The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Menjadi Nyonya Jhonson



Elie memandangi penampilannya dari pantulan cermin, wajahnya sudah disulap menjadi sedemikian cantik. Bahkan sangat cantik hingga membuat dua perias wanita berdecak kagum dan tiada hentinya memuji kecantikan alami pengantin wanita. Terlebih make up tipis dan gaun pengantin putih menyempurnakan kecantikan wanita itu.


"Nona benar-benar cantik seperti bidadari."


"Benar, kami baru pertama kali merias pengantin wanita secantik Nona."


Elie hanya tersenyum simpul mendengar pujian dari kedua perias. Dan mengamati penampilannya yang benar-benar cantik memukau. Tetapi ini bukanlah keinginannya. Maksudnya, bagaimana mungkin ia menikah, sedangkan kedua orang tuanya tidak tahu apapun mengenai pernikahannya dengan Mike.


"Awas kau Mike. Daddy pasti akan mencincang tubuhmu mejadi beberapa bagian." Bukan Elie tidak bersedia, hanya saja terselip rasa cemas dengan tindakan Mike menikahinya hari ini tanpa persetujuan kedua orang tuanya dan Arthur. Sudah pasti akan menimbulkan kemarahan Daddy serta kakaknya, yang tidak akan melepaskan Mike begitu saja.


Suara decitan pintu yang terbuka mengalihkan perhatian dua perias. Wajah Mike menunjuk pintu agar keduanya meninggalkan dirinya dengan calon istrinya itu. Mereka mengerti dan segera berlalu dari sana.


Melihat pintu sudah tertutup dengan rapat, Mike melangkah maju mendekati wanitanya. "Sweetheart..." panggilnya, mengagumi kecantikan Elie yang berjuta kali lipat lebih cantik dari biasanya. "Kau sangat cantik. Aku benar-benar tidak sabar ingin segera melahapmu." Lalu melabuhkan kecupan di bahu polos Elie yang terbuka. Gaun pengantinnya memang tidak berlengan dan memperlihatkan kulit putih calon istrinya.


Elie memejamkan singkat matanya. Sungguh, setiap disentuh oleh Mike, tubuhnya selalu beraksi berlebihan, seolah ia pun menginginkan lebih. Tapi tunggu dulu, seharusnya ia marah bukan? Lalu kenapa menikmati sapuan bibir dan lidah Mike yang menyesap leher serta bahunya?


"Mike...." lirih Elie nyaris bergetar.


"Hm..." Mike menghentikan aktivitasnya menyesap leher serta bahu wanitanya.


Elie beranjak berdiri, ia mendongak menatap Mike. "Bagaimana mungkin kita menikah tanpa kehadiran kedua orang tuaku, Kak Ar, As dan yang lainnya. Mereka pasti tidak akan melepaskanmu."


Mike terdiam sejenak, seolah ia tengah memikirkan apa yang baru saja diucapkan oleh Elie. "Kau benar, mereka pasti akan menghajarku, bahkan aku sudah membayangkan Ar akan menodongkan senjatanya padaku. Tapi...."


"Tapi apa?" Elie mendesak karena Mike seperti sengaja mengantungkan kalimatnya.


"Tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan restu dari mereka. Aku tau Ar akan mempersulitku. Daddy dan anak itu sama saja, senang sekali membuat orang lain menderita," gerutunya kesal. Mengingat bagaimana mereka selama ini mempermainkan dirinya dengan berpura-pura tidak mengetahui identitasnya.


"Mike, kau menjelekan mereka di depanku, keluarga mereka sendiri. Astaga!" Elie benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria di hadapannya itu.


Mike terkekeh tanpa ada rasa bersalah. Tapi memang seperti itu kenyataannya, Daddy dan kakak dari wanita yang ia cintai begitu menyebalkan.


"Jangan dipikirkan bagaimana reaksi mereka nanti. Aku siap menerima serangan apapun, aku memang salah karena tidak meminta izin terlebih dulu kepada mereka. Tapi bukankah sama saja, cepat atau lambat mereka akan mengizinkanku menikahimu, jadi aku hanya mempercepatnya saja." Ya benar, ia hanya mempercepat mempersunting wanita yang sejak dulu bertahta di hatinya. Lagi pula tidak ada lagi hal atau dendam yang mengganjal di hatinya. Semua sudah tuntas dan bahkan kedua orang tuanya sudah bersama dengannya. "Kau tidak perlu cemas Sweetheart. Kedua orang tuaku sudah setuju dan mereka mempercayakan semuanya kepadaku. Bahkan mereka sudah berada di Mansion Kediaman Romanov." Tangan Mike menggapai wajah Elie, lalu mengusap dan memujanya dengan penuh damba. Ya, Mike bertindak begitu nekad lantaran kedua orang tuanya mendukungnya. Lebih tepatnya terpaksa mendukung karena ia terus saja memaksa.


"Siapa mereka yang kau bicarakan?" Bingung sekaligus terkejut. Apa Mike tengah membicarakan kedua orang tuanya yang sudah tiada? Tapi bagaimana mungkin mereka berada di kediamannya? pikirnya.


"Tentu saja kedua orang tuaku, Sweetheart," jawab Mike dengan seulas senyum. "Ah, aku lupa memberitahumu jika sebenarnya kedua orang tuaku masih hidup."


"Benarkah? Paman Matt dan Bibi Aprille benar-benar masih hidup?" Sungguh berita yang sangat mengejutkan sekaligus membahagiakan.


"Benar. Itulah alasannya aku menghilang dan meninggalkanmu. Aku menyelesaikan dendam masa laluku dan mencari keberadaan kedua orang tuaku."


Elie tertunduk, ia tidak tahu alasan Mike saat itu hingga harus meninggalkan dirinya dan terkesan mencampakkannya. "Maaf, aku tidak tau jika saat itu kau-"


"Sshhtt, pemberkatan kita akan segera dimulai. Kau tidak perlu memikirkan dan mencemaskan apapun." Mike menangkup kedua pipi Elie. "Aku sangat mencintaimu dan apa kau juga mencintaiku, hm?" Elie mengangguk. Tentu saja ia begitu mencintai pria di hadapannya.


"Jawabanmu saja sudah cukup. Masalah Ar dan Paman Vier yang pasti akan menghajarku, aku tidak peduli. Selama aku sudah menjadikanmu istriku, aku tidak takut dengan apapun lagi," imbuhnya.


Kedua mata Elie berkaca-kaca, ia sungguh terharu mendengar ungkapan cinta Mike untuknya. Selalu saja pria itu berhasil meluluhkan hatinya, lalu bagaimana mungkin ia menolak pria yang sudah banyak menerima rasa sakit ini? Dengan senang hati ia akan melakukan pemberkatan mereka hari ini dan menghadapi bersama-sama dua pria posesif yang tidak lain ialah Daddy Xavier dan Arthur.


Elie mengecup bibir Mike dengan lembut, meskipun hanya kecupan singkat, tetapi mampu membuat Mike seolah begitu dicintai. "Aku akan dengan senang hati menerimamu menjadi suamiku, Mike."


Senyum Mike melebar, inilah yang ia tunggu sedari tadi, bahwa Elie akan penerima pernikahan mereka meskipun awalnya terkesan memaksa.


"I love you, Nyonya Jhonson," ucapnya mengecup kening Elie.


Wajah Elie bersemu merah, sebentar lagi ia akan menyandang gelar istri dan menjadi Nyonya Jhonson.


***



Tidak ada kalimat yang pantas menjabarkan kebahagiaan Elie dan Mike. Keduanya baru saja menyelesaikan prosesi pemberkatan yang terbilang singkat. Dan janji ikatan suci mereka sudah di ucapkan masing-masing di saksikan oleh pendeta, puluhan anak buah termasuk Sid, Nathan dan Paman Josh. Mereka turut senang dengan kebahagiaan yang perlahan menyertai Mike.


Keduanya diperbolehkan berciuman usai Mike menyematkan cincin di jari manis istrinya dan Elie menyematkan cincin di jari manis suaminya. Langkah mereka semakin di terkikis, hingga kemudian Mike mencium bibir Elie. Ciuman yang lembut namun penuh cinta dan perlahan ciuman mereka semakin memanas. Sepertinya mereka lupa jika masih disaksikan banyak orang, termasuk pendeta yang hanya mengulum senyum.


Akhirnya selama berciuman beberapa menit lamanya, Mike melepaskan pagutan bibir mereka karena menyadari Elie sudah kehabisan napas.


Keduanya kemudian saling bergandengan tangan menatap satu persatu saksi yang menghadiri prosesi pemberkatan. Ada kesedihan yang mencubit dada Elie, yaitu ketika kedua orang tuanya tidak menyaksikan momen sakral dirinya. Tetapi detik kemudian, Elie mengulas senyum.


Semua anak buah berbondong-bondong menghampiri Mike serta Elie, lalu mengucapkan selamat untuk mereka.


"As you wish, Sweetheart. Apapun akan kulakukan untukmu." Mike balas berbisik, lalu mencuri kecupan di pipi Elie.


Bibir Elie mengerucut, pria yang sudah menyandang status suaminya itu begitu bermulut manis hingga mampu menerbangkan dirinya ke atas awan.


***


Saat ini Elie berada di penthouse milik Mike yang berada di London. Mereka akan berganti pakaian sebelum pergi ke Kediaman Romanov. Mike sudah mempersiapkan segalanya, dari pakaian untuknya dan bahkan makanan yang setengah jam yang lalu sudah selesai ia santap. Elie baru saja menyegarkan diri, menghujani tubuhnya dengan air shower hangat. Rasanya ia begitu lelah hari ini, pertemuannya dengan beberapa teman menyita tenaga dan menjelang sore tenaganya terkuras habis ketika melakukan prosesi pemberkatan.


Usia mengenakan pakaian sembari menunggu Mike berbicara dengan Nathan di lantai bawah, Elie mendudukkan dirinya di atas ranjang. Sesekali memijat kakinya yang teramat pegal, bertepatan dengan Mike yang berjalan menuju kamar sembari menarik dasi yang melilit lehernya, lalu melepaskan jas yang dikenakannya. Hingga pintu terbuka lebar dan menampakkan Mike yang masih gagah walaupun dengan penampilan yang sudah berantakan. Tubuh Mike terpaku seketika mendapati pemandangan yang teramat langka, wanita yang sudah menjadi istrinya itu mengekspos paha putih mulusnya sembari memijat kaki jenjangnya.


Mike tersenyum, ia melemparkan jas yang di tumpu pada bahunya ke lantai. Ia pun melompat ke atas ranjang, sehingga membuat Elie tersentak dan menjerit mendapatkan serangan tiba-tiba.


"Mike, lebih baik kau mandi lebih dulu." Elie berusaha menghindari ciuman Mike di seluruh wajahnya. Pria itu belum membersihkan diri dan bahkan sepatunya masih melekat sempurna di kedua kaki suaminya itu.


Namun Mike tidak mengindahkannya, pria itu bahkan menindih tubuh Elie, hingga dress tipis yang membalut tubuh Elie tersingkap, memperlihatkan kain segitiga yang membungkus bagian bawahnya.


"Salah sendiri kau menggodaku dengan pakaian seperti ini." Ciuman Mike kemudian turun ke leher, mengecup dan mengendus aroma sabun rose yang menyugar di penciumannya.


"Aaahhh Mike...." Elie meloloskan desahannya ketika Mike menyesap dan mengigit gemas lehernya. "Bukankah kita akan pergi ke Mansion, mereka pasti sudah menunggu kita."


"Hm...." Mike masih menikmati aroma tubuh istrinya. "Kita akan pergi kesana, tapi setelah aku menikmati ini." Sembari meremass buah dada Elie yang membuat wanita itu mengaduh, karena untuk pertama kalinya ada pria yang menyentuh aset miliknya.


"Mike... aku...." Suara Elie tertahan lantaran Mike sudah membenamkan wajahnya di antara kedua buah dadanya yang membusung. Lantas dengan lihai Mike menyingkap dress tipis Elie, menurunkan penyangga kedua dada Elie yang hingga terpampang nyata dada segar merekah dengan pucuk pink. Mikel terpaku sejenak, ia bahkan menelan salivanya karena jujur saja sudah lama ia ingin menyentuh tubuh Elie.


Tanpa membuang waktu lagi, Mike segera meraup dada bagian kanan Elie, sementara dada kiri Elie tidak lepas dari remassan telapak tangan Mike yang besar.


"Emmmm.... aaahh Mike....." Elie meracau. Sesuatu yang belum pernah ia rasakan dan hanya selalu mendengar dari teman-teman sesama modelnya betapa nikmat dada dihisap oleh seseorang. Ternyata benar, rasanya benar-benar nikmat hingga wanita itu sulit menjabarkan kenikmatan yang tengah ia rasakan.


Mike terlihat begitu menyukai buah dada Elie, dua buah dada istrinya yang tiada hentinya dikulum dan diberikan tanda kemerahan disana.


"Aku menyukai ini Sweetheart. Kedua dadamu hanya milikku," kata Mike di sela-sela ia menyesap buah dada Elie secara bergantian. Seluruh tubuh Elie dari kepala hingga ujung kaki hanya miliknya dan apa yang menjadi miliknya, hanya ia sendiri yang boleh menikmatinya.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu memecah kenikmatan keduanya. Meski kesal tetapi Mike tahu siapa yang mengetuk pintu.


"Kami sedang berganti pakaian Nath!" serunya menjauhkan bibir dari buah dada Elie dan menyerukan suara kepada Nathan yang sudah pasti berdiri di balik pintu kamar.


"Baik Tuan. Nyonya Aprille baru saja menghubungi saya dan meminta anda segera datang."


"Oh, shitt!!" pekik Mike sungguh merasa terganggu. "Kita akan melakukannya nanti Sweetheart. Sekarang kau harus mandi, Mom dan Dad pasti sudah kesal menungguku." Mike mengecup singkat bibir Elie, sebelum kemudian beranjak dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi.


Elie beranjak duduk, buru-buru ia merapikan penampilannya yang kacau akibat ulah suaminya.


"Astaga, rasanya benar-benar nikmat." Mengingatnya saja membuat wajah Elie begitu merah bagaikan kepiting rebus. Wanita itu belum tahu saja kenikmatan yang lebih besar akan menghampirinya.


To be continue


Babang Mike



Elie



Btw Yoona mabok visual dan baper sama perlakuan Babang Mike, berasa jadi Elie wkwk 😂😂


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...