The Indigo Twins

The Indigo Twins
Rumah kosong



Alisa memegang erat tangan Reno, ia benar-benar takut saat hari ini kembali mengikuti hantu terompah, hantu yang sangat ingin ia hindari.


"Kenapa Aliza pake ngajak aku buat ikutin hantu terompah, dia gak tau apa kalau aku takut sama hantu terompah" heran Alisa yang begidik ngeri tapi tetap berjalan bersama kami.


Reno melirik ke arah Alisa yang ketakutan, ia tidak bisa apa-apa selain menjaga baik-baik Alisa.


Aku berjalan paling depan, mereka semua terus mengikuti ku.


Tiba-tiba langkah hantu terompah terhenti.


"Di sana, mereka semua ada di sana" tunjuk hantu terompah pada rumah kosong yang berada di tepi jalan.


Rumah kosong itu sudah di tinggal pemiliknya puluhan tahun yang lalu, keadaan rumah kacau, banyak sekali pecahan kaca, cat-cat rumah banyak yang mengelupas.


Dari sini aku melihat ke arah rumah kosong itu, terlihat sangat angker meskipun tidak ada penampakan hantu yang ku lihat.


"Mereka ada di sana" sekali lagi hantu terompah mengulangi ucapannya, ia menunjuk ke arah rumah kosong itu.


Aku mengangguk, hantu terompah diam dengan pandangan yang terus tertuju pada rumah kosong.


Rumah kosong itu gelap, hanya ada satu lampu yang menyala dan itu membuat rumah terlihat angker dan sangat menakutkan.


Kukk


Suat burung hantu terdengar di telinga kami, rasa merinding langsung datang saat kami mendengar suara burung hantu.


Kami saling menguatkan saat merasakan keseraman di keadaan ini.


Kukk


Suara burung hantu terus berbunyi, aku menelan ludah pahit saat merasa merinding.


"Kita harus periksa rumah kosong itu"


Pandangan mereka semua setuju pada ku, mereka kini tercekat saat mendengar ajakan ku.


"Za rumah kosong itu kayaknya angker deh, aku gak yakin ada orang yang ada di sana" sangat tak yakin Angkasa.


"Kayaknya memang iya, cuman mau tidak mau kita harus lihat ada apa di sana, mudah-mudahan aja ada apa yang kita cari-cari di sana, ayo kita ke sana saja, kita periksa apa yang ada di sana"


"Tapi za rumah kosong itu angker, aku gak mau ke sana" ketakutan Alisa.


"Ya udah kalau kamu gak mau, kamu di sini saja tunggu kami kembali"


Alisa melirik ke arah hantu terompah yang seram, mata hantu terompah yang melotot tajam membuatnya mengalihkan pandangan.


"Enggak, aku gak mau ada di sini, aku mau ikut kalian saja, ayo kita ke rumah kosong itu" akal Alisa.


Alisa berjalan duluan, entah kenapa tidak ada rasa takut yang menyerangnya saa berjalan menuju rumah kosong itu, menurutnya hantu terompah lebih seram dari apapun, ia tidak mau berada di sana bersama hantu terompah.


"Eh tunggu-tunggu" cegah Reno.


"Ada apa ren?"


"Sstt jangan berisik" suruh Reno.


"Ada apa ren, kenapa kamu nyuruh kita buat jangan berisik?" penasaran Angkasa dengan suara yang pelan.


"Kalian dengar gak?"


Kami semua mendengarkan apa yang Reno dengarkan.


"Kayak ada suara orang yang lagi ngobrol, tapi di mana ya"


"Nah itu yang aku dengar sejak tadi, aku ngerasa ada suara orang yang lagi ngobrol, aku yakin asal suara ini gak jauh dari sini" jawab Reno.


"Apa mungkin asalnya dari dalam" pandangan Alisa tertuju pada rumah kosong itu.


"Kamu kenapa sa?" jagat Reno.


"Aku takut ren, suara orang yang kita dengar pasti hantu, gak mungkin ada orang yang nempatin rumah kosong itu kalau bukan hantu" jawab Alisa.


"Masa iya nanti?" merasa tak yakin Reno.


"Enggak mungkin itu hantu, ayo kita periksa saja biar semuanya jelas" ajak Ustadz Fahri.


Kami mengangguk, kami semua berjalan mendekati rumah kosong dengan pelan-pelan.


Alisa berbalik melihat ke belakang, ia langsung kembali melihat ke depan.


"Kenapa hantu terompah itu masih ada di sana, kenapa dia gak pergi aja, apa yang dia inginkan coba, aku ini ingin pulang ke rumah, tapi gak jadi karena ada di sana" batin Alisa yang ketakutan saat menatap wajah hantu terompah yang seram sekali.


Aku dan yang terus berjalan mendekati rumah kosong itu, rasa penasaran semakin meninggi saat telinga kami mendengar suara orang-orang yang saling mengobrol.


Dengan pelan-pelan kami semua bersembunyi di samping rumah kosong.


Telinga ku mendengar suara orang yang saling mengobrol dan itu lebih dari satu.


"Kayaknya benar kalau di dalam ada orang, gak mungkin hantu yang ada di dalam"


"Tapi siapa orang yang ngobrol di dalam rumah kosong di saat malam-malam begini" heran Reno.


"Kita periksa saja, kita harus lihat siapa yang ada di dalam rumah kosong itu, biar rasa penasaran kita terbalaskan"


Mereka semua mengangguk, dengan pelan-pelan kami melihat siapa yang ada di dalam rumah kosong dari jendela yang kacanya sudah pecah, hanya tinggal seperempat kaca yang masih tertinggal.


Aku langsung menutup mulut saat melihat siapa yang ada di dalam rumah kosong itu.


Kami semua tertegun, benar-benar tertegun ketiak tau siapa odnag yang ada di dama rumah kosong.


Kami yang kaget kembali bersembunyi di belakang tembok rumah kosong agar mereka tidak sadar kalau kamu sudah melihatnya.


"Di dalam ada Edi dan Kemal, terus yang satunya itu siapa ya, aku gak kenal soalnya" penasaran Reno.


"Satunya itu namanya Romi, dia warga di kampung juga"


"Jadi benar kalau mereka bertiga yang sudah bunuh hantu terompah" tak menyangka Ustadz Fahri.


Kami semua mengangguk."Iya tadz, mereka yang sudah bunuh hantu terompah, tadi di dalam kita lihat kan ada mayat seseorang yang berdarah-darah di dan, pasti itu ada orang yang jadi korban mereka"


"Ini gak bisa di biarin, kita hadis lapor polisi, kalian telpon polisi biar mereka di ringkus, mereka gak bisa di diami lagi, akan ada banyak korban yang berjatuhan gara-gara mereka" suruh Ustadz Fahri.


"Baik tadz, aku akan telpon om biar dia yang tangkap para perampok-perampok itu"


Aku menghubungi pak Heru agar datang kemari.


"Ada apa Aliza, kenapa nelpon om?"


"Om cepat datang ke rumah kosong yang ada di desa, di sini ada pelaku orang yang sudah bunuh hantu terompah, om datanglah cepat kemari, sebelum mereka pada pergi"


"Baik, om akan ke sana, kalian tunggu om di sana"


Aku langsung mematikan sambungan telpon.


"Kita tunggu om datang, sebentar lagi om akan datang kemari"


"Tolooong!" teriak seorang wanita yang sangat nyaring di telinga kami.


Kami semua langsung mendekati jendela yang pecah itu untuk melihat ada apa di dalam rumah kosong itu.


Mata kami terbelalak saat melihat ada seorang wanita yang di aniaya di dalam rumah kosong itu.