
Semua yang ada di dalam sana sontak menolehkan kepala ke asal suara yang tegas dan begitu dingin. Tidak hanya satu pria posesif yang datang, tetapi pria posesif lainnya turut datang.
Elie tercengang selama beberapa saat. Kenapa kakaknya dan Mike bisa datang bersama? pikirnya. Sungguh mengherankan sebab ia sangat tahu betapa Arthur sangat tidak menyukai Mikel.
Semua tamu undangan yang semula mengepung Elie mulai berangsur menyingkir, memberikan jalan untuk kedua pria yang tentunya tidak asing bagi mereka. Arthur Kennard Romanov dan Mikel Jhonson adalah dua pria yang disegani dalam dunia bisnis, nama kedua pria itu sudah terkenal dimana-mana. Bahkan menjadi idaman bagi para wanita yang menginginkan mereka.
"Tuan Arthur dan Tuan Mikel?" Wanita teman Carmela yang sebelumnya menggebu-gebu menghina dan bahkan mendorong tubuh Elie tergugup mendapati dua pria mendekati dirinya. Namun ternyata kedua pria itu hanya melewatinya saja, sehingga menampakkan wajah kekecewaannya.
"Menjauhlah darinya!" Arthur berdiri di samping Elie dan mendorong bahu Larry agar berada di jarak yang jauh. Jika bisa harus berjaga jarak setidaknya sepuluh meter.
Larry menatap Elie yang sudah berada di antara dua pria tampan dan kaya raya tentunya. Entah kenapa Larry merasa jika kedua pria itu memusuhi dirinya. Sementara Carmela dan Brandon saling pandang, mereka meneguk saliva dengan susah payah. Terutama Carmela yang berada di balik rencana mempermalukan Elie tanpa memikirkan akibat yang bisa saja terjadi padanya jika mempermalukan wanita itu.
Carmela pikir kala itu Mikel hanya bermain-main saja dengan Elie, mengingat satu minggu yang lalu berita mengenai Mikel dan juga mantan kekasih yang bernama Helena itu mencuat dan menjadi trending topic di berbagai macam media. Namun yang membuatnya penuh tanda tanya, saat ini tidak hanya satu pria yang berada di sisi Elie, melainkan pria terpandang yang tidak lain ialah Arthur Kennard Romanov juga berada di sisi Elie. Apa Elie bersama dengan dua pria sekaligus? pikirnya.
"Kalian pikir bisa lepas setelah apa yang kau lakukan terhadap Elie, heh?!" Mata Arthur merah menyalah kepada dua pria yang telah lancang menghina Elie. "Dan kau...." Lalu menunjuk salah satu pria tersebut. "Mulutmu sudah lancang menghina kedua orang tua kami!"
Semua nampak terkejut, kata 'kami' menjadi pertanyaan sekaligus ketakutan luar biasa yang mereka rasakan.
"Kalian urus mereka!" titah Arthur kepada empat pria berjas hitam yang merupakan anak buah mereka, berdiri di belakang bersama Darren.
BUGH
BUGH
Suasana di dalam pesta yang semula nampak tenang dan hangat kini berubah ricuh disertai jerit histeris dari pengunjung wanita yang menyaksikan kedua pria yang menggoda Elie itu di pukuli oleh empat pria sekaligus. Mereka tidak bisa keluar dari sana, sebab Ballroom hotel sudah ditutup rapat dan di jaga oleh beberapa anak buah Arthur.
Jika semua mata sibuk mengamati kedua pria yang dihajar habis-habisan oleh empat pria yang merupakan anak buah Arthur, Elie menghampiri Darren.
"Der, tolong kau cari keberadaan Vero. Aku yakin dia berada di sekitar sini tapi sejak tadi aku tidak bisa menemukannya," pintanya. Sungguh Elie sangat mencemaskan Veronica yang mungkin saja berhasil dikerjai oleh Carmela dan teman-temannya.
"Baik, aku akan mencarinya." Darren mengangguk mengerti, ia pun segera berlalu dan mulai menyusuri sudut-sudut tertentu.
Para tamu undangan berangsur mundur menjauhi, pemandangan di hadapan mereka yang sungguh mengerikan. Arthur masih memusatkan perhatiannya kepada dua pria yang tengah di pukuli itu, sementara tatapan Mikel tidak berpindah mengamati pria yang bernama Larry.
"Kau.... jangan sekali-kali menyentuh wanitaku!" seru Mikel bernada tinggi dan merendahkan.
Merasa perkataan Mikel tertuju padanya, Larry menoleh dan membalas tatapan Mikel yang menatap dirinya penuh aura gelap itu.
"Mikel sudahlah, Larry hanya membantuku." Tentu Elie menjadi tidak enak jika niat Larry membantu dirinya di salah artikan oleh kekasihnya itu. Terlebih disaat semua menghina dan menggunjingnya hanya Larry yang membela dirinya.
"Tapi dia sudah menyentuhmu, Sweetheart. Dia berusaha ingin mengambil hatimu." Mike merengkuh kedua bahu Elie, menyuarakan apa yang ia rasakan. Sebagai sesama pria, ia bisa melihat dengan jelas jika pria itu menaruh perasaan kepada Elie.
Elie mengulas senyum, tentu ia menyadari ketertarikan Larry kepadanya. Akan tetapi ia hanya menganggap Larry sebagai rekan kerja saja, tidak lebih. "Aku dan Larry hanya berteman, itu saja." Elie berupaya memberikan pengertian kepada Mikel. Tidak ingin kekasihnya itu beranggapan buruk kepada Larry yang selama ini sudah banyak membantu dirinya.
"Tapi jika dia berani menyentuhmu, aku tidak akan segan mematahkan tangannya!" Mikel percaya dengan Elie tetapi tidak dengan pria itu. Sorot matanya kemudian kembali menusuk menemui Larry.
Elie hanya menanggapi dengan seulas senyum yang disematkan untuk Larry. Dada Larry bergemuruh kecewa dengan kenyataan yang di lihatnya. Tidak hanya Larry, bahkan tamu undangan lain turut menyaksikan bagaimana Mikel memperlakukan Elie dengan begitu lembut.
"Stop, jangan biarkan mereka berdua mati!" Suara Arthur yang menggema kembali menyita perhatian semuanya dan beralih dari Mikel serta Elie. Membuat keempat anak buahnya itu menghentikan pukulan mereka, membiarkan kedua pria itu menggeliat kesakitan di atas lantai yang dingin.
Pandangan Arthur menyoroti semua yang berada di sana dengan menusuk dan mengintimidasi. "Dengarkan baik-baik dan aku tidak akan mengulangi perkataanku untuk yang kedua kalinya!" Langkah Arthur mendekati Elie, lalu merangkul pundak adiknya dan membawa ke sisinya. "Elie Cassandra adalah adik kembarku yang bernama Aurelie Cassandra Romanov. Karena itu siapa pun tadi yang sudah menghina putri dari Keluarga Romanov tidak kubiarkan lepas begitu saja!" serunya lantang dan aura menggelap menguar.
Deg
"Bagaimana ini sayang, kita membuat masalah dengan orang yang salah!" gumam Nyonya Sandler menyesali kebodohannya itu. Dan Tuan Sandler tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Kali ini ia sangat yakin jika perusahaannya akan diambang kebangkrutan.
Sementara reaksi Carmela serta Brandon tidak berbeda jauh dengan Tuan dan Nyonya Sandler. Wajah keduanya nampak pucat pasi dan Carmela menggenggam lengan Brandon dengan begitu kuat.
"Kau lihat Carmel, akibat perbuatanmu dan Mommy, kita tidak akan dilepaskan dengan mudah," bisik Brandon meruntuki kebodohan istri dan ibunya. Bukan menakuti, hanya saja ia mengenal sikap Arthur dan Mikel yang tidak akan mengampuni siapa saja yang telah berani mengusik mereka.
Wajah Carmela kian memucat, seolah tidak terdapat aliran darah disana. Suaminya itu tidak menenangkan dirinya dan justru menyudutkannya. Ketakutan Carmela kian bertambah ketika sosok yang ia ketahui merupakan tangan kanan Arthur menuruni tangga dengan membopong tubuh Veronica yang sudah tidak sadarkan diri.
"Vero.....?!" Elie yang melihat Veronica berada di dalam gendongan Darren terburu-buru menghampiri. "Der, apa yang terjadi dengan Vero? Dan dimana kau menemukannya?" Pertanyaan memberondong itu bergetar penuh kepanikan.
"Aku menemukan Nona Veronica di dalam toilet yang terkunci dari luar," sahut Darren. Ya, pada saat mengitari setiap ruangan, telinganya mendengar rintihan seorang wanita yang meminta tolong. Lantas Darren segera mendobrak pintu toilet itu dan betapa terkejut dirinya wanita yang meminta tolong adalah Veronica.
Apa yang terjadi dengan Veronica? Kenapa bisa ditemukan di dalam toilet?
Dan pertanyaan yang sama dilontarkan oleh para tamu undangan yang menyaksikan dan mereka saling berbisik.
"Kurang ajar! Ini pasti perbuatan Carmela!" Tangan Elie mengepal penuh emosi. Siapa lagi yang bisa berbuat demikian selain wanita ular itu.
"Sweetheart..." Mikel menyentuh bahu Elie. Ia tahu jika saat ini wanitanya itu berusaha meredam kemarahannya.
"Carmela, aku tidak akan melepaskanmu jika terjadi sesuatu dengan Vero!" Elie tidak mengindahkan panggilan Mikel, ia berseru dengan geraman emosinya yang memuncak kepada Carmela. Sehingga membuat wanita itu terkesiap dengan ancaman Elie.
Telinga Arthur tersentak, apa Carmela yang dimaksud adalah putri dari Alan Born? Pria tua yang kini menghilang entah kemana usai dirinya memporak-porandakan saham di Perusahaan Born.
"Der, tolong bawa Vero ke rumah sakit," ucap Elie. Dan Darren cekatan mengangguk, ia pun berlalu pergi dari sana.
Elie hendak menghampiri Carmela namun tangannya di tahan oleh Mikel. "Biar aku yang memberikan mereka pelajaran, Sweetheart." Elie mengangguk pasrah, ia pun lebih memilih menyusul Darren yang keluar dari ruangan.
"Nyonya dan Tuan Sandler...." Seruan suara Mikel membuat tubuh kedua paruh baya itu menegang. "Saat itu adalah peringatan terakhir untuk kalian. Tapi lihatlah, kalian menyia-nyiakan kebaikanku! Dan kali ini aku tidak akan mengampuni kalian yang sudah mengusik Elie-ku lagi!" Tatapan Mikel menajam dan memancarkan aura yang mematikan. "Aku menarik investasi di Perusahaan kalian! Dengan kata lain kerja sama antara MJ Corp dan Sandler Company dibatalkan!"
Deg
Nyonya Sandler ambruk di lantai, ia tidak kuat menahan beban kenyataan yang akan membuat keuangan keluarganya menurun drastis. Dan Tuan Sandler mendesis kesal, ia tidak menyangka akhirnya akan seperti ini.
Mikel berlalu dari sana, menyusul langkah Elie yang keluar lebih dulu. Sementara Arthur dan keempat anak buah masih bertahan disana.
"Nikmati waktu kalian disini selama 24 jam!" ujarnya mengintimidasi. Arthur akan menghukum mereka dengan mengurung di dalam ballroom selama 24 jam penuh. "Dan kalian....!" Tatapannya beralih pada ketiga wanita yang merupakan teman Carmela. "Tunggulah kehancuran perusahaan keluarga kalian!" Setelah mengatakan ancaman yang membuat tubuh mereka lemas seketika, Arthur segera berlari dari sana diikuti oleh empat anak buahnya. Meninggalkan kedua pria yang babak belur dan merintih kesakitan.
Mereka tidak menyangka akan berada di dalam situasi seperti ini. Menyaksikan secara langsung bagaimana kekejaman dua pria mengerikan yang akan menghancurkan mereka melalui perusahaan yang dirintis dengan susah payah oleh keluarga mereka.
Bagaimana dengan Larry? Pria itu terdiam dengan keterkejutannya. Dua kenyataan sekaligus membuat jiwanya seolah keluar dari raga.
To be continue
...Jangan bosan ya dan tetap dukung Yoona 🤗...
...like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...