
"Arrrrgghh tolong di sini ada hantu" teriak Reno terus berlari pergi dari lantai 5, kini ia sudah memasuki lantai 4.
Ia menuruni anak tangga dengan secepat kilat.
"Arrrrgghh"
Brukk
Reno dan Roy bertabrakan karena sama-sama ketakutan karena habis mendapatkan gangguan dari makhluk halus.
"Adooi" pekik keduanya yang sama-sama merasa sakit akibat terjatuh dari tangga, untung saja mereka bertabrakan di tangga ke lima kalau di hitung dari bawah.
"Kamu gimana, masa jalan gak liat-liat" omel Roy pada Reno.
"Maaf, aku tadi lagi ngindar dari hantu, mangkanya aku gak lihat kalau kamu mau ke sini" jawab Reno.
Roy yang mengerutkan alis."Apa HANTU, di mana ada hantu?"
"Di dalam kelas 12 yang ada di paling pojok itu, tadi aku lihat ada penampakan seorang wanita yang rambutnya panjang banget, iih serem tau kalau keinget dia lagi" jelas Reno yang masih ngeri pada hantu yang barusan ia temui itu.
Roy yang mendengar cerita Reno juga merasa merinding.
"Kamu ngecek kelas itu juga?" tak percaya Roy.
"Iyalah, masa aku lewatin, kalau ternyata di sana ada jasad Andin gimana, aku yang akan kena omel karena gak becus nyariin dia"
Roy diam, tatapannya terus menatap Reno dengan tatapan tak percaya.
"Emang ada apa di dalam kelas 12 IPS yang paling pojok itu?" Reno merasa ada sesuatu yang tersembunyi di dalam kelas 12 IPS yang terletak di paling pojok itu sehingga Roy terus menatapnya seperti.
"Kamu emang benar-benar gak tau?" tak percaya Roy.
Reno menggeleng."Enggak, aku gak atau apa-apa, emang ada apaan sih?"
Reno semakin penasaran pada kelas 12 IPS yang paling pojok itu yang barusan terdapat penampakan hantu seram di dalamnya.
"Kata anak-anak di sana itu sarang hantu yang paling banyak melebihi taman sekolah, tapi gak banyak yang tau, aku pernah dengar kalau ada anak yang pernah melihat penampakan hantu tanpa kepala, dan juga dulu ada yang pernah lihat sundel bolong di dalam kelas itu malam-malam" Reno langsung menelan ludah saat mendengar penjelasan Roy tentang misteri yang ada di dalam kelas 12 IPS itu.
"S-sundel b-bolong?" tergagap Reno yang tak bisa membayangkan bagaimana seramnya sundel bolong yang menempati kelas 12 IPS itu.
"Iya, di sana ada sundel bolongnya, mangkanya tiap hari kelas itu selalu di adakan pengajian rutin agar hantu-hantu di sana tidak mengganggu saat pelajaran berlangsung"
"Pantas aja tadi aku udah ngeliat penampakan hantu itu, ternyata di sana memang sarangnya, tapi kenapa aku gak tau tentang hal ini ya?"
"Karena tidak semua orang tau kalau kelas 12 IPS pojok itu banyak penunggunya"
"Karena bu Riska tidak mau sekolahan ini di tutup, mangkanya dia nyembunyiin misteri kelas 12 IPS sedemikian rupa, jadi wajar kalau ada sebagain anak yang saja yang tau tentang kesan mistis yang terdapat di kelas 12 IPS itu"
"Kamu tau dari mana hal ini, kelas kamu kan ada di lantai 4, kenapa kamu bisa tau?" penasaran Reno yang agak curiga pada Roy.
"Aku tau dari Tias, sepupu aku yang berada di kelas 12 IPS pojok itu, menurutnya walaupun sudah di adakan pengajian rutin setiap hari, tapi masih ada aja gangguan yang terjadi"
"Oh gitu, masa mereka gak takut pada gangguan itu sih?"
"Mereka takutlah, tapi mau bagaimana lagi, mereka tidak bisa apa-apa, karena yang nyerang mereka itu bukan manusia melainkan makhluk halus"
Reno berpikir keras."Roy aku heranlah, kenapa berita ini bisa gak ke sebar, walaupun di tutup sama bu Riska, biasanya kan tetap akan di ketahui sama semua murid, kenapa ini malah enggak?" penasaran Reno yang sedari tadi terus memikirkan hal itu.
"Itu karena lantai 5 ini hanya di tempati kelas 12 saja, anak-anak kelas 10 dan 11 gak boleh menginjakkan kaki di lantai 5 karena takut berita itu tersebar luas, dan jika di antara anak-anak kelas 12 ada yang membocorkan rahasia ini, maka mereka gak akan di lulusin sama pihak sekolahan, jadi wajar gak ada yang tau tentang keangkeran lantai 5"
"Pantas aja aku gak tau apa-apa tentang lantai 5 ini, kamu tau gak Roy tadi itu di kamar mandi aku dapat gangguan, aku awalnya ngira gak akan ada apa-apa kalau aku nyari Andin di sana, tapi rupa-rupanya tetap saja, aku terus saja di ganggu sama makhluk halus, aku juga tadi sempat heran kenapa kamar mandi di sana ada banyak penunggunya, setahu ku kamar mandi di lantai 4 IPS sama lantai 2 IPA saja yang bermasalah"
"Tapi kamu gak di celakai kan sama hantu di sana?" Roy takut Reno akan bernasib sama seperti seseorang.
"Enggak, emang ada Roy, kenapa aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyiin" feeling Reno.
"Kamu jangan bilang sama siapa-siapa ya" syarat Roy.
"Iya aku gak akan bilang sama siapa-siapa kok, cepat kamu ceritain, aku pengen tau ada apa sebenarnya sama lantai 5 ini?"
"Asal kamu tau lantai 5 sudah memakan 17 korban saat pembuatannya, ada juga yang hilang dan kasusnya di tutup oleh sekolahan, mangkanya wajar kalau kematian Andin gak ada yang tau, karena kebanyakan emang di tutupi sama pihak sekolahan"
Reno amat terkejut ketika mendengar fakta yang begitu tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Sempai sebanyak itu?" terkejut Reno yang shock berat.
"Iya, itu yang berhasil di data, kalau menurut aku masih ada banyak yang gak ke data karena sama bu Riska data-data korbannya pada di bersihkan, sampai-sampai gak akan bisa di temuin lagi, karena kebayangkan kejadian itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu bahkan ada yang puluhan tahun lamanya"
"Jadi bu Riska itu tak sebaik yang aku kira" shock Reno saat tau semuanya.
"Siapa yang bilang dia baik, dia itu bukan orang baik, dia menghalaukan segala cara untuk menjadi kepala sekolah, dengar-dengar dia itu sampai rela numbalin anaknya yang bernama Fariz"
Reno semakin shock pada kebenaran ini."Kamu tau dari mana tentang hal ini?"
"Aku tau dari sepupu aku, dia itu sekelas dulu sama Fariz, dan Fariz cerita segalanya sama Tias tentang semua misteri yang terjadi di sekolahan ini sebelum dia meninggal"
Reno terdiam, kisah Fariz tak jauh berbeda dengan kisahnya."Pantesan sekolahan ini angker banget, banyak kejadian mistis di sini, apalagi di beberapa tempat di kenal paling banyak hantunya"