The Indigo Twins

The Indigo Twins
Orang misterius



"Bunda tolong telpon polisi, biar polisi yang evakuasi mayat hantu terompah" suruh ayah yang sedikit ngeri saat melihat mayat hantu terompah yang benar-benar seram dan menakutkan.


Dengan cepat bunda menghubungi pak Heru untuk meminta bantuannya.


"Assalamualaikum, ada mbk, kok tumben hubungi aku?"


"Wa'alaikum salam, her cepat kamu ke jalanan desa, di sini ada mayat, kamu cepat evakuasi mayat itu sekarang"


"Baik mbk, aku akan ke sana, mbk tunggu aku di sana, sebentar lagi aku akan sampai di sana"


Bunda mengangguk lalu mematikan sambungan.


Mereka bertempat yang berada di bawah naik kembali ke atas, mereka benar-benar ngeri saat melihat mayat hantu terompah yang benar-benar seram dan sudah membusuk.


"Jadi asal bau busuk ini dari jasad hantu terompah, kok bisa ya jasadnya mengeluarkan bau" heran Reno.


"Dia pasti sudah lama meninggalnya, cuman kita baru tau, kalau dia meninggalnya baru-baru ini gak mungkin mayatnya sampai sebusuk itu" jawab Angkasa.


Ustadz Fahri agak menjauh dari kami, ia terngiang-ngiang dengan wajah hantu terompah yang hancur dan membusuk serta banyak lalat-lalat yang memenuhinya.


"Ya Allah, ya Allah, ya Allah" kalimat itu yang terus terucap di bibir Ustadz Fahri, ia benar-benar trauma dengan hantu terompah itu.


"Kamu kenapa Fahri?" Ustadz Zaki menghampiri temannya yang tidak baik-baik saja.


"Aku gak apa-apa, aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir" jawab Ustadz Fahri yang berusaha mengendalikan dirinya sendiri, ia berusaha tegar walaupun ia tidak bisa.


"Mana om bun, kenapa belum nyampe di sini, dia masih pergi kemana, kenapa sampai sekarang masih nyampe di sini" bimbang Alisa saat pak Heru tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


"Sebentar lagi om kalian akan ke sini juga, kalian tunggu saja sebentar" jawab bunda.


Kami mengangguk, kami terus menunggu kedatangan om yang sedang di nanti-nanti.


tin


tin


tin


Mobil polisi sampai di lokasi, pandangan kami semua tertuju pada pak Heru dan rekan-rekannya yang turun dari mobil.


"Om tolong evakuasi mayat hantu terompah, mayatnya di sana om" tunjuk Alisa ke arah mayat hantu terompah.


"Iya, kami yang akan evakuasi mayatnya" jawab pak Heru.


"Ayo kita evakuasi mayat itu" ajak pak Heru.


"Baik komandan" jawab rekan-rekannya.


Mereka bertiga meloncat ke bawah dan mendekati hantu terompah, mereka mengevakuasi hantu terompah yang sudah membusuk, mereka menaruhnya di dalam kantong jenazah kemudian memasukkannya ke dalam mobil polisi.


"Tolong om makamin hantu terompah itu dengan kayak, om antarkan lah jenazah itu pada keluarganya, mereka pasti sedang mencari keberadaan hantu terompah"


"Baik om" jawab kami.


Pak Heru dan rekan-rekannya membawa pergi jenazah hantu terompah meninggalkan desa ini, kami terus menatap mobil polisi yang pelan-pelan menjauh dari sini.


Hati ku rasanya lega saat kini mayat hantu terompah sudah berada di tangan orang yang tepat, om pasti akan mengantarkan jenazah hantu terompah ke rumah duka.


Pandangan ku tiba-tiba jatuh pada seseorang yang berada di dekat pohon.


Orang itu langsung panik, ia langsung masuk ke dalam hutan dan menghilang begitu saja.


"Mau pergi kemana kamu, jangan pergii!"


"Ada apa za, siapa yang kamu maksud?" mengerutkan alis Angkasa.


"Barusan aku lihat ada orang yang sembunyi di sana, dia lihatin kita dari tadi, sekarang dia masuk ke dalam hutan, aku rasa dia orang yang sudah bikin hantu terompah meninggal, cepat kalian kejar dia, tangkap dia dan bawa dia kemari"


Reno dan Angkasa langsung berlari masuk ke dalam hutan untuk mengejar orang misterius yang telah aku lihat itu.


Orang misterius itu berlari semakin dalam, ia berusaha pergi dari sana.


"Jangan pergi, kembalilah" teriak Angkasa saat melihat orang misterius itu yang berlari masuk ke dalam hutan.


Orang misterius yang di teriaki oleh Abgkasa semakin cepat berlari, ia tidak mau di tangkap oleh mereka semua.


"Gawat dia semakin jauh, ayo ren kita harus lebih cepat lagi, kita harus tangkap dia" ajak Angkasa.


"Iya sa, kita harua tangkap dia, kita harus cari tau siapa dia, barang kali dia adalah orang yang sudah bunuh hantu terompah hingga seperti itu" jawab Reno.


Angkasa setuju, ia terus berlari bersama Reno mengejar orang misterius yang semakin dalam masuk ke dalam hutan.


"Jangan pergi, aku mohon berhentilah, kamu harus tanggung jawab, kamu sudah bunuh orang, kamu harus di penjara!" teriak Angkasa agar orang misterius itu mau berhenti.


Namun siapa sangka orang misterius itu terus berlari, ia tidak mendengarkan keinginan Angkasa sana sekali.


Mereka tiba-tiba menghentikan langkah.


"Kemana orang itu, kenapa sudah menghilang perasaan tadi ada di depan kita, pergi kemana dia?" Angkasa tidak menemukan keberadaan orang misterius itu, ia benar-benar hilang bagaikan di telan bumi.


"Kayaknya dia sembunyi deh sa, gak mungkin dia pergi secepat itu, dia pasti sembunyi di sekitar sini, kita harus cari dia, kita harus temukan dia, dia pasti ada di sekitar sini" jawab Reno.


"Iya, aku juga yakinnya begitu, ayo kita cari dia dan tangkap dia, kita gak boleh biarkan dia lolos begitu saja setelah buat hantu terompah meninggal dunia hingga sesadis itu, sumpah aku gak habis pikir kok bisa ada orang yang sejahat itu, kalau pun mau rampok gak harus bunuh juga napa, di ambil perhiasan atau barang-barang berharganya gak apa-apa, yang buang penting nyawanya selamat, tapi kali ini perampoknya memang benar-benar harus mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama" geram Angkasa.


Orang misterius yang mereka cari-cari itu bersembunyi di dalam semak-semak, ia yang mendengarkan kata penjara yang keluar dari bibir Angkasa begidk ngeri.


"Iya, kok bisa ada orang yang sejahat itu, cuman gara-gara harta semata dia bisa sesadis ini, dia gak pernah kirim apa kalau seandainya dia berada di posisi hantu terompah, aku gak kebayang bagaimananya teriak hantu terompah saat pejahat itu membunuhnya hingga ia tewas seperti itu" jawab Reno.


"Pantes aja hantu terompah gak terima, orang yang bunuh dia benar-benar keterlaluan, kali ini aku berada di pihak hantu terompah, aku dukung dia yang ganggu warga-warga di desa ini, ku sumpahin orang yang susah bikin hantu terompah meninggal akan di datangin dan di ganggu semalam, biar dia tau rasa" sumpah Angkasa yang begitu mengerikan.


Orang misterius itu menelan ludah pahit saat mendengar nama hantu terompah, selama ini ia masih belum bertemu dengan hantu terompah, hanya mendengar namanya dari orang-orang di desa ini.