
"Kamu yakin kita akan masuk ke dalam hutan yang gelap di keadaan langit yang gelap seperti ini?" tanya Angkasa masih meragukan perkataan ku.
"Yakin kok, kalau kita jalan di jalanan itu, kita pasti akan bertemu dengan kuntilanak dan hantu-hantu lainnya, lebih baik kita masuk ke dalam hutan ini dan cari jalan keluar yang dapat membawa kita pulang ke rumah" jawab ku.
Angkasa membalikkan tubuh ku menghadap hutan yang gelap dan menyeramkan.
Aku diam tak bergerak kala mendengar suara-suara hewan dengan berbagai varian.
"Yakin masih mau masuk dan melewati hutan ini?" tanya Angkasa sekali lagi.
"Yakin kok, tak ada cara lain juga selain menelusuri hutan yang gelap tanpa percahayaan itu sekarang" jawab ku yang sebenarnya sangat takut sekali jika harus masuk dan melewati jalanan itu, namun tidak ada cari lain lagi yang bisa kami tempuh kecuali masuk ke dalam hutan.
"Emang kamu berani masuk ke sana, hutannya gelap gulita tanpa percahayaan lampu sedikitpun loh?" tanya Angkasa kembali menyakinkan.
"Berani kok, aku akan memberanikan diri untuk lewat di hutan yang tak tau di mana ujungnya, dari pada lewat di jalanan aspal tapi selalu di hadang oleh para hantu-hantu seram itu" jawab ku yang sudah jera di kejar oleh hantu sejak tadi.
"Hihihihihihihi"
Tiba-tiba telinga ku mendengar suara kuntilanak yang membuat keberanian ku hilang di telan badai.
"Aarrrgghh kasa" pekik ku langsung memeluk tubuh Angkasa.
Angkasa tergelak karena berhasil mengerjai ku dengan menirukan suara kuntilanak.
"Baru juga suara udah takut, apa lagi orangnya" kata Angkasa tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak melihat ku yang langsung ketakutan.
"Akkhh kasa iih, jangan main-main, aku dah capek, ayo kita cepatan pergi dari sini, aku mau pulang, gak mau terus-terusan ada di sini" kata ku.
"Iya ayo aku juga capek ada di sini" jawab Angkasa.
"Kamu jalan duluan" tintah ku padanya.
"Baiklah" jawab Angkasa pasrah.
Aku berjalan di samping Angkasa, aku langsung memeluk lengan Angkasa karena merasakan pergerakan di dalam hutan ini.
Kami berdua melangkah memasuki hutan yang gelap.
Suara-suara hewan terdengar mengerikan tapi kami tetap fokus berjalan tak mempedulikan rasa takut yang tumbuh sedikit demi sedikit.
Kami semakin masuk ke dalam hutan yang gelap tanpa penerangan sama sekali.
Tiba-tiba langkah Angkasa terhenti.
"Kenapa sa, kok berhenti?" tanya ku.
"Za kalau kita lewat hutan ini, apa kita bisa keluar dari dalamnya dengan keadaan hutan yang gelap gulita tanpa pencahayaan, apakah bisa kita menemukan ujung hutan ini?" tanya Angkasa teringat dengan hal itu.
"Aku gak tau, aku tadi gak berpikir ke arah sana" jawab ku.
"Gimana ini, kita pasti akan semakin tersesat dan tidak akan bisa pulang, jika sampai kita tidak menemukan ujung hutan ini" kata Angkasa gelisah, takut hal itu akan terjadi.
Aku yang mendengar hal itu tambah takut, pasalnya hutan yang gelap sekali ini lambat laun semakin bertambah mencekam.
"Tapi udah terlanjur masuk, tempat persembunyian tadi itu sudah sangat jauh dari sini, kita lebih baik cari aja jalan keluar dari hutan ini, kalau nanti kita tidak bisa menemukannya, terpaksa kita harus kembali ke tempat persembunyian itu" jawab Angkasa.
"Ya udah, ayo jalan lagi" ajak ku.
Angkasa mengangguk setuju lalu kembali berjalan bersama ku.
Saat kami berjalan tiba-tiba telinga kami mendengar cekikikan makhluk halus yang terdengar sangat nyaring.
"Kasa" kata ku semakin mengeratkan genggaman.
"Sstt jangan berisik, kita diam aja, mereka tidak akan mengganggu kita, jika kita tidak mengganggu mereka" jawab Angkasa.
Aku mengangguk mendengar hal itu.
Dalam ketakutan yang terus menyerang, aku dan Angkasa masih terus berjalan melewati hutan yang gelap dan sangat mencekam dengan terus hati-hati.
"Semoga mereka tidak mengganggu ku, aku sudah lelah di ganggu oleh mereka, aku mohon jangan ganggu kami, kami cuman ingin lewat di dalam hutan ini, kami tidak akan melakukan apapun, percayalah" batin ku yang sudah sangat gemetaran sejak tadi.
Kami masih terus berjalan dengan suara-suara aneh yang lambat laun tambah banyak dan semakin membuat kami gemetaran.
"Kenapa banyak sekali suara-suara aneh yang keluar, apa jangan-jangan mereka tidak suka aku dan Aliza masuk ke dalam hutan ini, tapi kan kita tidak melakukan apapun yang bisa membuat mereka marah, kenapa mereka malah melakukan ini semua" batin Angkasa tidak mengerti dengan maksud mereka para penghuni hutan.
Aku dan Angkasa masih terus berjalan, sebisa mungkin kami tidak terkecoh dengan berbagai macam suara-suara aneh yang terdengar mengerikan di telinga kami.
Keringat-keringat dingin terus saja membanjiri wajah kami di sepanjang jalan.
"Sa di mana ujung hutan ini, kenapa belum ketemu?" tanya ku yang sudah khawatir takut kami tambah tersasar.
"Mungkin sebentar lagi kita akan bertemu dengan ujung hutan ini, kita jalan aja lagi, cepat atau lambat kita pasti akan menemukan ujung hutan yang saat ini kita cari-cari" jawab Angkasa.
Aku mengangguk dan terus berjalan bersama dengan Angkasa.
"Di mana ujung hutan ini, kenapa masih belum terlihat juga, jangan bilang aku dan Aliza tersesat" batin Angkasa tercekat jika sampai hal itu beneran terjadi.
"Gak mungkin, aku gak mungkin tersesat, aku pasti bisa keluar dari dalam hutan ini, sebisa mungkin aku akan bawa " batin Angkasa masih yakin sekali.
Kami masih terus berjalan dengan suara-suara hewan, makhluk dan penghuni-penghuni lainnya yang tinggal di dalam hutan ini yang terus terdengar di telinga kami.
Rasa takut bercampur tegang terus menyerang kami kala kami masih belum menemukan ujung hutan yang kami cari-cari.
"Sa, kok ujung hutan masih belum ketemu, apa jangan-jangan kita tersesat" kata ku yang di serang rasa merinding yang saat ini menyelimuti tubuh ku.
Angkasa tidak menjawab, aku semakin khawatir, pikiran-pikiran buruk itu muncul secara bersamaan.
"Sa jawab, kenapa kamu diam aja" kata ku.
"Aku juga gak tau za" jawab Angkasa yang merasakan kekhawatiran yang sama namun yang bisa ia lakukan hanya diam.
"Gimana ini, apa kita balik aja ke tempat persembunyian tadi" kata ku yang sudah cemas jika sampai kami tidak bisa pulang ke rumah dan malah tersesat di dalam hutan lebih dalam lagi.
"Tapi za kalau kita kembali ke tempat persembunyian tadi jauh, kita mau lewat ke jalanan yang mana, kita bakalan ketemu sama kuntilanak itu lagi" jawab Angkasa.