
Hantu seram itu tidak melakukan apapun, dia hanya diam dengan memperhatikan mobil yang terus melaju dengan kencang melewati dirinya.
Mang Asep tidak menunjukan ekspresi apapun saat hantu itu menatap tajam ke arahnya.
"Dia sudah jauh, kalian jangan takut lagi" tutur mang Asep yang tampan santai walaupun barusan ada penampakan hantu seram di jalanan angker.
Kami semua membuka mata dan melihat ke belakang yang kosong, tidak ada siapapun lagi yang artinya kami sudah sangat jauh dari posisi hantu seram itu berdiri.
"Huft akhirnya kita berhasil selamat dari dia juga, aku sekarang lega saat hantu itu sudah tidak ada di sini, aku tadi berpikir kalau dia pasti akan ganggu dan ikutin kita, tapi alhamdulilahnya dugaan ku tidak terjadi" lega hati Alisa saat hantu itu tidak melakukan apapun seperti yang dia bayangkan.
"Iya, untung saja hantu seram itu gak ikutin kita, biasanya kalau hantu yang modelannya seperti itu tidak akan membiarkan kita melintas dengan mudah, dia pasti akan terus mengganggu kita" jawab Reno.
"Kita harus bersyukur karena hantu itu tidak ganggu kita, dia hanya sekedar nampakin dirinya" .
Mereka mengangguk, mereka benar-benar bersyukur saat hantu seram itu tidak mengganggu mobil ini.
"Kok mang Asep gak takut sama dia?" merasa aneh Angkasa saat tadi mang Asep tidak menunjukan ekspresi apapun walaupun di depan ada hantu seram dan berdarah-darah.
"Saya bukannya gak takut, cuman saya sudah biasa lewat di jalanan ini, rumah saya ada di ujung jalanan ini, kalau penampakan hantu seram memang banyak di jalanan ini, awal-awal saya memang takut pada mereka yang seram-seram, tapi sekarang sudah biasa walaupun mereka menunjukkan wajah seramnya pada saya" jelas mang Asep.
"Oh pantesan mang Asep gak histeris saat ada hantu di depan tadi" tak heran lagi Alisa.
"Sebenarnya jalanan ini jalanan apa mang, kok seram banget?" penasaran Reno.
"Jalanan alternatif biasa, cuman di sini biasnya di jadikan tempat pembuangan mayat, banyak sekali mayat-mayat yang di temukan membusuk atau tinggal kerangkanya saja di area sekitar jalanan, tepatnya di semak-semak belukar yang ada di kanan dan kiri jalan, mangkanya jalanan ini seram dan angker, karena orang-orang banyak membuang mayat di sini, sebab itu jalanan ini menjadi sepi" jelas mang Asep.
"Kok mayat-mayat itu di buang di sini mang?"
"Karena kalau di buang di sini gak akan ketahuan sama polisi, mangkanya orang-orang kebayangkan membuang mayat di jalanan ini" jelas mang Asep.
"Pantesan aja di sini kayak angker, ternyata memang mengandung banyak misteri" jawab Reno.
"Mang jalanan ini masih panjang gak, Aliza ingin segera sampai di desa soalnya?"
"Enggak non, habis ini kita akan keluar dari jalanan ini, sebentar lagi kok" jawab mang Asep.
"Syukurlah kalau seperti itu, lebih cepat lagi ya mang, kami ingin segera sampai di desa"
"Baik non" jawab mang Asep.
Mang Asep terus melajukan mobil untuk keluar dari jalanan ini dan benar saja kalau tak lama dari itu mobil keluar dari jalanan suram dan bertemu dengan jalanan raya yang padat.
Banyak kendaraan-kendaraan yang melintas di jalanan raya, salah satunya adalah mobil yang kami tumpangi.
Mang Asep terus melajukan mobil dengan kencang menuju desa, aku melihat ke kanan dan kiri takut ada preman-preman tadi yang mengejar kami.
"Alhamdulillah jalanan gak sepi, gak ada satu orang pun yang berbahaya lagi, semoga ke depannya gak ada yang kayak gini lagi" batin ku yang merasa lega saat tidak ada para kawanan perompak yang tadi mengejar mobil.
Aku terus diam dengan melihat ke jalanan yang panjang dan luas itu, kini aku tidak merasa takut saat bertemu dengan banyak kendaraan lainnya.
Mobil terus melaju kencang, mang Asep terus melajukan mobil menuju desa.
"Mang ngebut mang, jangan sampai magrib kita nyampe di rumah, nanti bakal ada hantu yang ngikutin kita seperti kemarin" suruh Alisa yang trauma pada kejadian tadi malam yang benar-benar mengerikan, banyak hantu-hantu aneh dan yang seram yang datang dan mengganggu kami.
"Baik non" jawab mang Asep.
Mang Asep mempercepat laju mobil, dengan cepat mobil melintasi jalanan raya yang padat karena banyak sekali pekerja-pekerja yang pulang.
Tak lama dari itu mobil masuk ke dalam jalanan desa yang sepi, suasana jalanan desa sudah gelap gulita, suasana mencekam terasa di dalam diri kami saat memasuki jalanan desa.
Aku tidak melihat ke kanan dan kiri, pandangan ku terus menunduk, aku tidak mau melihat apa yang tak seharusnya aku lihat.
"Semoga tidak ada hantu yang ikutin aku, aku sudah lelah, aku ingin segera sampai di rumah, aku mohon pada seluruh penghuni jalanan ini jangan ganggu kami, kami mohon kerja samanya" batin ku yang ketakutan tanpa sebab karena baru-baru ini di jalanan desa ada berita mengejutkan yaitu di temukannya mayat hantu terompah.
Tidak ada percakapan yang terjadi di mobil, satu pun di antara kami tidak ada yang mengeluarkan suara, mereka menjadi pendiam karena merasakan merinding ketika melewati jalanan desa yang terkenal seram.
Mobil terus berjalan, suasana jalanan sepi, benar-benar sepi, di jam segini tidak ada satu orang pun yang berani keluar, rumah-rumah warga perlahan-lahan terlihat namun sayangnya tidak ada satu manusia pun yang terlihat.
Suasana desa sepi dan sunyi, warga-warga tidak ada yang keluyuran, setelah matahari terbenam mereka langsung masuk ke dalam rumah untuk mengurung diri dari hantu terompah.
Reno melihat ke kanan dan kiri, namun tidak ada satupun warga yang ia temukan.
"Kok desa sepi ya, padahal ini masih belum larut malam, tapi kenapa gak ada satu pun orang yang kelihatan di jam segini?" merasa aneh Reno ketika tak menemukan satu warga di desa ini.
"Mungkin mereka pada gak berani keluar rumah karena sebentar lagi magrib, mereka juga pasti takut pada hantu terompah yang serem abis itu, sehingga mereka gak berani keluaran rumah seperti dulu lagi" jawab Angkasa.
"Tapi masa sampai segitunya mereka takut pada hantu terompah" tak habis pikir Reno.
"Namanya juga rasa takut ren, mereka juga pasti ngeri kalau di datangin sama hantu terompah, mangkanya mereka memilih untuk tidak keluaran rumah, kita aja yang melihat wajah hantu terompah takut, apalagi mereka" jawab Angkasa.
"Ini sudah mau magrib tau, gagal deh kita yang mau cari pelakunya, kalau seandainya tadi gak ada preman-preman itu mungkin kita bisa langsung cari tau siapa yang sudah bunuh hantu terompah dan tangkap dia, biar hantu terompah minggat dari desa, serta suasana desa yang ramai kembali lagi, gak hening seperti ini!"
"Ya mau bagaimana lagi za, kita gak bisa apa-apa, semuanya sudah terjadi, kita tidak akan bisa memutar waktu, anggap saja hari ini kita gagal, tapi ingat masih ada hari esok, kita bisa coba cari pelakunya esok hari, besok kan cuti, karena tanggal merah, kita gunakan saja waktu cuti itu untuk mencari pelakunya, kalau ketemu kita langsung tangkap dia, biar hantu terompah pergi dari sini" usul Angkasa.
"Iya, kita besok cari saja pelakunya, kalau sudah ketemu baru kita tangkap dia dan jebloskan dia ke penjara, biar dia di hukum yang seberat-beratnya, suruh siapa dia membunuh orang hingga sesadis itu, aku heran mereka itu punya keberanian dari mana, masa mereka gak merasa iba sama sekali pada hantu terompah, terbuat dari apa coba hati mereka" tidak habis pikir Alisa saat ada orang yang setega itu hingga membunuh orang lain dengan sangat sadis.
"Mungkin aja mereka habis memakai obat-obatan terlarang, kalau mereka gak makai yang begituan, mereka pasti gak mungkin seberani itu membunuh orang" sahut Reno.
"Kalau aku tau siapa yang sudah jual obat-obatan terlarang itu, aku sendiri yang akan jebloskan dia ke dalam penjara, lihat aja lulus SMA aku akan menjadi polisi, kalau aku bisa jadi polisi aku bisa berantas narkoba dan orang-orang keji yang tinggal di dunia ini!" janji Alisa yang sudah geram pada penjahat-penjahat yang terus berulah dan membuat banyak nyawa manusia yang tidak berdosa melayang.
"Emang kamu bisa jadi polisi" agak sedikit meremehkan Angkasa.
"Bisa, aku akan jadi polisi, aku akan buat mereka semua masuk ke dalam penjara, akan aku buat mereka tau bagaimana rasanya hidup di dalam penjara, biar mereka gak terus menerus berbuat hal-hal yang keji seperti ini!" penuh keyakinan Alisa, ia ingin sekali menjadi seorang polisi untuk membela keadilan.
"Sip, itu baru kembaran ku, oh ya kita nanti malam jangan lupa keliling kampung untuk mencari hantu terompah, dia pasti tau siapa orang yang sudah bunuh dia dan tugas kita tanya langsung sama dia, kalau dia gak mau ngasih tau, kita jangan bantu dia, sesekali kita jual mahal, jangan mau di perumit sama hantu kayak sebelum-sebelumnya"
"Gak usah napa za, besok aja kita langsung cari sendiri, gak usah pake nanya pada hantu terompah, aku itu takut sama dia, kalau bisa aku gak mau berhadapan langsung sama dia, kamu tau kan wajah hantu terompah itu seram abis, aku tidak berani menatap wajahnya lama-lama" tak setuju Alisa.
"Tapi sa mau tidak mau kita harus tanya sama hantu terompah biar gak membuang-buang waktu lebih banyak lagi, kita itu harus tangkap hantu terompah, dia sudah bikin warga-warga resah, kita gak boleh biarkan dia terus berulah di desa ini, kamu mau desa ini di selimuti kegelapan terus hah?"