The Indigo Twins

The Indigo Twins
Merinding



Alisa melihat ke arah Kenzo yang benar-benar merasa bersalah atas apa yang terjadi padanya.


"Iya gak apa-apa, aku juga sudah sembuh, kalian jangan merasa bersalah seperti itu" jawab Alisa.


Mereka bertiga merasa lega saat Alisa tidak memperpanjang kejadian ini.


"Gak apa-apa bagaimana, lihat kamu terluka dan itu karena mereka, aku gak terima mereka bikin kamu terluka sampai seperti ini!"


"Aku gak apa-apa za, aku baik-baik saja, ini luka kecil kok, lagian mereka gak sengaja" jawab Alisa.


"Enggak mungkin mereka gak sengaja, aku yakin mereka sengaja lakuin ini sama kamu, bilang sama aku apakah mereka yang bikin kamu gak betah sekolah di sini!"


"Enggak, bukan mereka, mereka gak pernah sekalipun ganggu aku" jawab Alisa.


"Tuh dengarin, mangkanya jangan asal nuduh" merasa menang Kenzo.


"Iya"


"Kalian boleh pergi, aku baik-baik saja kok, ini cuman luka kecil saja" jawab Alisa.


"Semoga kamu cepat sembuh, nanti kalau ada apa-apa kamu bilang sama aku saja, aku akan siap tanggung jawab atas apa yang aku perbuat" suruh Kenzo.


"Iya, santai saja" jawab Alisa.


"Ya udah kami pergi dulu, bye" pamit Kenzo.


"Bye" jawab Alisa.


Mereka bertiga meninggalkan UKS ini.


"Sa kamu beneran gak apa-apa?"


"Aku gak apa-apa za, ini cuman luka kecil kok, aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir, oh ya kok kamu bisa ada di sini, siapa yang sudah kasih tau kamu kalau aku ada di sini?" heran Alisa.


"Enggak ada yang ngasih tau sih"


"Terus kenapa kamu bisa berada di sini, untuk apa kamu ke sini?" penasaran Alisa karena pastinya ada tujuan tertentu aku datang ke sini.


"Awalnya aku datang ke sini cuman mau tidur, karena tadi saat di kelas aku ngantuk berat, tapi gak sengaja lihat kamu di sini, mangkanya aku jadi panik tadi"


"Gak usah panik, aku baik-baik saja, aku ini anak yang kuat, gak gampang ngeluh" jawab Alisa.


"Halah anak kuat konon, sama hantu aja takut, anak kuat dari mana" hina Angkasa.


"Aku ini anak kuat, aku memang takut kalau sama hantu, tapi aku akan berusaha kuat kok, gak takut lagi" jawab Alisa yang tidak terima Angkasa menghinanya.


"Aku gak yakin kamu bisa berani sana hantu, kemarin malam aja kamu sudah kalah tantangan, aku semakin yakin kalau kamu gak akan bisa berani sama hantu" yakin Angkasa.


"Aku bisa kok, cuman kemarin itu hantunya seram banget, yang gangguin aku juga lebih dari satu, mana kuat aku di ganggu sama mereka" jawab Alisa.


"Halah itu cuman alasan saja, bilang aja penakut, gak usah sungkan-sungkan" Angkasa terus menghina musuh bebuyutannya itu.


"Iih kenapa kamu ngeselin banget, Aliza lihat Angkasa, dia terus rendahin aku" cepu Alisa.


"Kalian jangan berantem napa, aku ngantuk, aku mau tidur, jangan ganggu aku tidur"


"Iya" jawab mereka berdua kompak.


Aku membaringkan tubuh ku di brankar yang ada di sana lalu memejamkan mata, beberapa menit kemudian aku langsung masuk ke dalam mimpi karena sedari tadi mata ku benar-benar terasa berat.


Alisa dan Angkasa saling mengeluarkan tatapan mata seremnya, mereka benar-benar tidak pernah bisa akur.


"Awas kamu ya, sampai gangguin aku lagi, aku akan aduin ke Aliza, biar kamu kena omel" ancam Alisa.


"Silahkan kalau kamu mau aduin, aku juga akan ngadu ke Reno, aku bilang aja kalau tadi Alisa dekat sama cowok lain, dia pasti akan marah sama kamu" jawab Angkasa.


"Bodo amat, yang penting aku bahagia"


Wajah Alisa semakin geram sebab Angkasa tak mau mengalah sama sekali padanya.


"Iih kenapa kamu ngeyel banget, awas ya sampai kamu bilang yang aneh-aneh sama Reno, aku akan kubur kamu hidup-hidup"


"Nyenyenye"


Alisa semakin geram saat Angkasa tak mau mengalah sama sekali dengannya.


Alisa hendak teriak."Jangan teriak, Aliza lagi tidur, kamu jangan ganggu dia"


"Huft iya"


Alisa pun pasrah, ia tidak jadi berteriak karena takut aku bangun.


Teeet


Teeet


Istirahat tiba, semua anak-anak keluar dari dalam kelas masing-masing dan menuju kantin sekolah tapi tidak dengan Reno, ia langsung bergegas menuju taman.


"Aku harus sampai di taman, mereka pasti ada di sana"


Reno terus berlari menuju taman sekolah yang tak terlalu jauh dari kelasnya.


Ketika sampai di taman Reno tertegun."Kemana mereka semua, kenapa gak ada di taman, biasanya kan mereka selalu kumpul di taman?"


"Apa mungkin mereka masih belum datang, aku tunggu aja di sini sebentar, nanti mereka juga akan datang ke sini"


Reno duduk di bangku panjang berwarna putih yang ada di taman itu, ia menunggu kedatangan kami semua yang masih belum datang ke sana.


Reno melihat sekeliling taman yang sepi, satu orang pun tidak ada yang mendekatinya, di taman hanya ada dia seorang.


Wussshhhh


Hembusan angin menerpa tubuh Reno, seketika bulu kuduk Reno berdiri semua, seramnya taman mulai terasa saat Reno sendirian, biasanya tidak seperti ini kalau ada kami semua.


Reno menelan ludah pahit saat merasakan hawa merinding di taman ini.


"Mereka kemana ya, kenapa gak ke sini, biasanya mereka ke sini duluan, tapi kenapa sekarang duluan aku"


"Lama-kelamaan berada di sini gak aman juga" batin Reno dengan menatap sekeliling taman yang sepi dan itu berhasil membuatnya merinding.


Wussshhhh


Sekilas Reno melihat bayangan berwarna putih yang melintas di sampingnya yang berjarak sekitar 3 meter.


Reno langsung menelan ludah pahit."Aku harus pergi dari sini, aku gak bisa berada di sini lebih lama lagi"


Reno bangkit dari duduk, ia dengan terburu-buru pergi dari taman, rasa merinding menyelimuti tubuhnya saat ia berusaha keluar dari taman.


Seakan-akan ada orang yang mengejarnya, namun nyatanya tidak ada.


"Huft syukurlah gak ada hantu yang ngejar aku" lega Reno saat sudah berhasil menjauh dari taman angker itu, ia memegangi dadanya yang naik turun.


"Kenapa mereka semua gak ada di taman ya, pergi kemana mereka?"


"Aku harus cari mereka semua, kenapa mereka semua gak ada di taman, aku rasa pasti ada sesuatu yang terjadi sama mereka, aku harus mulai cari tau dari kelas Alisa"


Reno berjalan ke kelas Alisa untuk melihat apakah di sana ada Alisa atau tidak, jarak antara posisinya dengan kelas Alisa memang agak jauh.