
Mobil yang Angkasa setir masih terjebak di dalam kemacetan yang panjang.
"Kapan usianya ini, aaah pake macet segala, gak tau orang lagi buru-buru apa!" omel Alisa yang sangat-sangat kesal.
"Tau, andai aja gak macet pasti kita bisa kejar mobil hitam itu" sahut Reno.
"Udah kalian jangan marah-marah, sa cepat ngebut, kita harus tangkap pelakunya"
Angkasa melajukan mobil dengan kecepatan tinggi saat kemacetan mulai mereda, ia mencari-cari keberadaan mobil hitam yang merupakan pelakunya, namun tak ada, mobil itu hilang jejak.
"Mana mobil itu, kenapa cepet banget hilangnya" batin Angkasa yang tak menemukan keberadaan mobil hitam itu.
Tiba-tiba Angkasa menghentikan mobil saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Kenapa kalian berhenti, di mana mobil itu, apa kalian sudah berhasil nangkap dia?" Angkasa menghentikan mobil tepat di samping mereka semua.
"Tidak, kita tidak berhasil, dia lewat jalan tol, kita gak bisa ikutin dia lagi" jawab Roki.
"Sial" Angkasa memukul setir dengan kesalnya karena pelakunya berhasil melarikan diri.
Kami semua turun dari mobil dan berdiri di pinggir jalan dengan raut wajah yang kesal karena tidak bisa berhasil menangkap pelakunya.
"Kurang ajar, udah tau salah masih aja mau lari dari tanggung jawab, seharusnya dia itu merasa bersalah dan datang ke kantor polisi buat nyerahin diri, tapi ini apa, dia malah pergi gitu aja setelah buat mbk Laura meninggal" kesal Reno.
"Awas aja, kalau sampai aku ketemu sama dia, aku becek-becek dia, iih kesal" sahut Alisa.
"Mau dia lari sejauh apapun, dia pasti akan tertangkap juga, aku akan bilang sama om untuk tangkap dia, om pasti bisa tangkap dia"
Mereka sedikit lega, walaupun kehilangan jejak, kami sudah mengetahui plat nomor kendaraan pelaku itu dan juga kami sudah lihat seperti apa wajahnya.
tin
tin
tin
Mobil polisi berhenti tepat di depan kami.
"Om"
Pak Heru keluar dari dalam mobil polisi dengan kedua rekannya.
"Di mana pelakunya?"
"Pelakunya melarikan diri om, dia berhasil lolos, kami gak bisa ngejar dia karena dia lewat jalan tol" jawab Alisa.
"Tapi kalian sudah tau kan seperti apa wajah pelakunya?" kami mengangguk cepat.
"Iya pak, kami sudah tau seperti apa dia, ini rekaman cctv yang kami ambil di restoran, pak carilah pelakunya dan tangkap dia" Angkasa memberikan hpnya yang ada di sana ada rekaman cctv itu.
"Baik, om yang akan urus mereka, kalian pulanglah, ini sudah sore, nanti kalian malam di jalan"
"Baik om" jawab kami semua.
Pak Heru dan rekan-rekannya kembali masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan kami semua yang masih berdiri di pinggir jalan.
"Semoga om berhasil nangkap pelakunya" harapan Alisa dengan memandangi mobil polisi yang pelan-pelan menjauh.
"Aamiin" jawab kami.
"Semuanya kami pulang dulu ya, sudah mau sore, besok kita ketemu lagi di sekolahan" pamit Roki.
"Iya, nanti kita ketemu lagi di sekolahan untuk bahas masalah bu Dinda yang malah belum kelar sepenuhnya, nanti kalau om sudah berhasil nangkap pelakunya aku akan kabarin kalian"
"Siap, kami pamit dulu" pamit Byan.
Kami semua mengangguk, mereka bertiga mengendarai motor menuju rumah, sementara kami masih diam di tempat.
"Ini udah sore, ayo kita pulang juga, prihal bu Dinda sama pelakunya biar om aja yang akan urus, dia pasti bisa kok tangkap pelakunya"
"Iya, ayo kita pulang" jawab Alisa.
Kami semua masuk ke dalam mobil, Angkasa melajukan mobil menuju desa yang sangat jauh dari tempat ini.
Pak Heru dan rekan-rekannya berhenti di kantor polisi, mereka melihat rekaman cctv yang Angkasa serahkan dengan saksama.
"Kita harus kejar pelaku yang sudah nabrak korban, baru kita datangi rumah wanita yang sudah dorong korban hingga kecelakaan itu terjadi dan buat nyawa korban melayang"
Kedua rekan pak Heru mengangguk.
"Pak Abu tolong lacak keberadaan pelaku pemilik mobil ini" perintah pak Heru.
"Baik komandan" jawab pak Abu.
Pak Abu menjalankan perintah, ia melacak keberadaan pelaku yang sudah berhasil melarikan diri.
"Tersangka berada di kota B"
"Ayo kita berangkat ke sana, dia harus kita tangkap terlebih dahulu" ajak pak Heru.
Mereka berdua setuju lalu berangkat keluar kota untuk menangkap pelaku yang sudah menabrak sosok itu hingga tewas.
Sekitar 2 jam mereka tempuh untuk bisa sampai di tempat yang mereka tuju.
Pak Heru dan kedua rekannya keluar dari dalam mobil, mereka kini berada di depan rumah mewah yang ada di kota B.
"Itu mobil yang kita cari-cari" tunjuk pak Jerry pada mobil hitam yang terparkir rapih di halaman rumah besar dan mewah itu.
"Artinya pelakunya memang tinggal di sini, ayo kita temui dia"
Mereka bertiga mendekati pintu rumah itu.
tok
tok
tok
"Permisi"
Pak Heru mengetuk pintu berharap ada orang yang membukanya.
"Maaf kalian siapa?" seorang laki-laki keluar dari dalam rumah, ia menatap heran saat ada polisi yang bertamu di rumahnya.
"Kami dari pihak kepolisian di perintahkan untuk menangkap anda dalam kasus tabrak lari"
Laki-laki itu langsung ketar-ketir, ia menjadi gagap saat ingat pada mbk Laura yang sudah ia tabrak 1 minggu yang lalu.
"Bapak mungkin salah orang, saya tidak nabrak siapapun, bapak jangan asal tuduh" laki-laki itu berusaha untuk mengelak, ia tidak mau masuk ke dalam penjara.
"Kami punya bukti, jika anda tidak percaya kami tunjukkan"
Laki-laki itu menjadi gelisah, ia tidak tau harus berasalan apa agar bisa lolos dari pak Heru dan rekan-rekannya.
"Pak Abu, pak Jerry tangkap dia dan bawa ke kantor"
"Baik komandan"
Pak Abu dan pak Jerry menangkap pelaku itu, pak Abu memasang borgol agar pelakunya tidak bisa melarikan diri lagi.
"Pak bukan saya yang sudah nabrak dia pak, saya tidak bersalah, tolong jangan tangkap saya" laki-laki itu memberontak, ia tidak mau masuk ke dalam penjara.
"Anda bisa jelaskan di kantor, pak bawa dia ke mobil"
Pak Abu dan pak Jerry mengangguk kompak, mereka membawa laki-laki itu masuk ke dalam mobil meskipun laki-laki itu terus berusaha untuk memberontak.
"Lepaskan saya pak, lepaskan, saya tidak bersalah, saya tidak sengaja, tolong jangan hukum saya" berontak laki-laki itu.
Pak Heru tidak mendengarkan, ia tetap saja membawa laki-laki yang sudah jelas-jelas bersalah dalam kasus ini.
"Pak Jerry cepat jalankan mobil" perintah pak Heru.
Pak Jerry melajukan mobil meninggalkan rumah laki-laki itu, mereka semua kembali ke kota A.