
"Jadi karena hal itu kalian bisa gak siuman-siuman beberapa hari ini" akhirnya Ustadz Fahri tau kalau kami kembali masuk ke dalam alam gaib.
"Iya, tapi kenapa tadz kami bisa masuk ke dalam desa itu, padahal kami cuman buka lemari besar itu saja?"
"Saya rasa di dalam lemari itu terdapat portal menuju alam gaib" jawab Ustadz Fahri.
"Pantesan aja aku sama Aliza bisa masuk ke sana" tak heran lagi Angkasa pada lemari itu.
"Apa yang kalian temuin di sana, apakah di sana kalian ketemu sama mbah Gamik?" Ustadz Fahri merasa sangat penasaran karena ia curiga mbah Gamik yang membawa kami ke sana.
"Iya tadz, kami ketemu sama mbah Gamik, di sana itu ada acara nikahannya anaknya pak lurah, tapi...
"Tapi apa za?" mereka kembali penasaran.
"Tapi pengantin wanitanya manusia, dia bilang dia bukan makhluk seperti mereka, dia juga minta tolong sama kami untuk bisa keluarin dia dari sana, tapi kami gak tau siapa dia dan dari mana dia"
"Kamu gak nanya namanya za?" Reno mulai penasaran pada wanita yang aku dan Angkasa temui di sana.
"Enggak, kami gak sempat nanya siapa namanya, dia berasal dari mana dan kenapa dia bisa berada di sana karena ada kingkong yang keburu masuk ke dalam kamar itu dan bawa dia pergi dari sana, kami awalnya ingin bantu dia, tapi gak jadi karena aku dengar suara kakek Denso yang nyuruh aku pergi dari sana"
"Siapa ya kira-kira wanita yang akan nikah sama makhluk halus itu" Alisa mulai penasaran pada sosok wanita yang ku temui di sana.
"Aku pengen banget nolongin dia, kasihan dia, dia pasti ke paksa nikah sama anaknya pak lurah"
"Kamu bisa tau akan ada acara pernikahan itu dari siapa?" sedari tadi Ustadz Fahri memikirkan hal itu.
"Dari nenek-nenek tua yang kami lihat untuk pertama kali saat sampai di desa gaib itu, dia sempat bawa kami ke rumahnya dan di sana kami ketemu sama cucunya yang gak suka banget sama aku, dia ngusir kami ya sudah kami pergi dari sana dan datang ke rumah pak lurah, dan di sana kami lihat kalau pengantin wanitanya masih berstatus manusia"
"Mungkin sekarang acara pernikahan mereka sedang di selenggarakan" tambah Angkasa.
"Bunda Aliza mau ke sana lagi, Aliza mau bantuin dia, kasihan dia bun, dia pasti tertekan"
"Jangan dek, nanti kamu terjebak di alam gaib kayak waktu itu mau!" bunda tak mau kejadian waktu itu terulang kembali.
"Aliza gak mau, tapi bun kasihan dia, dia itu akan tersiksa jika berada di sana dan hidup bersama orang-orang yang semuanya makhluk halus, ayolah bun izinin Aliza ke sana, Aliza mohon sekali"
"Enggak boleh, kamu gak boleh ke sana, bunda gak mau kamu pingsan lagi, bunda itu cemas banget takut ada apa-apa yang terjadi sama kamu karena kamu sudah 1 Minggu gak bangun-bangun" larang bunda keras.
Aku menghembuskan napas karena tak memperoleh izin dari bunda.
Aku beralih menatap ke arah ayah."Enggak, enggak, enggak, kali ini ayah setuju sama bunda kamu"
"Ayah, Aliza mohon sekali, kali ini saja izinin Aliza ke sana, ini menyangkut kehidupan seseorang ayah, kasihan dia ayah, dia akan berubah menjadi makhluk halus kalau lama-lama tinggal di sana"
"Tapi dek bahaya kalau kamu nekat ke sana, ayah hanya gak mau kamu kenapa-napa, kali ini saja dengarin kami" aku semakin tak bisa tenang saat ayah dan bunda tak bisa ku bujuk.
"Tau Aliza ngambek"
"Pake acara ngambek segala, udah dengarin aja perintah kami, kami cuman gak mau kamu kenapa-napa, ayo sekarang makan dulu, biar cepat sembuh" ajak bunda.
"Kalau gak mau makan, bunda gak bakal izinin kamu ngurus hal-hal gaib lagi mau" ancam bunda.
Aku menatap tak percaya ke arah bunda.
"Jangan bun"
"Ya sudah kalau gak mau, sekarang kamu makan dulu, habisin biar cepat sembuh" bunda memberikan bubur tak ada rasanya itu pada ku.
Terpaksa aku memakan bubur itu yang hambar sekali.
"Bunda nikahnya anaknya pak Jarwo udah kelar?"
"Belum, pak Jarwo manjangin pesta yang awalnya 7 hari di panjangin menjadi 14 hari" jawab bunda.
"Jadi masih ada 7 hari lagi ya baru pesta itu kelar"
"Iya, kenapa kamu mau ke sana?" aku mengangguk cepat karena sudah lama aku tidak pernah datang ke kondangan.
"Kamu harus sembuh dulu kalau mau ke sana" syarat ayah.
"Iya ayah, Aliza udah sembuh kok, hari ini juga Aliza pasti sudah di bolehin pulang"
"Masalah Laras gimana, apa dia udah ketemu?" Angkasa teringat pada Laras yang waktu itu hilang dan selama 7 hari ia tidak sadarkan diri, ia tidak tau perkembangan tentang kasus Laras.
"Laras tidak ketemu juga, padahal saya dan yang lain udah nyari dia di rumah mbah Gamik, tapi tetap saja gak ada" jawab Ustadz Fahri.
"Sebentar-sebentar kenapa Laras gak ada di rumah mbah Gamik, kita semua curiga padanya, tapi pas di cari ke rumahnya gak ada, apa mungkin bukan mbah Gamik yang udah nyulik Laras?" pikir Angkasa.
"Gak tau juga sa, kami gak bisa curiga sama siapa-siapa lagi saat ini, karena walaupun di cari ke seluruh rumah mbah Gamik, tetap saja gak ada Laras" jawab Alisa.
"Lalu apa maksud mbah Gamik nyuruh kita ke sana?"
"Dia ingin kita masuk ke dalam hutan terlarang dan kita pasti tidak akan bisa keluar, itu rencananya nyuruh kita ke sana" jawab Ustadz Fahri yang sudah paham maksud dan tujuan mbah Gamik menyamar menjadi dirinya dan berusaha membawa kami ke sana.
"Licik sekali dia, awas saja kalau dia sampai kembali ganggu kita lagi, akan aku gali lagi kuburannya, biar dia tau rasa" geram Angkasa pada mbah Gamik yang hampir saja membuat kami dalam bahaya besar.
"Tapi kalian gak sempat masuk ke hutan terlarang kan?"
"Enggak, kami gak sempat masuk ke sana" jawab Reno.
"Syukurlah kalau seperti itu, kakek Denso juga bilang kalau siapapun yang masuk ke hutan terlarang lalu saat matahari terbenam tidak keluar, maka dia selamanya gak bisa keluar dari sana, tapi aku heran kenapa kakek bilang selamanya gak bisa keluar, emang ada apa di hutan terlarang itu?"
"Mungkin ada hewan buas atau orang yang masuk ke dalam hutan terlarang di bawa ke alam gaib sehingga gak bisa keluar lagi" jawab Alisa.
"Masuk akal"