
Veronica tanpa sadar meremass lengan Darren. Bahkan sedari tadi bergumam dan di dengar jelas oleh Darren pun wanita itu tidak sadar.
"Apa Nona sengaja ingin melukaiku?" bisik Darren pada saat wanita yang bersembunyi di belakang bahunya itu semakin kuat meremass lengannya. Mungkin wanita itu kesal terhadap mantan kekasihnya, tetapi kenapa dirinya yang menjadi pelampiasan wanita itu? pikirnya.
"Eh, astaga..." Bisikan Darren mampu menyadarkan Veronica, ia menjauhkan tangannya dari lengan pria itu. "Maaf, aku tidak sengaja," cicitnya merasa bersalah.
Menyaksikan pemandangan dimana mantan kekasihnya saling berbisik dengan pria lain, membuat Cade mengepal kuat kedua tangannya. Di anggap apa dirinya sehingga keberadaannya tidak dipedulikan?
"Ck, luar biasa." Cade bertepuk tangan. "Apa di belakangku kau berselingkuh dengan pria bajingan ini?!" Sembari menunjuk Darren. "Dan karena itu kau mencari kesalahanku agar bisa bersamanya? Benar begitu Vero-ku sayang?" Tatapan Cade mencemooh Veronica dan Darren.
Baik Barbara dan Joana hanya diam menyaksikan. Mereka tidak ingin ikut campur. Terlebih Barbara, ia takut akan bentakan Cade sebelumnya.
Berbeda dengan Veronica yang menahan geram. Pria itu menuduhnya berselingkuh? Cih, yang benar saja. Pria itu benar-benar tidak menyadari kesalahannya sendiri. Oh, Ya Tuhan, apa saat itu mataku buta sesaat karena bisa menerima pria bajingan sepertinya? batinnya meruntuki kebodohannya.
"Kau yang berselingkuh, kenapa menjadi menuduhku? Apa kepalamu terbentur ban mobilku?!" sarkasnya tidak terima. "Aku mendengar semua yang kalian bicarakan di kapal pesiar. Ternyata kalian sudah dua bulan berselingkuh di belakangku. Cih, menjijikan. Jika tau sejak awal aku pasti sudah mengakhiri hubungan kita!" Veronica balas mencemooh dengan cibirannya yang tentu saja menusuk. Lalu pandangannya tertuju pada Barbara, wanita jalaang pemuas napsu mantan kekasihnya. "Dan kau Barbara, jika kau memang menginginkannya, ambil saja. Aku tidak peduli dengannya. Aku tidak mempertahankan pria yang hanya memikirkan selangkangann wanita saja! Cih, masih banyak pria lain yang tergila-gila padaku!" Dengan percaya dirinya Veronica mengibaskan rambutnya yang tergerai indah dengan warna cokelat keemasan. Tentu saja rambut indahnya itu tersibak mengenai bahu Darren.
Aneh sekaligus ajaib. Itulah pikiran Darren. Wanita itu menantang seorang pria, tetapi saat pria itu sudah bertindak kasar, wanita itu justru ketakutan dan ingin melarikan diri. Kenapa ada wanita seperti itu? Dan sialnya ia selalu terlibat.
"Kau??" Barbara mengepalkan satu tangannya. Secara tidak langsung Veronica merendahkan dirinya yang rela membuka kedua paha lebar-lebar untuk semua pria.
"Diam! Kau pikir kau siapa, heh?! Kau hanya seorang model tidak terkenal dan aku bahkan bisa membeli puluhan wanita sepertimu!" teriak Cade lebih dulu, sebelum Barbara membuka suara. Emosi pria itu sungguh sudah berada di puncak. Ia tidak terima perkataan yang dilontarkan oleh mantan kekasihnya. Harga dirinya di injak-injak oleh Veronica di depan yang lain. "Kembalikan semua barang-barang dan juga apartemen yang kuberikan. Aku tidak sudi jika kau menikmati barang pemberianku setelah kau menghinaku!" Ia adalah seorang pengusaha dan begitu direndahkan oleh mantan kekasihnya. Tentu ia tidak akan terima dan akan memberikan wanita itu pelajaran.
"Bukankah sudah kukatakan, aku akan meninggalkan apartemen dan mengembalikan semua yang kau berikan padaku! Aku juga tidak sudi menggunakan barang-barang pemberianmu!" Veronica tidak ingin mengalah. Lagi pula barang-barang yang diberikan oleh Cade tidak pernah ia gunakan sekalipun. Ia selalu mengenakan tas, sepatu branded miliknya sendiri. "Lagi pula aku sudah memiliki pria lain yang lebih tampan dan kaya darimu!" lanjutnya percaya diri. Lalu tiba-tiba saja satu tangan Veronica melingkar di lengan Darren. "Jangankan apartemen seperti yang kau berikan untukku, pria-ku ini bisa memberikanku sebuah Mansion dan bahkan pulau pribadi." Dan tatapan wanita itu seolah meremehkan Cade. Ia puas memanasi-manasi pria bajingan itu.
"What the fuckk! Apa yang di bicarakan wanita ini?" batin Darren meringis.
"Cih, jadi kau benar-benar berselingkuh dariku?!" Pandangan Cade mengenai mantan kekasihnya itu kini berubah. Ternyata wanita itu sama saja dengan wanita lainnya.
"Kalau memang benar, lalu kenapa? Kau ingin marah, heh?" serunya menantang. "Jika ingin marah ya marah saja, tapi hadapi lebih dulu pria-ku ini!" Semakin kuat lilitan tangan Veronica pada lengan Darren. Wanita itu seolah mendorong Darren sebagai tameng untuk melindunginya.
Wanita ini, benar-benar.
Dan Darren mengumpati Veronica berulang kali. Andai saja ada perekat, ia sudah membungkam bibir wanita di sampingnya ini dengan perekat.
Dengan amarah penuh, Cade memperhatikan penampilan Darren dari atas hingga ke bawah. Apa istimewanya pria itu di bandingkan dengan dirinya. Jelas-jelas ia lebih kaya dari pria itu.
"Aku tidak perlu menghadapinya, karena aku pasti lebih unggul darinya. Lihat saja penampilannya....." Senyum mengejek tersungging di bibir Cade. Pria itu tidak terima dibandingkan dengan pria yang menurutnya tidak ada apa-apanya.
"Pria seperti itu yang kau pilih Vero? Kau pasti akan menyesal karena lebih memilihnya?!" Harga dirinya seolah diinjak-injak. Cade merasa mantan kekasihnya itu sangat bodoh karena memilih pria yang tidak seberapa.
Hah? Penuturan Cade membuat Veronica tercengang. Apa mata Cade benar-benar buta tidak dapat mengenali orang kepercayaan Tuan Arthur?
Jika dia tau jika Tuan Darren adalah asisten Tuan Arthur, dia pasti akan mengemis meminta pengampunan.
Veronica sudah pernah melihat kekejaman Tuan Arthur dalam menghukum seseorang. Dan ia sangat meyakini jika asistennya juga tidak kalah kejam. Detik kemudian ia mencuri lirikan pada wajah Darren. "Lihatlah, mata Tuan Darren sudah hampir ingin keluar. Iih, mengerikan."
"Kau akan menyesal karena sudah menghinanya, Cade. Kau akan mengemis maaf darinya!" seru Veronica mengingatkan. "Setidaknya aku sudah memperingatimu, siap-siap saja kau akan menjadi pengemis di jalanan." Wanita itu cekikikan dalam hati.
"Tutup mulutmu, wanita sialan!" Amarah Cade kembali menguasai. "Kemari kau, biar kuberikan pelajaran pada mulutmu!" Cade melangkah maju untuk merengkuh tubuh mantan kekasihnya. Ia ingin sekali menampar bibir manis yang pernah ia cicipi itu, tetapi sayang bibir manis itu menyimpan racun yang mematikan.
Kepalan tangan Cade nyaris menyambar wajah Veronica. Tetapi gerakan tangan Darren lebih cepat untuk menangkap kepalan tangan Cade yang sudah melayang di udara.
"Jika kau berani menyentuhnya seujung kuku saja, akan kupastikan kau berakhir di neraka!" Sorot mata Darren mengkilap penuh amarah. Ia sudah siap mematahkan tangan pria itu, memelintirnya, hingga berhasil membuat Cade berteriak kesaktian.
BUGH
Darren menendang perut Cade, sehingga membuat pria itu terpental jauh tentunya.
"Aarrgghhhh....!!!" Dan pria itu hanya bisa menggeliat kesakitan di atas paving blok dan Barbara segera membantu dengan raut wajah yang panik.
Veronica terperangah. Ia tidak bisa untuk tidak terkagum-kagum dengan Darren. Pun dengan Joana yang menjadi penasaran dengan sosok pria yang menurutnya begitu keren.
"Oh Gosh, dia benar-benar seksi!" jerit Veronica dalam hati.
To be continue
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...