The Indigo Twins

The Indigo Twins
Penampakan hantu bertaring di dapur



Tiba-tiba pandangan ku jatuh pada sesuatu yang sangat-sangat menarik perhatian ku sehingga merubah ekspresi wajah ku yang tadinya tenang menjadi tegang.


Aku menutup mulut dengan tidak percaya, saat melihat ada hantu yang seseram itu di dapur, di menatap tajam ke arah ku yang masih berdiri di tempat.


"I-itu h-hantu" dengan tergagap aku menunjuk ke arah hantu yang terus melototkan matanya, dia berada di kolom meja, bajunya berwarna putih, rambutnya acak-acakan sudah tidak terawat lagi, di kepalanya mengalir darah hingga menetas ke lantai terus menerus.


Mereka semua melihat ke arah hantu seram itu yang ternyata pemilik bau anyir yang menyeruak ini.


Mata hantu itu terus melorot dengan tajam, ia mengeluarkan taring panjangnya yang menambahnya semakin menyeramkan, ia seperti ingin memakan kami dengan taring panjangnya itu.


"Aaaaah hantu" teriak kami berlari terbirit-birit meninggalkan dapur ketika tau kalau di sana ada hantu seseram itu.


Hantu itu benar-benar serem, hantu itu bukan hantu yang bersimbah darah yang aku dan Alisa temui tadi, dia hantu yang berbeda dan masih tidak di ketahui berasal dari mana.


Kami yang ketakutan berkumpul di ruang tamu, bayangan-bayangan tentang hantu seram itu terus melintas di pikiran kami.


"Siapa hantu itu, kenapa dia ada di sana" ketakutan Alisa yang terus menempel pada ku.


"Apa itu hantu bersimbah darah yang kalian maksud?" penasaran Angkasa.


Kami berdua menggeleng kompak karena hantu itu bukan hantu bersimbah darah yang tadi mengganggu kami.


"Bukan, hantu bersimbah darah gak kayak itu, itu hantu baru, kami baru kali ini ketemu sama dia"


"Tunggu-tunggu yang jadi pertanyaannya, dari mana asal hantu itu, kenapa sedari tadi terus aja ada hantu yang masuk ke dalam rumah ini" heran Reno.


"Enggak tau juga, aku juga bingung kenapa hantu-hantu masuk ke rumah terus menerus, biasanya kan gak ada hantu yang berani masuk ke dalam rumah ini" merasa aneh Alisa.


"Oh ya di mana mereka semua, kenapa mereka gak halau makhluk halus yang mau masuk ke dalam rumah, biasanya kan mereka gak pernah seteledor ini sampai ada hantu yang masuk ke dalam rumah dan udah berhasil gangguin kita"


"Iya juga, mereka pada kemana, kenapa mereka biarkan ada hantu yang masuk ke dalam rumah" jawab Reno yang juga merasa aneh saat mereka berlima tidak menjalankan tugasnya.


"Sebentar, aku mau lihat mereka di luar dulu" Angkasa bangkit dari duduk, ia mencari mereka dengan cara melihat dari jendela.


Angkasa melihat ke arah halaman rumah, tepatnya ke arah pohon yang biasanya menjadi tempat tongkrongan mereka selama ini.


"Kok di luar gak siapa-siapa, pergi kemana mereka semua, masa iya mereka jalan-jalan dan gak jagain rumah, tadi aku udah peringati mereka untuk jaga rumah, kenapa mereka malah pergi lagi" batin Angkasa yang tak habis pikir sama mereka semua.


Angkasa kembali duduk bersama kami saat tidak menemukan siapapun yang ada di luar.


"Bagaimana sa, mereka ada di luar kan?"


"Enggak za, mereka gak ada di luar, gak tau pergi kemana, padahal aku tadi udah bilang kalau mereka jangan pergi kemana-mana, tapi tetap saja mereka gak dengarin" jawab Angkasa.


"Pantes aja banyak hantu yang masuk ke dalam rumah, ternyata mereka gak jagain rumah, aku heran tau, pergi kemana mereka sehingga gak jagain rumah" penasaran Reno.


"Sebentar aku panggil mereka dulu, kita harus tanyain mereka pergi kemana sehingga gak jagain rumah" Alisa memejamkan mata, ia mulai memanggil mereka semua


untuk datang kemari.


Tak berselang lama dari itu mereka semua muncul di depan kami.


"Kenapa, kenapa kalian manggil kami?" penasaran mbk Santi yang melihat kami berkumpul di ruang tamu di tengah malam.


"Kalian dari mana aja, kenapa kalian gak jagain rumah, baru-baru ini ada banyak hantu yang masuk ke dalam rumah dan gangguin kami semua" omel Alisa.


"Loh White gak jagain kalian" kaget Tiger.


"Kemana dia, sebelum kami pergi kami sudah pesan dia untuk jagain rumah, kenapa dia malah keluyuran juga" tak habis pikir mbk Gea.


"Tunggu-tunggu kalian dari mana saja, kenapa kalian pergi gitu aja?"


"Kami mau cari tau tentang hantu terompah, kami mulai mencarinya dengan cara ikutin dia, tapi sayangnya kami tidak kunjung nemuin dia, mangkanya sedari tadi kami terus berkeliling kampung untuk cari dia dan tiba-tiba Alisa manggil, ya sudah kami terpaksa datang kemari karena takut ada apa-apa sama kalian" jelas mbk Hilda.


"Kalian gak usah cari tau tentang dia lagi, karena kami sudah tau dia siapa dan kenapa dia mengganggu warga"


"Emang kenapa?" penasaran mereka.


"Besok kami akan jelaskan, kami gak bisa cerita sekarang"


"Yaah kami kan ingin tau, kamu cepat cerita napa, kami sudah pengen tau banget siapa dia dan kenapa dia ganggu warga-warga di desa ini" suruh mbk Santi.


"Besok aja mbk, sekarang kalian semua jagain rumah, jangan biarkan ada hantu yang masuk ke dalam rumah ini, kami sudah capek di ganggu sama hantu terus menerus"


"Iya, kami gak akan biarkan ada hantu lagi yang gangguin kalian, kalian istirahat saja sana, kami akan berjaga di luar, kalau ada apa-apa kalian tinggal panggil kami saja" perintah mbk Hilda.


"Baik mbk" jawab kami.


Mereka semua menghilang dari hadapan kami.


"Huft aman, sekarang kita aman, gak mungkin ada hantu yang gangguin kita lagi" lega Alisa.


"Iya, setelah sekian lama akhirnya kita bisa tenang juga tanpa gangguan makhluk halus" jawab Reno.


Aku melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul setengah 4.


"Sementara lagi subuh tau"


"Bagaimana ini, kita masih belum tidur, kalau kita ngantuk di kelas bagaimana" mulai resah Alisa.


"Resiko, mau tidur juga nanggung karena sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang, lebih baik kita siap-siap buat sholat subuh" ajak Angkasa.


"Ayo sa kita ke kamar, siap-siap buat sholat"


"Tapi aku takut za, kalau semisal ada hantu yang muncul di kamar bagaimana, aku gak mau di ganggu sama hantu lagi za" ketakutan Alisa.


"Enggak akan ada hantu yang bakal ganggu kamu kok, ada aku di sana, ayo sekarang kita ke kamar, kita harus siap-siap buat sholat bunuh"


Alisa terpaksa mau ku ajak untuk kembali ke kamar walaupun ia masih sangat trauma pada hantu-hantu yang terus mengganggunya.


Kami semua membubarkan diri dari ruang tamu dan masuk ke kamar masing-masing.


Aku masuk ke dalam kamar mandi ketika sampai di dalam kamar, sementara Alisa masih berada di kasur tengah menunggu ku selesai.


Alisa memainkan hpnya sembari menunggu ku selesai mandi, ia tidak mau masuk ke dalam kamarnya karena alasan takut bertemu dengan hantu bersimbah darah.


Alisa melihat ke kanan dan kiri yang sepi, entah kenapa ia merasa merinding.


"Aliza cepetan" teriaknya yang ketakutan.


"Iya sebentar" jawab ku dari kamar mandi.