
Teet
Istirahat tiba aku dan Angkasa melangkah menuju taman sekolah.
"Mana Alisa kok dia tidak muncul eh Tiger kemana Alisa kamu lihat dia gak?" tanya ku.
"Gak tau belum nyampe mungkin bentar lagi juga sampai tungguin aja" jawab Tiger.
Sambil menunggu Alisa aku dan Angkasa memakan bekal masing-masing.
"Kamu memang selalu bawa bekal?" tanya Angkasa.
"Iya aku lebih suka bawa bekal ke sekolah biar menghemat uang jajan ku" jawab ku.
"Oh ya nanti aku ceritanya mau ke desa Kamboja papa aku mau datang ke sana dia mau ketemu sama bunda kamu" kata Angkasa.
"Datang aja kamu masih ingat kan jalan menuju ke desa?" tanya ku.
"Masih kok aku gak akan kesasar ceritanya aku juga mau tinggal di desa Kamboja aku kemarin minta papa buat bangun rumah di tanah kakek ku yang kosong itu biar nanti aku bisa berangkat ke sekolah bareng kamu" jawab Angkasa.
"Oh ya enak dong nanti aku punya teman di sana rumah kita akan dekat kamu bisa main ke rumah aku kalau bosan kita juga bisa berpetualang dengan mereka yang tak kasat mata bersama-sama" kata ku senang.
"Iya aku akan bantu mereka yang tak kasat mata bareng kamu" jawab Angkasa.
"Woy kok gak tungguin aku sih" kata Alisa baru muncul.
"Suruh siapa kamu lama banget ya udah kita makan aja duluan sini duduk kamu habisin bekal mu baru kita cari anak yang di ikutin kingkong itu kita harus tau apa sebenarnya tujuan kingkong itu" jawab ku.
"Iya" setuju Alisa.
Kami bertiga memakan bekal itu dengan nikmat.
"Sudah selesai ayo kita cari saja anak tadi sebelum bel berbunyi" ajak ku.
"Lest go eh tapi anak tadi itu anak kelas berapa kakak kelas kita apa sekelas sama kita terus dia milih jurusan apa IPA IPS atau Bahasa?" tanya Alisa.
"Mana ku tau mangkanya ayo kita cari saja sampai ketemu dulu kalau tidak ketemu hari ini kita lanjut besok simpelkan" jawab ku.
"Ya udah ayo" kata Angkasa.
Kami bertiga mencari keberadaan anak tadi.
"Kemana anak tadi kenapa dia tidak terlihat di sini apa dia tidak berada di taman ya" kata Alisa.
"Gak tau juga ayo kita terus cari saja sampai ketemu" jawab ku.
Kami terus mencari.
"Weh weh weh lihat noh dia yang kita cari-cari" tunjuk Alisa pada pemuda yang di ikuti oleh kingkong tengah duduk di kursi taman.
"Bagaimana cara kita untuk bisa tau kenapa kingkong itu mengikutinya?" tanya ku.
"Apa mungkin karena dia sama seperti kita kata kakek Deri mereka yang tak kasat mata menyukai aura anak indigo" jawab Angkasa.
"Maksud kamu kingkong itu mengikutinya hanya ingin menjaganya saja begitu?" tanya Alisa.
"Iya seperti itu" jawab Angkasa.
"Makhluk itu terlalu berbahaya untuk di jadikan teman kita tes aja apakah dia bisa melihat makhluk tak kasat mata atau tidak" saran ku.
"Caranya?" tanya keduanya.
"Kita suruh saja mbk Hilda mendekati anak itu kalau dia bisa melihatnya artinya dia sama seperti kita kalau dia tidak melihatnya artinya kingkong itu punya tujuan lain mengikutinya" jawab ku.
"Kenapa gak Tiger aja?" tanya Angkasa.
"Jangan kingkong itu pasti akan langsung kabur kalau Tiger yang ke sana" jawab ku.
"Tapi masalahnya tidak ada mbk Hilda di sini bagaimana kita bisa menyuruhnya?" tanya Alisa.
"Panggil aja bentar aku yang akan panggil mbk Hilda oh mbk Hilda" panggil ku.
"Mbk Hilda sana dekati anak itu mbk pastikan apakah dia bisa lihat mbk atau enggak" jawab ku.
"Waduh pengikutnya itu sepertinya garang sekali kalau dia melakukan hal yang tidak-tidak pada mbk bagaimana?" tanya mbk Hilda.
"Tidak akan sana mbk dekati pemuda itu cepat ada Tiger kok yang akan bantuin mbk kalau kingkong itu membahayakan mbk" jawab Alisa.
Mbk Hilda menarik nafas ia mendekati pemuda itu.
"Hai nama kamu siapa?" tanya mbk Hilda.
Pemuda itu diam saja.
"Woy jawab apakah kamu tidak bisa melihat ku?" tanya mbk Hilda.
Tak ada jawaban yang keluar.
"Aku rasa anak ini tidak melihat ku" kata mbk Hilda.
"Iya dia memang tidak bisa melihat mu sana kau pergi jangan ganggu dia" usir kingkong.
"Baiklah aku akan pergi" jawab mbk Hilda.
"Bagaimana mbk?" tanya ku saat mbk Hilda mendekati kami.
"Anak itu tidak melihat ku dia tidak sama seperti kalian" jawab mbk Hilda.
"Artinya kingkong itu mempunyai tujuan tertentu mengikuti anak itu kita harus bisa kenal sama dia kita harus tanyain padanya kenapa kingkong itu mengikutinya" kata ku.
"Tak usah pake kenalan langsung tanyain aja paksa dia buat ceritain kenapa kingkong itu mengikutinya gampang kan" jawab Alisa.
"Kayak merampok dong" kata Angkasa.
"Jangan sa kamu ini gimana masa kita langsung paksa anak itu gak mungkin dia mau ngaku kita harus pake cara halus" kata ku.
"Terus siapa yang mau ngajak dia kenalan?" tanya Tiger.
Aku dan Angkasa saling tatapan kami manggut-manggut lalu tatapan kami jatuh ke arah Alisa..
"Eh kok aku gak mau aku bertemu dengan kingkong itu gak aku gak mau kamu aja sana aku tidak mau ngajak dia kenalan titik gak pake koma" tolak Alisa.
"Hanya kamu yang bisa udah kamu turutin aja apa yang kita mau ini buat kebaikan semua kok" kata ku.
"Kebaikan apaan ini bukan kebaikan melainkan keburukan aku gak mau dekat-dekat dengan kingkong itu lihat noh wajahnya seram sekali aku gak mau pokoknya aku gak mau" jawab Alisa.
"Udah jangan banyak bising ayo lakukan apa yang kita mau sebelum anak itu keburu pergi lihat noh dia berdiri ayo sa kamu harus kenalan sama dia" kata ku mendorong tubuh Alisa.
"Aku gak mau pokoknya aku gak mau" tolak Alisa memberontak.
"Selamat mencoba" kata ku di telinga Alisa.
Aku kembali menemui Angkasa mbk Hilda dan Tiger.
"Dasar anak itu gimana ini aku harus apa tak mungkin aku yang ngajak kenalan duluan kan gengsi aku harus gunakan cara apa yang bisa membuat dia duluan yang ngajak aku kenalan" kata Alisa pelan ia berdiri di belakang pemuda itu.
Jarak keduanya sangat dekat.
"Ayo Alisa kamu harus bisa iih dasar anak itu awas saja nanti akan aku hajar dia enak saja dia main nyuruh-nyuruh aku begini dasar adik tidak berperasaan" kata Alisa pelan.
"Ahaa aku punya ide" kata Alisa pelan.
Alisa berjalan ala model abal-abal dan-
Brukk
"Aaauw sakitnye" pekik Alisa.
Alisa menabrak pemuda itu dengan sengaja keduanya terjatuh Alisa memegangi tangannya yang lecet.