
"Permisi, kalian ada yang lihat Alisa gak?" Reno mendekati anak-anak yang ada di dalam kelas itu.
"Alisa ada di UKS" jawab salah satu di antara mereka.
"UKS, kenapa dia bisa berada di UKS?" tercengang Reno saat tau hal itu.
"Dia tadi pingsan"
"Kok bisa pingsan!"
"Gak sengaja kena bola basket dan jatuh, terus dia pingsan, Kenzo udah bawa dia ke UKS"
Reno langsung berlari ke UKS saat tau kalau Alisa pingsan.
"Pantesan aja mereka gak ada di taman, ternyata ini penyebabnya, aku harus sampai di UKS secepatnya"
Reno terus berlari menuju UKS yang tidak terlalu jauh.
Ketika sampai di sana ia langsung masuk ke dalam UKS dan benar saja kalau di sana ada ketiga orang yang ia cari-cari.
"Sa kamu gak apa-apa, barusan aku dengar katanya kamu pingsan?" khawatir Reno saat melihat kepala Alisa yang di perban.
"Enggak apa-apa kok ren, aku baik-baik saja, ini luka kecil kok" jawab Alisa.
"Luka kecil kamu bilang, ini parah sa, bilang sama aku siapa yang sudah buat kamu seperti ini, aku akan hajar orang itu" geram Reno saat melihat kalau Alisa di buat terluka oleh orang lain.
"Udah kamu gak usah ngasih dia pelajaran, dia juga sudah minta maaf dan aku sudah maafin dia, dia itu ngelakuin ini semua gak sengaja, masalahnya sudah selesai gak usah di perpanjang lagi" jawab Alisa.
"Enggak bisa sa, aku gak terima, enak aja dia buat kamu cedera" tak terima Reno.
"Sst kamu jangan marah-marah, aku baik-baik aja kok, gak ada luka yang serius juga" Alisa menenangkan Reno yang emosi.
Pandangan Reno tertuju pada seseorang."Itu Aliza kenapa juga, kenapa dia berada di UKS ini juga?"
"Dia ngantuk saat di kelas, jadi aku bawa dia kemari biar dia istirahat" jawab Angkasa.
"Kenapa kamu bawa ke sini, seharusnya kamu jangan bawa dia ke sini, biar nanti malam dia gak jadi yang mau nyari hantu terompah, aku kan malas yang mau nyari" kesal Alisa.
"Biar cepat selesai sa, kita harus selesaikan masalah hantu terompah itu, biar dia gak ganggu desa, apa kamu mau di ganggu sama hantu terompah terus menerus hah!" tak habis pikir Angkasa.
"Ya enggaklah, mana mau aku di ganggu sama hantu terompah" jawab Alisa.
"Ya sudah, kamu jangan berisik!"
Mereka bertiga masih berada di UKS, sementara aku istirahat dengan tenang di sana.
Pulang sekolah.
Kami semua masuk ke dalam mobil yang di supir sama mang Asep, mang Asep melajukan mobil menuju rumah.
"Habis ini kita harus cari tau siapa yang sudah bikin hantu terompah meninggal, biar dia gak gangguin warga-warga yang tinggal di desa lagi"
"Iya, mumpung ini masih siang kita harus gunakan kesempatan ini untuk mencari tau siapa orang yang sudah bunuh hantu terompah" jawab Alisa.
"Iya kita harus cari tau setelah sampai di rumah, tapi lebih mudahnya lagi kita tanya langsung sama hantu terompah, dia pasti akan bilang yang sebenarnya sama kita, gak usah kita selidiki satu-persatu orang yang kita curigai"
"Iya, nanti kita coba cari tau sendiri"
Tidak ada percakapan yang terjadi setelah itu, kami terus diam dengan pandangan yang tertuju pada jalanan yang padat.
Pelan-pelan jalanan yang padat itu berganti menjadi sepi saat melewati jalanan anggrek.
"Kok sepi ya jalanan ini, biasanya kan di sini selalu ramai" merasa aneh Reno saat tidak melihat satu kendaraan pun yang melintas selain mobil ini.
"Iya juga, kemana semua orang, kenapa pada gak ada yang lewat di sini" Alisa mencari-cari pengendara motor maupun mobil namun tetap saja tidak ada, jalanan benar-benar sepi dan sunyi seperti di jalanan desa.
Aku merasa gelisah tanpa sebab, aku melihat ke belakang yang kosong, entah kenapa perasaan ku menjadi tidak enak saat tidak ada satupun orang yang melintas di jalanan anggrek ini.
"Kok perasaan aku gak enak ya"
"Enggak akan ada yang terjadi kok za, kamu jangan khawatir, mungkin aja jalanan ini sepi karena semua orang masih belum pulang" jawab Angkasa yang mencoba berpikir positif.
"Tapi masa iya sa gak ada yang mau lewat di jalanan ini"
"Jalanan ini rawan non, mangkanya jalanan ini kadang-kadang gak di lewati sama orang, mereka pada ngeri kalau lewat jalanan ini" jelas mang Asep.
"Pantesan gak ada siapapun yang lewat di sini" tak heran lagi Alisa.
"Tapi biasanya gak sesepi ini mang, tapi entah kenapa hari ini beda, jalanan ini terlihat sangat sepi di banding jalanan pada umumnya"
"Itu mungkin terjadi karena tadi malam ada orang yang tewas di begal di jalanan ini, mangkanya orang-orang pada gak mau lewat jalanan ini" jawab mang Asep.
"Oh jadi itu masalah, pantesan gak ada kendaraan satupun yang lewat di sini"
"Eh itu ada motor yang akan lewat juga" tunjuk Alisa pada dua motor yang berada di belakang mobil kami.
Ada tiga orang yang memakai masker, bajunya hitam-hitam dan tengah melintas di jalanan ini juga.
Reno mempertajam pengelihatannya."Itu kayaknya bukan pengendara biasa deh"
"Iya, aku juga ngerasa begitu" jawab Angkasa.
"Gawat, itu begal, lihat ada pisau yang di pegang sama mereka" panik Reno saat melihat senjata tajam yang di pegang oleh pengendara motor yang sangat misterius itu.
"Mang lebih cepat lagi, kita harus pergi dari sini, jangan biarkan mereka ngejar kita!"
"Baik non" jawab mang Asep.
Mang Asep melajukan mobil dengan kecepatan tinggi untuk menghindar dari mereka bertiga yang mengejar mobil ini dari belakang.
Ketiga orang misterius yang berpakaian hitam-hitam dan terlihat seperti berandalan itu terus mengejar mobil kami yang semakin menjauh.
Kami semua yang berada di dalam mobil panik saat di kejar oleh mereka dari belakang.
"Bagaimana ini, di belakang ada rampok, aku takut sama dia" ketakutan Alisa yang panik saat melihat senjata tajam milik perampok-perampok itu yang terus mengejar.
"Jangan takut sa, kita berdoa saja semoga mereka tidak apa-apain kita" jawab Reno dengan terus berusaha menenangkan Alisa.
"Mang lebih cepat lagi, kita harus bisa pergi dari mereka, jangan sampai mereka berhasil nangkap kita!" suruh Angkasa.