
"Dia gak akan berani masuk ke sini, percaya saja sama aku"
Aku berbalik badan menghadap ke depan, tiba-tiba wajah ku tercekat ketika melihat sesuatu yang tak terduga.
Aku menelan ludah pahit saat melihat hantu seram yang wajahnya penuh dengan darah, hantu itu adalah hantu yang nongol di jendela Alisa yang tadi aku temui.
"Sa, Alisa" panggil ku dengan pandangan yang terus terus tertuju pada hantu yang berdiri di tangga.
"Apa za, kenapa kamu teriak-teriak, aku ada di sini, aku gak akan pergi kemana-mana, jangan teriak-teriak"
"Sa lihat itu"
Alisa melihat ke arah apa yang aku tunjuk.
"Aaaaaaahhh!" teriak kami kompak saat melihat ada darah yang mengalir dari kepala hantu itu.
"Bundaaaa ayaaah" teriak kami yang ketakutan saat hantu itu terus menunjukan wajah seramnya pada kami.
Mereka semua yang lagi tidur nyenyak bangun dan mendekati kami yang masih berteriak histeris karena ketakutan.
"Ada apa, kenapa kalian teriak-teriak di tengah malam seperti ini?" panik bunda.
"I-itu bunda, ada hantu, kami takut hiks hiks" tangis kami dengan memeluk tubuh bunda sebagai penguat.
"Sudah kalian jangan takut, ada bunda di sini, dia gak akan ganggu kalian" bunda terus menenangkan kami yang masih menangis.
"Bunda takut, Alisa takut bunda, tolong Alisa dari dia, Alisa gak mau di ganggu sama dia hiks hiks hiks"
"Sudah jangan nangis, kalian gak usah takut lagi, bunda gak akan biarkan dia ganggu kalian"
"Hantu mana yang udah gangguin kalian, apa hantu terompah itu yang sudah bikin kalian seperti ini?" penasaran ayah.
"Bukan ayah, tapi ada hantu lain, dia dari tadi udah gangguin kami, dia serem banget ayah, Alisa takut"
"Udah kamu jangan takut, dia sekarang sudah pergi, dia gak akan ganggu kalian lagi, sekarang kalian berhenti nangisnya"
Kami berhenti menangis, kami melihat ke arah tangga yang sudah kosong, hantu seram tadi tidak ada lagi di sana.
"Coba kalian cerita seperti apa hantu itu, kami ingin tau" penasaran Reno.
"Hantu itu serem banget, dia tadi nongol di jendela kamar aku, dia sudah gangguin kami sejak tadi, mangkanya dari tadi kami masih belum mau tidur karena kamu takut dia datangin kami lagi" jelas Alisa.
"Kok bisa ada hantu yang gangguin kalian, apa kalian kenal dengan hantu itu?" heran Angkasa.
"Enggak, kami gak kanal sama dia, dia tiba-tiba muncul begitu saja dan terus gangguin kami, kami gak tau dari mana asalnya, tapi kami yakin kalau dia hantu baru"
Bunda mulai berpikir keras."Di desa ini gak ada yang meninggal, gak mungkin dia hantu yang berasal dari desa ini, bunda mau tanya seharian ini kalian pergi kemana, kalian gak keluar rumah kan?"
Sontak kami semua diam, kami tidak tau harus menjawab apa karena kami takut bunda marah jika kami bilang yang sebenarnya.
"Jawab pertanyaan bunda, dari mana aja kalian seharian ini?"
"Kami bantuin sosok perempuan yang ikutin guru kami bun, dia itu mati karena tabrak lari, tapi sekarang alhamdulilah kasusnya sudah selesai, dia sekarang sudah balik ke alamnya, setelah masalah dia beres, kamu langsung pulang ke rumah, kami gak kemana-mana lagi kok"
"Sekitar jam setengah tujuh"
"Jadi sampai malam kalian nyelidiki kasus sosok itu?" tercekat ayah.
"Ya mau bagaimana lagi ayah bunda, kalau kami gak urus tuntas kasus itu, pasti dia akan terus ganggu guru kami, jadi terpaksa kami harus selesain masalah dia terlebih dahulu, baru pulang ke rumah" jawab Alisa.
"Bisa jadi hantu seram yang tadi gangguin kalian adalah hantu yang sudah ikutin kalian pulang, bunda kan sudah bilang kalau magrib itu kalian harus ada di rumah, jangan ada yang keluar ketika magrib, berapa kali bunda bilang, tapi kenapa kalian gak ada yang dengarin sama sekali ucapan bunda" omel bunda.
"Darurat bun, jadi kami terpaksa terobos semua rintangan yang menghadang, kami gak pernah mikir kalau bakal ada hantu yang gangguin kami sampai saat ini, lain kali kami akan lebih hati-hati lagi, kami akan ingat pesan bunda"
Bunda menghembuskan napas."Lain kali kalian harus hati-hati lagi, jangan sampai ada hantu yang ikutin kalian ke sana, iya kalau hantu itu baik gak apa-apa, kalau dia jahat bagaimana, kalian juga yang akan repot"
"Iya bun, kami akan lebih hati-hati lagi untuk ke depannya, bunda tenang aja"
"Ini sudah malam, kalian balik ke kamar aja, jangan pada ada di sini, kalian harus istirahat, besok kalian harus sekolah" suruh ayah.
"Enggak mau ayah, kami gak mau ke kamar, kami mau di sini aja, kami takut" jawab Alisa.
"Di sini dingin, ke kamar aja sana, kalian gak usah takut sama hantu, dia pasti udah pergi, dia gak akan ganggu kalian lagi" suruh ayah.
"Tapi ayah...
"Gak ada tapi-tapian, sana kalian masuk ke kamar" perintah ayah.
"Enggak mau, kami gak mau ke kamar, kami takut, kami mau tidur di sini saja, di sini lebih aman dari pada di kamar" jawab Alisa.
"Terserah kalian" pasrah ayah.
"Kalian yakin mau tidur di sini" setengah tak yakin bunda.
"Iya bun, kami akan tidur di sini saja, kami takut yang mau balik ke kamar, lebih baik kami tidur di sini malam ini, bunda balik aja tidur, kami gak apa-apa kok tidur di sini"
"Kalau sekiranya dingin balik aja ke kamar, jangan di tahan, nanti kalian bisa sakit"
"Iya bun, bunda sana tidur, kalian juga, jangan pikirin kami, kami gak apa-apa kok"
Mereka mengangguk, satu persatu di antara mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.
Di sini hanya tersisa aku, Alisa Reno dan juga Angkasa.
"Kalian gak mau balik ke kamar?" pandangan ku tertuju pada mereka berdua.
"Enggak za, aku gak mau balik ke kamar, aku mau di sini jaga kalian aja, kan enak kalau ada masalah kami juga bisa bantu kalian" jawab Angkasa.
"Ya udah terserah kalian"
"Ren kamu tau gak hantu yang tadi gangguin aku serem banget, dia itu sebelah dua belas sama hantu terompah, mereka berdua benar-benar serem, aku takut"
"Kamu jangan takut sa, ada aku di sini, aku gak akan biarkan ada hantu yang gangguin kamu"
Alisa merasa sedikit lega, ia kini sudah tidak takut lagi seperti tadi karena kini ada Reno di sampingnya yang pastinya akan menjaganya dari beragam macam bahaya.