
Hihihihihihihi
Tawa seram dari hantu itu terdengar di telinga Alisa, suara itu sungguh membuat Alisa semakin ketakutan.
"Arrrrgghh Reno aku takut" tangis Alisa semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu jangan takut, ada aku di sini" kata Reno berusaha menenangkan Alisa yang ketakutan.
Alisa terus menangis yang membuat Reno khawatir namun yang bisa ia lakukan hanya diam sebab rupa hantu itu saja ia tidak dapat melihatnya, apalagi mengusirnya.
"Kamu tenang sa, kamu jangan takut, dia gak akan nyelakain kita" kata Reno lagi.
Alisa masih terus menangis tiba-tiba munculah teman-teman Alisa.
"Alisa"
Kaget mereka saat mendapati Alisa yang tengah menangis di kebun buah naga ini.
"Alisa kamu kenapa?" tanya mbk Santi.
Dengan air mata yang terus mengalir Alisa menunjuk ke arah hantu yang masih diam di tempat itu.
"Itu mbk" jawab Alisa.
Mereka semua melihat ke arah hantu yang Alisa tunjuk itu.
Hihihihihihihi
Tawa hantu itu yang membuat Alisa semakin keras menangis.
"Mbk usir dia, Alisa takut" tintah Alisa.
"Baik, kami akan usir dia, kamu tidak usah takut, ada kami di sini" kata mbk Hilda.
"Iya Alisa kamu tidak udah khawatir, kami akan membereskan dia" kata mbk Gea.
"Sekarang lebih baik kamu kembali ke yang lain sana, mereka pasti sedang nungguin kamu, masalah hantu itu ada kami di sini, kami tidak akan biarkan dia gangguin kamu lagi" kata mbk Santi.
Alisa mengangguk mengerti.
Reno melihat ke arah langit yang pelan-pelan menggelap.
"Sa matahari sudah mau tenggelam, ayo kita ke yang lain saja, mereka pasti lagi nungguin kita" ajak Reno.
Alisa mengangguk lalu menyeka air matanya kemudian berjalan bersama Reno menuju tempat kami berada.
Wajah para makhluk halus itu masih tampak marah pada hantu yang berani-beraninya mengganggu Alisa.
"Kenapa kamu ganggu teman kami?" tanya mbk Santi.
"Dia itu lemah, dia tidak pantas jadi teman kalian" jawab hantu itu yang menghina Alisa.
"APA KAMU BILANG" amuk mbk Hilda dengan di sertai mata melotot tajamnya.
Hantu itu langsung bergidik ngeri melihat ketiga makhluk yang sebangsa dengannya dan kini mereka tengah marah padanya.
"Waduh gak aman ini, aku harus pergi dari sini, sebelum mereka mencincang habis tubuh ku, aku lihat-lihat kekuatan mereka lebih besar dari pada aku, aku pasti akan hancur lebur jika berhadapan dengan mereka" batin hantu itu yang mulai begidk ngeri.
"Kau harus di beri pelajaran, enak saja kamu bilang seperti itu pada tuan ku" marah mbk Gea.
"Ayo kita hajar dia" ajak mbk Hilda.
"Ayo" jawab keduanya.
Hantu itu menjadi pucat pasi saat melihat mereka bertiga yang berjalan mendekatinya.
"Aduh bahaya ini, aku harus pergi secepatnya sebelum mereka menghajar ku" batin hantu itu yang ketar-ketir.
"Loh kemana dia?" tanya mbk Santi saat tak melihat hantu itu lagi.
"Sial, kenapa dia lari" kesal mbk Hilda.
Mereka mengangguk lalu menghilang dari sana.
Kami menunggu kedatangan Alisa dan Reno di depan gudang.
"Mana Alisa sama Reno, kenapa gak muncul-muncul juga, mereka sebenarnya pergi kemana?" tanya ku yang sangat khawatir sekali pada mereka.
"Mereka pasti ada di sekitar sini za, palingan sebentar lagi mereka akan kembali" jawab Angkasa.
"Iya za kamu tunggu saja mereka sebentar, nanti juga mereka akan datang" kata Ustadz Fahri.
"Baiklah aku akan menunggu mereka sebentar lagi" kata ku.
Aku menunggu kedatangan mereka namun mereka masih belum kembali juga.
"Kemana mereka sebenarnya, kenapa masih belum kembali, matahari sudah hampir terbenam, mereka tersesat apa bagaimana, kenapa sampai sekarang masih belum kembali juga" kata ku yang khawatir sekali pada mereka.
"Mereka gak akan tersesat za, mereka pasti akan kembali sebentar lagi, mbk Hilda dan dua Kun juga sedang bergerak mencari mereka, mereka pasti akan ketemu, gak mungkin gak ketemu" kata Angkasa.
"Tapi sa ini itu udah mau magrib, tapi mereka masih belum kembali, aku ngerasa mereka tersesat sehingga lupa jalan pulang" feeling ku.
"Gak mungkin tersesat di sini za, memang di sini banyak kebun sayur-sayuran dan juga buah-buahan tapi gak mungkin mereka sampai tersesat" kata Angkasa.
"Kalau gak tersesat apalagi, lihat matahari sudah hampir terbenam, sedangkan mereka masih belum kembali, kalau mereka gak tersesat mereka pasti akan kembali sebelum matahari terbenam" kata ku.
"Aku yakin mereka itu tersesat, ayo kita cari mereka, aku takut ada apa-apa sama mereka" ajak ku yang sudah sangat khawatir pada mereka.
"Za mereka itu gak akan kenapa-napa, mereka akan baik-baik saja, kamu jangan khawatir, mbk Hilda dan yang lain sedang berusaha mencari mereka, mereka pasti akan kembali sebentar lagi" kata Angkasa.
"Iya za kamu gak usah khawatir, nanti kalau magrib mereka gak kembali, baru kita cari mereka" kata Ustadz Fahri.
"Baiklah, aku tunggu sampai magrib, kalau magrib mereka gak kembali, mau tidak mau kita harus cari mereka" jawab ku.
Mereka berdua mengangguk setuju.
Kami menunggu kedatangan Alisa dan Reno.
Aku menunggu kedatangan mereka dengan cemas karena aku takut mereka kenapa-napa dan saat ini tidak ada bunda yang berada di rumah sehingga akan lebih sulit jika sampai mereka hilang.
"Kemana Alisa sama Reno, kenapa belum kembali" cemas ku mondar-mandir memikirkan mereka.
"Itu Alisa sama Reno" kata Angkasa.
"Mana?" tanya ku.
"Itu lihat, mereka ke sini" jawab Angkasa dengan menunjuk ke arah mereka yang berjalan kemari.
Aku tersenyum melihat kedatangan mereka.
"Akhirnya kalian kembali juga, aku udah cemas banget kalau kalian tersesat" kata ku.
"Kalian pergi kemana sebenernya?" tanya Angkasa.
"Kami cuman pergi ke kebun buah naga saja, tapi ketika berada di sana, Alisa bilang dia ngeliat ada hantu" jawab Reno.
"HANTU"
Kaget kami mendengar apa yang Reno ucapkan barusan.
"Iya hantu" kata Reno.
"Hantu yang seperti apa yang kamu lihat?" tanya ku.
"Pokoknya hantu itu serem banget, kamu tau gak, dia itu serem banget, untung aja dia belum sempat nyelakain aku karena mbk Hilda dan dua Kun keburu datang" jawab Alisa.
"Kok bisa kamu ketemu sama hantu?" tanya Angkasa.
"Aku juga gak tau, hantu itu muncul dengan sendirinya, aku tidak mau bertemu dengannya" jawab Alisa.
"Apa hantu yang kamu temui itu seperti dia" tunjuk ku ke arah hantu anak perempuan yang memakai pakaian sekolahan dan dia juga adalah hantu yang telah mengikuti kami sejak tadi.