The Indigo Twins

The Indigo Twins
Mengikuti hantu terompah



"Za dia serem banget, aku gak mau keluar nemuin dia, kamu aja sana, aku gak mau cari masalah, apalagi sama dia, enggak deh" bergidik ngeri Alisa pada hantu terompah, hantu yang saat ini menjadi ancaman bagi desa ini.


"Alisa tadi kamu kan sudah bilang mau hadapi dia bersama, kenapa sekarang kamu berubah pikiran?" aku mulai kesal saat saudara kembar ku begitu plin-plan.


"Tapi dia serem za, aku takut, aku gak bisa hadapi dia, aku tidak seberani itu, aku mohon jangan paksa aku, aku gak bisa"


"Kamu jangan nyerah sebelum berperang, ayo kita harus hadapi dia, kalau kita masih diam saja tanpa melakukan apapun, dia pasti akan terus gangguin kita, kamu gak mau kan di ganggu sama dia terus menerus!"


Alisa menggeleng cepat, ia tidak akan mau di ganggu oleh hantu terompah.


"Enggak, aku gak mau dia ganggu aku terus, kalau bisa aku ingin gak ada hantu yang gangguin aku, aku takut sama mereka, plis lah mereka jangan ganggu aku, sekali ini saja"


"Ya sudah ayo sekarang kita harus temui dia, eh lihat dia mau pergi kemana itu, kita harus ikuti dia, dia pasti ingin neror warga-warga, kita harus cegah usahanya, kasihan warga-warga yang akan dia ganggu kalau kita gak berhasil cegah dia"


Aku melihat hantu terompah yang berjalan menjauhi rumah tak tau ingin pergi kemana, yang jelas dia pasti ingin mendatangi rumah warga lainnya.


Alisa masih diam, ia benar-benar ragu untuk menghadapi hantu terompah bersama ku, karena hantu terompah itu jauh lebih seram 2 kali lipat dari pada hantu-hantu sebelumnya yang ia temui.


Aku melirik ke arah Alisa yang masih diam saja sementara hantu terompah pelan-pelan mulai menjauhi rumah ini.


"Ayo sa kita harus ikuti dia, kita harus cegah dia yang mau ganggu orang-orang, kita jangan biarkan orang-orang semakin ketakutan sama dia"


Alisa setuju, kami berdua keluar dari dalam rumah dengan pelan-pelan, kami tidak mau ada anggota keluarga yang tau kalau kami berniat pergi dari rumah.


Kami dengan perlahan-lahan mengikuti hantu terompah yang terus berjalan ke sebelah barat, Alisa merasa merinding, ia sebenarnya tak ingin mengikuti hantu terompah itu, namun karena paksaan ku dia akhirnya setuju.


"Mau pergi kemana dia, kok kayaknya mau pergi ke jalanan desa yang serem" mulai merinding Alisa saat ia merasa jika hantu terompah akan ke jalanan desa yang seram dan menakutkan, saat pagi hari saja suasana jalanan desa sudah menakutkan apalagi ketika di malam hari, pasti kesan seramnya bertambah.


"Udah kita ikutin aja, kita harus tau dia mau kemana, mudah-mudahan kita bisa tau dia berasal dari mana dan semoga saja kita bisa usir dia dari kampung ini, kita gak mungkin biarkan dia tetap berada di desa karena dia pasti akan bikin warga-warga ketakutan"


Alisa tidak menjawab, ia terus mengikuti ku dari belakang dalam keadaan tubuh yang semakin lama semakin merinding.


Hawa seram menyelimuti tubuhnya, ia tidak bisa apa-apa sekarang dan hanya terus berjalan mengikuti ku dari belakang.


Klontar


Klontar


Klontar


Suara hantu terompah itu terdengar memecah keheningan, ia terus berjalan ke sebelah barat tanpa henti, ia seperti tidak menyadari kalau kami berdua tengah mengikutinya dari belakang.


"Za dia sadar gak ya kalau kita lagi ikutin dia?" penasaran Alisa karena hantu terompah tidak menengok sama sekali ke belakang, ia hanya terus berjalan lurus ke depan.


"Kayaknya enggak, kamu jangan berisik mangkanya, biar dia gak sadar kalau kita lagi berusaha cari tau siapa dia dan kenapa dia ganggu orang-orang"


Alisa mengangguk setuju, dalam tubuh yang sudah di serang rasa merinding, Alisa terus berjalan mengikuti ku dari belakang.


Alisa tidak melihat ke kanan dan kirinya, ia hanya takut hantu-hantu yang ada di desa menampakkan dirinya dan membuatnya semakin ketakutan.


Hantu terompah itu terus berjalan ke sebelah barat, kami berdua menghentikan langkah saat dia masuk ke dalam jalanan desa yang gelap gulita dan sangat menyeramkan.


"Tuh kan bener kalau dia lagi mau ke jalanan desa, ayo kita balik aja ke rumah, kita jangan ikutin dia lagi, itu akan sangat berbahaya, kamu tau kan za kalau jalanan desa seram, kita bisa mati kalau di ganggu sama hantu terompah di jalanan desa" ajak Alisa yang jantungnya tak aman saat tau kemana hantu terompah akan pergi.


"Nanggung sa, kita udah berada di titik ini, masa kita kembali lagi, ayo kita terus melangkah buat ikutin dia, kurang selangkah lagi kita pasti akan tau dari mana asal hantu terompah itu, mudah-mudahan aja kita bisa langsung tau, dan kita juga bisa suruh dia pergi dari desa ini"


"Tapi za...


Aku kembali berjalan mengikuti hantu terompah yang mulai menjauh, sementara Alisa melihat-lihat sekeliling yang gelap dan menyeramkan, ia masih terus mengikuti ku dengan tubuh yang sudah di selimuti rasa takut.


Alisa merasa ragu untuk mengikuti ku, ia mempunyai firasat tidak enak saat hantu terompah akan ke jalanan desa yang seram.


"Mau pergi kemana dia sebenarnya, kenapa dia ke jalanan ini, apa yang ingin dia lakukan, di sini jelas-jelas gak ada orang, apa yang dia ingin lakukan sebenarnya, kenapa aku penasaran sekali" batin ku dengan terus mengikutinya dari belakang, aku sangat penasaran sekali dengan hantu terompah, aku ingin tau asal muasalnya, karena aku yakin kalau dia bukan berasal dari desa ini.


Alisa berjalan dengan ragu-ragu, ia terus memegangi lengan ku sebagai penguatnya, rasa merinding terus menjalar ke seluruh tubuhnya namun Alisa hanya bisa menahannya.


Alisa menjadi tegang saat masuk ke dalam jalanan desa yang seram dan menakutkan, Alisa melihat sekeliling takut ada penampakan hantu di sini.


"Seram banget jalanan ini, kenapa Aliza pake ngajak aku ke sini segala, nyesel aku ikutin dia, apa aku kembali saja ke rumah, tapi kalau semisal aku ketemu sama hantu, apa yang harus aku lakukan, aku gak mau dia gangguin aku kayak hantu seram tadi" batin Alisa yang di landa kebingungan, ia masih ragu untuk melanjutkan perjalanan mengikuti hantu terompah.


Klontar


Klontar


Klontar


Suara terompah itu terus terdengar di telinga kami, hantu terompah semakin dalam berjalan di jalanan desa yang gelap dan sunyi, dia masih tidak sadar kalau kami berdua terus mengikutinya dari belakang.


Aku terus mengikutinya dengan rasa penasaran yang semakin menjadi-jadi, aku ingin tau dia akan pergi kemana dan spa yang akan dia lakukan.


"Mau pergi kemana dia, apa yang dia ingin lakukan, kenapa dia ke sini, di sini tidak ada orang, tak mungkin dia datang ke sini untuk mengganggu orang, pasti ada sesuatu yang akan dia lakukan" batin ku semakin lama semakin penasaran dengan hantu terompah yang berjalan di depan ku.


Jarak antara kami agak sedikit jauh, aku memang sengaja memberi jarak yang cukup jauh agar dia tidak sadar akan keberadaan kami.


Hati Alisa semakin tak karuan saat jalanan desa semakin lama semakin bertambah seram dan menakutkan, ia terus melihat sekeliling untuk memastikan kalau tidak ada makhluk halus yang akan menjadi ancaman baginya.


"Kenapa aku merasa ada makhluk halus lain yang sedang mengintai ku, apa aku kembali sendiri aja, gak mungkin ada hantu yang bakal gangguin aku kan, iya aku lebih baik kembali saja, aku tidak mau ikutin hantu terompah lagi" batin Alisa yang sudah tak tahan berada di detik ini.


"Za aku nyerah, aku mau pulang aja, kamu sendirian aja yang ikutin hantu terompah, aku gak mau ikutin dia, aku takut"


"Udah kamu diam aja sa, aku yang akan lindungi kamu kalau ada hantu yang gangguin kamu, asalkan kamu diam dan jangan pergi dari sini, kita itu sekarang harus terus ikutin hantu terompah, aku benar-benar sangat penasaran mau kemana dia sebenarnya, nanti kalau rasa penasaran ku terbalaskan, baru kita pulang ke rumah lagi"


Alisa menghembusakan napas."Aku gak mau za, aku mau pulang aja, aku gak mau ikutin dia lagi, aku berani kok pulang sendiri, kamu jangan khawatir sama aku"


"Ya sudah sana kamu pulang, aku sumpahin hantu seram yang wajahnya penuh dengan darah yang terus mengalir datangin kamu di jalan dan dia bikin kamu ketakutan setengah mati, biar kamu tau rasa!"


Alisa ternganga mendengar sumpah ku yang benar-benar mengerikan.


"Kamu kenapa tega banget sama aku za, aku ini kembaran kamu"


"Udah jangan lebay, ayo cepat kita harus ikuti hantu terompah itu, aku rasa dia ingin nujukin sesuatu sama kita"


Alisa menghela napas berat, ia dengan terpaksa terus mengikuti hantu terompah bersama ku.


Alisa menatap punggung hantu terompah yang terus berjalan, ia langsung bergidik ngeri saat melihat wajah hantu terompah yang seramnya gak ada lawan.


"Seram banget hantu itu, kenapa hari ini aku sial banget, udah di ganggu sama hantu seram yang nongol di jendela, sekarang malah ikutin hantu terompah yang ingin aku hindari, kenapa nasib aku jelek banget, kapan hantu-hantu berhenti gangguin aku, aku juga ingin hidup tenang tanpa anda-anda sekalian yang ganggu aku" batin Alisa yang merasa tertekan.


Alisa melirik ke arah ku."Ini lagi yang bikin aku tambah tertekan, dia terbuat dari apa, kenapa dia malah jebak aku seperti ini, dia gak tau apa pura-pura gak tau kalau sebenarnya aku sangat takut sama hantu, kembaran macem apa dia, kenapa dia tega sekali sama aku" batin Alisa yang mengumpat karena kesal.


"Udah gak usah ngumpat, aku tau kok"


Alisa ternganga, ia tidak pernah berpikir bahwa aku bisa mengetahui isi hatinya tanpa mendengarnya.