The Indigo Twins

The Indigo Twins
Misteri suara minta tolong 5



"Kayaknya ada masalah yang terjadi dengan keduanya, nanti kita coba cari tau" sahut Roki.


Drrt


Drrt


Drrt


Aku mengerutkan alis saat nama Alisa yang keluar.


"Alisa, kenapa dia nelpon aku"


"Coba kamu angkat" suruh Angkasa.


Aku mengangkat panggilan itu.


"Za kamu di mana, kenapa di taman gak ada, aku sama Reno nyariin kamu, tapi gak ketemu"


"Aku ada di belakang sekolah sama yang lain, maaf aku lupa kasih tau kamu"


"Pantesan gak ada di sini"


"Sekarang kamu sama Reno ke sini aja, kami semua lagi nungguin kalian di sini"


Alisa tidak menjawab, ia langsung mematikan sambungan telepon.


"Apa yang Aliza bilang, dia ada di mana?" penasaran Reno.


"Di ada di belakang sekolah, ayo kita ke sana saja, dia pasti lagi nungguin kita"


Reno mengangguk setuju, lalu keduanya berjalan menuju belakang sekolah.


Tiba-tiba langkah keduanya berhenti.


"Ren siapa dia?" tunjuk Alisa pada seseorang yang di belakangnya di ikuti oleh sosok perempuan yang menyeramkan.


"Dia guru yang saat ini tengah aku dan yang lain selidiki, mangkanya sekarang kita harus ke belakang sekolah, kita harus cari tau siapa guru itu, barang kali di antara mereka semua ada yang tau"


Alisa tidak menjawab, ia hanya terus memperhatikan guru yang di belakangnya di ikuti sosok tak kasat mata.


"Ren lihat guru itu mau ke mana, kenapa dia gak ke kantor dan malah jalan ke sana" tunjuk Alisa pada bu Dinda yang malah berjalan ke arah yang bukan kantor.


"Iya, dia mau kemana sebenernya, apa dia gak tau di mana kantor ya" pikir Reno.


"Gak mungkin ren, dia pasti sudah tau, aku rasa dia ingin ke suatu tempat, kita harus ikuti dia ren, kita harus cari tau kenapa dia ke sana"


"Iya, ayo kita ikutin dia, usahakan jangan sampai ketahuan"


Alisa mengangguk, mereka berdua berjalan mengikuti bu Dinda dari belakang.


"Mau kemana dia sebenarnya dan apa yang akan dia lakukan, kenapa gerak-geriknya sangat mencurigakan" pelan Alisa dengan terus membuntuti bu Dinda dari belakang.


"Kita gak boleh biarkan dia lolos sa, kita harus cari tau apa yang akan dia lakukan dengan mendatangi balkon sepi, aku merasa ada sesuatu yang akan dia lakukan di sana" jawab Reno yang sangat curiga pada bu Dinda yang saat ini tengah berjalan menuju balkon sepi.


"Itu harus ren, kita harus cari tau, lalu laporkan pada mereka semua, mudah-mudahan kita dapat bukti yang dapat membuat semuanya jelas"


Reno mengangguk, keduanya masih terus membuntuti bu Dinda dari belakang, mereka memberi jarak yang cukup jauh agar bu Dinda tidak curiga.


Sosok seram itu terus mengikuti bu Dinda dari belakang, dia sadar kalau mereka berdua mengikutinya, namun dia tidak melakukan apapun.


Bu Dinda berhenti di balkon sepi, mereka berdua ikut berhenti dan dengan cepat masuk ke dalam ruangan kosong yang berada di sana sebelum bu Dinda melihat keberadaan mereka.


Bu Dinda mengambil hpnya, ia melirik ke kanan dan kiri terlebih dahulu sebelum melakukan apa yang ingin ia lakukan.


Bu Dinda menghubungi Prasetyo di balkon sepi itu, ia tidak sadar akan kebenaran Reno dan Alisa yang bersembunyi di salah satu ruangan kosong yang berada di sekolahan.


"Halo sayang kamu di mana sekarang?"


"Aku ada di luar kota, besok aku akan pulang sayang"


"Kok cepat banget, biasanya kan sampai berbulan-bulan kalau kamu keluar kota"


"Emang kenapa kalau cepat, apa kamu gak suka aku pulang?"


"Bukan gitu mas, aku hanya heran aja, nanti kalau kamu udah pulang kabarin aku ya, karena sebentar lagi aku akan ulang tahun, kamu udah janji kan akan lamar aku di hari ulang tahun ku"


"Iya, aku pasti akan lamar kamu, kamu tunggu saja aku pulang, aku pasti akan kasih hadiah spesial untuk kamu, kamu pasti akan suka"


"Wah makasih mas" bu Dinda terlihat sangat senang, senyuman manis terus merekah di bibirnya saat pacarnya yakni Prasetyo akan segera melamarnya.


"Iya sama-sama, mas aku tutup dulu ya, aku masih ada di sekolah soalnya"


"Iya"


Bu Dinda mematikan sambungan telpon, ia girang sekali saat pacar yang selama ini bersamanya akan melamarnya, mereka berdua sudah berpacaran lebih dari 5 tahun.


"Yes akhirnya aku akan di lamar, aku sudah tidak sabar akan menjadi istri dari seorang Prasetyo yang kaya raya, gak sia-sia aku habisi Laura mantan gelapnya selama ini, suruh siapa dia selingkuh di belakang aku, tau rasakan jadinya"


Reno dan Alisa yang mendengar jelas apa yang bu Dinda katakan tercekat, namun sekaget-kagetnya mereka, mereka masih tetap tenang, karena kalau mereka bereaksi maka hancur lebih usaha mereka.


"Laura kan sekarang sudah aku hempaskan, jadi aku gak perlu khawatir lagi dia datang dan akan ambil mas Pras dari aku, aku bisa hidup tenang dengan bergelimang harta setelah ini haha"


Tawa bu Dinda yang sangat bahagia di tengah menderitanya sosok perempuan itu.


Sosok itu hanya diam saja, ia tidak melakukan apapun.


"Luara-laura suruh siapa kamu jadi orang jahat banget, kamu kira aku gak bakal tau hubungan kalian, kalian salah besar, aku sudah tau, dan sekarang lihatlah dampak yang kamu terima karena sudah khianati aku"


Sosok itu diam, ia menunduk merasa bersalah.


Bu Dinda melihat sekelilingnya."Sepi sekali tempat ini, lama-lama berada di sini merinding juga, aku lebih balik ke kantor aja, para guru-guru lainnya pasti lagi ngumpul di sana, aku harus ke sana juga, aku gak mau mereka curiga pada ku"


Bu Dinda berjalan menuju kantor dengan terburu-buru, sementara sosok itu masih terus mengikutinya dari belakang.


Reno dan Alisa mengintip dari kaca yang pecah di ruangan kosong itu.


Mereka berdua masih menunggu bu Dinda tidak terlihat lagi dari sana, baru mereka akan keluar dari tempat persembunyian itu.


"Bu Dinda sudah pergi, ayo kita keluar" ajak Reno.


Alisa mengangguk, keduanya keluar dari dalam ruangan kosong itu.


"Jadi benar kalau bu Dinda yang sudah bikin sosok perempuan itu meninggal, gak nyangka ternyata bu Dinda sekeji itu" tak menyangka Reno.


"Iya, kenapa dia setega itu, apa salah sosok itu coba, kenapa bu Dinda itu tega banget sama dia"


"Pasti ada sesuatu yang sudah terjadi sama mereka, gak mungkin bu Dinda bunuh sosok itu tanpa ada alasan yang jelas"


"Kita harus bilang sama yang lain ren, mereka harus tau ini semua" ajak Alisa.


"Iya ayo"


Reno dan Alisa berlari menuju belakang sekolah.