
Kami semua menunggu kedatangan Tiger.
Tiger sedang mengejar keluarga gaib itu yang berlari ke dalam hutan, Tiger tak akan membiarkan mereka lolos.
"Hei harimau sialan, kamu jangan ikutin kami, berhenti jangan kejar kami!" teriak hantu bunda.
"Aku akan berhenti yang penting kalian jangan ganggu tuan ku" syarat Tiger.
"Kami tidak mau, kami tidak akan berhenti sampai kami bisa membawa anak itu ke alam kami" jawab hantu ayah.
"Jangan harap kalian bisa membawa tuan ku itu, langkahi dulu mayat ku, kalau kalian mau mencoba untuk mengambilnya!" marah Tiger.
"Gimana ini, harimau itu sudah marah, apa kita berhenti saja yang mau membawa anak itu ma?" hantu Alisa meminta pendapat dari kedua orang tuanya.
"Mama tidak mau berhenti, pokoknya kita harus pulang dengan membawa anak itu, mama sudah sangat menyukai gadis itu, dia harus menjadi saudara mu" jawab hantu bunda.
"Kalian tidak akan bisa membawa tuan ku, kalian itu makhluk lemah, tak akan bisa melawan ku" hina Tiger.
"Enak saja kamu menghina seperti itu, kamu yang lemah, bukan kami" tak terima hantu ayah.
"Rubah wujud kalian bertiga, jangan menirukan keluarga tuan ku" suruh Tiger.
"Tidak mau, kami lebih suka berwujud seperti ini, biar Aliza mau ikut bersama kami" jawab hantu bunda.
"Kalian sudah berani bermain-main dengan ku, rasakan ini" marah Tiger.
"Aaaahhh" teriak hantu bunda.
Tiger mencakar hantu bunda dengan kuku tajamnya.
"Aaaah hentikan, sakit" teriak hantu bunda.
"Lepaskan istri ku" marah hantu ayah yang mencoba membantu hantu bunda.
Tiger tidak peduli ia terus mencakar habis tubuh hantu bunda.
"Hentikan, jangan sakiti mama ku" teriak hantu Alisa.
"Aaaah" teriak hantu Alisa.
Tiger berbalik mencakar tubuh hantu Alisa.
"Lepaskan aku, jangan buat aku kembali ke dalam alam ku, aku tidak mau" teriak hantu Alisa meraung kesakitan.
"Aaah sakit, hentikan" teriak hantu ayah.
Tiger juga tidak membiarkan hantu ayah lolos.
"Aaaaahh sakit lepaskan, jangan lukai aku lagi, aku tidak akan mengganggu tuan mu" teriak hantu ayah.
Tiger mendadak tuli ia tidak berhenti dan terus saja mencakar habis tubuh hantu ayah hingga tidak berbentuk.
Darah-darah hitam mengalir di tubuh mereka bertiga, ketiganya amat sangat kesakitan.
Tiger menyaksikan mereka yang kesakitan, tubuh mereka pelan-pelan lenyap menjadi abu.
"Mati juga mereka, suruh siapa mau menganggu tuan ku, tak akan aku biarkan hal itu terjadi, aku harus lapor pada kakek Deri" Tiger berlari menuju rumah ku setelah berhasil membereskan mereka.
Tiger berdiri di depan pintu.
"Tiger" panggil kakek Deri menyadari kedatangan Tiger.
Tiger masuk ke dalam rumah.
"Bukan, Tiger itu harimau gaib, penjaga kalian berdua, kalian boleh bawa dia ke sekolahan, kalian bisa bermusyawarah dengan Tiger kalau ada masalah besar, InsyaAllah dia bisa bantu" jawab kakek Deri.
"Hai Tiger, comelnye, kamu sejak kapan jadi hantu?" aku mengelus bulu Tiger yang menggemaskan.
"Pertanyaan konyol, aku tidak mau menjawabnya" jawab Tiger cuek.
"Cuek sekali diri mu Tiger, kenapa kau bersikap seperti ini, oh ya bagaimana dengan keluarga gaib itu, kau sudah mastiin kalau mereka tidak akan ganggu ku lagi kan"
"Sudah, mereka sudah meninggal untuk yang kedua kalinya, kau bisa bernapas lega setelah ini, mereka tak akan datang lagi" jawab Tiger.
"Makasih Tiger, baik sekali diri mu ini, sa kita tarok di mana Tiger ini, gak mungkin kita biarkan dia berkeliaran, dia harus di kurung"
Alisa menepuk jidat ku."Hei dia itu harimau gaib, tidak akan ada manusia biasa yang bisa melihatnya, kita tak akan dapat masalah kalau menyimpan dia di sini, biarkan saja dia berkeliaran bebas, dia pasti nanti akan cari tempat yang sesuai untuk bersarang"
"Hei aku ini harimau, bukan burung, aku tidak akan bertelur" tak terima Tiger.
"Kau itu laki-laki apa perempuan?" penasaran Alisa.
"PEREMPUAN,masih nanya lagi" jawab Tiger.
"Oh laki-laki, kamu tidak punya istri gitu, ajak saja istri mu ke sini, biar bisa jaga kita berdua, satunya jaga aku satunya lagi jaga Aliza, enakkan?" usul Alisa.
"Aku tidak punya istri, sudah kalian jangan bertanya lagi, aku mau menunggu di depan saja, kalian kalau butuh apa-apa tinggal panggil aku saja, ingat sebut nama aku tiga kali baru aku mau muncul" jawab Tiger lalu meninggalkan kami semua.
"Baiklah" teriak Alisa.
"Tiger itu akan melindungi kalian dari serangan apapun, tapi tidak dengan manusia, dia tidak dapat melakukan apapun jika manusia yang menjadi musuh kalian, tapi kalau makhluk halus dia berdiri di garda terdepan" beri tau kakek.
"Tenang kakek, ada Alisa kok yang akan jagain nih anak, dia itu lembek, tidak bisa berkutik kalau di hina sama manusia, bodoh kan dia" hina Alisa.
"Eh tadi itu siapa yang lembek, aku pas mau di celakai sama anak laki-laki yang mau ke kelas, aku lawan kok, tapi tidak dengan kamu, kamu diam saja saat di bully sama anak sekelas mu, kalian tau kan mana yang lembek"
"Diam lah kau, aku tadi tidak bisa berbuat apa-apa, karena yang menghina aku itu banyak, bukan satu orang, kamu dengar itu baik-baik" jawab Alisa.
"Kalian harus bisa melewati ini semua berdua, harus kompak, gak boleh masing-masing, kalian itu kalau ada apa-apa harus kasih tau satu sama lain, jangan pendam sendiri, biar tidak berat sendiri" nasihat kakek.
"Iya kek, kami akan tetap kompak kok" jawab kami berdua.
"Kakek nginap di sini sampai kapan?" penasaran Alisa.
"Sekitar 1 Minggu saja, kasihan tanaman kakek di desa kalau kakek berada di sini lebih lama lagi" jawab kakek Deri.
"Kenapa kakek gak tinggal aja bareng kita di sini, biar rumah rame kalau kita gak ikut bunda sama ayah kita kesiapan di sini" keinginan Alisa.
"Gak bisa ndok, kakek nanti akan main kok kapan-kapan, kalian juga boleh main ke desa kakek kalau lagi liburan panjang" jawab kakek Deri.
"Iya nanti kita akan ke sana kok, tunggu saja liburan datang, tapi masih lama, kita aja baru masuk sekolah" tutur Alisa.
"Iya nanti kakek tunggu" jawab kakek.
"Kalian harus rajin dalam beribadah, gak boleh lalai, kalian itu minta perlindungan pada Allah, bukan manusia atau makhluk halus saja yang bisa melindungi kalian" suruh nenek.
"Iya nek, kita tidak akan bolos kok, kita akan berusaha lebih dekat lagi dengan sang pencipta" jawab kami.
"Anak pintar" nenek tersenyum ke arah kami.
"Sana kalian masuk ke dalam kamar gih, mandi setelah itu sholat" suruh bunda.
"Baik Bun" jawab kami.
Kami berdua melangkahkan kaki memasuki kamar masing-masing.