The Indigo Twins

The Indigo Twins
Cinta yang tersembunyi



Kami berdua mencari keberadaan kakek Denso namun tidak kunjung di temukan.


"Kayaknya kakek Denso beneran udah pergi deh, percuma juga kita mencarinya karena itu semua hanya akan sia-sia saja" kata Alisa.


"Iya, lebih baik kita istirahat saja, nanti kita tanya sama ayah dan bunda siapa sebenarnya kakek Denso itu, aku sangat penasaran banget sama dia, apa benar dia kakek buyut kita atau bukan" kata ku.


"Iya kita nanti akan tanya pada bunda, aku ngerasa kalau bunda pasti tau siapa kakek Denso, malam ini kita istirahat saja dulu, aku udah ngantuk" ajak Alisa.


Aku mengangguk, setelah itu kami masuk kembali ke dalam kamar untuk melanjutkan mimpi indah yang tertunda.


Di sisi lain.


Malam ini Angkasa dan Reno masih belum tidur, mereka duduk di kolam renang dengan melihat ke arah langit yang gelap.


"Sa di antara Alisa dan Aliza siapa yang kamu suka?" tanya Reno.


"Ya tentu Aliza lah, masa aku suka sama Alisa kan gak wajar, kenapa kok tumben kamu nanya prihal ini, oh ya sebenarnya siapa yang kamu suka?" jawab Angkasa melirik ke arah Reno yang masih menatap lurus ke depan.


"Alisa, aku lebih suka Alisa dari pada Aliza, Alisa itu sih sifatnya memang kekanakan, tapi ya dia yang berhasil menumbuhkan benih-benih cinta di dalam hati ini, hmm kalau kamu kenapa suka Aliza, apa alasannya?" tanya Reno.


"Cinta itu gak butuh alasan, aku mencintainya sejak pertama kali aku melihatnya, dia manusia pertama yang aku temui dengan banyak perbedaan dari perempuan-perempuan lainnya, entah kenapa aku lebih tertarik ke Aliza dari pada Alisa, walaupun wajah mereka sama, tapi sifat mereka jelas berbeda, Aliza itu baik, dia orang yang nolongin aku tanpa pamrih, aku suka orang yang seperti itu " jawab Angkasa.


"Asal kamu tau, aku suka sama Alisa juga tanpa alasan, tidak ada alasan tertentu, hanya saja dia adalah satu-satunya gadis yang datang dan berani berdekatan dengan ku di saat semua orang menjauhi ku, aku suka sifat keberaniannya Alisa, dia gadis yang tangguh meski, dia memiliki sifat kekanakan, namun aku suka" kata Reno dengan tersenyum.


"Aliza sih anak yang pendiam, dia lebih suka menyembunyikan rahasia dari pada mengumbarnya, dia berani kalau sama makhluk tak kasat mata, tapi kalau sama manusia terkadang sifat tak percaya dirinya itu sering membuat ia menjadi anak penakut, sehingga dia merasa takut pada orang-orang yang menghina atau malah merendahkannya, mangkanya dia jarang punya teman meski anak yang baik, tapi aku berjanji, selagi aku masih ada di dekatnya, aku akan menjaga dan melindunginya sebisa aku, aku akan korbankan segalanya hanya demi Aliza" jawab Angkasa.


"Oke di sini kita sama-sama menyukai anak kembarnya bunda, kamu suka Aliza dan aku suka Alisa, nah yang pertanyaannya apakah kita bisa memiliki dia?" tanya Reno.


"Antara iya atau tidaknya, aku tidak tau, apakah nantinya Aliza akan jadi milik ku atau tidak, yang penting aku sudah berusaha itu aja, masalah dapat atau tidak, ya itu kehendak sang ilahi" jawab Angkasa pasrah dengan segalanya.


"Hmm iya juga sih sa, aku mau nanya apakah kamu akan menembak Aliza?" tanya Reno.


"Aku akan bilang padanya tentang rasa yang ada di dalam dada, tapi nanti setelah aku siap, saat ini aku masih belum siap untuk mengatakannya, tapi aku janji aku akan bilang nantinya" jawab Angkasa.


"Aku juga, kita sembunyiin aja dulu gimana?" tanya Reno.


"Oke, aku mau balik ke kamar dulu ya, udah malam, aku juga capek habis kembali dari perjalanan jauh" pamit Angkasa.


"Iya sana, aku masih belum ngantuk" jawab Reno.


Angkasa lalu meninggalkan Reno di kolam renang yang masih belum puas menatap langit yang gelap.


"Alisa entah engkau akan ku miliki atau tidaknya, tapi percayalah kelak aku akan bilang pada mu tentang rasa yang ada di hati ku walaupun sudah terlambat, Alisa aku akan menjaga mu dan juga melindungi mu mulai dari hari ini" kata Reno sendiri.


"Sungguh sa aku begitu mencintai mu, ku harap kelak kau dapat membalasnya" harapan Reno.


Tiba-tiba di saat ia yang sedang berusaha menjernihkan pikiran terlintas kenangan yang membuatnya kembali bersedih.


"Mama, papa" sebut Reno kala ingat dengan kedua orang tuanya yang sudah pergi meninggalkan dia dan Rani sendirian di dunia ini.


"Mama apa kabar, Reno kangen sama mama, mama baik-baik ya di alam sana, di sini Reno akan selalu doain kalian" kata Reno yang begitu merindukan kedua orangnya yang sudah tenang di alam sana.


Reno masih melihat ke arah langit, tiba-tiba air mata mengalir di pelupuk matanya tanpa dia sadari.


"Kakak" panggil Rani yang mendekati Reno yang sedang melamun sendirian di kolam.


Reno dengan cepat menyeka sedikit air matanya yang mengalir dengan sendirinya.


"Ada apa nyariin kakak?" tanya Reno.


"Aku gak bisa tidur, mangkanya aku masuk ke dalam kamar kakak, tapi gak ada kakak di sana, ya udah aku cari dan nemuin kakak di sini, kakak ngapain di sini, kok masih belum tidur" jawab Rani.


"Ini mau tidur, ayo kita kembali ke dalam kamar, udah malam, gak baik malam-malam masih ada di luar" ajak Reno.


Rani mengangguk lalu mengikuti Reno untuk masuk ke dalam kamarnya kembali.


Waktu terus berlalu, adzan subuh sudah berkumandang.


Kami bersama-sama mendatangi masjid untuk menunaikan shalat subuh berjemaah.


Selesai sholat subuh kami berlima yang baru pulang dari masjid langsung duduk-duduk manis di ruang tamu.


"Berasa pegal-pegal badan aku" keluh Angkasa yang baru pulang dari masjid Gaibah, jalanan Gaibah hingga ke bus hantu.


"Kemana yuk gitu, aku bosen di sini terus, selama aku tinggal di sini, aku tak pernah jalan-jalan, biasanya aku hanya ikut kalian yang berpetualang saja, tidak pernah tau apapun yang ada di desa ini" kata Reno.


"Ke danau yuk" jawab Alisa.


Aku langsung menatap tajam ke arah Alisa, aku tidak mau Alisa menghancurkan danau dengan sekali pakai.


Alisa tersenyum manis mendapat tatapan tajam dari ku.


"Kakak-kakak ikan kemaren katanya mau di masak" kata Arif menghampiri kami berlima.


Ikan yang baru di tangkap kemarin tidak jadi di masak, karena bunda, ayah dan lainnya ingin menanyakan perihal hilangnya kami yang sudah hilang sejak 9 hari yang lalu.


"Masak di danau aja, tambah seru tuh gimana?" tanya Angkasa meminta pendapat kami.


"Lest go" jawab Aliza.