The Indigo Twins

The Indigo Twins
Misteri hantu terompah



Klontar


Klontar


Klontar


Suara orang berjalan dengan menggunakan terompah itu terus terdengar di telinga kami, perlahan-lahan aku mulai merasa merinding saat suara misterius itu terus terdengar di tengah malam.


"Za ayo kita pergi dari sini, aku gak mau di sini, aku takut, ini gak aman" ajak Alisa yang tidak merasa asing pada suara terompah itu, ia dulu pernah mendengarnya di rumah mbah Gamik.


"Iya ayo kita keluar, kita ke ruang tamu aja, mudah-mudahan di sana gak ada apa-apa"


Alisa setuju kami berjalan mendekati pintu, aku membuka pintu dengan perlahan-lahan, sebisa mungkin tidak menimbulkan suara walau sedikitpun.


Sebelum keluar dari dalam kamar, aku melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada penampakan apapun.


"Aman, di luar gak ada siapapun, ayo kita keluar dari sini, kita ke ruang tamu saja, kita istirahat di sana malam ini"


Alisa setuju, ia sudah di serang rasa merinding saat berada di dalam kamar ini, baru kali ini ia merasakan hawa semerinding itu, itu semua karena hantu-hantu terus mengganggu kami.


Aku dan Alisa melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar, kami dengan terburu-buru menuruni tangga dan mendekati ruang tamu.


Kami seperti orang yang lagi di kejar sama hantu saking cepatnya menuruni anak tangga.


"Selamat" aku memegangi dada ku yang tegang tanpa sebab, rasanya lega saat kini aku sudah berada di ruang tamu yang terbilang cukup aman, meskipun tidak ada jaminan kalau berada di ruang tamu akan aman.


Aku dan Alisa duduk di ruang tamu dengan tegang, meskipun pikiran kami terus tertuju pada suara hantu terompah yang kami dengar barusan, kami tetap tenang, tidak bereaksi yang berlebihan karena kami masih tidak melihat secara langsung pemilik suara terompah itu.


"Sa suara terompah itu berasal dari mana ya, kok pas kita keluar dari kamar gak ada siapapun, tapi entah kenapa saat ada di dalam kamar suara itu jelas banget?" heran ku yang sangat penasaran pada suara terompah yang tadi ku dengar.


"Kayaknya dari balkon deh za, dari mana lagi kalau bukan dari sana, di kamar kamu gak ada, di luar juga gak ada, pasti jawabannya di balkon"


"Mungkin aja dari kamar kamu, di kamar kamu kan gak ada orang, bisa aja ada hantu yang nempatin kamar kamu, dia palingan nyariin kamu, tapi sayangnya gak ada kamu di sana, sehingga usahanya gagal yang mau nakut-nakutin kamu"


"Kamu jangan nakut-nakutin aku za, gak mungkin dia berada di kamar aku, aku yakin itu, tadi aja hantu bersimbah darah itu tidak sampai masuk ke dalam kamar aku, jadi aku sangat yakin kalau suara terompah itu berasal dari balkon yang ada di kamar kamu" yakin Alisa, ia tidak terima kalau kamarnya di tempati hantu.


"Bisa jadi dia ada di kamar kamu sa, barusan aja ada hantu yang wajahnya seram yang nongol di jendela kamar kamu, bisa aja hantu terompah masuk ke dalam kamar kamu untuk ganggu kamu juga"


"Enggak mungkin, di kamar aku gak mungkin ada hantu terompah, kamu jangan alas nuduh, karena tuduhan kamu gak bener" Alisa masih tetap yakin dengan pendiriannya, ia terus menolak fakta kalau di dalam kamarnya terdapat hantu terompah yang baru-baru ini lagi menjadi trending topik di desa karena keseramannya.


"Terserah kamu, tapi aku yakin itu kalau hantu terompah lagi ada di kamar kamu, kalau kamu gak percaya, sana cek sendiri dan lihat kebenarannya, pasti dia ada di sana lagi nungguin kamu untuk masuk ke dalam kamar"


"Za kamu tega banget sama aku, aku takut sama dia za, sana kamu usir dia, aku gak mau dia ada di sana, aku gak mau kamar aku jadi tempat singgahan para hantu-hantu yang seram-seram" tak suka Alisa, ia membayangkannya saja takut apalagi berhadapan langsung dengan hantu itu.


"Enggak, aku gak mau, kamu usir aja sendiri, lagian itu bukan kamar aku, aku gak mau capek-capek datang ke kamar kamu untuk usir hantu-hantu yang ada di sana, yang penting itu mereka gak datang ke kamar aku, itu saja!"


"Iiih kenapa kamu tega banget, aku akan tidur di mana kalau di kamar aku ada hantunya, ayo sana cepat kamu usir dia, aku gak mau dia ada di sana, aku takut sama dia za, aku mohon sekali ini saja kamu baik hati sama aku" mohon Alisa yang tak ingin kamarnya berubah menjadi kamar yang serem karena banyak hantu yang datang.


"Enggak mau, aku gak mau usir mereka, kamu kan pemilik kamarnya, seharusnya kamu sendiri yang usir, bukan malah nyuruh aku"


"Aaa-


Perkataan Alisa tiba-tiba terhenti saat telinganya mendengar sesuatu yang membuat jantung memompa dengan kencang.


Klontar


Klontar


Klontar


"Za itu suara hantu terompah" Alisa langsung menempel pada ku ketika suara hantu terompah kembali terdengar, suara hantu terompah itu sangat keras dan membuat kami berdua merinding.


Seketika aku pun langsung diam, telinga ku terus mendengar suara terompah yang berjalan memecah keheningan.


Klontar


Klontar


Klontar


Wajah Alisa menjadi pucat saat suara hantu terompah terus terdengar di telinganya.


"Za suara itu makin dekat, cepat kamu usir dia dari sini, aku mohon za, aku gak mau dia ganggu kita seperti hantu seram tadi, aku mohon sama kamu buatlah dia pergi, aku gak mau dia gangguin aku" titah Alisa yang terus memeluk tubuh ku karena takut pada hantu terompah.


"Kenapa kamu ikutan penakut kayak aku, biasanya kan kamu gak takut sama sekali sama hantu manapun, tapi kenapa hari ini kamu berubah"


"Aku gak berubah sa cuman aku ini juga manusia, kadang kala aku juga merasakan yang namanya takut, bukan kamu doang"


"Terus ini gimana za, aku takut sama dia, aku mohon usir dia dari sini, aku tidak mau dia ganggu aku"


"Udah kamu jangan berisik dulu, hantu itu pasti akan pergi sebentar lagi, kita berdua tinggal diam aja, dia nanti pergi sendiri"


Alisa mengangguk setuju, kami berdua diam di tempat tanpa mengeluarkan suara apapun, sementara telinga kami terus mendengar suara hantu terompah yang tengah berjalan memecah keheningan.


Klontar


Klontar


Klontar


Suara hantu itu terus terdengar di telinga ku, aku merasa kalau suara hantu itu tidak jauh dari sini, namun aku tidak bisa apa-apa, aku hanya bisa diam tanpa mengatakan sepatah katapun.


Suasana semakin lama semakin tambah menyeramkan, suara orang yang berjalan dengan menggunakan terompah terus terdengar di telinga yang membuat kami menelan ludah pahit.


"Sa kita gak bisa diam aja kayak gini, kita harus lakuin sesuatu buat usir dia dari sini"


"Tapi apa za, aku gak punya cara apapun buat usir dia, kamu aja sana yang usir dia, kamu kan pemberani"


"Kali ini aku gak berani sa"


"Kalau kamu aja gak berani apa lagi aku, aku ini lebih penakut ke timbang kamu, jadi aku gak bisa lawan dia, dia terlalu berbahaya, aku gak mau ngambil resiko"


Aku diam, aku mulai berpikir untuk mencari cara untuk bisa di gunakan dalam keadaan seperti ini.


"Aku penasaran banget sama dia sa, aku mau cek seperti apa dia biar aku gak terus-terusan bayangin wajah dia yang seram seperti hantu yang muncul di dekat jendela yang ada di kamar kamu"


"Kamu gila ya za, dia itu hantu, bukan orang biasa, kamu jangan main cek dia, nanti dia malah gangguin kita semalam"


"Tapi kalau kita diam aja, dia pasti akan terus gangguin kita, kita harus temuin dia dan tanyain kenapa dia gangguin kita dan apa alasan dia neror warga-warga di desa ini, baru kita bisa ambil tindakan selanjutnya"


"Tapi za, aku takut"


"Plis sa, kali ini kita harus lawan rasa takut itu, gak guna kita takut, karena itu akan buat kita semakin gak bisa berkutik, kita harus bisa lawan itu semua biar kita gak terus menerus di ganggu sama dia"


Alisa diam, ia masih ragu untuk berhadapan langsung dengan hantu yang saat ini tengah bikin warga-warga resah.


"Tapi kamu yang maju duluan"


"Iya aku yang akan maju duluan, kamu hanya tinggal ikutin aku aja"


"Baiklah kalau seperti itu aku mau"


"Ayo kita lihat seperti apa hantu terompah itu, aku penasaran sekali seperti apa wajahnya dan kenapa dia selalu ganggu orang-orang di desa ini, aku ingin tau alasan itu, tapi di mana dia sekarang?"


Alisa diam, ia mendengarkan suara terompah yang terdengar sangat dekat, namun tidak tau ada di sebelah mana.


"Kalau menurut feeling ku dia ada di luar"


"Coba kita cek, kita harus ketemu sama dia dan bicarain hal ini secara baik-baik, mudah-mudahan dia mau di ajak kompromi"


Alisa mengangguk."Ayo kamu keluar duluan, aku ikutin dari belakang"


Aku berjalan mendekati pintu, sebelum aku membuka pintu aku melihat dari jendela tentang siapa yang ada di luar.


Mata ku menangkap seorang perempuan yang bajunya berwarna merah tengah berjalan dengan tatapan lurus ke depan, wajahnya sangat seram, ada luka di dahinya yang membuat darah terus mengalir dan itu yang bikin hantu terompah terlihat menyeramkan.


Aku menelan ludah pahit saat melihat wajah hantu terompah yang benar-benar seram.


"Ternyata dia seseram itu, pantes saja gak ada warga yang berani keluaran rumah karena ada dia" batin ku.


"Kenapa kamu diam za, ada apa di luar?"


"Lihat itu, itu yang namanya hantu terompah"


Alisa melihat hantu terompah dari jendela, ia langsung menutup mulut tak percaya ketika melihat wajah hantu terompah yang benar-benar seram dan menakutkan.