The Indigo Twins

The Indigo Twins
Seram



Aku menatap ke arah mereka berdua, aku merasakan ada yang aneh dari diri mereka berdua.


"Sa kamu nyadar gak kalau akhir-akhir ini mereka tambah deket" pelan ku agar mereka tidak mendengarnya.


"Iya, tapi palingan mereka cuman teman biasa, gak lebih kok"


"Mustahil sa, aku rasa mereka memiliki hubungan tertentu yang biasa terbilang spesial, gak mungkin kalau cuman teman mereka kayak gini"


"Iya juga, tapi masa iya mereka punya hubungan lain selain temenan?" penasaran Angkasa, ia terus memperhatikan mereka berdua yang semakin lama semakin dekat, tak seperti biasanya.


"Mungkin aja mereka melangkah ke hubungan selanjutnya"


Aku dan Angkasa terus melihat adegan series di depan kami yang tayang secara langsung itu.


"Kalau aku lihat-lihat, kalian berdua ini lama-lama makin nempel aja kayak cicak sama dinding, ada apa ini?" mulai curiga Angkasa dengan kedekatan mereka.


Keduanya bukannya menjawab malah senyam-senyum saja yang membuat kami semakin penasaran.


"Jangan bilang kalau pacaran?"


"Emang iya" dengan polosnya Alisa menjawab pertanyaan yang aku ajukan.


"SEJAK KAPAN?" kaget kami kompak saat tau kalau mereka berdua ternyata berpacaran.


"Baru-baru ini, kalian jangan kaget gitu napa, kayak ketemu hantu aja sekaget itu" tak suka Reno.


"Habisnya kalian gak bilang-bilang sama kita kalau udah jadian" jawab Angkasa.


"Buat apa kita bilang-bilang sama kalian, gak guna juga" sahut Alisa.


"Wah gak bener ini, kamu kembaran macem apa gak bilang-bilang hal ini sama aku, aku ini kembaran kamu, kenapa kamu tega sekali sama aku rahasiain ini semua"


"Maaf, aku gak bermaksud sembunyiin ini dari kamu, aku hanya gak punya waktu yang tepat buat bilang ini semua sama kamu, mangkanya sampai sekarang aku masih belum terus terang sama kamu tentang hubungan aku sama Reno" sesal Alisa.


"Eh tunggu-tunggu, bagaimana dengan Dava, dia kan bilang kalau dia akan balik ke Negera ini lagi, kalau dia tau kamu pacaran sama Reno bagaimana?" ketakutan Angkasa, ia takut Dava kecewa dengan hubungan mereka.


"Aku udah bilang sama dia kalau aku gak mau nungguin dia, aku sudah bilang sebelum dia berangkat ke luar negeri, jadi jangan salahkan aku kalau aku bersama orang lain, sekarang dia itu susah banget buat di hubungi, sudah berapa bulan ini wanya gak aktif, jangan-jangan dia sudah ganti nomor dia" sedih Alisa saat Dava tak bisa ia hubungi lagi, padahal ia sangat berharap dapat bertemu dengan dia lagi.


"Apa mungkin sekarang Dava sudah punya yang baru ya?"


"Antara iya dan tidak, di luar negeri itu banyak beragam macem jenis spesies wanita, mana mau Dava balik ke negara ini lagi cuma gara-gara Alisa" sedikit menghina Angkasa, ia dan Alisa terus saja adu mulut, tak pernah sekalipun akur.


"Y" balas Angkasa.


"Tapi aku gak yakin kalau Dava bakal balik ke negara ini lagi, lihat aja sekarang dia sudah mulai menghilang, dia udah gak hubungi kita lagi seperti dulu" dugaan Reno.


"Mungkin aja dia sibuk"


"Sesibuk apapun masa gak ada waktu buat hubungi kita za, aku rasa dia sudah lupain kita deh, jadi keputusan ku sekarang sudah benar untuk gak nungguin dia, aku takut udah nunggu lama-lama, dia malah gak datang, aku pasti akan kecewa bukan, aku gak mau itu terjadi" Alisa merasa keputusannya untuk tidak menunggu Dava adalah keputusan yang tepat.


"Terserah kamu, kamu yang mutusin, aku gak bisa cegah ataupun larang kamu, karena keputusan ada di tangan kamu dan kamu juga yang harus tanggung jawab atas keputusan mu itu"


"Iya, aku pasti akan tanggung jawab kok, kalian tidak usah pikirin itu semua" jawab Alisa.


"Oh ya bagaimana dengan hantu terompah itu, aku belum tau tentang dia, aku jadi ketinggalan berita tentang dia kan, coba sekarang kalian ceritain tentang dia, aku ingin tau" titah Reno.


Angkasa hendak bicara, ia akan berusaha menceritakan tentang hantu terompah pada Reno yang tidak tau apa-apa.


"Jangan sa"


Angkasa menatap ku dengan tatapan aneh."Kenapa, kenapa kamu larang aku ceritain yang sebenarnya pada Reno?"


"Jangan aja, ini udah malam, aku ngeri kalau ingat lagi sama dia, mending kita bahas masalah hantu terompah besok aja, jangan malam ini juga, aku takut, aku takut gak bisa tidur semalaman kalau ke ingat wajah dia yang seram itu"


"Iya sa, kami itu udah ketemu sama dia, wajahnya seram banget, kami takut terbayang-bayang dengan dia terus, jadi kalian berdua jangan ngomongin hantu terompah ketika di malam hari, itu sangat-sangat di larang, kalian dengar itu bukan" peringatan Alisa.


"Iya" jawab Reno.


"Lemah kalian itu, masa beginian aja takut, kalian kan biasanya gak kayak gini, tapi kenapa kalian sekarang berubah jadi penakut seperti saat ini, apa yang sudah terjadi sama kalian, kenapa kalian berubah draktis seperti ini?" merasa aneh Angkasa karena biasanya aku tidak pernah setakut ini, tapi kali entah kenapa rasa takut itu sangat-sangat luar biasa.


"Enggak tau, mungkin karena hantu yang udah gangguin kita luar biasa seramnya sehingga kami bisa takut saat ke ingat wajahnya yang banyak darah yang mengalir, iih seram, aku gak mau ingat-ingat lagi sama dia apalagi ketemu sama dia, amit-amit aku ketemu sama dia lagi" jawab Alisa yang ketakutan saat teringat wajah hantu terompah yang banyak darah yang mengalir.


"Udah kamu jangan takut sa, ada aku di sini, aku gak akan biarkan hantu terompah itu ganggu kamu lagi, kamu tidak usah khawatir" sahut Reno.


"Semoga saja dia gak datangin kita lagi, tapi bagaimana ya nasib warga-warga yang sudah di ganggu habis-habisan sama hantu terompah itu, kita aja yang gak di ganggu takutnya luar biasa, apalagi di ganggu sama mereka" prihatin Alisa.


"Pasti mereka ketakutan banget, buktinya sekarang jalanan sepi sekali, gak ada satupun orang yang berani keluar rumah, itu semua gara-gara hantu terompah, kalau bukan karena hantu terompah ini semua gak akan terjadi" jawab Angkasa.


"Tapi ngeri juga ya kalau desa ini jadi sepi dan sunyi seperti desa mati kayak gini, bayangin aja kalau kita habis pulang dari restoran terus pas pulang gak ada satu orangpun yang kita lihat, seram bukan"


"Seram" sahut Alisa.