
"Kami tadi jalan-jalan bentar di area perkebunan, kami tadi juga sempat ke gudang, tapi gak ada kalian, kami rasa kalian udah pada pulang, mangkanya kami berkeliaran bentar di sana, eh gak taunya kalian malah di ganggu sama hantu" jawab mbk Hilda.
"Pantas aja ada banyak hantu yang gangguin kami, rupa-rupanya kalian gak ada di dekat kami" kata Alisa.
"Kami kan gak berpikir kalau kalian bakal di ganggu sama hantu saat kami gak jagain kalian, kami tadi ngira Tiger ada bersama kalian, mangkanya tadi kami keluyuran karena kami yakin gak akan ada hantu yang gangguin kalian karena ada Tiger" jawab mbk Santi.
"Tapi Tiger gak ada sama kami loh, kamu tadi pergi kemana?" tanya Alisa pada Tiger yang masih diam di tempat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Tiger diam tak menjawab apa yang Alisa pertanyakan.
"Woy kenapa diam" kata Alisa.
"Aku ada di sini, aku tidak kemana-mana" jawab Tiger.
"Kalau kamu gak kemana-mana, kenapa masih ada hantu yang gangguin kita, kamu pasti keluyuran juga kan" kata Alisa.
"Eng-
Perkataan Tiger terhenti saat ada anak harimau yang mendekatinya.
"Hmm pantas aja gak keliatan, rupa-rupanya ada anaknya yang datang ke sini" kata Alisa.
"Eh sejak kapan kamu punya anak" terkejut Alisa saat melihat anak harimau itu sedangkan Tiger datang ke sini sendiri.
"Aku tidak punya anak, aku gak sengaja nemuin dia di kebun itu saat aku mencari mu, lalu aku bawa dia ke sini, karena kalau aku biarin dia di sana, dia pasti akan gangguin warga-warga yang tinggal di sekitar perkebunan" jawab Tiger.
"Oh gitu, tapi kemana ibunya, kenapa cuman anaknya saja yang kamu bawa, kenapa gak sama ibunya sekalian?" tanya Alisa.
"Katanya ibunya di kurung sama dukun, mangkanya gak bisa ada di dekat dia" jawab Tiger.
"Dukun, dukun siapa yang udah ngurung ibunya White" kata Alisa.
"White, siapa itu White?" tanya mereka.
"Dia, aku namakan anak Tiger ini White" jawab Alisa.
Tiger melihat Alisa dengan tatapan tak suka setelah mendengar jika White adalah anaknya.
"Dia bukan anak ku, jangan sebut dia anak ku" tak terima Tiger.
"Tapi sekarang kan dia jadi anak mu, suruh siapa kamu bawa ke sini, maka dari itu kamu harus tanggung jawab, kamu harus bisa jadi bapak yang baik buat dia" kata Alisa.
Tiger memasang wajah masam mendengar kata-kata Alisa yang berunsur ejekan di dalamnya.
Kami semua menahan tawa saat melihat wajah Tiger yang di tekuk.
"Oh ya siapa dukun yang usah ngurung ibunya White?" tanya Alisa.
"Mana aku tau, kamu tanya saja pada dia" jawab Tiger.
"Hei White siapa dukun yang sudah ngurung ibu mu?" tanya Alisa.
"Aku gak tau, dia itu dukun jahat, dia selalu ganggu orang-orang, mangkanya ibu aku berusaha hentikan usahanya, tapi sayangnya ibu aku yang kena getahnya, dia sekarang di kurung, aku pengen dia kembali kakak, tolong bebasin ibu aku" jawab White.
"Kacian sekali, kita harus bantuin ibunya White, kasihan dia" kata ku.
"Iya nanti kita bantuin, tapi setelah kasus gadis pucat itu selesai" jawab Angkasa.
"Oh ya gadis pucat itu masih belum di ketahui berasal dari mana, maka dari itu kita harus usut tuntas kasusnya biar dia gak gangguin kita terus" kata ku.
"Besok kita mulai penyelidikan" setuju Alisa.
Kami juga setuju untuk melakukan penyelidikan esok hari karena gadis pucat itu sungguh misterius dan kami begitu penasaran tentang kronologis kematiannya.
"Eh tunggu-tunggu, kalian merasa ada yang aneh gak?" tanya Reno.
"Masa kalian gak sadar" jawab Reno.
"Gak sadar gimana, cepat kamu bilang, biar gak bikin kita penasaran begini" kata Alisa.
"Dita, kenapa dia bisa liat kuntilanak itu sedangkan aku gak bisa" kata Reno.
"Oh iya ya, kenapa kita gak sadar tentang hal itu" kata Angkasa.
"Dita kamu bisa lihat hantu?" tanya ku.
"Bisa kak" jawab Dita.
"Sejak kapan?" tanya kami yang terkejut karena kami baru tau.
"Gak tau" jawab Dita.
"Kok gak tau sih" kata Alisa.
"Mungkin aja dia gak sadar sejak kapan bisa lihatnya" jawab Angkasa.
"Mbk Rinda" panggil ku yang melihat mbk Rinda yang lewat.
"Ada apa non?" tanya mbk Rinda mendekati kami.
"Mbk tau kapan Dita bisa lihat hantu?" tanya ku.
"Gak tau pastinya kapan non, tapi mbk ngerasa Dita bisa lihat hantu baru-baru ini, dia itu sering bilang kalau ada tiga hantu yang ngikutin non setiap hari" jawab mbk Hilda.
"Pasti mbk Hilda, mbk Gea dan mbk Santi yang di maksud mbk Rinda" batin Angkasa melihat ke arah mereka bertiga.
"Terus dia bilang apa lagi mbk?" tanya ku.
"Dia bilang ada harimau yang selalu berada di depan rumah, mbk jadi takut setiap kali keluar rumah semenjak Dita cerita apa yang dia lihat" jawab mbk Rinda.
"Mbk gak usah takut, harimau itu gak akan ngebahayain mbk, dia itu cuman jaga rumah ini saja, malahan dia yang sudah halau hantu-hantu yang berniat ingin gangguin kami" kata ku.
"Syukur deh kalau gitu non, mbk jadi tenang sekarang" jawab mbk Rinda.
"Tadz kok Dita bisa ngeliat hantu seperti kita?" tanya Alisa.
"Saya rasa mata batinnya terbuka sehingga dia bisa melihat makhluk-makhluk gaib" jawab Ustadz Fahri.
"Begitu pantas aja Dita bisa lihat kuntilanak tadi" kata Reno.
"Bisa di tutup gak tadz, saya cuman takut Dita kenapa-napa kalau terus-menerus melihat makhluk gaib" kekhawatiran mbk Rinda.
"Dita gak akan kenapa-napa kok mbk, dia pasti akan baik-baik saja, dengan adanya kelebihan itu, Dita bisa jaga diri malahan dia juga bisa jaga mbk dan orang-orang yang ada di sekitarnya" jawab Ustadz Fahri.
"Tapi gak bakalan sampai dalam bahaya kan tadz?" tanya mbk Rinda.
"InsyaAllah enggak bakal mbk karena ada kami yang juga akan jaga Dita, kami gak akan biarin Dita kenapa-napa" jawab ku.
"Syukur kalau begitu, mbk bisa tenang sekarang" kata mbk Rinda.
"Tapi mbk juga harus jaga Dita, jangan biarkan Dita pergi ke tempat yang di rasa banyak makhluk halusnya karena takut makhluk halus itu nyulik Dita" kata Alisa.
"Mbk gak akan biarin Dita pergi ke mana-mana kok non" jawab mbk Rinda.
"Kalau seperti itu sekarang lebih baik kita istirahat saja, sudah malam, besok kita harus mulai penyelidikan" kata ku.
"Iya" jawab mereka.
Mereka semua beranjak dari tempat duduk dan masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.