
"Iya den, mamang akan berusaha untuk menyelamatkan kalian, mamang tidak akan biarkan kalian terluka" jawab mang Asep dengan terus fokus mengemudikan mobil meskipun para perampok-perampok itu terus mengejar kami.
Mereka bertiga terus mengejar mobil, mereka tidak akan membiarkan mobil ini lolos, dengan memegang senjata tajam mereka terus memepet mobil ini agar mobil mau berhenti seperti permintaan mereka.
Aku semakin panik saat melihat mereka yang berada di kanan dan kiri ku, sungguh di kejar oleh para begal adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran ku, para begal-begal itu benar-benar serem, mereka memegang senjata tajam yang membuat kami di dalam mobil ketakutan.
"Berhenti, berhenti kalian, aku bilang berhentilah jika kalian masih mau hidup!" teriak salah satu di antara mereka dengan memukul kaca mobil menggunakan tangannya.
Mereka berusaha untuk masuk ke dalam mobil ini, di dalam mobil kamu sangat-sangat takut saat mereka terus mengancam kami.
"Mang lebih cepat lagi!"
Mang Asep terus melajukan mobil, ia menambah kecepatan tinggi untuk menghindar dari mereka semua.
"Berhenti, ku bilang berhenti, maka berhentilah!" titah para perampok yang mulai geram saat kami tidak kunjung berhenti.
Para perampok-perampok itu terus berusaha membuat mobil berhenti, mereka tidak akan membiarkan kami lolos.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, bagaimana caranya aku usir mereka, mereka terlalu berbahaya, aku tidak akan bisa ngusir mereka, ya Allah tolong kami, tolong buat para perampok-perampok ini pergi, hamba mohon ya Allah" batin ku yang ketakutan.
Keringat-keringat dingin bercucuran membasahi wajah kami yang lagi panik di dalam mobil saat mereka terus berusaha mengejar mobil.
"Berhenti atau ku bunuh kalian!" ancam mereka dengan memegang senjata tajam.
Kami yang ada di dalam mobil panik, benar-benar panik dan takut saat di cegat oleh mereka seperti ini.
"Berhenti, ku bilang berhenti, kalau kalian tidak mau berhenti, kami akan bunuh kalian!" ancam salah satu di antara mereka.
Kami bergidik ngeri saat di ancam seperti itu oleh mereka semua.
"Mang lebih cepat lagi, kita harus pergi dari mereka, sebelum mereka celakain kita!" suruh Angkasa.
Mang Asep terus melajukan mobil, ia terus fokus tak mempedulikan mereka semua yang mengancam dengan memegang senjata tajam.
"Kalian berhentilah, atau ku hancurkan kaca mobil ini biar kalian tau rasa hah!" ancam mereka.
Mang Asep mulai kehilangan fokus saat mereka terus berusaha menghentikan mobil dengan cara mengancam menggunakan pisau tajam itu.
Craangg!
"Aaaaaaahhh!" teriak kami semua yang ada di dalam mobil saat salah satu di antara mereka benar-benar memecahkan kaca spion hingga pecah berkeping-keping.
"Angkasa aku takut" aku langsung memeluk tubuh Angkasa yang berada di samping ku, aku benar-benar tak menyangka kalau mereka senekat itu.
"Kamu jangan takut, ada aku di sini, aku tidak akan biarkan mereka berbuat macem-macem sama kamu" jawab Angkasa dengan terus menenangkan ku.
Aku masih belum tenang, karena mereka masih terus berusaha untuk menghentikan mobil, mereka tidak segan-segan merusak mobil ini agar kami berhenti.
"Angkasa usir mereka, aku takut sama mereka, tolong kamu buatlah mereka pergi, aku gak mereka nyelakain kita, aku gak mau sa!"
"Iya, aku akan berusaha untuk usir mereka, kamu jangan takut" jawab Angkasa.
Angkasa melihat ke arah perampok-perampok itu yang terus mengejar mobil, kami yang ada di dalam mobil hanya diam dalam ketakutan yang menjadi-jadi.
"Za pindah posisi, aku mau di pinggir" titah Angkasa.
"Kamu mau ngapain?" aku merasa aneh saat Angkasa meminta tukeran posisi.
"Udah kamu jangan banyak tanya, ayo cepat pindah" suruh Angkasa.
"Hei berhenti, ku bilang berhenti, apa kalian tuli!" perampok-perampok itu terus berusaha menghentikan mobil ini.
Kami yang berada di dalam mobil takut, tidak ada yang menyahuti perkataannya sama sekali.
"Reno aku takut, Reno tolong bawa aku pergi dari sini, tolong usir mereka, aku takut ren hiks hiks hiks" tangis Alisa yang ketakutan saat mereka berada di kanan dan kirinya, mereka terus mengancam dengan menggunakan senjata tajam sebagai penguatnya.
"Sa kamu jangan takut, ada aku di sini, mereka tidak akan masuk ke dalam, kamu tidak usah nangis, percaya saja sama aku" Reno terus menenangkan Alisa yang menangis kejer.
Angkasa melihat mereka tak berhenti mengejar mobil ini.
"Apa yang mereka cari, kenapa mereka terus berusaha menghentikan mobil ini, mereka tidak bisa di biarin, aku harus lakuin sesuatu agar mereka tidak terus menerus mengejar mobil ini" batin Angkasa yang mulai geram saat mereka terus mengejar mobil tanpa henti.
"Mang pelanin mobil" titah Angkasa.
"Tapi den-
"Udah mamang turuti saja, tidak akan ada yang terjadi, percaya saja sama aku" jawab Angkasa.
Mang Asep agak ragu untuk menuruti keinginan Angkasa, ia terus di buat tegang oleh para perampok-perampok itu yang mengejar mobil, mereka juga sudah menghancurkan spion hingga berkeping-keping.
"Mang pelanin mobil" suruh Angkasa sekali lagi.
Mang Asep menuruti apa yang Angkasa inginkan, dia memelankan mobil.
Mereka bertiga yang merupakan perampok-perampok itu mendekati mobil, mereka merasa sangat senang saat laju mobil mulai memelan.
"Berhenti!" titah salah satu perampok yang di bonceng sama temannya, ia memegang senjata tajam yang siap memenggal kepala siapapun.
Angkasa membuka pintu mobil, lalu menendang motor mereka dan jatuh ke bawah, ia kemudian menutup pintu mobil saat mereka jatuh.
"Tancap gas mang!" suruh Angkasa yang panik.
Mang Asep menancap gas sesuai permintaan Angkasa, mobil melaju kencang meninggalkan mereka semua.
Mereka semua terguling-guling di jalanan karena Angkasa yang menghajar mereka.
"Aaaah!" teriak mereka saat gagal mengejar mobil kami.
Kami yang ada di dalam mobil merasa lega saat mereka sudah menjauh dan tidak terlihat lagi.
"Huft untung, untung kita bisa selamat dari mereka, aku benar-benar lega saat mereka sudah gak ngejar kita lagi" lega Alisa yang sedari tadi jantungnya berdetak dengan kencang karena ulah mereka bertiga yang begitu mengerikan di matanya.
"Alhamdulillah kita bisa selamat dari mereka semua, sebenarnya mereka itu siapa, kenapa mereka malah ngejar kita, apa iya mereka mau rampok kita?"
"Itu pasti za, mereka pasti mah ngerampok kita, mangkanya mereka terus pepet mobil ini sejak tadi" sahut Reno.
"Bahaya ini, lama-lama keadaan semakin bahaya, kita gak boleh lengah, bisa-bisa nanti mereka buat kita celaka"
"Iya, kita harus lebih waspada lagi ke depannya, kita jangan lengah lagi, hampir saja kita kena rampok" jawab Angkasa.
"Mang ayo cepat bawa kita pulang, kita sudah capek banget, kita ingin segera cepat-cepat pulang"
"Baik non" jawab mang Asep.
Mang Asep membawa kami pulang, jalanan ini masih tetap sepi, tapi kami lega karena para kawanan perampok-perampok itu sudah tidak mengejar kami.