The Indigo Twins

The Indigo Twins
Kecelakaan kecil



"Seram juga ya hantu pengantin itu, dia balas dendam karena gak terima di bunuh dengan cara yang sesadis itu, padahal beberapa jam lagi dia akan nikah" begidik ngeri Dimas.


"Mana ada yang terima, kalau aku yang jadi dia, aku juga pasti juga gak akan terima, hantu pengantin itu pasti sudah sangat senang akan segera menikah dengan orang yang dia cintai, tapi sayangnya itu harus gagal karena ada orang jahat yang sudah bunuh dia, kalau aku yang berada di posisinya, aku pasti akan lakukan hal ini juga" sahut Roki.


"Kasihan sekali hantu terompah itu" prihatin Byan.


"Kami juga kasihan sama dia, tapi dia serem banget, tadi malam saja saat aku di datangin sama dia, beh semaleman aku gak tidur karena banyak sekali gangguan yang datang"


"Jadi tadi malam kamu di datangin sama dia?" kaget Dimas.


"Iya, lalu aku sama kembaran ku ikutin dia, dia yang bilang kalau di tengah jalanan desa ada mayatnya, dia minta mayatnya di makamin dengan layak dan orang yang sudah bunuh dia di tangkap, baru setelah itu dia akan berhenti ganggu orang-orang di desa kami, mayatnya sekarang sudah pasti di makamin dengan layak, hanya saja tinggal pelakunya yang belum di tangkap"


"Kalau seperti itu kalian harus cepat laksanain keinginan hantu terompah itu, biar desa kalian jadi aman lagi" suruh Roki.


"Iya, kami juga maunya gitu, cuman pelakunya saat ini masih belum di ketahui, itu yang menyebabkan kami sulit untuk bisa menangkap siapa orang yang sudah bunuh hantu terompah itu" jelas Angkasa.


"Hantu terompah itu gak bilang seperti apa pelakunya sama kalian?" penasaran Byan.


"Enggak, dia gak bilang ciri-ciri orang yang sudah bunuh dia, dia cuman bilang kalau orang yang sudah bunuh dia adalah orang yang tinggal di desa ku"


"Rumit kalau seperti itu" jawab Dimas.


"Nah mangkanya kami lagi bingung banget sama siapa yang sudah bunuh hantu terompah itu, tapi kami nanti habis pulang sekolah akan cari tau siapa pelakunya, kalau gak berhasil baru nanti malam kami akan cari tau siapa orang yang sudah bunuh hantu terompah pada orangnya langsung, dia pasti tau siapa yang sudah bunuh dia sampai seperti ini"


Teeet


Suara bel menghentikan percakapan kami, mereka bertiga kembali ke meja masing-masing, karena mendengar suara derap kaki seseorang yang mendekat.


"Selamat pagi anak-anak" sapa bu Riska yang masuk ke dalam kelas.


"Selamat pagi bu" jawab kami semua.


Bu Riska duduk di kursi kehormatannya, ia mulai menerangkan pelajaran dengan fokus.


Aku yang tidak tidur semalaman mulai merasa ngantuk di tengah pelajaran.


"Kenapa aku jadi kayak gini, ayo jangan ngantuk sekarang, nanti bu Riska bisa marah, dia juga pasti akan hukum aku" batin ku yang kehilangan fokus saat di pelajaran kali ini.


Pelajaran terus berlangsung, namun mata ku semakin lama semakin berat, tidak tidur semalaman memberikan resiko yang sangat-sangat besar bagi ku.


Aku terus memperhatikan jam yang seperti tidak bergerak sama sekali.


"Kapan jam itu akan berjalan, kenapa seperti tidak berjalan sama sekali" batin ku yang sudah tidak tahan menahan rasa kantuk ini.


Angkasa melirik ke arah ku yang terus menguap saat di tengah pelajaran berlangsung.


"Kamu ngantuk?"


Aku mengangguk, mata ku benar-benar berat, aku tidak tahan dengan rasa kantuk yang semakin lama semakin besar ini.


"Ibu"


Seketika pandangan semua orang tertuju pada Angkasa yang memanggil bu Riska.


"Ada apa?"


Aku langsung melototkan mata saat mendengar alasan Angkasa yang sangat-sangat menyimpang dari peradaban.


"Oh ya sudah bawa saja ke UKS" suruh bu Riska.


"Ayo za kita ke UKS" ajak Angkasa.


Aku bangkit dari duduk dan berjalan keluar bersamanya.


"Sa kenapa kamu bilang aku sakit, aku kan gak sakit, kenapa kamu mesti bohong sama bu Riska?"


"Kalau aku gak bohong sama dia, aku gak akan bisa bawa kamu ke UKS, ayo sekarang kita ke UKS"


"Ngapain kita ke sana, aku baik-baik aja, aku gak sakit apapun, tidak ada yang luka kok"


"Iya aku tau kamu gak sakit, cuman aku sudah telanjur izin, lebih baik kamu istirahat saja di UKS, kamu pasti ngantuk karena semalaman gak tidur"


"Tapi UKS itu angker gak sa?" aku memastikan hal itu, kini aku tengah menghindar dari tempat-tempat yang angker karena takut di ganggu oleh penghuninya seperti tadi malam.


"Enggak kok, UKS itu gak angker, ayo kita ke sana, aku akan jaga kamu di sana, kamu bisa gunakan waktu beberapa jam ini untuk istirahat"


Aku mengangguk, aku dan Angkasa berjalan menuju ke UKS yang ada di sekolahan ini.


Saat sampai di sana bertapa terkejutnya aku saat melihat ada orang yang sangat aku kenali tengah tidur di brankar yang ada di UKS.


"Alisa" kaget ku saat mendapati kembaran ku yang terbaring di UKS dengan darah yang keluar dari kening.


"Alisa kamu kenapa, sa bangun, apa yang sudah terjadi sama kamu?" aku khawatir saat melihat ada darah yang mengalir di kening Alisa.


"Sa, kamu bangun, jelasin sama aku kamu kenapa, tolong jangan bikin aku khawatir"


Aku terus membangunkan Alisa, namun Alisa tidak kunjung membuka mata, ia terus memejamkan matanya.


Aku melirik ke arah anak IPS yang berada di ruangan ini juga.


"Kenapa dengan kembaran ku, kamu apain dia" introgasi ku yang geram saat melihat Alisa tidak sadarkan diri, aku mempunyai feeling kalau mereka yang sudah membuat Alisa seperti ini.


"Tadi saat kami main basket gak sengaja bolanya kena Alisa dan dia jatuh, kepalanya menghantam batu, setelah itu dia gak sadarkan diri, aku langsung bawa dia kemari" jelas Kenzo yang merasa bersalah atas apa yang sudah menimpa Alisa.


"Mangkanya kalau ada orang lewat itu berhenti, jangan main terus, ini yang pasti akan terjadi" omel ku pada mereka bertiga.


"Ya maaf, aku gak sengaja lakuin itu, aku sudah tanggung jawab bawa dia kemari, tolong maafin aku" sesal Kenzo.


Aku menghembusakan napas kasar, benar-benar rasanya aku ingin marah besar saat mereka membuat Alisa seperti ini.


"Sekarang kalian pergi dari sini!"


Mereka bertiga diam di tempat, mereka tidak ada yang bergerak walaupun aku sudah meminta mereka untuk pergi dari ruangan ini.


"Kalian dengar gak, aku minta kalian pergi dari sini, apa kalian tuli!"


"Kami gak mau pergi dari sini, kami mau mastiin dulu apakah Alisa baik-baik saja atau tidak, baru kami akan pergi dari sini" jawab Kenzo.