
"Maaf sa, aku bukannya suka bikin kamu marah, aku hanya gak mau kamu dalam bahaya aja, mangkanya biarkan aku aja yang nyetir" batin Reno.
Angkasa terus mengemudikan motor ini dengan kecepatan yang sangat tinggi tiba-tiba.
ciiitt
Angkasa mengeram mendadak.
"Ada apa sa, kenapa ngerem mendadak?"
"I-itu" tunjuk Angkasa ke depan.
Aku melihat ke depan, betapa terkejutnya aku saat melihat genderuwo yang tadinya tidur kini bangun dan malah berdiri di depan gapura seperti menunggu kedatangan kami.
"Gimana ini sa, kenapa dia bangun"
"Aku gak tau za" jawab Angkasa.
"Kamu cepat usir dia, jangan biarkan dia gangguin kita, kita ini harus cepat-cepat sampai di sekolahan, kalau bisa kita harus nemuin jasadnya Andin sebelum gelapnya malam menghalangi"
"Aku gak tau caranya, kalau aku tau aku pasti akan langsung usir dia" jawab Angkasa.
"Duh gimana ini, kita harus segera sampai di sekolahan, kenapa kingkong itu pake bangun segala, kenapa gak nanti aja, gak tau apa kalau orang lagi buru-buru"
Roy merasa aneh pada kami yang berhenti secara tiba-tiba."Ada apa, kenapa kalian berhenti, katanya mau ke sekolahan lagi, kenapa malah berhenti di sini?"
"Anu...
"Anu apa?" Roy semakin di buat penasaran sama kami berempat.
"A-ada kingkong" jawab Alisa.
Mendengar nama kingkong Roy langsung mengerti apa yang sebenarnya terjadi sehingga kami berhenti di tengah jalan.
Alisa melihat ke arah kingkong itu."Gimana ini za, dia masih diam di tempat, dia juga sadar kalau kita bisa lihat dia"
"Gak tau, kalian ada yang punya cara buat usir dia enggak?"
"Enggak" jawab mereka kompak.
"Gimana ini, kita gak akan bisa lanjutin perjalanan kalau dia masih berada di sana" Alisa merasa tidak tenang ketika kingkong itu masih belum pergi juga.
"Bentar aku coba berkompromi dulu sama kingkong itu, mudah-mudahan dia mau ku ajak berkompromi"
Aku turun dari motor dan mendekati kingkong itu yang masih diam di tempat tanpa pergerakan.
"Kingkong kami ingin pulang, bisakah kau memberikan kami lewat"
"Tidak bisa" tolak kingkong itu cepat.
"Kenapa, apa salah kami, kami tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa kau sepertinya tidak mau kami pergi dari sini?"
"Karena kau sudah masuk ke tempat ini tanpa seizin ku, seharusnya kau meminta izin dulu, baru bisa masuk ke sini, kau kira di sini ini kawasan mu, tidakk" jawab kingkong itu penuh penekanan.
"Bagaimana caranya kami minta izin sedangkan kau tadi tidur?"
"Aku tidak tidur seharian ini, kau jangan mengarang cerita" jawab kingkong itu dusta.
"Aku tidak mengarang cerita, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kalau kau tidur di bawah pohon beringin itu, kau jangan pura-pura lagi, di sini kau yang salah bukan aku" tegas ku yang sudah geram pada kingkong menyebalkan itu yang malah memutar balikkan fakta.
"Berani kau menyalahkan aku" teriak kingkong itu yang membuat telinga ku pengang karena saking kerasnya suaranya.
"Iya, aku berani, kenapa kau"
"Anak kecil ini benar-benar berani, dia tidak ada takut-takutnya sama sekali pada ku, ini tidak bisa di biarkan, kalau semua anak sepertinya, maka keberadaan ku di bumi tidak akan ada gunanya" batin kingkong itu menatap tajam ke arah ku yang tak ada takut-takutnya padanya sama sekali.
"Kau bilang diri mu berani bukan, rasakan ini" kingkong itu melayangkan pukulannya pada ku.
"Arrrrgghh"
Teriak ku dengan memejamkan mata.
Aku kembali membuka mata ketika tak merasakan apa-apa.
"Tiger, White, mbk Hilda, dua Kun" aku terkejut saat mereka kini berada di hadapan ku dan tengah berusaha melindungi ku dari kingkong ganas itu.
"Aliza sekarang cepat pergi dari sini, masalah genderuwo ini, biarkan kami yang akan membereskannya" suruh Tiger.
Aku mengangguk cepat lalu mendekati Angkasa.
Mereka setuju lalu kembali melajukan motor meninggalkan tempat ini dengan kecepatan tinggi.
"Tidak, jangan pergii" teriak kingkong itu yang melihat kami berhasil pergi dari sini.
Tatapan mautnya kini mengarah pada mereka berlima.
"Ini semua gara-gara kalian, kalianlah penyebab mereka pergi, kalian harus di beri pelajaran" marah kingkong itu yang matanya berwarna merah, semerah darah.
"Kau mau memberi kami pelajaran, apa kami yang akan memberi mu pelajaran" suara Tiger membuat kingkong itu diam, ia menjadi tak bergerak saat melihat Tiger yang jauh lebih kuat dari pada dirinya.
"Kenapa dia ada di sini, apa dia penjaga anak-anak itu, gawat, aku bisa mati di tangan dia, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan" batin kingkong ketar-ketir.
"Kenapa kau diam saja, apa keberanian mu sudah hilang?" pertanyaan yang keluar dari bibir Tiger membuat kingkong itu menelan ludah.
"Tidak, aku tidak takut pada kalian semua, kalian itu seperti semut di mata ku, sangat kecil dan tidak ada apa-apanya sama sekali" remeh kingkong itu pada mereka berlima.
Mereka berlima yang di remehkan oleh kingkong langsung memanas.
"Apa kau bilang" tak terima mbk Santi yang di hina oleh kingkong itu.
"Kau bilang kami tidak apa-apanya di depan mu bukan, mari kita lihat siapa yang sebenernya lemah di antara kita" tantang mbk Hilda yang juga geram sekali pada kingkong itu.
Kingkong itu semakin menelan ludah pahit saat melihat mereka yang marah besar padanya.
"Seraaangg" teriak Tiger.
Mereka dengan cepat langsung menyerang kingkong itu yang masih diam di tempat.
Bugh
Bugh
Bugh
Hantaman tendangan dan juga cakaran di layangkan ke tubuh kingkong itu oleh mereka berlima yang sedang naik darah.
"Arrrrgghh" teriak kingkong itu yang merasakan sakit yang sangat luar biasa sebab serangan dari meraka berlima.
Mereka berlima terus menghujani kingkong itu dengan pukulan.
Bugh
Bugh
Bugh
"Hentikan sakit, jangan bunuh aku" tintah kingkong itu yang sungguh sangat kesakitan.
Namun mereka berlima mendadak menjadi tuli, karena sungguh hati mereka masih di penuhi amarah pada kingkong itu.
Mereka ingin membalas dendam atas penghinaan yang sudah kingkong itu lontarkan.
"Tolong berhenti, jangan sakiti aku, aku minta maaf" tintah kingkong itu sekali lagi, namun tidak ada tanggapan dari mereka berlima.
Mereka terus menghujani tubuh kingkong itu dengan pukulan, tendangan dan juga cakaran yang membuat kingkong itu merasakan perih dan rasa sakit yang begitu dahsyat.
"Arrrrgghh berhentiiii, jangan sakiti aku, aku minta maaf, tolong kasihanilah aku" teriak kingkong itu yang sangat kesakitan.
Mereka berlima mengabaikan kata maaf yang keluar di bibir kingkong itu.
Bugh
Bugh
Bugh
"Sial, mereka tidak mau berhenti, aku harus pergi dari sini, aku tidak mau mati konyol di sini" batin kingkong itu lalu menghilang dari sana.
"Kemana kingkong itu" kaget mbk Gea saat tidak menemukan kingkong itu.
"Kenapa dia pergi, aku belum selesai menghajarnya, awas saja sampai aku ketemu lagi sama dia, akan aku hajar dia habis-habisan" geram Tiger pada kingkong itu.
"Dia sudah pergi, percuma kita berada di sini, ayo kita ke Ustadz Fahri saja" ajak mbk Santi.
Mereka setuju lalu menghilang dari sana.