The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Tidak Memiliki Hubungan Apapun



Darren keluar ruangan terlebih dahulu usai Arthur mengakhiri percakapan mereka mengenai pekerjaan serta rencana selanjutnya untuk tidak melepaskan perhatian dari Jorge. Pria tua itu begitu licik dan bisa saja sewaktu-waktu meledakkan bom waktu yang tentu saat ini tidak dimiliki oleh Arthur.


Langkah Darren mengayun menuju halaman. Jujur saja ia begitu penasaran dengan sosok Meisha yang ia dengar memiliki banyak perubahan. Namun langkahnya terhenti seketika saat melihat adegan mesra Elie bersama dengan Mike di lorong foyer yang menghubungkan akses menuju halaman.


Sorot matanya begitu tajam, menyaksikan bibir kedua pengantin baru itu saling membelit satu sama lain. Siapapun yang melihat akan tahu jika mereka tengah di mabuk cinta, karena memancarkan aura kebahagiaan.


Darren menarik napas panjang. Perasaannya untuk Elie sudah berusaha ia hilangkan. Terlebih melihat wanita itu begitu bahagia, maka tidak alasan untuknya menjadi penghalang cinta mereka. Namun sejujurnya masih terdapat setitik rasa cinta untuk Elie yang masih bersemayam di hatinya. Berhubung ia bukan tipe pria yang memaksakan perasaan seseorang, sehingga dengan mudah ia merelakan perasaanya tidak tersambut sebelum berjuang.


Darren kembali melanjutkan langkah menuju halaman, pusat pandangannya ketika berada disana adalah Meisha. Sosok gadis mungil yang dulu selalu mengekori dirinya setiap kali mereka bertemu. Padahal saat itu usia Meisha empat tahun lebih tua darinya, akan tetapi sikapnya yang manja terlihat lebih muda darinya.


"Der, kemarilah." Jolicia melambaikan tangan kepada Darren, agar pria itu menghampiri mereka.


Darren mengangguk, ia segera melangkah menuju kursi. "Apa kabar Mei?" sapanya kepada Meisha yang menatap bingung ke arahnya. Jolicia bingung dengan bibir yang mencebik maju, kenapa yang disapa hanya Meisha.


"Kau..... benarkah kau Darren?" Meisha masih meraba memori di otaknya. Merasa tidak asing dengan wajah Darren, dan sedikit lupa wajah pria itu di masa lalu.


"Benar, aku Darren."


"Ah, ternyata benar kau." Meisha mengangguk-anggukkan kepala seolah mengerti. "Kabarku jauh baik dari sebelumnya."


"Ya, aku sudah mendengarnya. Senang melihatmu dan Mike masih dalam keadaan hidup," sahut Darren dengan wajah datar. Padahal ia berkata senang, tetapi wajahnya tidak menunjukkan demikian. Itu karena Darren sulit berekspresi seperti Arthur.


Meisha tersenyum. Jika mengingat masa lalu yang masih terekam di memorinya, ia merasa malu karena dulu selalu mengekori Darren saat pria itu berada di sekitarnya.


Helena dan Jolicia saling melemparkan pandangan, mereka merasa jika Darren dan Meisha tidak memberikan celah untuk mereka bergabung dalam percakapan keduanya, sehingga Helena serta Jolicia memilih diam. Hingga suara samar-samar Elie yang mendekat mulai memenuhi pendengaran mereka semua.


"Der, kapan datang?" tanya Elie masih menggenggam tangan Mike.


"Sudah beberapa menit yang lalu," sahut Darren seadanya.


Elie mengangguk. "Pasti kau dan Kak Ar baru saja membicarakan pekerjaan." Bukan menjadi rahasia umum lagi jika Darren bersama dengan Arthur, mereka hanya membicarakan seputar pekerjaan.


"Benar." Masih menjawab singkat. Entahlah, Darren hanya menjaga hatinya saja.


"Mei, kemarilah. Mom memanggilmu." Suara Mike yang tertuju kepada sang adik membuat wanita itu mengangkat wajahnya setelah seperkian detik menunduk.


"Iya Kak," jawabnya lalu beranjak berdiri menghampiri kakaknya. Namun karena tergesa-gesa, kakinya tersandung kaki sofa hingga membuat Meisha terhuyung ke depan dan segera di tangkap oleh Darren yang memang berada tidak jauh dari posisi Meisha.


"Hati-hati...." kata Darren memperingatkan Meisha agar lebih berhati-hati lagi.


"Iya, terima kasih," cicit Meisha pelan, sebelum kemudian mendekati Mike. Untung saja hanya kakaknya yang melihat dirinya nyaris terjatuh dan ditangkap oleh Darren. Elie, Helena serta Jolicia tengah bertukar candaan.


"Apa Nona baik-baik saja?" Suara yang tidak asing membuat Meisha menoleh ke arah pemilik suara.


Ya, Nathan. Asisten Mike itu sudah berada di sana dan melihat semuanya. Baru saja ia hendak menolong Meisha, tatapi posisinya yang jauh tidak mampu menjangkau tubuh Meisha.


"Aku baik-baik saja Nath." Tanpa canggung, Meisha menyematkan senyumnya kepada Nathan.


"Nath, temani Mei," seru Mike.


"Baik Tuan," sahut Nathan. "Ayo Nona. Tuan besar dan Nyonya sudah menunggu Nona," ajaknya kemudian. Hingga ia dan Meisha segera berlalu dari sana usai berpamitan kepada semuanya.


"Sweetheart, sepertinya kau melupakan sesuatu," kata Mike mencoba mengingatkan sang istri akan tujuan mereka datang ke halaman.


"Oh astaga, aku lupa." Elie memamerkan deretan giginya yang putih. "Licia, aku lupa menyampaikan padamu jika Paman Zayn memanggilmu."


Elie terkekeh. "Maaf...." ucapnya memasang wajar bersalah.


"Astaga As, menyingkirlah. Kau menghalangi jalanku." Lagi-lagi suara Jolicia menghebohkan sekitar.


"Ck, kau yang menabrakku, bodoh!" Austin yang memang sedang melangkah menuju dapur dikejutkan oleh Jolicia yang menabrak tubuhnya.


"Baiklah, aku minta maaf." Jolicia tidak menghiraukan Austin, ia berlari kecil menuju ruang tamu. Austin hanya menggelengkan kepalanya sambil berlalu.


Sementara Mike masih pada posisinya, ia ingin menyusul Elie yang sudah melangkah terlebih dahulu dari sana. Namun terurungkan ketika tatapannya bertemu dengan Darren hingga keduanya saling melemparkan tatapan sengit.


"Aku tau apa yang kau rasakan Der, tapi aku perlu mengucapkan berterima kasih padamu, karena selama ini kau tidak mengambil kesempatan saat aku tidak berada di sisi Elie." Entah, Mike awalnya mengira jika Darren terlalu bodoh dengan tidak memperjuangkan cintanya dan bahkan terkesan seperti pria yang tidak bergairah melihat seorang wanita. Tetapi ia juga tidak memungkiri rasa terima kasihnya kepada Darren lantaran pria itu tidak mencuri Elie darinya.


Darren diam mendengarkan perkataan yang seperti sebuah sendiran untuknya. "Kau tidak perlu berterima kasih padaku. Aku tau dimana posisiku dan aku menjaganya mewakili Ar," jawabnya datar. Membuat ruang dingin melingkupi mereka, bahkan membuat Helena yang masih berada di sekitar mereka merinding.


"Kalau begitu aku permisi dulu." Darren kemudian berpamitan pergi dari sana. Lebih baik ia menghindari percakapan yang mungkin akan memicu pertikaian.


Dan sepeninggalnya Darren, tinggallah Helena berdua saja dengan Mike. Helena mengulas senyum canggung, sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan Mike setelah pertemuan terakhir mereka di Madrid.


"Bagaimana kabarmu? Kau terlihat lebih bahagia dari sebelumnya." Mike memperhatikan cahaya di wajah Helena yang nampak bersinar. Wanita yang dahulu menyebalkan baginya, kini sudah meraih kebahagiaan.


"Kabarku sangat baik," sahut Helena menutupi kecanggungannya. "Selamat untuk pernikahanmu dan Elie. Aku ikut senang, akhirnya kau bisa bersama wanita yang sejak dulu tidak bisa digantikan oleh siapapun, termasuk diriku." Helena tidak bermaksud menyinggung masa lalu mereka, meskipun perkataan yang baru saja dikatakan benar adanya.


"Ya, terima kasih. Kau juga, akhirnya kau mendapatkan pria baik seperti Ar. Dia akan selalu melindungi dirimu melebihi nyawanya sendiri." Dan semenjak wanita itu menikah dengan Arthur, tanggung jawab Mike menjaga dan melindungi Helena dari Jorge dan Margareth sudah selesai.


"Ya, kau benar. Selama ini dia selalu melindungiku dan menjagaku dengan baik. Aku sungguh beruntung bisa bersamanya."


Mike tersenyum menanggapi. Akhirnya cinta Helena berlabuh di hati yang tepat. Arthur adalah pria yang setia dan tidak mudah jatuh cinta dengan seorang wanita. Tetapi sekalinya jatuh cinta akan menjaga dan melindungi wanitanya dengan segenap jiwa.


"Ehemmm....." Deheman seseorang yang dengan sengaja menggunakan intonasi tinggi menyentakkan telinga mereka. Terutama Helena, wanita itu terkesiap dengan sosok Arthur yang sudah berdiri di antara mereka. "Love, kemarilah." Sembari merengkuh pinggang Helena. Menunjukkan kepada Mike kepemilikan wanita itu hanya dirinya seorang. Arthur jika dalam mood cemburu maka akan memanggil begitu mesra kepada wanita itu, hingga Helena dibuat bingung.


Mike menyadari kecemburuan Arthur. Ia hanya menyamarkan senyumnya. "Kau tenang saja Ar, sejak dulu aku dan Helen tidak memiliki hubungan apapun karena aku hanya mencintai Elie. Kedekatan kami hanya untuk suatu alasan saja." Setelah itu mengatakan demikian, Mike segera melenggang pergi.


Kening Arthur mengernyit dalam. Ia memandang Helena dengan penuh tanda, mempertanyakan apa yang baru saja dikatakan oleh Mike.


"Aku akan menceritakannya padamu, tapi tidak disini," ucap Helena tersenyum menenangkan.


"Baiklah, kau harus menceritakan semuanya yang tidak kuketahui dan aku tidak akan membiarkanmu tidur dengan nyenyak malam ini," bisik Arthur mencium daun telinga Helena.


Wanita itu bergidik merinding dan menelan salivanya. Sepertinya malam ini Arthur akan kembali menggempurnya. Dan Helena baru mengetahui sosok suaminya yang dingin begitu berbeda jika sudah berada di atas ranjang.


To be continue


Darren



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...