
"Tunggu apa lagi ayo kita keluar saja, sebelum ada sesuatu yang dapat membuat kita terjebak di dalam ruangan ini, kita gak boleh menunda-nunda waktu lagi" ajak ku.
Mereka semua mengangguk, kami keluar dari ruangan kaca ini dengan senang.
Aku merasa lega untuk sesaat setelah terbebas dari ruangan itu.
"Sepertinya pasukan Ki Suryo masih belum kembali, lihat saja tak ada makhluk halus di dalam rumah ini" kata ku.
"Aman dong, ayo kita langsung keluar dari rumah ini sebelum mereka kembali dan malah membuat kita kesulitan" jawab Alisa.
Kami melangkahkan kaki keluar dari rumah ini.
Tiba-tiba senyuman yang merekah di bibir ku menjadi hilang seketika, kala mata ku melihat seseorang yang sepertinya menunggu kedatangan ku di luar rumah.
"Mampus" pelan ku.
Ki Suryo berserta pasukannya berdiri di depan rumah kuno, mereka sepertinya sudah tau jika di rumah ini, ada kami yang sedang berusaha untuk membebaskan mbk Hilda dan yang lainnya.
"BERANINYA KALIAN MEMBEBASKAN MANGSA KU" teriak Ki Suryo dengan wajah sangat murka, tatapan matanya begitu menakutkan.
Aku hanya menelan ludah melihatnya, Alisa memegang erat tangan ku.
"Gimana ini za" kata Alisa pelan.
"Aku juga tidak tau" jawab ku pelan.
"Kalian bocah kecil berani-beraninya mau bermain-main dengan ku, apakah kalian tidak tau siapa aku hah?" tanya ku Suryo.
"Kami tau, kau adalah dukun yang tidak memiliki hati nurani, kau tega membuat manusia lain menderita bukan" jawab ku berani.
"Kau bocah tengil sudah berani menghina ku" marah Ki Suryo.
"Eh dukun laknat, jangan pernah kau membentak adik ku, kau itu jangan sok hebat di depan ku, kau itu bukan tandingan ku" berani Alisa.
"Kalian bocah-bocah tengil tak ada apa-apa di depan ku, jadi jangan sok berani" jawab Ki Suryo.
Alisa melihat semua pasukan Ki Suryo yang begitu menyeramkan.
"Kenapa mereka semua begitu menyeramkan, bagaimana bisa aku melawan mereka, belum apa-apa aku sudah ketakutan terlebih dahulu, tapi mau tidak mau aku harus lawan rasa takut ku, kalau tidak, bisa-bisa aku dan yang lain akan di kabarkan tidak bernyawa karena berhasil di bunuh oleh Ki Suryo, aku tidak mau itu terjadi, ayo Alisa kau harus bisa melawan rasa takut mu itu kali ini, kau jangan lemah, buktikan kalau kau bisa" batin Alisa.
"Wahai Ki Suryo, aku mau pulang ke rumah ku, biasakan kau pergi dari sini, aku ingin pulang dan tak mau berdebat dengan mu karena kau bukan tandingan ku" kata Alisa.
"Kau sudah membebaskan semua mangsa ku dan kali ini kau meminta ku untuk membebaskan mu dan nantinya kau bisa pulang dan hidup tenang begitu, oh tidak, itu akan terjadi, aku tidak akan mungkin melakukan itu semua, kau sudah berani ikut campur dalam masalah ku, maka dari itu kau harus menanggungnya" jawab Ki Suryo.
"Mati aku, apa yang harus aku lakukan, terdengar kalau Ki Suryo sedang marah besar, aku tak mungkin bisa melawannya, aku tidak punya kekuatan apapun untuk melawannya, kalau dia menggunakan kekuatannya aku dan yang lain bisa dengan mudah musnah di tangannya dan aku tidak mau hal itu terjadi" batin Alisa.
"Kalau aku tidak ikut campur dalam masalah ini, aku yakin akan ada banyak nyawa yang melayang dan itu semua terjadi karena mu, kau itu harus di musnahkan dari muka bumi ini agar tak ada lagi manusia yang terjerumus ke lemah dosa karena mu" kata ku.
"Kalian berdua ini kecil-kecil sudah berani melawan ku, kalian ini seharusnya duduk manis saja di rumah tak usah ikut campur dalam hal apapun yang aku lakukan, bersikaplah seperti anak biasa pada umumnya, jangan pernah ikut campur dalam hal ini kalau kalian tidak mau ku hancurkan dengan mudah" jawab Ki Suryo.
"Hancurkan saja kalau kau mau" tantang ku.
"Kata siapa kita tidak punya apa-apa, lihat aku akan memanggil seseorang yang pastinya akan membuat mu bungkam" jawab ku.
"Panggil saja, aku mau lihat seperti apa dia sebenarnya" kata Ki Suryo.
"Tiger muncullah" teriak ku.
Tak lama dari itu muncullah Tiger di sini.
Wajah Ki Suryo yang tadinya tersenyum penuh ejekan di dalamnya tiba-tiba menghilang, ia kaget melihat Tiger.
"Kelak akan ada cucu ku yang akan menghancurkan kegelapan yang terjadi di alam manusia, dia yang akan membuat manusia kembali ke jalan yang benar, semua pasukan mu akan lenyap, kau tunggu saja kehadirannya" kata kakek Denso yang tengah sekarat.
"Aku akan menunggunya, jika dia datang apa tanda-tandanya?" tanya Ki Suryo.
"Akan ada harimau yang menjaganya, harimau itu akan keluar ketika umurnya sudah genap 16 tahun" jawab kakek Denso lalu tidak sadarkan diri untuk selamanya.
Peristiwa kejadian yang terjadi bertahun-tahun lamanya itu tiba-tiba teringat di benak Ki Suryo.
"Jadi kedua anak ini adalah cucunya Denso, gawat mereka bukan anak-anak indigo kelas menengah, pantas saja mereka tidak ada takut-takutnya dengan ku, matilah aku kalau sampai Denso melindungi mereka, kalau sampai itu terjadi maka dunia kegelapan akan hancur tanpa tersisa" batin Ki Suryo.
"Siapa nama kakek kalian?" tanya Ki Suryo.
"Kakek Deri" jawab kami kompak.
"Ayah dari kakek kalian siapa?" tanya Ki Suryo.
"Kakek Denso" jawab kami.
"Astaga jadi benar mereka cucunya Denso, gawat mereka harus di musnahkan kalau tidak akan ada banyak dukun-dukun yang tumbang, eh tapi sepertinya masih belum ada tanda-tanda Denso menjaga mereka, huft syukurlah aku masih bisa aman untuk sesaat" batin Ki Suryo.
"Kenapa Ki Suryo bertanya nama kakek, ada apa sebenernya" batin ku merasa aneh.
"Kau jangan ganggu mereka berdua" kata Tiger.
"Aku tidak akan menganggu mereka aku hanya akan memusnahkan mereka saja haha" jawab Ki Suryo.
Kamarahan terpancar di wajah Tiger kala mendengar hal itu.
"Tak akan aku biarkan hal itu terjadi, langkahi dulu mayat ku Ki Suryo" jawab Tiger.
"Kalian mundurlah, aku yang akan membereskan dukun ini, carilah tempat persembunyian yang aman dan jangan pernah keluar" kata Tiger.
"Baik" jawab kami.
Kami bersembunyi di balik pohon.
"Apa yang mau Tiger lakukan pada Ki Suryo, sebenarnya ada apa ini, kenapa aku merasa kalau kemarahan Ki Suryo bukan karena kita sudah berhasil membebaskan mbk Hilda dan kawan-kawannya melainkan ada persoalan lain" kata ku.
"Aku juga tidak tau, kita lihat saja dulu" jawab Angkasa.