The Indigo Twins

The Indigo Twins
Kedatangan polisi



Aku menarik Angkasa untuk menjauhi kamar itu.


"Sa kenapa di sana bisa ada banyak mayat, mayat-mayat siapa yang ada di sana?"


"Aku gak tau za, tapi aku yakin mayat-mayat itu ada hubungannya sama pak Jarwo, nih kamu pake masker, biar pak Jarwo gak ngenalin kita"


Aku mengambil masker yang Angkasa berikan pada ku lalu memakainya.


"Sa Ustadz Fahri sama yang lain pada kemana, kenapa mereka gak masuk ke sini?"


"Kayaknya mereka masih ada di luar, ayo kita keluar saja, masalah mayat-mayat itu pasti akan ada polisi yang bakal evakuasi, kita harus keluar dulu, biar seolah-olah bukan kita yang nemuin mayat-mayat itu"


"Iya, ayo kita keluar"


Kami meninggalkan kerumunan itu dan melangkah keluar dari dalam rumah pak Jarwo.


Di luar semuanya tampak aman, tidak ada yang tau kalau ada mayat di rumah pak Jarwo.


Mata ku melihat ke arah Alisa dan yang lain yang masih duduk di tempatnya.


Kami mendekati mereka dan kembali duduk seperti semula.


"Loh kok kalian pada keluar, kami baru aja mau masuk ke dalam" kaget Alisa.


"Iya, kami mau ke sana nyusul kalian, tapi kenapa kalian pada keluar?" penasaran Reno.


"Di dalam kami nemuin mayat"


Mata mereka semua langsung melotot sempurna saat mendengar hal itu.


"Mayat, mayat siapa?" terkejut Ustadz Fahri.


"Gak tau tadz, di antara banyaknya pelayan pada gak ngenalin mayat-mayat itu, karena sudah tidak berbentuk dan kebanyakan sudah menjadi tengkorak" jawab Angkasa.


"Terus kenapa kalian pada keluar, kenapa kalian gak hubungi polisi" tak habis pikir Alisa.


"Polisi sudah di hubungi, kami keluar itu karena gak mau pak Jarwo tau kalau kami yang sudah nemuin mayat-mayat itu, sekarang di dalam rumah itu pada heboh, mending kita tunggu di sini saja, bentar lagi pasti polisi akan datang untuk evakuasi mayat-mayat itu"


"Di sana kalian gak lihat arwah yang penasaran?" penasaran Ustadz Fahri.


"Enggak tadz, di sana gak arwah satupun yang kami lihat, gak tau mereka pada ke mana semua" jawab Angkasa.


"Saya ingin lihat ke sana"


"Jangan tadz, tunggu polisi datang dulu, baru nanti kita masuk ke dalam sama-sama"


"Baiklah, saya akan tunggu polisi datang" setuju Ustadz Fahri.


Kami semua menunggu polisi datang, pak Jarwo tengah berbincang-bincang dengan seseorang, mereka berada di depan gerbang.


Aku melihat wajah pak Jarwo yang tengah tenang, tidak ada kecemasan sama sekali.


"Lihat aja, kau akan hancur setelah ini" batin ku menatap tajam ke arahnya.


Wiu wiu wiu wiu


Suara sirine polisi terdengar di telinga.


Orang-orang yang berada di rumah pak Jarwo terkejut saat melihat ada banyak sekali mobil polisi yang berhenti tepat di depan rumah pak Jarwo.


Tak cuman mobil polisi, ada banyak pula ambulance yang berhenti di depan rumah pak Jarwo.


Pak Jarwo yang melihat banyak polisi mulai panik, ia penasaran mengapa polisi-polisi itu datang ke rumahnya.


"Ada apa ini, kenapa kalian pada datang ke rumah saya?"


"Kami mendapatkan laporan kalau di dalam rumah bapak ada mayat"


"APA"


Warga-warga pada terkejut ketika mendengar jawaban pak polisi.


"Mayat siapa?"


"Kok bisa di rumah pak Jarwo ada mayat?"


Beragam pertanyaan di ajukan oleh warga-warga.


Pak Jarwo mulai panik, ia sekarang sudah tidak bisa tenang seperti tadi.


"Itu bohong pak, di rumah saya tidak ada mayat, kalian pulanglah, percuma kalian datang ke sini" bantah pak Jarwo.


"Tapi bener pak ada laporan kalau di dalam rumah bapak terdapat mayat, tim kepolisian ingin menggeledah dulu, tolong bapak izinkan kami menggeledah rumah bapak"


"Tidak, saya tidak mau barang-barang mahal di rumah saya hancur, kalian pulanglah, tidak ada mayat di rumah saya, itu semua bohong, percaya saja sama saya"


"Kami akan hati-hati, tolong izinkan pihak kepolisian menjalankan tugas, bapak jangan berusaha untuk hentikan kami"


Pak Jarwo diam, ia bingung harus mencari alasan apa lagi.


"Di rumah saya tidak ada apapun, apa yang anda katakan itu bohong, percuma kalian datang ke sini, karena di sini tidak ada apapun"


"Ada laporan pak, jadi mau tidak mau kami harus meriksa dulu apakah laporan tersebut benar atau tidak, bapak jangan halangi tugas kami"


"Jelas saya akan larang kalian, karena ini rumah saya, saya berhak tidak ngizinin kalian masuk ke dalam rumah ini!"


"Pak RT kami mendapatkan laporan dari salah satu orang yang bilang kalau di rumah pak Jarwo ada mayat, tolong kami ingin menggeledah rumah pak Jarwo, kami minta izin pak RT, biar laporan itu benar atau tidak"


"Silahkan, kalian geledah saja, jangan pedulikan pak Jarwo, saya yang akan ganti rugi jika ada barang-barang mahal pak Jarwo yang pecah" persilahkan pak RT.


Pak polisi itu kemudian masuk ke dalam rumah pak Jarwo setelah mendengar izin dari pak RT.


Pak Jarwo berusaha menghentikan mereka, namun mereka tidak mendengarkan dan masuk ke dalam rumahnya.


"Jangan masuk, keluar kalian, atau aku akan tuntut kalian semua!"


Tidak ada yang mendengarkan pak Jarwo yang berusaha mencegah mereka masuk.


"Kalian halangi polisi itu!" perintah pak Jarwo pada pelayan-pelayan yang berada di halaman rumah.


"Kenapa kalian diam saja, cepat halangi polisi itu, jangan sampai mereka masuk ke dalam rumah ku!"


Para pelayan-pelayan itu tidak ada yang berani menuruti perintah pak Jarwo, karena mereka tidak mau terlibat dalam masalah.


"Aaah kenapa kalian diam saja, aku ini boz kalian, seharusnya kalian berpihak pada ku, tapi kenapa kalian berpihak pada polisi itu, awas saja kalian semua, aku tidak akan gaji kalian bulan ini?"


Walaupun pak Jarwo mengancam tidak akan menggaji mereka, mereka tidak mempermasalahkan yang penting mereka tidak terlibat dalam masalah besar.


"Di mana mayatnya?" pak polisi itu mendekati kerumunan yang pelayan dan juga penari.


"Di dalam pak, cepat bapak evakuasi" jawab penari dengan menunjuk ke dalam rumah pak Jarwo.


Para polisi itu masuk ke dalam kamar tersebut dan benar jika di dalam kamar itu banyak sekali mayat-mayat yang sudah tidak berbentuk lagi, ada juga yang sudah menjadi tengkorak karena saking lamanya berada di sana.


"Cepat evakuasi mereka semua"


"Baik komanda"


Para polisi di bantu pihak rumah sakit mengevakuasi mayat-mayat itu, dan akan di bawa ke rumah sakit untuk melakukan visum.


Orang-orang yang berada di halaman rumah pak Jarwo tertegun saat melihat banyak sekali kantong jenazah yang di keluarkan dari rumah pak Jarwo.


"Jadi benar kalau di rumah pak Jarwo ada mayat?"


"Mayat siapa itu?"


"Kok bisa di rumah pak Jarwo ada mayat?"


"Ini tindakan kriminal, pak Jarwo harus di hukum"


Warga-warga yang ada di sana geram pada pak Jarwo.