The Indigo Twins

The Indigo Twins
Tornado



"Kau sudah datang rupanya, aku sudah menunggu kedatangan mu sejak dulu" kata Ki Suryo.


"Iya aku sudah datang dan kedatangan ku ini akan membuat mu dan seluruh dunia hitam mu hancur berkeping-keping" jawab Tiger.


"Kau jangan banyak omong, rasakan ini" kata Ki Suryo dengan wajah yang sangat marah.


Splash


Tembakan sihir itu meleset, Tiger berhasil menghindar.


Wajah Tiger memerah, dia lalu berjalan mendekati Ki Suryo, dengan cepat pasukan Ki Suryo menghadang Tiger.


"Jangan pernah sentuh guru ku, lawan aku dulu" kata Topen.


"Baiklah, aku akan melawan mu" jawab Tiger.


Tanpa aba-aba Tiger langsung mencakar habis tubuh Topen, kami yang melihatnya dari kejauhan langsung memejamkan mata karena ngeri.


"Arrrrgghh sakit" teriak Topen.


Semua anak buah Ki Suryo mendadak menjadi patung, kala melihat Tiger yang menghajar Topen dengan tanpa ampun.


Splash


Splash


Tubuh Tiger terpental jauh karena tembakan sihir itu.


Splash


Splash


Splash


Tembakan sihir itu terus menghujani tubuh Tiger yang membuatnya kewalahan.


"Bagaimana ini Tiger kewalahan kita harus tolongin dia" kata ku.


"Tapi bagaimana caranya, kita tidak punya kekuatan apapun untuk melawan Ki Suryo berserta pasukannya, mereka pasti akan dengan mudah membuat kita kalah" jawab Angkasa.


Tubuh Tiger melemah, ia lalu membaringkan tubuhnya yang sudah tak bertenaga lagi.


"Haha, dasar harimau lemah, baru saja permulaan sudah kalah" hina Ki Suryo.


Mata Tiger masih terbuka namun ia tidak punya kekuatan lagi untuk melawan mereka semua.


Tatapan Ki Suryo beralih melihat kami semua yang sedang bersembunyi.


"Gawat Ki Suryo pasti akan mencelakai kita, kita harus pergi dari sini, aku gak mau mati konyol di tangannya" tegang Alisa.


"Kita mau pergi kemana, kita pasti dengan mudah di tangkap oleh Ki Suryo, pasukannya banyak sekali, mereka bisa dengan mudah menangkap kita" jawab ku.


Hati kami dag dig dug kala mendengar suara langkah kaki Ki Suryo yang semakin mendekat.


Sorot mata Ki Suryo sangat tajam membuat kami gemetaran, saat tongkat itu di angkat tiba-tiba segerombolan orang muncul dengan pakaian putihnya.


"Denso" kata Ki Suryo.


"Kau masih ingat rupanya dengan ku Suryo" jawab kakek Denso.


"Bagaimana aku bisa melupakan mu, kau adalah musuh terbesar ku di dalam hidup ku dan kini kau mendatangkan cucu-cucu mu untuk menghabisi ku" kata Ki Suryo.


"Aku tidak menyuruh mereka menghabisi mu, aku hanya mau mereka memusnahkan dunia hitam yang kau dan seluruh murid-murid mu lakukan selama ini, itu saja tidak lebih" jawab kakek Denso.


"Jangan coba-coba menyentuh cucu ku, aku tidak akan terima kalau kau membuat cucu ku terluka, kini aku sudah kembali seperti apa yang aku katakan beberapa tahun yang lalu" jawab kakek Denso.


"Aku memang sudah menunggu hari ini sejak dulu, aku ingin membuat seluruh keturunan mu lenyap dari muka bumi ini agar tidak ada lagi yang membahayakan dunia ku" kata Ki Suryo.


"Coba saja jika kau mau, aku rasa kau yang akan musnah di masa ini, masa lampau aku yang berhasil kau lenyapkan, tapi tidak di masa sekarang ini, aku yakin sekali cucu-cucu ku akan membawa manusia kembali ke jalan kebenaran, aku akan berusaha menjaga mereka sampai batas waktu yang telah di tentukan" jawab kakek Denso.


"Akkkkhh aku tidak mau itu terjadi, kau jangan banyak omong, rasakan ini" teriak Ki Suryo.


Splash


Tembakan sihir itu meleset, kakek Denso berhasil menghindar.


Slap


Slap


Slap


Kakek Denso bersama pasukan Gaibah menghujani pasukan Ki Suryo dengan ilmunya.


Mbk Hilda dan korban-korban Ki Suryo membantu pasukan Gaibah untuk melawan Ki Suryo.


Aksi tembak menembak sihir itu terjadi, kobaran api gaib menyala di mana-mana, teriakan dan suara peperangan terus terdengar.


Slap


Ki Suryo memegang dadanya yang berhasil terkena tembakan sihir dari kakek Denso.


"Sial, aku bisa kalah dengan mudah kalau seperti ini, aku tidak mau kalah dari Denso dan pasukannya, aku harus lakukan sesuatu" kata Ki Suryo di tengah peperangan yang tengah terjadi.


Ki Suryo menghentak-hentakkan tongkat kayu berkepala naga itu ke tanah sebanyak tiga kali.


Tiba-tiba pusaran angin kecil datang, lama-lama pusaran angin itu menjadi besar dan membawa pasukan Gaibah dan korban-korban Ki Suryo masuk ke dalamnya.


"Arrrrgghh" teriak pasukan Gaibah.


Tornado besar itu berputar-putar, kami semua memegang apapun untuk menjadi pegangan agar tidak masuk ke dalam tornado itu.


"Kalau seperti ini kan mereka tak akan bisa membuat ku dan juga pasukan ku terdesak" senang Ki Suryo.


Ki Suryo tersenyum licik ke arah kami.


"Kenapa Ki Suryo tersenyum seperti itu, apa yang dia pikirkan, aku harus waspada, aku tidak mau dia mencelakai ataupun yang lain" batin ku waspada.


"Anak-anak kecil keluarlah, jangan mengumpet, sudah lama aku menunggu kedatangan kalian, apakah kalian tau, aku ini sebenernya ingin sekali melenyapkan kalian agar tak ada lagi orang yang mau menghentikan semua apa yang aku lakukan" kata Ki Suryo.


Kami semua keluar dari tempat persembunyian dan dengan berani berdiri di depan Ki Suryo.


"Kenapa kau ingin membunuh kami, apa salah kami?" tanya ku.


"Kalian tidak punya salah apapun pada ku, tapi karena kalian adalah cucu-cucunya Denso maka dari itu otomatis kalian harus aku musnahkan karena aku merasa kehadiran kalian di muka bumi ini tidak akan aman, lantaran kalian pasti akan membuat ku dan para dukun serta orang-orang yang tersesat di jalan, kembali ke jalan yang lurus dan aku tidak mau hal itu terjadi" jawab Ki Suryo.


"Aku memang akan melakukan itu semua, aku akan pastikan tak akan ada manusia yang tersesat karena mu dan dukun-dukun tidak berperasaan lainnya" kata ku.


"Kau sangat pemberani, tapi keberanian mu itu tidak baik, itu semua akan membuat ku terancam, jadi lebih baik kau susul saja kakek buyut mu yang sudah tenang di alamnya itu, bagaimana, kalian pasti mau bukan" kata Ki Suryo.


"Tidak mau sama sekali, hidup kami masih panjang, kami tidak akan mau mati konyol di tangan mu wahai dukun laknat" jawab Alisa.


"Beraninya kau menghina ku, apakah kau tidak tau barusan yang kau katakan itu dapat membuat mu terkena masalah hah" kata Ki Suryo.


"Aku tidak peduli, aku tidak takut pada mu, kau itu manusia bukan pencipta langit dan bumi yang patut di takuti" jawab Alisa.