yang berdiri di depan pintu, hendak membuka pintu kamar.


"Kau dari mana?" Arthur kemudian menggiring wanita itu menuju sofa dan mendudukkannya disana.


"Aku bosan berada di dalam kamar, jadi aku menemui Mommy," sahutnya mengulas senyum tipis. Entah sejak kapan Helena selalu menyukai setiap perhatian yang diberikan oleh Arthur.


Arthur mengangguk, syukurlah Helena mulai berbaur kembali dan tidak nampak ketakutan di wajahnya. "Aku harus pergi ke Rusia. Ada pertemuan bisnis disana."


Bibir Helena yang melengkung itu perlahan membentuk garis tipis. Entah kenapa setiap kali Arthur akan pergi ia selalu merasa ada yang hilang. Pandangan Helena tertunduk kebawah, rasanya ia begitu tidak ingin Arthur pergi kemana pun.


"Aku tidak akan lama." Arthur mengangkat dagu Helena, menatap lekat-lekat wajah istrinya.


"Apa sangat penting? Apa tidak bisa digantikan oleh Darren atau siapapun itu?" cicit Helena menampakkan kekecewaannya.


Arthur menggeleng. "Aku di haruskan datang kesana," sahutnya berdusta. Arthur tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya kepada Helena karena hanya akan menambah beban pikiran wanita itu.


"Aku.... aku takut tidur sendirian," lirihnya meneliti wajah tampan Arthur, meskipun kini Arthur sudah memangkas habis rambutnya, tetapi tidak mengurangi kadar ketampanan suaminya.


"Kau bisa tidur di kamar Elie. Aku akan menyuruhnya untuk menemanimu."


"Benarkah?"


Arthur mengangguk, meskipun Elie masih tidak bicara padanya karena kejadian beberapa hari yang lalu. Tetapi Elie tidak mendiamkan Helena, bahkan beberapa hari ini Elie dan Helena terlihat lebih dekat dari sebelumnya.


"Tapi sebelum pergi aku harus mendapatkan amunisiku terlebih dahulu."


"Amunisi?" Kedua alis Helena bertautan bingung.


Karena malas menjelaskan, Arthur langsung mengangkat tubuh Helena dan mendudukkannya di atas pangkuannya. "Aku menginginkanmu," bisiknya kemudian. Dan tanpa membuang waktu lagi, Arthur segera menyambar bibir Helena, membuat wanita itu terkesiap namun seperkian detik membalas ciuman Arthur. Hasrat keduanya menggebu-gebu dan begitu saling menginginkan, sehingga percintaan panas mereka mengawali hari pagi yang cerah.


To be continue


Babang Arthur botak gaeess wkwk 😂😂



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...