The Indigo Twins

The Indigo Twins
Di cegat hantu terompah



"OKB, apa itu OKB?" tak mengerti Alisa dengan singkatan yang hantu terompah tadi ucapkan.


"OKB, orang kaya baru, di desa ini pasti akan tersebar gosib kalau ada orang kaya baru, besok pagi-pagi sekali kita ikut mbk Rinda belanja, pasti ibu-ibu di desa ini lagi ngomongin OKB, lalu kalau kita sudah tau siapa OKB itu, baru kita selidiki dia dan kalau dia terbukti orang yang sudah bunuh hantu terompah, kita harus lapor pada om biar om yang beresin dia"


"Oke, kita harus cari OKB yang baru-baru ini di desa, aku yakin sekali kalau OKB itu gak lama, pasti baru-baru ini, dia nanti juga akan kita ketahui, gak mungkin kan kalau ada orang kaya baru para ibu-ibu gak ada yang gosipin dia, pasti beritanya akan tersebar kemana-mana, biasa pekerjaan ibu-ibu sosialita"


"Ngapain kalian berada di sini!"


Suara itu menghentikan percakapan kami.


Pandangan kami tertuju pada Angkasa yang berdiri di ambang pintu yang menatap kami dengan serius.


"Sa tadi kami ketemu sama hantu terompah, kami sempat ikutin dia sampai ke tengah jalanan desa yang gelap" aku mendekati Angkasa dan bilang itu semua padanya.


"Terus gimana, dia gak ngapa-ngapain kamu kan, dia gak sampai gangguin kalian kan?" cemas Angkasa saat tau kalau kami bertemu dengan hantu terompah.


"Enggak, tapi serem banget sa, aku takut sama dia, dia itu susah banget buat di ajak kompromi kayak hantu yang lainnya yang biasanya kita bantuin, mangkanya aku gak bisa hentiin dia yang akan terus ganggu warga-warga, aku kasihan sama warga-warga, mereka gak salah apa-apa, tadi sayangnya hantu terompah terus ganggu mereka sehingga mereka gak mau keluar rumah" aku prihatin sama mereka, karena hantu terompah mereka hidup dalam ketakutan selama ini.


"Kenapa kamu masih nekat ikutin dia kalau kamu sudah tau seperti apa dia" heran Angkasa, ia tak habis pikir pada kami berdua yang malah nekat mengikuti hantu terompah.


"Aku kan penasaran sama dia, aku ingin cari tau kenapa dia gangguin warga itu aja, aku itu gak mau warga-warga hidup dalam ketakutan hanya karena dia, dia itu sama seperti dukun beranak, harus di musnahkan, gak boleh di diami, bisa-bisa nanti desa ini akan menjadi desa hantu karena terus ada hantu yang gangguin warga-warga"


"Terus kamu dapatin itu semua?" penasaran Angkasa, ia ingin tau alasan kenapa hantu terompah mengganggu warga desa selama ini.


Aku mengangguk cepat, walaupun harus merasakan yang namanya ketakutan, tapi alhamdulilah aku bisa dapat informasi tentang kenapa dia mengganggu warga-warga di desa ini.


"Iya, aku udah tau kenapa dia gangguin warga-warga yang tinggal di desa ini selama ini"


"Emangnya kenapa dia ganggu warga-warga?" sangat penasaran Angkasa, ia ingin tau alasan hantu terompah mengganggu warga-warga desa.


"Ternyata hantu terompah itu korban pembunuhan dan orang yang sudah bunuh dia adalah warga di desa ini, dia minta kita buat makamin jasadnya yang di buang di tengah-tengah jalanan desa tepatnya di dalam semak-semak, besok kita harus ke sana buat makamin jasadnya lalu cari tau siapa orang yang sudah bunuh dia agar dia berhenti gangguin warga-warga, aku gak mau dia terus menerus gangguin warga-warga, dia baru-baru datang ke sini saja sudah membuat warga di desa ini menjadi ketakutan, apalagi kalau dia terus menerus ganggu mereka hingga berhari-hari, kasihan mereka bukan, mereka pasti takut sekali pada hantu terompah"


"Masalahnya kamu tau gak seperti apa orang yang sudah bunuh hantu terompah itu, biar kita mudah nangkap dia serta masalah hantu terompah akan dapat kita selesaikan?" penasaran Angkasa.


"Enggak, aku gak tau, cuman kata hantu terompah orang yang sudah bunuh dia adalah OKB, besok aku sama Alisa akan cari tau siapa orang kaya baru yang lagi trend di desa ini, pasti para ibu-ibu sosialita lagi omongin dia, kalau kita sudah tau siapa orang kaya baru yang di maksud sama hantu terompah, kita langsung selidiki dia dan tangkap dia kalau dia terbukti pelakunya"


"Kamu gak tanya langsung sama hantu terompah siapa yang sudah bunuh dia dan di mana rumahnya?" heran Angkasa, seharusnya kami bertanya langsung pada hantu terompah terkait orang yang sudah bunuh dia, biar masalah ini cepat selesai.


"Mana bisa kita tanya sa, dia aja wajahnya serem banget sinis lagi, kami aja tadi lari dari dia ketika kami melihat wajahnya yang benar-benar serem, mana bisa kita nanya panjang lebar seperti itu, gak di apa-apain sama hantu terompah adalah suatu kebahagiaan, kalau seandainya dia gak seseram itu, kamu pasti akan berani nanya panjang lebar sama dia, iiih sungguh wajahnya seram banget, aku gak mau lihat wajah dia lagi, aku gak mau, aku gak mau!" bergidik ngeri Alisa saat teringat pada hantu terompah yang seram dan penuh dengan darah-darah yang mengalir di wajahnya.


"Suruh siapa kalian nekat banget pake acara ikutin dia segala, aku aja tadi yang di datangin sama dia gak berani ikutin dia setelah aku lihat wajah dia yang seram abis, tapi aku percaya kalau dia serem banget" jawab Angkasa yang sudah di datangin sama hantu terompah, jauh sebelum kami.


"Wajah hantu terompah itu memang benar-benar serem, tapi kalau kita diam aja, kita gak akan bisa tau siapa dia, mangkanya aku rela-relain buat ikutin dia untuk cari tau semuanya, aku ingin buat dia pergi dari desa ini, kita gak bisa biarin dia lama-lama berada di sini, kita gak akan aman keluar masuk desa ini kalau hantu terompah masih terus ada di desa ini"


"Iya, kita mulai cari tau siapa pelakunya besok pagi, aku yakin sekali pelakunya gak jauh dari sini, dia pasti warga di desa ini yang menyamar menjadi warga biasa, dia tidak akan menunjukan kalau dirinya adalah seorang perampok pada orang-orang" jawab Alisa.


"Iya, besok pagi-pagi sekali kita cari tau siapa hantu terompah, biar masalahnya cepat kelar"


tin


tin


tin


"Ayah bunda"


"Loh kenapa kalian gak ada yang tidur, ini udah malam, besok kalian harus sekolah" kaget bunda saat mendapati kami bertiga yang masih terjaga di tengah malam seperti ini dan malah berkumpul di depan rumah.


"Kami gak bisa tidur bun, karena ada hantu terompah yang gangguin kami, mangkanya kami masih belum tidur walaupun malam sudah larut" jawab Alisa.


"Hantu terompah itu yang makai baju merah bukan?" memastikan ayah yang sepertinya tau siapa hantu terompah yang kami maksud.


"Iya, itu hantu terompah, ayah ketemu sama dia di mana, kok bisa tau kalau hantu terompah makai baju warna merah?" aku penasaran sekali di mana ayah bertemu dengan hantu terompah.


"Di jalanan desa, saat mobil ayah lewat tiba-tiba ada wanita yang wajahnya penuh dengan darah yang berdiri di tengah jalan, dia makai baju merah, ayah gak tau siapa dia sebenarnya" jelas ayah.


"Itu hantu terompah ayah, dia memang lagi gangguin warga, mangkanya gak ada satupun warga yang berani keluar rumah"


"Kalian harus usir dia dari desa ini, kali ini bunda dukung kalian" suruh bunda.


Wajah kami langsung berbinar karena baru kali ini bunda berpihak pada kami tentang masalah gaib.


"Beneran bunda dukung kami?" tak percaya Alisa dengan ucapan bunda barusan.


"Iya, bunda dukung kalian, karena bunda gak mau dia bikin onar di desa ini, kalian harus usir dia dari desa secepatnya, jangan biarkan dia buat warga-warga kesusahan dengan ulahnya" jawab bunda yang sudah mulai geram pada hantu terompah.


"Baik bunda, kami akan berusaha buat usir dia, kalau semisal kami gak berhasil buat usir dia, baru kami akan serahkan hal ini pada Ustadz Fahri dan Ustadz Zaki, mereka pasti bisa usir hantu terompah itu"


"Iya, tapi kalian gak tau siapa dia, kalau menurut bunda dia bukan warga di desa ini, wajahnya aja sangat asing di mata bunda, bunda benar-benar gak kenal dengan dia, kalian tau gak siapa dia dan di mana asalnya?" penasaran bunda.


"Katanya bun dia itu pengantin wanita yang di bunuh di hari pernikahannya sama orang yang tinggal di desa ini, siapa-siapanya masih belum tau, yang jelas ada orang yang sudah bunuh dia dan ambil perhiasan dia, jadi sekarang dia ingin balas dendam dengan cara meneror semua orang yang tinggal di desa ini"


Ayah dan bunda yang mendengar itu semua tercekat.


"Terus bagaimana dengan orang yang sudah bunuh hantu terompah itu?" mulai penasaran ayah.


"Kami gak tau ayah, kami gak tau kabarnya, yang jelas dia itu orang kaya baru, besok kami akan cari tau pelakunya dari ibu-ibu desa, pasti di antara mereka ada yang tau siapa orang kaya baru di desa ini"


"Tapi kalian harus hati-hati, jangan sampai kejadian di mana kalian kecelakaan terulang lagi, kalian saat ini berurusan dengan penjahat, kalian jangan lengah!" peringatan bunda.


"Siap bun, kami pasti akan jaga diri baik-baik, kami gak akan biarin kejadian waktu itu terulang kembali, bunda tenang aja" jawab Alisa.


"Terus sekarang kemana hantu terompah itu, kalian lihat di sekitar sini gak?" penasaran ayah.


Kami melihat sekeliling tempat ini untuk mencari keberadaan hantu terompah.


"Enggak ada ayah, dia gak ada di sini, kayaknya dia masih ada di jalanan desa"


"Alhamdulillah kalau seperti itu, ayo kita masuk ke dalam, ini sudah malam, kalian harus tidur, biar besok gak kesiangan bangunnya" suruh ayah.